“ Hai perang Uhud, kamu adalah potret wajah seluruh manusia. Pada dirimu ada segenap arti dan perasaan. Pada dirimu ada kesetiaan dan penghianatan, pada dirimu ada kejujuran dan kebohongan, pada dirimu ada ketegaran dan kebimbangan, pada dirimu ada iman dan munafik, pada dirimu ada kebajikan dan kejahatan, dan pada dirimu ada segala sesuatu. Hai perang Uhud, kamu menyimpan satu pelajaran yang bisa dijabarkan secara luas oleh kaum muslimin.”
Dimanakah para perindu surga itu, dimanakah kalian , dimana orang-orang yang dengan setianya berjanji akan melindungi Rasulullah saw seperti melindungi anak-anak dan isteri mereka, dimanakah kalian..?? mengapa kalian meninggalkan Rasulullah saw di bukit Uhud seorang diri ?, Wahai para munafikun kembalilah…, kembalilah…, apakah surga sudah tidak menarik bagi kalian…? Apakah dunia begitu mempesona sehingga kalian membiarkan Rasulullah dan agama yang dibawanya menderita..??
Sekali lagi bukit Uhud menjadi saksi betapa lemah iman manusia bila melihat dunia, , beberapa orang sahabat , termasuk yang saat itu berada di depan Rasulullah saw, tergoda oleh kenikmatan dunia yang fana. Mereka tergesa-gesa dan lengah ingin segera mendapatkannya.
Dan kelengahan mereka inilah yang dimanfaatkan oleh pasukan musuh untuk menyerang mereka dari semua arah. Dalam waktu sekejap kemenangan sirna. Banyak pasukan kaum muslimin yang lari tunggang langgang.

Ditulis oleh Landy 
