“ Syahidnya Sang Penyair “

April 2, 2008

 

79392657.jpg

“ Bila Zaid bin Haritsah ra syahid, maka pemimpinnya adalah Ja’far bin Abi Thalib ra. Dan bila Ja’far pun syahid, pemimpinnya adalah Abdullah bin Rawaha. ra dan jika ia juga syahid , maka terserah kaum muslimin untuk memilih siapa pemimpinnya. “

Setelah berkata demikian maka Rasulullah saw memberangkatkan 3 ribu orang untuk menghadapi pasukan raja Rum. Musuh ribuan kali lipat jumlahnya membuat ciut hati kaum muslimin, maka Abdullah bin Rawaha. ra si penyair berkata dengan lantangnya “ Hai orang-orang. Apakah yang kalian takuti ? untuk apa kalian keluar meninggalkan rumah kalian ? Apakah kalian keluar ini bukan untuk mati syahid ? Kami adalah orang-orang yang tidak memperhitungkan kekuatan ataupun banyaknya orang dalam pertempuran. Kami hanya berperang agar di suatu hari nanti, Allah Swt. memuliakan kita . Majulah, setidaknya salah satu diantara dua kemenangan meski kita dapatkan. Mati syahid , atau menang dalam pertempuran ini “

Pertempuran semakin dasyat dan tidak seimbang karena banyaknya tentara lawan , tapi para sahabat terus berjuang sampai titik darah penghabisan, Zaid bin Haristah ra syahid, bendera di bawa oleh Ja’far bin Abi Tahlib ra, dan ia pun juga syahid. pertempuran telah berlangsung berhari-hari, bahkan tentara muslim sudah 3 hari tidak makan.

Ketika Ja’far bin Abi Thalib ra telah mati syahid maka orang-orang memanggil Abdullah bin Rawaha. ra ketika itu ia sedang berada di sebuah sudut dengan beberapa tentara muslimin, sedang memakan sepotong daging karena sudah tiga hari lamanya mereka tidak makan sesuatu pun. Mendengar suara yang memanggilnya, maka dilemparkannya sisa daging itu. Ia berkata memarahi dirinya sendiri, “Hai lihatlah Ja’far telah syahid, sedangkan kamu masih sibuk dengan keduniaanmu.”

Baca entri selengkapnya »