Ada satu dosa besar yang setiap orang tak luput darinya , baik dia seorang yang ahli maksiat maupun ahli ibadah, bermula saling pandang, kemudian tersenyum , lantas memberi salam , kemudian berbicara , lalu berjanji , setelah itu saling bertemu dan selanjutnya sudah bisa kita ketahui apa yang akan terjadi bila dua manusia berlainnan jenis saling bertemu dalam sebuah tempat yang hanya di ketahui Allah , Malaikat serta Iblis dan bala tentaranya.
Pada hal Rasulullah saw bersabda : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendiri dengan seorang wanita yang tidak besama mukrimnya karena yang ketiganya adalah setan.” ( Hr. Imam Ahmad ).
Salah satu pesan Iblis kepada Nabi Musa as adalah Janganlah engkau berduaan dengan perempuan yang tidak halal bagimu, karena tidak ada seseorang yang berduaan dengan perempuan yang tidak halal baginya melainkan aku menjadi sahabatnya di samping sahabat-sahabatku sehingga dengan perempuan itu aku memfitnahnya.
Sesungguhnya Allah akan selalu mengawasi kita, sekalipun kita bersembunyi di tempat yang sepi, dan Allah Swt. pasti akan menghisab segala amal perbuatan yang kita lakukan.
Hamil diluar nikah , kumpul kebo, seks bebas bukan fenomena baru sekarang ini ,apa lagi didukung dengan sebuah perangkat yang bernama Internet, setiap orang bisa melakukan apa saja , seakan dunia dibentuk dalam ukuran kecil walau memang sesungguhnya dunia pada hakekatnya hanya butiran debu jika dibandingkan dengan akhiratnya Allah.
Sesungguhnya kehidupan di dunia ini sesuatu yang sementara , berapa lama kita akan mendiami dunia ini , tidak lebih dari 60 sampai 70 tahun, dan selebihnya kita akan mempertanggung jawabkan apa yang kita perbuat di dunia. “ Sekarang adalah tempat beramal dan tidak ada hisab, Adapun kelak diakhirat adalah tempat dihisab bukan beramal “
Kenapa untuk hidup yang 60 sampai 70 tahun kita rela menukarnya dengan kehidupan yang selama-lamanya diakhirat, Janganlah kita menuruti kehendak hawa nafsu dalam mencapai kepuasan yang sifatnya hina, perbuatan seperti ini hanya dilakukan oleh orang-orang yang dzalim, hendaklah kita takut pada perbuatan yang diharamkan Allah dan rasul-Nya.
Kita semua tahu siapa itu Ali bin Abi Thalib ra, dan derajatnya disisi Allah Swt, selama hidupnya dia tidak pernah sekalipun melihat Alat kelaminnya, apalagi melihat Alat kelamin orang lain , sesuatu yang halal saja dia tidak melihat apalagi sesuatu yang diharamkan, tapi karena begitu bahayanya dan besarnya dosa akibat perbuatan Zina maka Rasulullah saw tetap berpesan kepadanya.
‘Hai Ali ! Janganlah diikuti suatu pandangan ( kepada perempuan ) dengan pandangan yang lain , karena yang pertama adalah bagimu ( hakmu ) sedangkan yang kedua bukan hakmu.” ( Hr, At-Tirmidzi )
“Zina merupakan dosa yang besar bahkan taruhannya nyawa, Bagi penzina yang belum nikah didera 100 kali dan diasingkan setahun. Bagi penzina yang telah menikah hukumannya didera 100 kali dan dirajam dengan batu “
Seorang penzina tidak hanya berdampak kepada rusaknya tatanan kehidupan didunia, merusak keturunan, menghancurkan rumah tangga, meretakan hubungan , menyebarkan penyakit, merajalelanya kejahatan di tengah-tengah masyarakat dan hilangnya akhlak manusia tapi juga akan membuat dampak bagi seluruh isi neraka dengan bau yang dikeluarkan oleh para penzina.
Al-Bazzar meriwayatkan, bahwa Nabi saw bersabda : “ Sesungguhnya tujuh petala langit dan bumi sama mengutuk orang yang selalu berzina. Dan bau kemaluan penzina didalam neraka dapat mengganggu ahli neraka karena sangat basinya ”.
Sekarang kita tanya kepada diri kita masing-masing, berapa banyak perbuatan zina yang telah kita lakukan ??, berapa banyak diantara kita yang sudah memiliki anak dan istri masih melakukannya?? Pada hal sekali saja anda berzina taruhannya adalah nyawa anda, sedangkan perbuatan itu sudah dilakukan berkali-kali, bahkan sampai-sampai ada yang memiliki keturunan dari perbuatan tersebut.
“Jika seorang hamba berzina, keluarlah keimanan dari dirinya, maka keimanan itu berada seperti naungan, jika ia telah meninggalkannya, maka keimanan itu kembali kepadanya” ( Hr. Abu Dawud dan Hakim )
Bayangkan berapa banyak hari ini orang yang mati ketika sedang berzina, ketika keimanan sedang keluar dari dirinya, seburuk buruknya kematian adalah ketika terlepasnya Iman dari diri kita , karena nerakalah yang pantas untuknya.
Semoga Allah Swt, melalui keberkahan Rasul-Nya menjauhkan dan melindungi kita dan anak keturunan kita dari perbuatan terkutuk ini, dan tiada jalan kembali selain bertobat, semoga Allah dengan ke Rahiman-Nya membimbing dan mengampuni kita semua.
Bahan bacaan :
Mutiara Ihya’ ‘Ulumuddin karya Al Ghazali , Cermin Hidayah karya Abdullah al-Maqami , Menjadi Kekasih Allah karya Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani rah.a , Wahai Anakku, Apa Yang Engkau Sembah Sepeninggalanku karya Asy-Syaikh Muhammad Syakir. Jangan bawa Aku ke Neraka-Mu karya Sheiddiq El-Ghozy.
Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :
adikhresna , syahbal , antown , Frida , hanggadamai , arif rahman , achoey sang khilaf , Agus Taufiq Hidayat



April 17, 2008 pukul 8:10 am
Gimana perlakuannya hukum rajam di negara yang tidak menganut hukum islam, gw denger yang berhak menghukum adalah pemerintaha yang sah disaksikan oleh para pemuka agama dan masyrakat!!!
Kata temen yang (antum banget) sih, tobat aja lg, kan bukan syrik!!!!!
April 17, 2008 pukul 10:04 am
benr2 akh emang udah akhir jaman sekarang ini,,,
oh ya muncul lagi nih masalah ahmadiyah,,, kasih comment akh ya klik disini
April 17, 2008 pukul 11:04 pm
Saya juga masih miris dengan adanya pergaulan2 yg menyesatkan termasuk adanya free sex…
Ya Allah, lindungi anak2 kami dari perbuatan2 yang diharamkan olehMu, Amiin
April 18, 2008 pukul 12:09 am
no freesex no drugs no smoking no alkohol
btw drpd freesex mending nikah aj…
@ Bunda menik
amienn
April 18, 2008 pukul 1:13 am
[...] 8. Mas Landy [...]
April 18, 2008 pukul 1:18 am
Saya takut membaca ini… tersadar bahwa saya masih SANGAT jauh dari sempurna iman.
April 18, 2008 pukul 2:14 am
Assalamu’alaikum
@ Mahasiswa untuk Bangsa
Bismillahirrrahmaanirrahim…
Dengan berbekal ajaran ke-1 (Aliran Ahmadiyah-Qadiyani itu berkeyakinan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi dan Rasul, kemudian barangsiapa yang tidak mempercayainya adalah kafir murtad), maka saya secara pribadi menyatakan kalau ajaran itu bukanlah dari Islam.
Pertanyaan saya, apakah kalau begitu masih disebut sebagai Islam?
Wassalamu’alaikum
April 18, 2008 pukul 2:54 am
sukses ya lan….
April 18, 2008 pukul 4:34 am
@@ Mahasiswa untuk Bangsa
Kalimat saya di atas adalah pernyatan pribadi (…maka saya secara pribadi menyatakan kalau ajaran itu bukanlah dari Islam).
Jika kemudian ada pertanyaan lain kepada saya, apakah mereka murtad, kafir atau lainnya? Untuk pertanyaan ini; saya ulangi, untuk pertanyaan ini saya nyatakan bahwa tidak hak bagi saya untuk mengkafirkan sebuah ummat. Silahkan dibaca QS Al Baqoroh (2:62) dan asbabunnuzulnya. Semoga komentar ini tidak menimbulkan salah tafsir atas komentar sebelumnya.
Wallahua’lam bissowab, wassalamu’alaikum wr wbr
April 18, 2008 pukul 9:19 am
Sedih mengingat diri ini yang bergelimang dosa… bila demikian adanya… Serendah itu kah kami ??? *termasuk saya*
apakah taubat aja ga cukup… Bukankan Allah maha besar dan maha mengampuni ???
April 18, 2008 pukul 10:14 am
semoga Allah selalu memberi kita rahmat meninggal dalam keadaaan chusnul khotimah
amin
April 21, 2008 pukul 2:58 am
Iya sobat. Moga doa kita terkabul
coba lihat postinga terbaruku dngan tema yang hampir sama
April 21, 2008 pukul 7:07 am
ic… ic… ic…