Setiap kita pasti punya sebuah keinginan, dan Allah pun punya keinginan, sekuat apa pun keinginan yang kita miliki pasti dan pasti hanya keinginan Allah swt saja lah yang akan terlaksana.
Seorang teman kemarin malam meninggalkan pesan di YM saya seperti ini :
Diantara cinta dan ambisi, ada ajal yg menanti. Diantara syahwat yang berujung maksiat, ada jasad yang kan sekarat. Diantara anggunnya pakaian tubuh, ada kafan yg lusuh. Diantara canda yang menggembirakan, ada tangis dan penyesalan. Dan, diantara indah kemilau dunia, ada surga yg maha mempesona. Sungguh, kematian itu begitu dekat
Kata-kata yang mengigatkan saya kepada kejadian beberapa hari lalu di kantor, dimana rekan di kantor saya secara “mendadak” meninggal dunia. Ketika kabar itu saya dengar pagi harinya, ada rasa keterkejutan, padahal kemarin tidak ada tanda-tanda bahwa dirinya akan “pulang” bergitu cepatnya.
Kemarin pagi dirinya masih terlihat sehat, masih sibuk mempersiapkan rencana pernikahannya yang tinggal hitungan hari, bahkan sore harinya sepulang kerja, dirinya bersama sang kekasih pergi mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta-Barat membeli beberapa perlengkapan untuk acara pernikahan mereka.
Tapi sekali lagi, Jodoh, Maut , Rezeki ada di tangan Allah swt, siapa sangka tepat jam 2 dini hari teman kantor saya meninggal dunia. Saya hanya bisa terdiam, sambil merenung, betapa hebatnya Allah swt, dimana segala sesuatu terjadi atas kehendak-Nya bukan atas kehendak kita, dan mana kala Allah Ta’ala sudah berkehendak pasti dan pasti akan terjadi.
“Lan jodoh itu di tentukan saat “Ijab” bukan satu hari bahkan satu jam sebelum Ijab Qobul” begitu kurang lebih percakapan saya dengan bunda alifba kamis kemarin, yang memaksa saya mengeluarkan 7 buah cadar yang kiranya akan saya berikan kepada “Zainab” ketika acara akad nanti. Dengan bantuan kakak saya , cadar-cadar itu di bungkus kertas kado dan saya berikan pagi tadi ( 20 Juli ‘ 08 ) lewat perantara pamannya. Saya menjadi begitu takut, jangan-jangan saya tidak pernah bertemu hari akad itu, karena saya tidak akan tahu berapa lama lagi jatah saya untuk hidup di dunia ini.

Ditulis oleh Landy 
