“Katanya Sekolah Berbasis Islam”

Oktober 9, 2008

Entah saya tidak mengerti, apakah harus tertawa atau bersedih ketika melewati salah satu sekolah mewah di kawasan pinggiran Jakarta, tertulis dengan besarnya di depan sekolah dasar tersebut yang kurang lebih berbunyi, “SEKOLAH DUA BAHASA BERBASIS ISLAM“. Kata-kata tersebut memaksa saya untuk mengamati dengan seksama melalu kaca angkot yang saya tumpangi. Terlihat sekali sekolah itu di desain dengan terencana, dan berarti harus merogoh kantung aga dalam agar anak kita bisa bersekolah disana.

Saya aga terkagum-kagum dengan bagunan sekolah tersebut, tapi rasa kekaguman saya sirna dalam sekejap mana kala melihat beberapa siswa keluar dari mobil mewah milik orang tuanya yang di gunakan untuk mengantar mereka, dimana anak-anak wanitanya berpakaian layaknya anak sekolah dasar pada umumnya yang memakai rok pendek tanpa mengenakan jilbab begitupun dengan yang prianya mengenakan celana pendek diatas dengkul . Saya tidak habis pikir dengan selogan “SEKOLAH DUA BAHASA BERBASIS ISLAM“. Dimana letak Islaminya kalau sesuatu yang prinsip dan mendasar dalam agama yaitu aurat tidak di-indah-kan oleh pihak sekolah dan tidak ditanamkan dan di perkenalkan kepada anak sedari dini.

Baca entri selengkapnya »