
Wahai sahabat, berapa banyak hari ini dunia menipumu ? berapakalikah dunia tergelincir dalam perjalananmu ? berapa banyak dosa-dosa yang hari ini kita lakukan? Dan sejauh mana engkau telah disesatkan kebimbanganmu sehingga demikian membutuhkan kecintaan dan kasih sayang?
Wahai sahabat, Allah Swt hantar kita kedunia ini dengan umur yang sangat singkat, namun dengan umur yang sangat singkat itu kita diperintahkan untuk mendapatkan dan membina akhirat yang selama-lamanya .
Berapa banyak orang-orang yang telah berlalu sebelummu melewati dunia ini ?, sudah tak terhitung lagi jumlahnya, dimanakah mereka sekarang berada?? Tidakkah engkau merenungi, jutaan orang mati setiap harinya, jutaan orang melakukan kemaksiatan setiap harinya, dan jutaan orang menangis memohon dunia datang kepangkuannya, tapi coba engkau lihat lebih dekat, tidak ada yang mereka dapati selain apa yang sudah di gariskan.
Kalau dunia ini suatu kebaikan pasti Allah tidak akan menahan ini dari Rasulullah saw. Kalaulah dunia ini suatu kebaikan, pastilah Rasulullah tidak akan mencampakan sebagaimana hari ini kita mencampakan kotoran yang keluar dari lubang anus kita. Dan jika dunia ini memang pantas dimiliki seseorang, tentulah orang yang paling pantas memilikinya adalah Rasulullah saw.
Sahabat…, Dunia apabila matang, ia menghinakan. Bila diberi tutup, ia merugikan. Bila berbunga, tidak disukai. Bila disajikan ia hanya akan menghantar kepada tempat-tempat kehancuran. Wahai Sahabat, ambilah dunia sebatas cukup, tidak lebih dan tidak kurang.
Menangis lah selagi kalian bisa, karena hanya tangisan takut kepada Allah lah yang bisa memadamkan api neraka. Menangislah, tangisi diri kita yang telah lama bermaksiat kepada-Nya, yang telah lama tidak pernah menyertakan-Nya di setiap langkah hidup kita.
Menangislah karena tangisan bukan hanya milik orang awam, Para Nabi dan orang-orang shaleh pun menangis, air mata mereka laksana biji-biji mutiara yang indah tercurah menyenandungkan tasbih-tasbih Ilahi, air mata mereka mengalir dari hati terdalam. Inilah airmata rasa takut ( khauf ), cinta ( hubb ), dan pengharapan ( raja’ ).
Wahai sahabat , datanglah kepada-Nya dengan tangisan itu, tangisan karena takut, tangisan karena cinta dan tangisan karena pengharapan.
Sahabat, tidak ada sesuatu yang lebih dicintai Allah melebihi dua tetes dan dua bekas jejak: tetes air mata karena takut pada Allah dan tetes darah yang dicucurkan di jalan Allah, adapun dua bekas jejak: jejak di jalan Allah dan bekas jejak menjalankan kewajiban Allah.
Wahai sahabat menangislah! Jika kalian tidak bisa menangis, berusahalah untuk menangis, karena para penghuni neraka akan menangis hingga air mata mereka mengalir deras di wajah mereka seolah-olah seperti laju-lajur air mata hingga air matanya tidak dapat keluar lagi, lalu berganti dengan air mata darah dan nanah, andai perahu–perahu dilewatkan diatasnya, pastilah perahu-perahu itu akan berjalan.
Allah Swt telah memberikan pilihan kepada Fir’aun , Abu Jahal, dan Abu Lahab, antara memilih dunia yang sementara dengan sesuatu yang kekal disisi Allah Swt, dan mereka memilih dunia, Pilihan yang sama Allah ajukan kepada Rasulullah saw dan para Sahabat, dan tak satu pun dari mereka memilih dunia selain mengambil apa yang menjadi keperluannya, tidak kurang dan tidak lebih, Dan sekarang Allah Swt menawarkan pilihan yang sama kepada kita sebagaimana Ia tawarkan kepada orang-orang sebelum kita, manakah yang akan kita pilih, dunia atau sesuatu yang ada di sisi Allah Swt dan jawabnya hanya masing-masing kita yang tahu, renungkanlah sebelum kita menjawab , karena jawaban tersebut yang akan menghantarkan kita keneraka atau surga-Nya.
“Jika kamu selamat dari dunia, maka kamu telah selamat dari sesuatu yang besar “
Terimakasih atas komen dan kunjungannya :
chitink , Agus Taufiq Hidayat , diana , sulton , Menik , novee , Eucalyptus , Rindu , okebebeh , achoey sang khilaf , adikhresna , erander , cewektulen , zahra , hmcahyo , My breakfast , wanoja , rezki , wahyukresna , diana , raddtuww tebbu , nurussadad , theloebizz


April 7, 2008 pukul 2:24 pm
Assalamu’alaikum Ikhwah
Menarik, MENANGISLAH!, menangis karena apa? Akh Landy menjawab, “menangislah karena berapa banyak hari ini dunia menipumu ? berapakalikah tergelincir dalam perjalananmu ? berapa banyak dosa-dosa yang hari ini kita lakukan? Dan sejauh mana engkau telah disesatkan kebimbanganmu sehingga demikian membutuhkan kecintaan dan kasih sayang?”
Ikwah; seperti mulanya, setiap insan yang diturunkan ke dunia ini ditemani oleh 3 orang rekannya (Harben, Anis dan Amsal). Harben dan Anis, umumnya yang paling disukai oleh al insan ini, sedangkan Amsal sering diabaikan. Siapa mereka? Harben adalah harta benda, Anis adalah anak dan istri, dan Amsal adalah amal sholeh.
