Maret 16, 2008
Siang itu di pelataran salah satu masjid seorang lelaki datang memperkenalkan bocah kecil kepada saya, dengan sopannya bocah itu mengulurkan tanggannya kearah saya, “ Sudah berapa Juz hapalannya?” kata pertama yang keluar dari bibir saya, “mau 9 juz” jawabnya malu. Tidak lama berselang bocah tersebut berpamitan dan kembali menuju bagian lain dari masjid untuk melanjutkan hapalan al-qur’annya, saya hanya bisa tertegun menyaksikannya, usianya belum genap 8 tahun tetapi sudah menghapal hampir sembilan juz dari al-qur’an.
Saya mengarahkan pandangan kepada lelaki disebelah saya, tak terasa sudah 10 tahun persahabatan yang terjalin diantara kami, “ Elo gak cari pendamping lagi mas?” tanya saya, sahabat saya hanya terdiam sambil mengarahkan pandangannya kelangit, seakan ingin mengatakan “Aku masih tetap mencintaimu sama ketika pertama kali Allah hadir kan rasa itu “, saya mengerti apa arti dibalik tatapannya, sangat beruntung sahabat saya ini karena pernah Allah hadirkan dalam hidupnya sesosok wanita yang menemaninya di sebagian kehidupannya, walau pada akhirnya Allah mengambil sesuatu yang pernah dicintainya, mungkin Allah Swt ingin menjaga hati sahabat saya agar tidak ada kecintaan melebihi cinta kepada-Nya.
Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Pribadi |
Permalink
Ditulis oleh Landy
Maret 16, 2008

Dengarlah Matahariku, Suara Tangisanku
Kubersedih Karna Panah Cinta Menusuk Jantungku
Ucapkan Matahariku Puisi Tentang Hidupku
Tentangku Yang Tak Mampu Menaklukkan Waktu
( Agnes Monica – Matahariku (OST Jelita) )
Entah untuk ke berapa kali pukulan itu mendarat di tubuh kecilnya, dan entah untuk keberapa kali gagang sapu itu harus patah seakan dipaksa harus mengakui kekuatan tubuh kecilnya, tak ada tangisan yang keluar dari mata sayupnya, walau sekeras apapun lelaki itu mencoba menyakiti tubuh kecilnya, tetap saja matanya tidak pernah setes pun mengeluarkan air mata, entah karena tubuhnya telah mati rasa atau ada sesuatu yang sesungguhnya lebih dari sebuah luka akibat pukulan itu.
Luka yang selalu dia bawa puluhan tahun lamanya, luka yang berubah menjadi dendam yang tak kan pernah terbayar. Seakan membuat lelaki kecil itu tumbuh tanpa memiliki cinta sedikitpun, baginya cinta begitu menyakitkan, setidaknya kenyataan yang dia alami memberikan jawaban akan hal itu.
“Tuhan aku tak ingin memiliki ayah dia, aku ingin memiliki ayah yang lain” pinta dari setiap doa dan sujudnya selama bertahun-tahun, walau pada kenyataannya Tuhan tak pernah mengabulkan pintanya. Tapi setidaknya masih ada mentari yang selalu setia menjadi saksi dimana lelaki kecil selalu menatapnya, memohon agar cahayanya yang panas mampu mengeringkan air matanya.
Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Tak Berkategori |
Permalink
Ditulis oleh Landy