Makhluk hidup yang sudah tidak ada ruhnya (nyawa) dinamakan bangkai. Dan nilai suatu bangkai sangatlah rendah. Secantik apa pun seorang wanita kalau sudah jadi bangkai ( mayat ) turunlah nilainya ke titik paling rendah, hina dan tak berarti apa-apa.
Hari ini keadaan pada penghujung akhir zaman kehidupan manusia di muka bumi ini pun seperti demikian. Karena tidak ada manusia yang mau berusaha untuk menghidupkannya maka bangkai agama banyak berserakan di mana-mana. Bangkai shalat, bangkai silaturahmi, bangkai dahwah, bangkai sedekah, bangkai akhlaq dan banyak bangkai-bangkai agama yang lainnnya yang dahulunya hidup pada zaman Nabi saw dan para sahabatnya kini sudah wafat karena tidak ada yang mau menghidupkannya kembali.
Sekarang??? Banyak sekali orang-orang Islam yang tidak sholat, silaturahmi mati bersama menguatnya budaya masyarakat yang individualisme ( mementingkan dirinya sendiri ), sedekah menjadi mayat seiring sikap bakil dan serakah yang tampil mengemuka, da’wah menjadi jenazah bersama dengan munculnya semangat ta’asub ( fanatisme/ashabiah terhadap golongan ), Akhlaq hanya jadi cerita apik dari episode kehidupan Nabi dan Sahabatnya tanpa bisa ditiru dan diamalkan.
Pendek kata, disatu tempat bangkai-bangkai agama berserakan dihadapan kita dan ditempat yang lain sikaf cinta dunia dan takut mati ( al wahn ) sedang mempertontonkan kejelekannya, masjid-masjid menjadi kosong melompong tanpa penghuni, bahkan keadaan ini sudah merata disemua negeri.
Orang-orang Islam sibuk membangun masjid dengan mewahnya , bahkan ada masjid dengan kubah emas dihiasi dengan ornamen yang artistik, dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang serba bagus dan canggih, kemudian dibentuklah kepanitiaan (keta’miran ) masjid, setelah itu………………????? Seperti yang kita semua ketahui masjid menjadi kosong kehilangan peminatnya dan kalaupun ada yang mengisi paling – paling para lansia dan jumlahnya pun terbatas .
Begitulah keadaan ummat hari ini membangun masjid seperti menggali kuburan, semua bersemangat, ada yang mengali tanahnya, menyiapkan kayu-kayunya dan menyiapkan pusarannya, tetapi setelah lubang kuburan itu tersedia tidak ada seorang pun yang mau mengisinya.
Bangunan masjid memang dibutuhkan, tapi sejarah telah mengajarkan kepada kita bagaimana masjid yang Rasulullah bangun dengan para Sahabat. Rasulullah tidak hanya membangun tapi berpikir juga bagaimana memakmurkan masjid dan mengisinya dengan amalan-amalan masjid diantaranya Masjid dijadikan pusat da’wah mengajak manusia kepada Allah Swt, masjid dijadikan tempat kegiatan belajar mengajar, masjid sebagai sarana Ibadah dan dzikir, serta masjid dijadikan pusat pelayanan dan keperluan ahli jamaah masjid. Yang dikedepankan oleh Rasulullah saw, selain membangun juga bagaimana kita sibukkan diri kita dengan amalan-amalan tersebut bukan malah menjadikannya seperti KUBURAN. Yang setelah selesai tidak ada satupun yang mau mengisinya,
Semoga Allah dengan Rahim-Nya memberikan kita kekuatan untuk memakmurkan masjid dan bagaimana mengajak orang lain untuk turut serta juga memakmurkan masjid Amien.. Amien.. Amien…
Sumber bacaan : TAMSIL karya Abu Aufa Abdillah, S.Pd.
Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :
chitink , hanggadamai , cari dalil , bebi , carra , zoel chaniago , Abror , Alex , Iko , andygoblin , Frida , dedsatria , Rindu



Mei 16, 2008 pukul 1:26 am
Yukk oom, sama2 kita meramaikan suasana di masjid dengan mengadakan taklim atau apa gitu
Mei 16, 2008 pukul 2:56 am
Ayo Ke Mesjid… tempat yang dimuliakan oleh Allah… tempat yang paling dicintai oleh Allah… tempat bercucurannya rahmat Allah…
Apakah ada yang lebih baik dari mesjid… kalo yang lebih buruk banyak… ( kaya iklan hit aza
)
Mei 16, 2008 pukul 4:15 am
Share aja dikit…
Dulu waktu baru pertama terjun di dunia kerja… gw membayangkan bakal banyak ketemu umat muslim yang lalai dengan kewajiban Harian (red: sholat)
Tapi kenyataannya… ditengah kesibukan berkutat dengan dokumen… kebanyakan dari mereka taat loch… mungkin baru sebatas sing penting ga lalai… But ini cukup amaze aye… yang nota benenya dulu pun saya selalu lalai… alhasil, sayah inspired dengan fakta itu…
regards
JJ
Mei 16, 2008 pukul 6:10 am
Alloh kuasa makhluk tak kuasa,,, wah manteb nih bar… kita tingkatin korban ya!!! taskil2 anak2 blogger juga dong!!! otreh…
Mei 16, 2008 pukul 6:40 am
yupp mari ramaikan mesjid,,,, pernah denger juga sih ceramah ustadz.. bila jama’ah sholat shubuh serame sholat jum’at,, itu tanda kebangkitan umat islam
Mei 16, 2008 pukul 7:30 am
Kalau mesjid kosong…………apakah hati kami juga kosong Tuhan….?
Mei 16, 2008 pukul 8:17 am
wah alhamduliillah masjid di sekitarku gak pernah sepi..
Mei 16, 2008 pukul 10:39 am
Ya Allah
jadikanlah hamba pecinta masjid
Mei 16, 2008 pukul 3:40 pm
Salam
Memakmurkan mesjid dan Syiar agama, Semoga. Amin
Mei 16, 2008 pukul 10:01 pm
OOT nih bang danalingga : aku benar-benar merasa iri pada sahabatku Suhunan Situmorang….
Horas
Mei 26, 2008 pukul 9:58 am
TFS…remind me to…. hhmm…. to love Allah more and more….