Jadi kalau kita mau menangis, menangis karena apa? Bukankan hanya Amsal yang kan menemani kita hingga pertemuan dengan-Nya?
Wassalamu’alaikum
April 7, 2008 pukul 2:32 pm
Assalamu’alaikum
‘afwan ada yang lupa. Makanya kalo belum nikah, An dan Is-nya belum ada kali ya akhi? Setengah diennya belum dapet tuh? Oh iya, ana undang akhi landy ke rumah ana, itupun kalo antum berkenan.
April 7, 2008 pukul 3:16 pm
subhanallah, khair..khair
April 7, 2008 pukul 4:00 pm
Assalamu’alaikum (sambil tersenyum melihat akh Landy).
Innalhamdalillah, wasyukru ‘ala ni’amillah. Kenapa ana tersenyum khi? Antum sepertinya sudah siap tuh untuk nikah. Pancingan ana sedikit kena juga nih…(’afwan ya akhi; kalo nggak gitu, mana kutahu?)
Wassalamu’alaikum
April 7, 2008 pukul 5:57 pm
jika kita sudah meneteskan 2 tetes dan 2 bekas tsb
insyaAllah jalan menuju surga Allah terbuka lebar
April 8, 2008 pukul 1:36 am
Ya Allah semoga orang yang udah menikah mendapatkan rumah tangga yang barakah dan diridhai Allah, keluarga yang didalamnya terdapat anak-anak yang memberi bobot kepada bumi dengan kalimat laa ilaaha illaLlah.
Ya Allah kabulkan juga buat yang niat… apabila niatnya udah jadi amal….
April 8, 2008 pukul 2:57 am
jadi pingin mewek nich…:(
April 8, 2008 pukul 3:31 am
Lan, kok postingan ini persis apa yang lagi aku butuhin saat ini? syukron ya akh!
April 8, 2008 pukul 3:49 am
semoga kita bisa memanfaatkan waktu yang singkat ini untuk selalu menjalankan perintahNya dan menjauhi larangannya. Semoga Allah memaafkan dosa2 kita semua. amiin
April 8, 2008 pukul 4:09 am
Duuhh mudah2an ya… ntar gue di akhirat gak nangis, kalo mo nangis disini aja deh… hhmm tp bisa gak ya? hiks…
April 8, 2008 pukul 4:51 am
Anehnya .. tipuan itu makin membuat orang ketagihan dan senang.
*jadi ingat sulap*
*makin canggih, makin suka*
April 8, 2008 pukul 6:13 am
Ya Allah…
sesungguhnya kami berlindung kepada Engkau dari sifat yang hanya membenarkan suatu kebaikan tanpa mau mengambil pelajaran…
April 8, 2008 pukul 6:43 am
@ Akhi Rozy
Na’am, Antum betul brother. Irhamna ya Allah…..
April 8, 2008 pukul 7:13 am
HIks…..
memang perlu yang namany sedih ya, apalagi ketika mengingat mati.
tapi La Tahzan (jangan sedih) pada hal2 yang sepele…
April 8, 2008 pukul 9:23 am
ah… tulisan mu bukan untuk dikomentari. Tetapi untuk direnungkan. Makasih sahabat.
April 8, 2008 pukul 9:52 am
hiks…hiks…*menangis gara2 tulisan Landy*
btw, kapan kuterima undanganmu?
April 8, 2008 pukul 11:54 am
menghadapi dunia dengan iman ya, kaya di postingan kmaren kan?
April 8, 2008 pukul 3:02 pm
Aku juga ikut menangis…
Sebuah perenungan yang amat dalam dan dahsyaat..
Semoga hal ini bisa menyadarkan saya, bahwa hidup di dunia hanya amat sementara, ibarat kumbang hinggap di kembang kemudian berlalu ditiup angin kencang…..
Salam Pencerahan..
JB’lOg
April 8, 2008 pukul 3:15 pm
Menangislah.. bila harus menangis…
Kita tak akan pernah tau apa yang kita miliki, hingga nanti saat kehilangan
April 11, 2008 pukul 10:31 pm
[...] kata kan kau cinta setengah mati pada nya, jika engkau NANTI tidak dapat menjaganya. Jangan kata kan belahan hati mu, jika engkau [...]
April 12, 2008 pukul 3:16 pm
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh Wa.
Semoga belum telat aku titipkan beberapa kata di sini dengan menangis, walau ia tak berair mata. Betapa “dunia”, telah melenakan aku.
—Saat dalam perenungan—
Wassalamu’alaikum Wr Wbr Wa.
April 18, 2008 pukul 1:16 am
Ada hal-hal yang selalu membuat saya menangis yaitu saat saya teringat atas dosa-dosa saya dan saat saya takut jika ALLAH tidak berkenan membangunkan saya saat tahajud tiba…
iya, saya menangis ….
April 18, 2008 pukul 1:38 am
@ Rindu
Subhanallah….
Mei 15, 2008 pukul 9:58 am
Ya Allah… jadikan sisa umurku, umur yg berkah, ya Allah ampunilah segala dosa2ku, ya Allah sesungguhnya hamba ini akan menemui kematian matikanlah aku dalam keadaan Syahid diajalan-Mu..
Mei 15, 2008 pukul 10:02 am
Duhai Allah, hamba tak pantas kesurga-Mu dan hamba tak sanggup keneraka-Mu…. Duhai Allah, ampunilah dosaku, terangilah kuburku, mudahkanlah hisabku…
Duhai Allah ….perkenankanlah do’aku..