“Menghubungkan Diri”

Juli 1, 2008

Sebuah daun akan tetap tumbuh dan berkembang mana kala masih ada hubungan ( menyatu ) dengan ranting, begitu juga ranting akan tetap tumbuh mana kala masih ada hubungan dengan batang, dan batang ada hubungan dengan akar yang menghujam ke bumi, apabila daun tersebut mencoba memisahkan diri dari ranting, maka cepat atau lambat daun tersebut akan layu dan pada akhirnya akan mati dan membusuk.

Begitu juga dengan manusia, ia akan tetap tumbuh dan berkembang dengan baik, mana kala dirinya disandarkan kepada agama ( segala perintah Allah swt yang dibawa oleh Rasulullah saw ). Apabila manusia dengan akalnya mencoba memisahkan diri dari fitrahnya ( agama) maka pasti dan pasti suatu kehancuran yang akan di dapatkannya.

Kebahagiaan suatu mahluk sejauh mana ia mau mengamalkan agamannya, sedikit agama yang ada pada dirinya , maka sedikit pula kebahagiaan dan ketenangan yang akan dia dapatkan. kebahagiaan dan kejayaan bukan sejauh mana keduniaan ada pada diri kita, melainkan sejauh mana ketaatan kepada Allah swt yang ada dalam diri kita.

Qorun adalah orang yang kaya, tetapi karena tidak ada agama dalam dirinya maka Allah swt hinakan dia, begitu juga Fir’aun, kekuasaan ada di tangannya, sampai-sampai ia menganggap dirinya Tuhan, tapi karena tidak ada agama maka lagi dan lagi Allah swt hancurkan.

Sekarang kita lihat Bilal ra, dia seorang budak, berkulit gelap, bahkan dirinya sendiri dia tidak sanggup miliki, tapi karena ada agama dalam dirinya dan senantiasa menghubungan dirinya dengan agama maka Allah swt muliakan, jasadnya masih ada di bumi, tapi suara terompahnya ( sandalnya ) sudah terdengar di surga. ALLAHU AKBAR!!!.

Baca entri selengkapnya »