” BERBAKTI “

76684984.jpg

Seorang anak muda berkata kepada Umar bin al Khaththab,” Aku mempunyai seorang ibu yang telah berusia lanjut. Bila beliau ingin menunaikan sesuatu, maka punggungku adalah tunggangannya. Apakah dengan hal itu aku telah memenuhi haknya?”. Umar menjawab, “ Belum, karena ia telah melakukan hal yang sama terhadapmu sebelumnya. Ia melakukannya seraya mengharapkan engkau terus berada disampingnya, sedangkan engkau melakukannya seraya mengharapkan kepergiannya.”.

Betapa indah dan tulusnya kasih sayang seorang ibu. Dengan senang hati seorang ibu membersihkan anaknya dan menghilangkan kotorannya tanpa jijik atau mengomel. Namun, disaat ia memasuki usia tua dan tubuhnya sudah lemah, anaknya membersihkannya dengan terpaksa, melengoskan wajah, dan merasa jijik terhadapnya. Dengan demikian sebandingkah kasih sayang anak dengan kasih sayang ibu?.

Wahb bin Munabbih berkata , “Musa as, bertanya kepada Tuhannya, “Ya Tuhan, apa yang Engkau perintahkan kepadaku?” Tuhan menjawab, “Engkau jangan menyekutuhkan Aku dengan apa pun”. “ Lalu apa?”, “berbaktilah kepada ibumu!” “ Lalu ?” “ berbaktilah kepada ibumu” ( H.R. Ahmad dalam az-Zuhd ).

Allah Swt menyatakan bahwa keridhaan-Nya bergantung kepada keridhaan seorang ibu. Itu merupakan bentuk penghormatan anak terhadap ibunya, berbakti kepadanya, dan mencari keridhaannya adalah suatu keharusan bagi kita.

Kisah sapi betina dalam surat Al-baqarah merupakan gambaran seorang anak yang berbakti kepada Ibunya, dimana ia membagi malam menjadi tiga bagian. Sepertiganya ia gunakan untuk shalat, sepertiganya lagi ia manfaatkan untuk tidur, dan pada sepertiga berikutnya ia duduk didekat kepala ibunya untuk menjaga keyamanan tidur.

Pagi-pagi ia pergi mencari kayu bakar, kemudian ia menjualnya dipasar tanpa mematok harga. Berapa pun orang membayarnya. Ia terima. Sebab, menurutnya itu adalah kehendak Allah Swt. Sepertiga dari hasil penjualan kayu bakar itu ia sedekahkan, sepertiganya lagi ia gunakan untuk makan , dan sepertiga sisanya ia serahkan kepada ibunya.

Betapa indahnya kisah pemuda diatas, yang memuliakan ibunya sehingga kisahnya melatar belakangi kisah dalam Al-qur’an, dia bukan Nabi dan bukan pula Rasul tetapi baktinya terhadap ibunya menjadikan keridhaan Allah Swt sehingga sapi peliharaannya menjadi nama surat dalam al-qur’an.

Sekarang katakan pada nafsu Anda,

“Wahai nafsu, apa sih ruginya buatmu seandainya aku patuh kepada ibuku, sebagaimana yang diperintakan Allah Swt ? Apa ruginya buatmu bila engkau melaksanakan apa yang aku perintahkan kepadamu? Sementara itu, kebahagiaan sudah menunggumu, cahaya kesenangan dan ketenangan telah bersinar didepanmu.

Wahai diriku yang hina, apa ruginya buat kamu sekiranya kamu menyerahkan jeri payahmu kepada ibumu? Apa ruginya bila Kamu melayaninya setiap hari, mencium tangannya dan kakinya, kamu meminta doa serta keridhaannya? Apakah semua itu membuat kamu hina? Atau kamu merasa risi bila orang-orang mengatakan kamu adalah orang yang di ridha oleh ibumu?.

Ada kisah menarik tentang Uwis bin ‘Amir al-Qarni. Ia hidup ketika Rasulullah saw masih ada, hanya saja ia tidak pernah melihat beliau, dengan demikian , secara definitif statusnya adalah seorang tabi’in bukan sahabat, akan tetapi karena Rasulullah saw memberikan kesaksian tentang kesalehannya dan ketakwaannya, dan bahwa ia adalah sebaik-baik tabi’in, maka hal itu mensejajarkannya dengan barisan para sahabat.

Bahkan Rasulullah berpesan kepada Umar bin al-Khathathab r.a, bahwa jika kelak berjumpa dengannya agar jangan lupa memintanya untuk memohonkan ampunan kepada Allah Swt.

