Dalam hidup ada masa di mana iman kita naik bergitu cepatnya, seakan kita menjadi “orang-orang akhirat”, setiap detik fikir dan risau kita hanya terfokus pada akhirat, seolah surga telah nampak di depan kita , neraka di bawah kita dan malaikat maut berada di atas kepala kita. “Seperti layaknya” Hanzhalah ra, ketika berada di majelis Rasulullah saw , “ Ya Rasulullah , Jika kami hadir dihadapanmu dan engkau menceritakan kepada kami tentang surga dan neraka , maka dengan cerita tersebut seolah-olah keduanya berada di hadapan kami, sehingga hati kami menjadi lembut dan air mata pun bercucuran , seolah-olah kami melihat hakikat yang sebenarnya.”
Tapi sayangnya hal-hal seperti itu tak bisa bertahan lama dan berkesinambungan, seperti yang Nabi sabdakan kepada Hanzhalah, “ Demi Dzat yang nyawaku berada di tangan-Nya, jika engkau setiap saat selalu dalam keadaan seperti yang engkau ceritakan ketika engkau bersamaku, maka para malaikat akan menyambutmu di tempat tidurmu dan di jalan-jalan untuk berjabat tangan denganmu. Tetapi wahai Hanzhalah, keadaan seperti itu hanya terjadi kadang-kadang saja. “
Kehidupan sering kali membawa iman kita tak ubahnya seperti roller coaster , Naik-turun, jungkir-balik tidak karuan, Ada saatnya di atas, menikmati bahagia sebentar dan tiba-tiba harus dihempaskan ke bawah lagi, merangkak naik ke atas dihempaskan lagi. Bahkan yang parahnya Nabi saw sabdakan bahwa iman manusia itu tidak lagi naik dan turun melainkan keluar-masuk : “Bersegeralah kalian melakukan amal shalih sebelum datangnya fitnah, dimana fitnah itu seperti potongan-potongan malam yang gelap gulita. Pagi-pagi seorang masih beriman, tetapi di sore hari sudah menjadi kafir; dan di sore hari seseorang masih beriman, kemudian di pagi harinya sudah menjadi kafir. Ia menjual agamanya dengan secuil dunia.” ( Shahih Muslim, Kitab Al Iman, Bab Al hatstsu ‘Ala Mubadaratil A’mal Qabla Tazharul Fitan 2: 133 ).
Seorang sahabat pernah bicara seperti ini kepada saya : “ Hidup ini ibarat raport sekolah, gak mengapa di awal-awal masuk sekolah raport kita merah, tapi yang harus di ingat jangan sampai pas kelulusan nilai kita masih ada merahnya kalau bisa 10 semua “. Dan sahabat yang lain pernah berkata, “. Gak papa lan, ente jatuh sekarang, tapi yang harus ente ingat, ibarat kita sedang bertarung tinju, ente harus segera bangkit sebelum hitungan ke 10 ”.

Ditulis oleh Landy 






Ditulis oleh Landy 


Ditulis oleh Landy 
