Rumah yang memiliki Nur

Februari 24, 2009

 

84056054

 

Pada musyawarah mingguan Jakarta ( 23/02/09 ) pak Cecep Firdaus kembali menyampaikan pentingnya perkara ijtima dan harapan para masyeikh dengan diadakannya ijtima tersebut. Ijtima adalah pertemuan 2 kerja, yaitu kerja sebelum ijtima dan kerja sesudah ijtima. Harapan / target diadakannya ijtima tersebut diantaranya :

1.                    Bagaimana setiap masjid hidup amalan agama ( dakwah illallah , taklim wa taklum, dzikir ibadah , khitmad )

2.                    Bagaimana setiap rumah-rumah umat islam hidup suasana agama.

3.                    Bagaimana setiap individu-individu umat islam mengamalkan agama secara sempurna.

Untuk poin 1 dan 3 insya Allah dapat dicapai dengan cara di keluarkannya rombongan-rombongan untuk mendakwahkan agama baik jamaah Rizal ( laki-laki ) maupun masturah ( laki-laki bersama wanita ). Sedangkan untuk poin 2  dapat di capai dengan cara menghidupkan taklim rumah.

Menghidupkan taklim rumah secara istiqomah merupakan perkaran yang harus dilakukan oleh seluruh umat islam tanpa kecuali baik bagi yang  sudah mengenal usaha agama maupun belum , karena barang siapa yang menghidupkan taklim rumah maka berarti orang tersebut siap untuk didatangi agama, karena talim rumah adalah pintu masuknya agama ke dalam rumah, kalau pintunya tidak pernah dibuka bagaimana keluarga kita mau paham agama.

Taklim rumah merupakan perkara penting karena taklim rumah merupakan pertemuan dua kerja maqomi baik maqomi rizal maupun masturah. untuk perkara apa saja maqomi rizal dan masturah saya rasa kita semua sudah teramat mengerti poin-poinnya walau terkadang belum sempurna mengamalkannya. 

Orang tua kita dalam dakwah sangat menekankan perkara dihidupkannya taklim rumah. Walaupun suaminya hafiz alqur’an, alim, selalu sambut takazah, pintar dalam bayan dan memberikan mudzakarah tapi taklim dirumahnya tidak hidup maka pada hakekatnya dia sedang menggiring anak dan istrinya ke pintu neraka.

Karena setiap kita mempunyai tanggung jawab yang besar untuk bagaimana membawa seluruh ahli keluarga kita kedepan pintu surga-Nya, dan hal itu bisa didapat dengan cara kita mengajarkan keluarga kita tentang agama, dengan jalan menghidupkan taklim rumah secara istiqomah.

Kalau hanya diri kita saja yang paham agama, dan kita tak pernah buat taklim rumah untuk mengajarkan agama kepada keluarga kita , maka jangan harap agama akan hidup di tengah keluarga kita selepas kita meninggal dunia, bahkan  bisa jadi selepas meninggalnya kita anak dan keluarga kita menjadi orang-orang yang jauh dari agama asbab semasa hidupnya kita tak pernah membuat taklim rumah secara istiqomah.

Baca entri selengkapnya »


Tempat dan Tanggal Ijtima 2009

Februari 16, 2009

83696030

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu ……

Nahmaduhu wa nushalli ‘ala Rasulihil kariim. ‘Amma ba’du…

Alhamdulillah akhirnya tempat dan tanggal ijtima juli 2009 sudah di putus, malam ini ( 16 / 02 / 09 ) saat musyawarah mingguan Jakarta , Pak Cecep Firdaus mengumumkan tempat dan tanggal pelaksanaan ijtima dan apa saja yang harus di lakukan semua karkun ( pekerja dakwah ) demi menyambut ijtima 2009. Ijtima juli 2009 akan di laksanakan di tempat yang sama sebagaimana ijtima 2008 yaitu di BSD . ijtima di adakan pada tanggal 17,18,19,20 Juli dan 21,22 juli 2009 diadakan Musyawarah dengan para Masyeikh. Berarti waktu yang tersisa untuk sukses ijtima tinggal kurang lebih 5 bulan dari sekarang. Dalam musyawarah Jakarta malam ini pak Cecep mengulang pesan yang disampaikan para Masyeikh ketika ijtima Tongi di Bangladesh, pesan-pesan tersebut diantarnya ;

1.Semua karkun ( pekerja dakwah ) selama 5 bulan  dari sekarang sampai ijtima bulan juli jangan sampai satu orangpun yang tertinggal takbiratul ula ( takbir pertama bersama imam dalam sholat berjamaah ).

2.Semua karkun ( pekerja dakwah ) selama 5 bulan  dari sekarang sampai ijtima bulan juli jangan sampai satu orangpun yang tertinggal baca alqur’an minimal 1 juzz setiap harinya.

3.Semua karkun ( pekerja dakwah ) selama 5 bulan dari sekarang sampai ijtima bulan juli jangan sampai satu orangpun yang tertinggal sholat tahajud.

