Maret 31, 2008
Setiap manusia tidak ada yang pernah tahu kapan dan dengan cara apa hidup-nya akan berakhir, sama seperti janin yang tidak pernah tahu akan keluar dari perut mana dia nantinya. Akhir dari sebuah perjalanan di dunia merupakan kunci sukses tidaknya kita di perjalanan selanjutnya.
Kadang kita melihat begitu alimnya seseorang memulai hidupnya, tetapi perjalanan dunia telah membuat dia terperdaya sehingga diakhir hidupnya ia menjadi orang yang dilaknat Allah Swt ( kisah seorang Abid yang menghamili putri raja ), begitu juga, kadang kita melihat betapa jahat dan buruknya seseorang memulai hidupnya tetapi perjalanan hidup telah mengajarkanya dan membuat dia bertaubat sehingga Allah memberikan keridhaan kepadanya dan memasukan mereka kedalam surga ( kisah para sahabat Nabi saw ).
Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani rah.a dalam bukunya menulis,
“Jangan kamu tertipu dengan amal, sesungguhnya amal itu ditentukan pada akhir hayatnya. Kamu harus memohon kepada Allah Swt agar diberi kebaikan pada akhir hayatmu”.
Jangan benci kepada ahli maksiat tapi bencilah pada perbuatannya bukan orangnya , karena boleh jadi suatu saat Allah Swt memberikan kesempatan dia bertaubat atas dosa-dosanya, sehingga dia memperoleh kemulian yang tinggi di sisi Allah Swt, bukankah banyak kisah para wali Allah Swt yang mempunya latar belakang Ahli maksiat tetapi karena hidayah Allah Swt mereka mempunyai kedudukan Khusus di sisi Allah Swt.
Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Agama, Tulisan lama |
Permalink
Ditulis oleh Landy
Maret 28, 2008
Cinta mereka cinta yang sederhana, teramat sederhana untuk ukuran kebanyakan orang zaman sekarang, tapi mempunyai nilai tersendiri dalam diri saya, kisah yang dialami sahabat saya ini memberikan motivasi dan dorongan yang besar terhadap hidup saya, bahwa cinta yang dilandasi ketaatan kepada sang khalik akan membuahkan kesetian dan kebahagian yang abadi.
Suatu kehormatan bagi diri saya untuk menulis kisahnya dalam blog ini, walau tentu tanpa seijinnya, dan saya memerlukan berhari-hari untuk meyakini diri saya untuk menulis kisahnya, karena sudah pasti dia akan menolak kisahnya ditulis.
Setelah saya berbicara dan meminta pendapat mas hanafi dan rasanya saya tidak akan menulis sesuatu yang buruk bahkan Insya Allah apa yang akan saya tulis adalah kebaikan sebagai wujud kekaguman saya terhadap perjalanan hidup beliau dan mudah-mudahan Allah swt menerima setiap perngorbanan dia dan istrinya sebagai amal ibadah dan asbab hidayah untuk seluruh ummat , Amien.
Wanita ini tidak lah sehebat Khansa r.ha seorang sahabiyah yang merupakan penyair terbaik yang telah memberikan nasihat kepada ke-empat anaknya untuk bertempur dan menjadi syahid dan dengan ikhlas berkata “ Alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah. Mudah-mudahan dengan syahidnya mereka, dosa-dosaku diampuni oleh-Nya. Aku berharap kepada Allah swt, semoga dengan rahmat-Nya. Aku nanti dapat dikumpulkan kembali bersama-sama ke-empat orang anakku di dalam surga.”
Wanita inipun bukanlah Fatimah r.ha putri Rasulullah saw yang turut menanggung penderitaan bersama Rasulullah saw pada saat fajar dakwah Islam menyingsing. Ia sabar atas segala musibah dan menahan diri atas segala cobaan dan godaan sehingga mendapat gelar ibu bagi seluruh wanita mukmin selain Maryam binti ‘Imran, Khadijah binti Khuwailid, dan Asiyah istri Fir’aun disurga kelak.
Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Pribadi, Tulisan lama |
Permalink
Ditulis oleh Landy
Maret 27, 2008
Begitu rapuhnya lelaki itu, gambaran keperkasaan-nya hilang , sudut itu menjadi saksi akan kelemahannya, berulang kali Dia menyesali apa yang menimpa putri tercintanya.., sia – sia semua yang telah Dia rintis, matanya tertuju kepada selembar kertas yang ditulis buah hatinya sebelum maut menjemputnya…..
Untuk orang tuaku tercinta….,
Mungkin ketika kalian menemukan tulisan ini , semuanya sudah terlambat…
Ayah…..,
Terima kasih telah mengangkat kami dari kubangan lumpur ke istana yang hanya ada dalam dongeng dimasa kecil…, hasil jerih payahmu telah merubah sepedah butut yang biasa aku pakai ke sekolah menjadi mobil mewah yang tak pernah terbayang oleh kebanyakan orang.
Tapi bukan itu yang kami minta …, dosa kah Aku bila meminta waktumu 1 menit saja untuk mendengarkan betapa sukarnya Aku melalui semua ini… 1 menit bukan waktu yang lama …kau masih punya waktu 23 Jam 59 menit setelah di kurang 1 menit yang aku minta.
Ayah……….tamparanmu ketika aku membuat ulah dengan memakai benda haram itu terasa sejuk di hatiku berarti kau masih sayang pada ku. Tapi kebanggaan ku menjadi sirna mana kala kau kembali sibuk dengan semua bisnismu dan membuatku semakin terpuruk dengan benda haram ini.
Tahukah engkau dalam ketidak sadaranku ketika memakai benda itu, aku menemukan masa kecil yang indah saat bersamamu. Ingatkah engkau ketika siang itu kau menjahit sepatuku yang sudah tidak bisa dipakai untuk sekolah, seakan aku menemukan sosok pria idaman yang bisa melindungiku.
Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Tulisan lama |
Permalink
Ditulis oleh Landy