Maret 22, 2008
Idul fitri sering kali meninggalkan kesan tersendiri didiri saya, salah satu kejadian yang cukup meninggalkan kesan mendalam adalah pada hari kedua idul fitri, dimana hari pertama dihabiskan untuk bertemu dengan sanak saudara yang masih diatas bumi ( baca: masih hidup ), maka dihari kedua ini seperti rutinitas tahun-tahun yang lalu, saya menghabiskan satu hari penuh untuk mengunjungi saudara-saudara saya yang lebih dulu mudik kealam keabadian ( baca: kubur ).
Dari kuburan kakek, nenek sampai sepupu dan saudara lainnya saya kunjungi dalam satu hari, ada “kenikmatan” tersendiri melakukan hal tersebut, setidaknya saya diingatkan tentang satu hal, bahwa kehidupan didunia cuma pesinggahan dari banyak persinggahan yang masih harus terus saya jalani, diantaranya ; kubur, masyar , mizan, syirat sampai pada garis akhir dimana saya harus memasuki satu diantara dua tempat ; surga atau neraka, kesenangan yang selama-lamanya atau kesengsaraan yang selama-lamanya.
Ketika saya sedang asiknya membaca lembaran Al-Qur’an di atas makam kakek saya ( saya tidak menulis khusuk karena apa yang saya lakukan masih sangat jauh dari hal tersebut ) tiba-tiba saya dikejutkan dengan datangnya seorang gadis berusia sekitar 20 tahunan.
Dengan ramah ia menyapa saya dan meminta saya melakukan satu hal yang membuat saya tercengang dan merasa sedih yang tak terkira, yang pada akhirnya melatar belakangi saya menulis postingan ini.
Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Tulisan lama |
Permalink
Ditulis oleh Landy
Maret 22, 2008
Akhirnya novel setebal 545 halaman ini kembali harus saya baca untuk yang ke 4 kalinya, tapi kali ini saya harus membacanya lebih ekstra dari sebelumnya. Dikarenakan , novel ini yang akan saya ajukan untuk mata kuliah Seminar, setelah sebelumnya beberapa judul berguguran ditangan bapak dosen yang terhormat.
Membaca lembar demi lembar novel Namaku Donna karya Donna Williams yang sempat saya posting 2 kali menimbulkan keasikan tersendiri, kita seakan dibawa pada suatu pertanyaan besar , “Sudahkah kita mengenal diri kita sesungguhnya”.
Terkadang tanpa disadari kebanyakan manusia hari ini mungkin termasuk saya, tidak mengenal dirinya sendiri dan tidak pula mengerti arah dan tujuan hidup yang sesungguhnya.
Pada hal dalam sebuah hadist Qudsi dikatakan bahwa :
“Barang siapa yang mengenal dirinya , pasti akan mengenal Tuhannya.”
Ada cerita menarik tentang Charly Chaplin, seorang actor kelahiran Inggris seperti yang ditulis dalam buku Motivate Your Self , dimana suatu ketika Charly Chaplin diam-diam mengikuti kontes mirip Charly Chaplin ( kalau di Indonesia semisal acara ASAL yang pernah di bawakan Alm. Taufik Savalas ) yang anehnya Charly Chaplin yang asli justru mendapatkan predikat ke 3.
Ini menandakan sering kali kita tidak begitu baik mengenal diri kita sendiri, malahan orang lain terkadang yang lebih mengenal diri kita ketimbang diri kita sendiri. Sunggu ironis, Aneh tetapi nyata.
Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Tulisan lama |
Permalink
Ditulis oleh Landy
Maret 22, 2008
Atas kebaikan Mas Totok, beberapa tulisan saya di blog almarhum dapat di selamatkan salah satunya tulisan di bawah ini :
Sabtu tanggal 14 Juli ’07 bertempat di Aula Masjid Al’Bina Kompleks Gelora Bung Karno Jakarta. Seorang teman sekolah melepas masa lajangnya sekaligus merupakan undangan pernikahan terakhir dalam bulan ini yang saya hadiri, terlalu lelah rasanya, dalam tiga minggu sudah 12 ( dua belas ) undang yang saya terima, mulai dari acara Pernikahan sampai Khitanan anak teman, walau tidak semua acara bisa saya hadiri karena waktu yang tidak memungkinkan. Tidak terbayang berapa biaya tak terduga yang harus saya keluarkan dalam bulan ini.
Acara akad nikah teman saya tersebut dimulai pukul 08.00 WIB bertempat ditempat yang sama, mungkin karena “ketidak gaulan” saya dengan perkembangan yang terjadi, saya sampai terkejut ketika tiba dilokasi acara , ternyata masih dilingkungan yang sama yakni Gelora Bung Karno di adakan pertandingan akbar yang dinanti-nanti jutaan masyarakat Indonesia, pertandingan sepak bola antara Arab Saudi dan Indonesia.
Beberapa orang dengan setianya sejak pagi menanti pertandingan tersebut yang sejatinya akan diadakan sore hari. Saya sampai terkagum-kagum dengan sikaf kebangsaan yang masyarakat kita tunjukan demi mendukung Tim Nasional yang berlaga, sampai-sampai mereka rela menanti seharian, bukan lagi jam-jaman demi menyaksikan dari dekat para pahlawan rumput hijau kebanggaannya.
Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Tulisan lama |
Permalink
Ditulis oleh Landy