Dari Abu Hurairah r.a , ia berkata, Rasulullah saw bersabda, “Orang mu’min yang paling sempurna imannya ialah yang paling bagus akhlaqnya. Dan sebaik-baik orang di antara kalian ialah yang paling baik kepada istrinya.” ( H.r. Ahmad ).
Subhanallah, begitu indahnya Islam yang menempatkan keindahan akhlaq menjadi penyempurna iman dan berbuat baik kepada istri merupakan bagian dari kesempurnaan itu. Sayangnya hari ini para suami hanya mengetahui tugasnya mencari nafkah untuk memenuhi keperluan anak istrinya saja, mereka lupa ada tugas-tugas yang lain selain hanya memberi nafkah lahir, ulama bagi tahu ada 4 nafkah yang harus di berikan suami kepada istrinya.
1. Nafkah Iman.
Bagaimana seorang suami harus mendidik istri dan anak-anaknya hanya berhajad kepada Allah swt saja. setiap ada masalah maka kita arahkan anak dan istri kita untuk berlari kepada Allah swt, jangan berlari kepada makhluk hatta itu suaminya sendiri. Arahkan anak dan istri kita pada amalan agama, setiap anak kita meminta apapun katakan: “Mintalah kepada Allah!!” niscaya Allah bukan hanya memberikannya di dunia tetapi juga nanti di akhirat. Sahabat Nabi saw menangis di masjid hanya untuk meminta garam kepada Allah swt. Mintalah segala sesuatu kepada Allah swt, Nabi Sulaiman as minta kerajaan langsung kepada Allah swt sehingga tak kesan kepada makhluk ketika menjadi Raja.
Semua benda dahulu tidak ada tetapi Allah ta’ala ada kan dan Allah yang kelak meniadakan, yakini bahwa semua makhluk akan binasa kecuali dzat Allah swt. Segala sesuatu Allah swt yang ciptakan, walau seluruh nabi dan rasul berkumpul untuk menggerakan sebuah pohon maka tak akan mampu tanpa ijin Allah swt.
Orang tak beriman ketika melihat matahari terbit di pagi hari mereka langsung fikir kepada pekerjaan. Petani fikir ke sawah, pedagang fikir ke toko, pegawai fikir ke kantor. Tak ada yang melihat Qudratullah saat melihat matahari terbit, padahal setiap hari matahari pergi bersujud kepada Allah swt tetapi manusia tidak mengetahui.
Hari ini setiap kita memiliki 5 perkara yang di cintai dan 5 perkara yang dilupakan,
1. Kita memiliki kecintaan kepada “Dunia” dan melupakan “Akhirat”.
2. Kita memiliki kecintaan kepada “Mal” ( Harta ) dan melupakan “Amal”.
3. Kita memiliki kecintaan kepada “Kehidupan” dan melupakan “Maut” ( kematian ).
4. Kita memiliki kecintaan kepada “Rumah-Rumah Besar” dan melupakan “Kubur”.
5. Kita memiliki kecintaan kepada “Khalq” ( ciptaan ) dan kita melupakan “Khaliq” ( Pencipta )”.
Hal-hal seperti ini yang seharusnya kita lagi dan lagi sampaikan kepada anak istri kita agar mereka dapat merubah yakin mereka hanya kepada Allah swt, dapat merubah jasbah dengan jasbah Rasulullah saw
2. Nafkah Ilmu
Ilmu Allah meliputi segala sesuatu baik yang telah lalu, sekarang , dan yang akan datang. Awal sesuatu yang Allah swt ciptakan adalah qalam dan menulis semua Qudratnya, baik benda maupun kejadian yang akan terjadi sampai hari kiamat semua tertulis dalam qalam. Allah telah mencatat takdir para mahluk-Nya lima puluh ribu tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi. (HR. Muslim).
Seorang suami hendaknya memberi pelajaran kepada istri nya tentang ilmu-ilmu agama dari masalah thaharah yaitu bersuci dari segi, baik berwudhu maupun mandi janabah sampai dengan masalah haidh, suami juga mengajarkan kepada istri segala bidang ilmu agama yang berkaitan dengan ibadah wajib sehari-hari atau perbuatan yang sunnah untuk di lakukan, seperti tentang sholat, puasa, baik yang wajib atau sunnah termasuk juga cara mendidik anak, cara bergaul dengan tetangga-tetangga dan saudara-saudaranya.
Suami juga berfikir bagaimana menghidupkan suasana agama di rumah, membuat taklim rumah dengan menghidupkan taklim rumah maka, Allah swt akan turunkan rahmat, rumah kita akan di kerumuni malaikat, Nama-nama kita akan di bangga-banggakan oleh para malaikat, dosa-dosa kita akan di ampuni dan Allah swt akan turunkan sakinah di tengah-tengah keluarga kita.
3. Nafkah keperluan
Pada dasarnya manusia mempunyai 5 (lima) keperluan hidup yaitu: sandang, pangan, papan , kendaraan dan nikah. Apabila kita menunaikan 5 (lima) keperluan ini sesuai dengan cara Rasulullah saw, maka akan mendapatkan rahmat dan kehidupannya itu akan di liputi dengan Nur Hidayah. Tapi, kalau hanya mengikuti nafsu kita sendiri , maka akan terjadi kerusakan-kerusakan.
Lima keperluan ini bukanlah maksud hidup , tetapi sekedar memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari . masalah Nikah, kalau ikut cara Rasulullah saw akan membawa keberkahan. Tapi saat ini pernikahan justru membawa kerusakan karena tak ikut cara Rasulullah saw. Kesan pernikahan semacam ini akan Nampak pada akhlak anak-anak mereka, yang sering di tunjukkan dalam sikap anak yang selalu membantah kepada orang tuanya.
Apabila pernikahan tidak ikut cara Rasulullah saw, maka yang harus kita perhatikan adalah cara pendidikan anak-anak. Mereka harus di besarkan dalam lingkungan keagamaan, dan ini merupakan tugas masing-masing orang tua.
Pernikahan orang Islam saat ini, sering mencontohkan orang kafir dengan pesta pora yang menghabiskan ribuan dollar. Undangan dicetak dengan kertas lux yang tentunya mengeluarkan biaya tinggi dan menyetir ayat-ayat al-qur’an. Tetapi setelah di baca, kemudian di lempar ke keranjang sampah bersama dengan ayat Al-Qur’an yang tertulis dalam kartu undangan tersebut. Berarti, ini sama saja dengan melemparkan ayat Alqur’an kekeranjang sampah.
4. Nafkah “Dikumpuli” untuk hasilkan da’i da’iyah yang siap dihantar seluruh alam.
Untuk point yang ke empat ini mungkin akan ada postingan tersendiri, tapi insya Allah dengan lagi dan lagi kita mau belajar , beramal dan menyampaikan, Allah swt akan beri kepahaman kepada kita dan akan memperbaiki kehidupan dunia dan akhirat kita.
Dan tak lupa doakan saya semoga Allah swt jadikan saya lelaki yang bertanggung jawab terhadap orang-orang yang menjadi tanggungan saya agar bisa mempertanggung jawabkannya kelak ketika berhadapan dengan-Nya. Amien
Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :
Agus Taufiq Hidayat , zoel chaniago, realylife , hlqhpkyn , achoey sang khilaf, sofie_Ncop , Supermance , Wempi



Juli 7, 2008 pukul 3:56 am |
pertamax…
hm… kelihatannya jauh dari wempi nih
Juli 7, 2008 pukul 9:12 am |
AMiin… pas bnget tulisannya di hari jadi 1,5 tahun pernikahan me and husbnd. Trim’s atas tulisanny. wah udah lama gk nengok blog, trnyata udah “numbuh” tiga
. itu di 8,9,10 ap akan ada perhelatan akbar?
Juli 7, 2008 pukul 9:59 am |
subhanallah
akhi, mohon doanya selalu
Juli 7, 2008 pukul 1:45 pm |
Insya Allah , akan mewujudkan segera , doakan saja ya Landy
O iya sekalian mau minta doa restu buat acara kopdar tanggal 20 Juli ini , makasih ya
Juli 7, 2008 pukul 3:57 pm |
Subhanallah,, tersadar dirikuhhh akan hakikat hidup
Juli 8, 2008 pukul 4:14 am |
amin
Juli 8, 2008 pukul 3:12 pm |
Amin. Tulisannya mantabe
Juli 11, 2008 pukul 7:15 pm |
Posting yg manteb Bozzz…. tinggal gimana caranya sesegera mungkin dapat mengamalkan hadist pembuka di atas
Juli 12, 2008 pukul 1:31 pm |
[...] cuma duduk saja Pak. Tidak berbuat apa-apa,” kata Kumbang. Namun, sang satpam berkeras untuk membawa keduanya ke kantor [...]
Juli 14, 2008 pukul 5:29 am |
tambah aja neh mas Lan…
Nafkah Bathin ? nggak masuk om ?
Nafkah bathin….misalnya :
MERASA DI SAYANG SUAMI
MERASA DI CINTAI SUAMI
MERASA DI PERHATIKAN SUAMI
MERASA DI BAHAGIAKAN
DAN LAIN-LAIN
Juli 14, 2008 pukul 5:30 am |
dan SEX…..
ini Nafkah paling KRUSIAL….
Juli 14, 2008 pukul 6:11 am |
Ass.
gimana khabar mas Landy ? sehat2 ?
nice posting.
ohya Nafkah batin masukkan ?