Uwis bin ‘Amir al-Qarni adalah seorang pria Yaman yang menjalankan hidupnya dalam kemiskinan, memiliki status sosial rendah, tidak dipedulikan, dan tidak pernah diperhatikan. Akan tetapi di sisi Allah ia adalah orang besar, bahkan amat besar, seandainya ia bersumpah atas nama Allah untuk melaksanakan sesuatu, pasti Allah memenuhinya.

Sewaktu mendengar berita tentang Rasulullah saw, ia langsung mempercayai dan membenarkannya. Sebenarnya ia berharap bisa berhijrah ke Madinah al-Munawarah, hanya saja perhatiannya dalam berbakti kepada ibunya menahan niatnya itu. Ia rela menerima kenyatan tidak dapat membina jalinan persahabatan yang amat mulia di dunia dan tidak bisa melihat Rasulullah secara langsung , seraya berharap bisa menemani beliau disurga disebakan berbaktinya kepada ibunya, sehingga ia mendapatkan keridhaan Allah Swt dan Allah Swt menyampaikan beritanya kepada Rasulullah saw, dan Rasul pun menyampaikan beritanya kepada sahabatnya.

Wahai saudaraku betapa keridhaan Allah Swt sangat tergantung kepada keridhaan orang tua, jangan pernah engkau menyakitinya walaupun hanya lintasan hati, karena walupun engkau cuci kakinya hingga bersih setelah itu kau minum air cucian kakinya, sesungguhnya itu pun belum dapat menyamai pengorbanannya.

Wahai saudaraku, pehatikanlah ungkapan Ali bin al-Husain bin Ali, cicit Rasulullah saw, tatkala ia ditanya , Engkau adalah orang yang paling berbakti, tetapi kami tidak pernah melihatmu makan bersama ibumu.” Ia menjawab. “ aku takut tanganku lebih dahulu menggapai apa yang lebih dahulu dilihat ibuku. Dengan demikian aku menjadi anak yang durhaka.”.

Dalam kesempatan lain ketika teman-temannya bertanya tentang keterlambatannya. Ia menjawab, “Aku baru saja berguling-guling di taman-taman syurga. Aku pernah mendengar bahwa surga terletak di bawah telapak kaki ibu.”

Begitu indah ungkapan itu, cicit Rasulullah saja melakukannya, tidak hanya mencium tangannya tapi juga telapak kakinya, bahkan Umar bin Maimun bin Mahran pernah bercerita suatu hari dia menuntun ayahnya disebuah gang di kota Madinah. Ketika mereka melintas diatas sebuah got, ayahnya tidak bisa melintas, lantaran usianya telah lanjut dan tenaganya berkurang. Maka ia berinisiatif berbaring melintang diatas got, hingga ayahnya bisa melewati dengan menginjak punggungnya.

Betapa indah dan agungnya bakti mereka kepada orang tua mereka, kenapa kita masih ragu untuk melakukannya?? Walaupun tidak sama seperti mereka setidaknya kita memberikan perhatian yang lebih kepada kedua orang tua kita.

Seandainya orang tua anda masih hidup , anda bisa mendapatkannya kebahagianan yang sempurna, sebagai mana yang didapatkan oleh Uways bin ‘Amir al-Qarni. Jika Anda menyai-nyiakan kesempatan berharga tersebut, berarti Anda menyia-nyiakan seluruh hidup Anda.

Lalu bagaimana kalau orang tua kita sudah meninggal dunia??? Apa yang bisa kita lakukan ?

Ada kisah menarik tentang Nabi Isa a.s. seperti tertulis dibawah ini :

Nabi Isa pernah melewati suatu kuburan dan dia mendengar ahli kubur itu sedang mendapat azab kubur, beberapa waktu kemudian Nabi Isa melewati kuburan yang sama dan ahli kubur tersebut sedang mendapatkan kenikmatan, lalu Nabi Isa bertanya kepada Allah Swt, “Ya Allah beberapa hari yang lalu saya melewati suatu kuburan dan saya mendengar ahli kubur itu sedang mendapatkan siksaan dari Engkau tapi hari berikutnya saya melewati kuburan yang sama, tetapi ahli kubur itu sedang mendapatkan kenikmatan.”. maka Allah Swt berfirman : “ Wahai Isa Aku malu menyiksa seorang hamba diperut bumi sedangkan anaknya menyebut Aku dipermukaan bumi.”

Saudaraku kesempatan masih tebuka lebar untuk kita berbakti kepada kedua orang tua kita walaupun kita telah berbeda Alam, jadi tunggu apa lagi ? mulailah berbakti kepada kedua orang tua kita sedaya upaya kita, selama Allah swt masih membuka kesempatan lebar-lebar pada kita, jangan sia-siakan waktu yang Allah beri untuk menggapai keridhaannya.

