Kemarin sore, seorang teman menghubungi saya via HP dan bertanya suatu pertanyaan yang membuat saya menjerit histeris. “Ajarin gw cara mandi wajib donk , trus apa aja sih yang gak boleh di lakukan oleh wanita ketika dia datang bulan ( baca : haidh ) ?? “.
Astaghfirullah… terang saja saya menjerit, wong dia sudah punya anak 2 kok bertanya hal yang seharusnya dia pelajari puluhan tahun yang lalu. Itu sama saja seorang mahasiswa yang tidak mengerti penambahan 1+1. Dan yang parahnya selama ini dia sama sekali tidak mengerti bagaimana caranya mandi wajib. Padahal mandi wajib dan berwudhu ( Thaharah ) merupakan perkara yang dasar dalam agama dan merupakan sesuatu yang pokok, karena kalau mandi wajib dan wudhunya tidak benar maka tentu saja secara otomatis ibadah ( sholat ) yang di lakukannya tidak akan sah di mata Allah swt, karena tidak mengikuti kaidah yang berlaku di dalam agama. Karena tidak ada sholat tanpa berwudhu dan tidak ada wudhu tanpa bebersih ( mandi wajib ).
Sungguh teramat jahil umat ini, sesuatu yang pokok sudah begitu tidak penting dimata mereka. Padahal hal-hal mendasar seperti ini sudah seharusnya menjadi tanggung jawab kepala keluarga ( ayah atau suami atau saudara laki-laki ) untuk memberikan pelajaran kepada istri dan anak-anak mereka.
Seorang suami sudah seharusnya memberikan pelajaran kepada istrinya tentang ilmu-ilmu agama dari masalah thaharah yaitu bersuci dari segala segi, baik berwudhu atau mandi jinabah , masalah haidh sampai kepada shalat yang wajib di gadha akibat haidh atau istihadhah dan lain sebagainya.

Ditulis oleh Landy