4. Semua karkun ( pekerja dakwah ) selama 5 bulan dari sekarang sampai ijtima bulan juli jangan sampai satu orangpun yang melakukan kemaksiatan sekecil apapun kepada Allah swt.

Baca entri selengkapnya »


Kerja atas Pemuda, Pelajar dan Santri

Februari 10, 2009

1_176256603m

 

Assalamualikum wr.wb

Bismillahirohmanirohim..

 

Satu dari 4 tanggung jawab kerja kita di muallah  ( 1.Maqomi ( 5 amal ) , 2. Kerja atas ulama, 3. Kerja atas masturah, 4. Kerja atas Pemuda, Pelajar dan Santri  ) adalah kerja atas Pemuda, Pelajar dan Santri. Kerja maqomi ( Musyawarah harian, Taklim masjid, Jaulah 1 dan 2, 2,5 jam silaturahmi kepada tetangga sekitar masjid ) saja tidak cukup untuk menghidupkan muallah tanpa di barengi dengan kerja atas Pemuda, Pelajar dan Santri..

Jumlah pemuda jika dibanding dengan orang tua kurang lebih 1 : 2 artinya jumlah pemuda lebih banyak jika dibanding dengan orang tua, oleh karenanya musuh-musuh islam paham untuk menghancurkan islam maka mereka merusak para pemuda. Ini terbukti dengan orang-orang islam generasi sekarang yang malu memberi nama anak-anak mereka dengan nama-nama islam. Bahkan tidak sedikit para pemuda islam yang benci dengan agamanya sendiri.

Ulama bagi tahu kalau ingin melihat kemajuan agama maka kita bisa melihat lebih suka berada dimana para pemuda saat ini di mall atau di masjid, Lantas siapa yang harus bertanggung jawab atas pemuda??? Ya kita semua. Kalau kita tidak memberikan perhatian yang lebih terhadap usaha atas Pemuda, Pelajar dan Santri maka mereka akan digarap “orang lain” yang tidak ingin islam menjadi jaya dan maju.

Media merupakan sarana utama yang digunakan sebagai alat untuk menghancurkan ahlaq para pemuda salah satunya adalah media elektronik. Dengan melalui media elektronik para ahli batil berlomba-lomba untuk memunculkan kebatilan. Lewat media tersebut kebatilan di balas dengan kebatilan.

Media berlomba-lomba memunculkan kemerosotan ahlaq umat islam saat ini, sedangkan berita mengenai orang islam yang taat jarang sekali di munculkan di media sebaliknya kalau ada orang islam yang tidak taat dan melakukan kemaksiatan melanggar syariat maka media menulis secara besar-besaran, oleh karenanya kita harus berhati-hati dengan media.

“Orang tua”  kita dalam dakwah berpesan pentingnya kita lagi dan lagi betulkan niat kita dalam berdakwah dan hendaknya kita harus memberikan perhatian yang lebih kepada para Pemuda, Pelajar dan Santri, mereka adalah masa dengan agama, kalau mereka tidak diajak kepada agama maka akan ada usaha lain yang mengajar mereka ingkar kepada agama.

Allah swt memberikan kelebihan-kelebihan yang banyak kepada pemuda, mereka memiliki energi yang banyak , mereka memiliki semangat yang tinggi sehingga manakala mereka memiliki keyakinan atas suatu hal maka mereka memiliki semangat yang tinggi untuk memegang prinsip tersebut bahkan mereka tak takut mati demi membela prinsip tersebut, dapat dibayangkan kalau para pemuda tersebut di ajak untuk menentang agama!!!

Oleh karenanya dimana muallah / halaqoh yang memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap kerja atas Pemuda, Pelajar dan Santri maka ke 3 aspek yang lain ( 1.Maqomi ( 5 amal ) , 2. Kerja atas ulama, 3. Kerja atas masturah ) akan menjadi kuat .

Kita hari ini lupa bahwa dalam diri pemuda ada berlian-belian yang belum tergarap dan manakala berlian tersebut digarap dengan benar maka akan memunculkan dan lahir para pemuda yang mencintai Allah swt dan Rasul-Nya diatas segala-galanya.

Kita semua jangan sampai melupakan kerja atas Pemuda, Pelajar dan Santri. Jangan sampai pemuda digarap oleh orang-orang di luar islam, karena untuk menghancurkan suatu negara dan agama, maka mereka cukup merusak 1 generasi saja dan hasilnya maka akan nampak sekarang ini contoh berapa banyak hari ini orang-orang muda malu menyandang nama-nama islam, ini baru nama, belum amalan apalagi pakaian yang islami.

Munculnya pemuda-pemuda yang menjadi berlian-berlian dalam usaha dakwah tidak bisa terjadi dengan sendirinya , harus di pikirkan jauh-jauh hari. Pemuda, Pelajar dan Santri harus dilibatkan sedini mungkin dalam usaha dakwah ini. Oleh karenanya dibutuhkan pengorbanan yang lebih dari kita-kita yang lebih dulu mengenal usaha dakwah ini untuk lebih pokus memberikan perhatian atas kerja Pemuda, Pelajar dan Santri.

Baca entri selengkapnya »