Mudah-mudahkan dengan kisah ini Saya dan Anda semakin yakin , bahwa berbakti atau patuh kepada orang tua khususnya ibu merupakan penyebab kebahagian seorang anak di dunia, apa lagi diakhirat kelak. Bertapa indahnya dan eloknya nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung didalamnya.

Semoga Allah swt menjadikan kita anak-anak yang berbakti kepada kedua orang tua kita, sehingga Allah Swt memberikan keridhaannya kepada kita dan kedua orang tua kita. Amien.

 

 

Terimakasih atas komen dan kunjungannya :

tikabanget™ , amicol , sayur asem , Fakhrurrozy , edratna , apiqquantum , hasanah translation , julfan , Tabriz , nexlaip , hasanah translation , Ibnu Abdul Muis , lady , al abdillah , Frida , la mendol

 

About these ads

37 Balasan ke ” BERBAKTI “

  1. Rozy mengatakan:

    Ya Allah…

    Ampunilah dosa kami, dosa kedua orang tua kami dan sayangilah mereka, sebagaimana mereka menyayangi kami sewaktu masih kecil… :cry:

    Amien ya Allah.

  2. Eucalyptus mengatakan:

    Hiks, jadi terharu aku inget almarhum mama papaku. Insya Allah aku selalu menyertakan doa sehabis shalat untuk kedua orang tua. Makasih untuk postingan yang bagus, Lan

    Bagus bunda ,suruh juga si bidadari kecilnya yang cantik itu untuk mendoakan juga , merekakan masih kecil belum ada dosa, Insya Allah hijab mereka dengan Allah masih tipis , sehingga kemungkinan apa yang mereka minta cepat di capainya.

  3. theloebizz mengatakan:

    subhanallah…benar2 menyentuh..menyadarkan kembali jiwa2 yg tertidur lelap..betapa mulianya peran seorang ibu…semoga kita semua menjadi manusia yg selalu berbakti pada beliau….amiiin.. ;)

    Amien ya Allah, semoga kita semua menjadi anak-anak yang berbakti.

  4. abimanyu mengatakan:

    hmmm…
    tak mampu berkata2 lagi..
    saking terharunya…
    jadi kepikiran rumah ni..

    Ayo di perantauan jangan nakal ya harus hati-hati jaga diri, kuliah yang bener biar bisa cepat lulus dengan hasil yug terbaik,

  5. ven mengatakan:

    berbakti…
    merawat mereka dihari tua…
    akhhg…betapa sulitnya, sementara hidup jauh diperantauan, mencari penghidupan, karier, materi yg tiada puasnya. Pulang ke orang tua cukup setahun sekali, atau pulang saat mendengar kabar mereka telah tiada…

    Astaghfirullah…

    apa akan menjadi seperti itukah aku kelak…
    postingan ini sangat bagus, makasih.
    sepertinya sekaranglah saatnya merancang rencana untuk kapan harus stop hidup diperantauan untuk kembali kekampung halaman, mengabdikan diri untuk merawat orang tua. Dan bukan kembali ke pangkuan orang tua saat mereka sdh tidak berdaya.Yah bagaimanapun sangat sulit membuat orang tua merasa kerasan dirumah kita, sangat sulit membuat orang tua meninggalkan rumah mereka yg penuh dg kenangan, jadi saatnyalah sebagai anak siap mengalah, untuk kembali kerumah mereka.
    Jadi perlu direncanakan untuk memulai merintis sumber penghidupan yg dekat dg orang tua tinggal.

    Membaca komennya aku jadi terharu hiks, semoga Allah mudahkan dan memberikan yang terbaik untuk kita semua.

  6. endangpurwanib mengatakan:

    saya menolong ibu buang air saja, beliau merasa risih takut saya jijik……itu pasti dilakukan ibu pada anaknya, padahal apapun yg kita lakukan tidak akan bisa membalas besarnya kasih ibu……dan ketika ibu baru malam itu pulang kembali ke kediamannya sendiri, saya sudah merindukan beliau…..

    Setiap Ibu pasti mengiginkan yang terbaik untuk anak-anaknya, Oh iya mbak hari ini bunda di rumah heran karena aku mau berangkat kerja cium beliau sampe 5 kali he..he..he..

  7. rnazahra mengatakan:

    Aq ndak mau jauh-jauh dari ibuku lagi…
    Alhamdulillah Allah telah mendekatkan kami, mendapat kerjaan yang dekat rumah, dapat pulang dan bertemu ortu tiap hari…
    Alhamdulillah…
    Alhamdulillah…
    Postingannya slalu penuh Hikmah… Jazakallah ya…
    Aq slalu nyempetin main ke sini, biar tersiram hati ini oleh hikmah-hikmah itu… :)

    Salam untuk ibunya di rumah ya dari calon mantu wakakakakakak

  8. diana mengatakan:

    jadi inget bapak dan mama neh bro! liat deh tulisanku di WP..baca yaaaa…

    Catet ya aku gak akan nolak kalau di kasih rotinya walau di kasih 2 lusin juga gak nolak wakakakakak salam untuk si kecil yang nakal dan ngebesin

  9. Yoga mengatakan:

    Assalamualaikum…
    Lagi-lagi tulisannya sangat menyentuh hati saya. Sampai sekarang saya masih bingung tidak tahu bagaimana caranya membalas jasa orang tua terutama Ibu. Insyaallah hari ini kami akan bertemu mudah-mudahan saya punya kesempatan untuk menyenangkan hati beliau berdua, doakan ya. Terima kasih.

    Amien..amien..amien ya Allah amien

  10. al abdillah mengatakan:

    Aslkm..

    doa yg terakhir sy amin-kan.

    Amien semoga kita semua menjadi anak-anak yang ber-bakti.

  11. amicol mengatakan:

    baca postingan ini jadi inget target taon ini:
    bikin ibu bapak nganggur total, biar gantian yang kerjaa

    doain ya boss

    Amien sama-sama doa ya, semoga tahun ini aku sudah menjadi bapak he..he..he..

  12. cewektulen mengatakan:

    mhhhhhhmmmm, nggak bisa bayangin klo ortu mendahuluiku…hiks

    Selagi masih di beri kesempatan hayooo kita berlomba membahagiakan mereka.

  13. hasanah translation mengatakan:

    Yaa Allah ampunilah dosa ku dan dosa kedua orang tua ku

    Amien, makanya de cepetan kasih cucu :)

  14. Yari NK mengatakan:

    Kalau membaca postingan ini, saya jadi merasa bahwa saya bukan termasuk anak yang menghormati orang tua saya…… :(

    Ayo pak semangat mumpung masih di beri kesempatan ma Allah swt, jangan sia-siakan.

  15. Cabe Rawit mengatakan:

    Seorang pengusaha sukses, Ir. Ciputra, dalam satu kesempatan ditanya mengenai kunci suksesnya. Beliau menjawab: Sesibuk apapun saya, ibu adalah prioritas utama saya. Hanya saya yang boleh menyiapkan makannya, mengantarnya ke dokter jika sakit, mengantarnya ke tempat yang ingin beliau kunjungi… :D

    Kebaktian kita kepada kedua orangtua, adalah kunci turunnya keridloan Allah SWT terhadap kita.

    Saya hanya bisa manggut-manggut kalau ustadz yang satu ini dah komen, mohon doa nya ustadz :)

  16. nexlaip mengatakan:

    assalammualaikum wr wb, lan, mudah2 an Allah senantiasa menurunkan rahmat dan hidayah kepada elo, petunjuk dan rezeki supaya bisa posting yg bagus 2 kaya gini ……..

    adiet ini kan postingan lama dah pernah ada di blog yang lama hiks ternyata dirimu tak memperhatikannya, tapi makasih deh atas doanya semoga Allah swt memberikan hal yang sama untuk elo.

  17. okebebeh mengatakan:

    wah..ada gosip baru nihh…mas landy kirim salam sama mertua rn zahro..he..he..

    Cubit neh ya hari gini masih suka gosip, gimana hutang mie ayamnya he..he..he..

  18. Santi mengatakan:

    Keinginan terbesar mereka (orangtuaku) itu yg sedang saya perjuangkan taun ini. Semoga mereka bersabar. Btw, postingan yang menyentuh. Semalem saya baru dateng ke takziah Om. Seketika jadi inget bapak. >.< Jadi melo gini jeh.

    Lo gmn mas Landy? Taun ini kan? Tim sukses dah kampanye kemana aja? He he he.

    Bukannya di kau juga tahun ini sepertinya di kau sudah cetak undangan ya, tim sukses mu bener-bener berkerja keras wakakakaaak

  19. kakanda mengatakan:

    Teringat, saya belum bisa membahagiakan ibu,…

    Ayo kakanda semangat, kita sama-sama berusaha memberikan yang terbaik untuk orang tua kita sedapat mungkin.

  20. nrl mengatakan:

    ihiks… saya pingin ngebahagiain ummi..
    huhuuuuu

    Jangan hanya sampai pingin tapi buktikan, ayo sama-sama kita nahagiakan orangtua kita.

  21. siska mengatakan:

    Amiiiin

    *baca kalimat terakhir*

    Bukan berarti elo baca paragraf terakhir doank kan jeng he..he..he..

  22. deteksi mengatakan:

    luar bisa sekali!!!

    Apanya neh yang luar biasa sekali ???? he..he..he..

  23. Um Ibrahim mengatakan:

    Whuaaaaaaaaa….jadi pengen nangis, soalnya aku memang agak “jauh” dari ibuku, karena kita beda agama, cuma bisa berdoa aja semoga Allah mau menujukan jalan untuk aku & ibuku…

    Amien, semoga Allah memberikan hidayah kepada ibu, dirimu dan kita semua.

  24. Um Ibrahim mengatakan:

    tambahan, fotonya menyedihkan sekali ibu dari anak2 palestina ya mas?

    Korban perang di Iraq

  25. sayur asem mengatakan:

    ga komen
    *angles* *kembeng2 luh*

    Waduh artinya apa ??

  26. Rezki mengatakan:

    Ternyata…

    Nah loh, He..he..he..

  27. anggun pribadi mengatakan:

    ternyata…

    Walah superhero mendarat juga di blog aku, ( langsung gelar karpet merah ) he..he..he..

  28. Menik mengatakan:

    Pernah membuat ibu saya menangis terkadang membuat saya merasa tidak akan pernah mencium bau surga sekalipun :(

    Setiap manusia pasti pernah berbuat kesalaan, dan tidak sedikit manusia yang pernah membuat kesalahan terhadap orang tuanya, dan sudah menjadi fitrah setiap orang tua pasti akan memaafkan kesalahan anaknya, selama kita masih hidup sepertinya kesempatan itu masih terbuka lebar, hayoooo sama-sama kita manfaatkan kesempatan yang tersiasa tersenut , sebelum kesempatan itu benar-benar tertutup.

  29. Gyl mengatakan:

    Alhamdulillah…

    ditunggu lagi mas postingan semacam ini. Semoga membawa manfaat untuk sampeyan di kemudian hari :)

    Terus doain saya ya pak :)

  30. achoey sang khilaf mengatakan:

    umi umi umi
    maafkan jika ananda belum berarti

    Mari terus berusaha memberikan yang terbaik untuk orang-orang yang kita cintai terutama ibu kita.

  31. Heru mengatakan:

    jadikan aku anak yang berbakti pada orang tua ya Allah

    Amien ya Allah kabul kan doa teman saya ini :)

  32. rhainy mengatakan:

    wah …jadi inget jamannya SMA bolak-balik ngelawan nyokap mulu, tau salah tapi gengsi minta maaf….(jadi ngaku dosa nih!)

    Mudah2an masih bisa masuk surga ya.amin!

  33. langitjiwa mengatakan:

    “ibu bagiku adalah segalanya.”
    salam kenal dariku landy
    dan boleh aku taruh blog kamu diblog aku?

    salamku,
    langitjiwa……….

  34. Adi Sucipto mengatakan:

    Assalamu’alaikum.
    Khi, syukron atas tulisan Antum.
    Wassalam

  35. Ibnu Abdul Muis mengatakan:

    Firman Allah,

    “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” (Qs. Al-Isra:23)

    Rasulullah saw bersabda,

    “Bersungguh-sungguhlah dalam berbakti kepada ibumu, karena sesungguhnya surga itu berada di bawah kedua kakinya” (Silsilatu Ahaaditsu Ad-Dhaifah wal Maudhuah wa Atsarus Sayyi fil Ummah karya Syaikh Al-Albany)

    Nggak bisa ngomong apa-apa, setelah baca article ini jadi pengen cepet pulang kantor dan ‘lendotan’ ke mama’. Thank’s ya, sekalipun saya selalu jadi tempat curhat mama’, ketemu tiap hari, sayang-sayangan tetep aja kangen terus. Apalagi setelah baca article ini. Hmmmm… jaji mayu…. :oops: Barakallahu fiikum.

  36. adikhresna mengatakan:

    Assalamu’alaikum
    Entah kenapa saya ingin baca postingan ini lagi. Terasa bahwa bakti kepada Ibuku, belumlah ada.
    Akan ditaruh di mana, diri penuh luka ini di hadapan-Nya?
    YA Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku. Dan sayangilah keduanya, lebih dari sebagaimana mereka menyayangiku saat kecil. Amin
    Wassalamu’alaikum

  37. julfan mengatakan:

    assalamualaikum,
    jadi ingat ibu saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 395 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: