” Rumah Masa Depan “

Zhahir kubur memang hanya seonggok tanah dan batu. Diam seribu bahasa. Tidak bergerak dan tidak berkata-kata. Ukurannya tidak terlalu besar. Penampilannya tidak terlalu menyolok. Apalagi mentereng dan mewah, kecuali kuburan-kuburan orang jahil yang suka menyalahi sunnah.

Dewasa ini, peranan kubur dalam kehidupan manusia yang hidup, justru bukan sebagai tempat yang seharusnya untuk diingat dan diambil pelajarannya, tetapi kubur dan hakekat kehidupan didalamnya, malah dilupakan dan diabaikan begitu saja. Kubur hanya tempat yang digunakan untuk cerita-ceirta horror, mistik, khurafat, dan tahayyul. Juga sebagai tempat untuk pemujaan kearah kemusyrikan , malah diagung-agungkan jika kubur itu memiliki nilai sejarah dan ketokohan. Bahkan kubur sudah bisa menjadi tempat orang-orang bejat untuk bercumbu.

Demikian fenomena kuburan pada masa sekarang ini. Padahal Rasulullah saw, tidak jarang memerintahkan kita sebagai umatnya agar senantiasa mengingat kubur, bukan untuk dijadikan cerita horror atau untuk media kemusyrikan apalagi untuk mengumbar SYAHWAT !!! Rasulullah saw, memerintahkan umatnya agar sesering mungkin mengingat kubur, agar kita dapat menyadari hakekat didalamnya, dan segera bersiap-siap dengan mencari bekal untuk menghadapinya.

Semua orang pasti menyakini, bahwa kehidupan didunia ini adalah fana. Tidak kekal dan abadi. Setelah kehidupan dunia ini perjalanan manusia masih terus berlanjut. yaitu menuju kepada kehidupan yang sesungguhnya di akherat.

Orang yang bijak meyakini, bahwa kehidupan kubur adalah pasti, karena mati adalah pasti. Dan apapun yang terjadi di alam kubur adalah ditentukan oleh kehidupan ketika di dunia yang fana ini.

Pada suatu ketika sahabat Utsman ra pergi ke sebuah kubur. Setibanya di tempat itu, ia menangis dengan keras sehingga janggutnya basah kuyup oleh air mata. Seseorang bertanya kepadanya,”Engkau telah mendengar surga dan neraka. Tetapi engkau tidak menangis sebagaimana apabila engkau melewati kubur.” Jawabnya, “Kubur adalah tempat pemberhentian pertama di akhirat. Barangsiapa selamat di pemberhentian pertama, maka tempat-tempat lainnya akan mudah dilaluinya. Apabila seseorang tidak selamat di tempat ini, maka ditempat-tempat berikutnya ia juga akan mendapatkan kesulitan. Kemudia ia membaca sabda Rasulullah, “ Aku tidak pernah menyaksikan pemandangan yang sangat menakutkan selain siksa kubur.”

Aisyah r.ha berkata, “Setiap selesai shalat, Rasulullah saw selalu berdoa meminta perlindungan dari azab kubur.”

Zaid ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, Aku sangat takut dan kawatir, kamu akan meninggalkan pekerjaan mengantar jenazah karena takut, kalau tidak , niscaya aku akan berdoa kepada Allah agar diperlihatkan siksa kubur kepada kalian. Selain manusia dan jin, semua mahluk hidup dapat mendengarkan suara siksaan dalam kubur.

Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa pada suatu ketika Rasulullah saw melewati dua buah kuburan. Lalu, beliau saw bersabda, “Dua ahli kubur ini sedang mengalami siksa kubur. Yang satu disiksa karena ghibah ( membicarakan keburukan orang lain ), dan yang kedua karena tidak berhati-hati ketika buang air kecil.”

Betapa banyak diantara kita yang memandang remeh masalah istinja dan bergurau dengannya. Sebagaian ulama berkata bahwa mengabaikan masalah istinja merupakan dosa besar. Bahkan, Ibnu Hajar berkata bahwa sebagian besar siksa kubur disebabkan karena tidak berhati-hati ketika kencing.

