Setiap kita pasti mengiginkan di akhirat kelak akan mendiami surga-Nya, karena surga merupakan sebaik-baiknya tempat diakhirat, tapi anehnya banyak orang yang enggan memasuki surga, seperti yang Rasulullah saw sabdakan kepada para sahabatnya
“ Rasulullah saw bersabda: “ Seluruh umatku akan masuk surga kecuali mereka yang enggan.” Para sahabat bertanya, “Siapa yang enggan ya Rasulullah saw?” Jawab Beliau, “Siapa yang mentaatiku akan masuk surga, dan siapa yang mengingkariku maka sesungguhnya dialah yang enggan.”
Sungguh suatu hal yang mengherankan jika seorang mengaku dirinya muslim tetapi dia tidak taat kepada Allah swt dan meninggalkan sunah-sunah Rasul-Nya.
Sekarang masing-masing kita coba jawab dengan jujur, sudah berapa banyakkah sunah-sunah Rasulullah saw yang hidup di diri kita???
Padahal Allah swt menghendaki dalam diri setiap muslim harus hidup sunah-sunah Rasulullah selama 24 jam tanpa kecuali. Dari bangun tidur sampai tidur kembali, karena orang-orang yang dalam dirinya hidup sunah Rasulullah saw maka akan mendatangkan kecintaan Allah swt, semakin banyak sunah Nabi saw yang hidup di diri kita maka semakin cinta Allah swt kepada kita. Salah satu bukti kita cinta kepada Allah swt maka kita harus juga mencintai Rasulullah saw, karena Allah swt telah nyatakan dengan firman-Nya:
“Katakanlah (wahai Muhammad): “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah swt akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Amalan sekecil apapun, kalau mengikuti cara Rasulullah saw akan menghasilkan amalan Nurani dan Rohani. Contohnya: Istinja, adalah amalan kecil. Kalau hal ini di laksanakan dengan mengikuti cara Rasulullah saw, maka amalan tersebut akan menghasilkan amalan Nurani dan Rohani.
Apabila kita berusaha untuk merubah cara hidup kita dan mencontoh / meniru seperti cara hidup Rasulullah saw, maka kelak Allah swt akan membangkitkan kita bersama orang-orang yang di cintai-Nya. Man tasyabbaha bi kaumin fa huwa minhu ( barang siapa yg menyerupai satu kaum, maka dia termasuk dari kaum itu)
Begitu sempurnanya Islam sehinga segala tata cara kehidupan baik di dunia maupun di akhirat telah di atur. Untuk mengubah suatu keadaan yang satu dengan keadaan yang lain, apabila tidak mengikuti cara yang di ajarkan oleh Rasulullah saw maka itu sama saja mengikuti cara-cara yang dilakukan oleh Fir’aun dan orang-orang yang di laknat Allah swt.
Dalam keadaan sakit, kemudian lari kepada manusia tanpa meminta pertolongan dari Allah swt adalah cara yang di buat oleh Fir’aun. Demikian pula dalam keadaan menderita kemiskinan, kemudian berusahan merubahnya dengan cara mengejar-ngejar harta kekayaan, ini adalah cara-cara yang di lakukan Fir’aun. Berarti kita tidak yakin dengan kebesaran Allah swt.
Tanda orang beriman, apabila menghadapi suatu masalah atau kesulitan, maka ia akan tawajuh kepada amal sholeh. Sedangkan mereka yang tak beriman atau imannya lemah, dalam menghadapi suatu kesukaran akan lari kepada asbab. Begitu lari kepada asbab, maka akan muncul asbab-asbab lainnya yang justru akan menambah kesulitan hidupnya.

Ditulis oleh Landy 
