Beberapa hari yang lalu, berkali-kali saya harus beristighfar melihat tayangan di televisi yang menampilkan adegan seorang ibu menyumpah, menjambak bahkan memaki anaknya di depan puluhan kamera wartawan yang dengan “senangnya” mengabadikan setiap detik dari momen tersebut “Saya sumpahi dia, dasar anak durhaka” sambil mengacungkan telunjuknya ke depan kamera wartawan. Belum reda rasa keterkejutan saya terhadap adegan tersebut tiba-tiba salah satu station televisi memberitakan seorang ibu tega membunuh bayi yang baru beberapa jam lalu ia lahirkan.
Saya tak habis pikir apa yang sesungguhnya sedang terjadi didunia ini ? dimanakah gambaran sosok ibu yang lembut dan penuh cinta kasih, yang rela memberikan seluruh hidupnya demi buah hati tercinta!. Setan apa yang ada di kepala seorang wanita yang rela menyumpahi anaknya dan membunuh bayinya, darah dagingnya sendiri!. Apakah para ibu itu lupa, mereka pernah berbagi nafas dengan anak-anak mereka , berbagi kehidupan!. Apa luka itu bergitu dalam sehingga citra seorang ibu harus hilang dihapus dengan sebuah dendam dan sumpah serapah.
Saya sempat bertanya kepada adik saya yang kebetulan turut menyaksikan tayangan tersebut “ ini beneran, apa sinetron ?” maklum saja tv di kamar saya sudah hampir satu tahun lebih sengaja tidak dinyalahkan, jadi saya aga terkejut dengan berita-berita seperti ini. Saya jadi teringat tulisan almarhumah La-Rose dalam salah satu artikelnya yg berjudul “seorang ibu bukan hanya karena Dia melahirkan”, dimana artikel tersebut menceritakan seorang ibu yang meperlakukan anaknya tak ubahnya seperti budak

Ditulis oleh Landy 
