Setiap orang tentu pernah marah, entah sudah keberapa ratus dalam hidup kita melakukan hal itu, bahkan mungkin sejam atau semenit yang lalu kita melakukannya, yang pasti banyak sekali keburukan yang diakibatkan oleh rasa marah, diantaranya “orang yang sedang marah, sering ringan tangan dan mulutnya. Tangannya gampang sekali digerakkan untuk menyakiti orang lain. Demikian juga mulutnya. Mereka tak segan-segan mengeluarkan kata-kata kasar, yang menyinggung bahkan menyakitkan hati banyak orang. Menempeleng, memukul, menendang, bahkan sampai membunuh menjadi suatu hal yang sangat ringan pada saat kepala dikuasai nafsu amarah“.
Memang tidak mudah untuk menahan marah, di perlukan kerja keras untuk mencapai hal itu, tapi yang harus di ingat menahan marah itu bukan sesuatu yang mustahil untuk bisa dilakukan. Ada kisah yang menarik tentang Umar bin Abdul Aziz yang sering disebut juga Umar ke-2, Di suatu malam yang gelap Umar bin Abdul Aziz masuk masjid. Dia melewati seseorang yang sedang tidur. Umar tersandung oleh tubuhnya. Orang itu mengangkat kepala sambil berkata “Apakah kamu gila?” maka Umar menjawab “Tidak”. Akan tetapi pengawal Umar tidak terima. Mereka hendak menangkap orang tersebut, tapi Umar mencegah dan berkata, “Tidak perlu, dia hanya bertanya ‘Apakah aku gila?’ “ Dan aku sudah menjawab Tidak.
Kisah yang sama pernah dialami Sha (adik saya tercinta ) bahkan sampai detik ini. Kesadaran yang tumbuh dalam dirinya untuk mengenakan penutup wajah dalam kesehariannya ( memakai cadar ) menimbulkan konsekwensi tersendiri. Sangat tidak mudah tentunya, di jaman yang serba “terbuka” ini untuk menutup rapat tubuh dan wajah, seakan dipaksa berjalan dalam timbunan bara api, dimana cobaan tak pernah selesai untuk dilalui. Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Landy 