Dalam sebuah hadist disebutkan agar surat Tabarak hendaknya selalu dibaca setiap malam menjelang tidur. Karena dengan membacanya merupakan sebab terhindarnya dari siksa kubur, juga dapat menghindarkan pembacanya dari siksa api neraka. Selain itu Dzikirullah, merupakan sebagai amalan yang dapat menghindarkan seseorang dari adzab kubur,

Semoga Allah dengan ke-Rahiman-Nya , memberikan kita kekuatan untuk selalu membaca kitab suci-Nya dan mengamalkannya dalam bentuk perbuatan dan memberi kekuatan kepada kita dalam memperhatikan Istinja.

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

nurussadad , norie , antown

About these ads

14 Balasan ke ” Rumah Masa Depan “

  1. Nona Nieke,, mengatakan:

    Kuburan org2 jahil yg menyalahi sunah itu mksdnya yg gimana, om..??

    Hmmm, kalo aku sebelum tdr lebih suka baca ayat kursi, soalnya biar gak mimpi buruk, hihiii :D trus baru baca surat sebelom tdr

    “Kuburan org2 jahil yg menyalahi sunah itu mksdnya yg gimana, om..??” Elo tanya tulisan gw yang mana seh ??? di paragraf berapa??? gw cari gak ada, apa mata gw yg rabun.

    Mimpi buruk ketemu siapa niek, jangan bilang ketemu gw ya wakakakakakaak

  2. Nona Nieke,, mengatakan:

    yeee,
    itu tuuuhhh,
    yg di kalimat terakhir paragraf pertama,
    gimana sie om?
    nulisnya di alam bwh sdr ya :P :D

    Lagi banyak pikiran jadi gak konsen ma tulisan sendiri, lagian gw bacanya dah ngatuk banget , seharian ngejar dosen untuk bimbingan skripsi.

  3. antown mengatakan:

    saya ngeri kalo liat judul di atas. mengingatkan hari esok yang kian dekat…

    Kok ngeri mas, hari ini kita dah banyak membicara kan apa yang ada diatas bumi ( dunia dan kesenangannya ) maka sudah semestinya kita juga membicarakan apa yang ada di bawah bumi ( kubur ), karen kubur merupakan sesuatu yang haq, yang pasti tanpa kecuali setiap diri akan menempatinya. entah dia seorang presiden atau rakyat jelata.

  4. Eucalyptus mengatakan:

    Wuaaaaa……. ngeri klo ngebayangin “rumah masa depan” yang pasti bakalan kita tempati suatu saat….

  5. mutiatun mengatakan:

    Smoga bumi menerima kita, tak menjepitnya dan juga tak memuntahkanya.

  6. hanggadamai mengatakan:

    karena air seni itu jika mengenai kita dan kita belum bersuci maka sholat kita tidak syah..
    oleh karena itu jagalah diri kita dari kotoran seperti itu dan juga dari kotoran hati dan pikiran.

  7. indo mengatakan:

    koq bacanya jadi takut ya…belum siap kalee :)

  8. diana mengatakan:

    siapkah aku?siapkah? ya Rabb..jadi merinding..

  9. Agus Taufiq Hidayat mengatakan:

    Mati itu pasti akan kita alami, hidup ini pasti akan kita tinggalkan…
    Koq bekalnya blom ana siapin …. :) Astagfirullah.

  10. Agus Taufiq Hidayat mengatakan:

    :(

  11. alex mengatakan:

    Aslkm…

    kubur bukan Rumah masa depan kawan……..itu hanya pintu…ya pintu menuju ke Abadian…….ke Surga atau Neraka………..

  12. nuuii mengatakan:

    Dulu waktu jaman SD kalo pulang sekolah biar cepet nyampe rumah motong jalan lewat pemakaman umum, herannya dulu nga pernah serem atau takut yang amat sangat [mungkin karena masih polos dan nga banyak dosa ya] :D kalo sekarang rada ngeri juga sih meskipun sadar dan berusaha siap jika suatu saat kita akan berbaring di bawah gundukan tanah itu. tapi beneran udah siap belum ya???

  13. cempluk mengatakan:

    alhamdulillah diingetin utk ingat kematian…

    yup, kalo buang air setidak nya bagian tubuh di bersihkan…

  14. wanmedi mengatakan:

    subhannallah banyak-banyaklah mengingat kematian
    ibarat orang..lg naik perahu..mau di kayuh ataupun
    tidak tetap akan ke muara ..kita semua seperti itu
    muaranya adalah kematian

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 396 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: