<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>~Pencerahan~</title>
	<atom:link href="http://harapandiri.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://harapandiri.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 00:47:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='harapandiri.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>~Pencerahan~</title>
		<link>http://harapandiri.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://harapandiri.wordpress.com/osd.xml" title="~Pencerahan~" />
	<atom:link rel='hub' href='http://harapandiri.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sha, Airmata dan Keikhlasan</title>
		<link>http://harapandiri.wordpress.com/2012/01/28/sha-airmata-dan-keikhlasan/</link>
		<comments>http://harapandiri.wordpress.com/2012/01/28/sha-airmata-dan-keikhlasan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 14:12:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Landy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[Novel]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan lama]]></category>
		<category><![CDATA[Kista]]></category>
		<category><![CDATA[Dia]]></category>
		<category><![CDATA[Perang]]></category>
		<category><![CDATA[Iman Yakin]]></category>
		<category><![CDATA[Masturah]]></category>
		<category><![CDATA[Karkun]]></category>
		<category><![CDATA[Dawah]]></category>
		<category><![CDATA[Ijtima Serpong]]></category>
		<category><![CDATA[khuruj]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajar dan santri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harapandiri.wordpress.com/?p=1274</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ….         Dalam &#8216;Feeling the Shoulder of the Lion&#8216;, Rumi pernah menulis bahwa seringkali Tuhan  menetapkan keinginnan yang menggairahkan dalam diri kita dan dalam hitungan detik kembali menghempaskan keinginan-keinganan itu, Dia mematahkan sayap-sayap dari satu niat yang ada di diri kita lalu memberikan sayap yang lain, dan kembali Dia patahkan lagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&amp;blog=2611769&amp;post=1274&amp;subd=harapandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://harapandiri.files.wordpress.com/2012/01/sha1.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-1276" title="sha" src="http://harapandiri.files.wordpress.com/2012/01/sha1.jpg?w=367&#038;h=225" alt="" width="367" height="225" /></a></p>
<p>Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ….</p>
<p style="text-align:justify;">        Dalam &#8216;<em>Feeling the Shoulder of the Lion</em>&#8216;, <em>Rumi</em> pernah menulis bahwa seringkali Tuhan  menetapkan keinginnan yang menggairahkan dalam diri kita dan dalam hitungan detik kembali menghempaskan keinginan-keinganan itu, Dia mematahkan sayap-sayap dari satu niat yang ada di diri kita lalu memberikan sayap yang lain, dan kembali Dia patahkan lagi agar rasa ketergantungan kita menjadi besar terhadap-Nya. Adakalanya Allah swt akan datangkan lagi dan lagi ujian kepada orang beriman karena Dia hanya ingin mendengar apa yang diucapkan orang beriman ketika mendapatkan ujian tersebut, mengeluhkah???, kecewahkah??? atau sabar dan mengembalikan semuanya kepada Allah swt. Ujian-ujian tersebut layaknya sebuah test yang akan menyaring siapakah yang benar-benar beriman diantara hamba-hamba-Nya Seperti buah kelapa yang jatuh keras kebumi, dicabutin sampe gundul, dipukuli sampai belah, dicungkil, setelah itu diparut, diperas baru keluar sari patihnya. Rasanya hal tersebut yang sekarang sedang berlaku terhadap diri Sha adik wanita saya tercinta. Setelah mengalami 2 minggu yang sangat berat dalam hidupnya akhirnya Allah swt mengambil kembali titipan-Nya ( suami tercinta ), hancur lebur seluruh harapan yang ada dihati terlebih dengan 2 orang anak wanita yang masih kecil dan bakal calon bayi yang memasuki bulan ke-6 didalam perutnya.</p>
<p style="text-align:justify;">       Manusiawi ketika perasaan takut dan cemas tentang masa depan menghampiri dirinya.</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><em>“Kalau sampai Allah ambil dia, gimana nasib anak-anak gw yang masih pada kecil-kecil ditambah gw hamil 6 bulan masa anak gw lahir gak ada bapaknya”</em></span> ucap Sha diiringin dengan isak tangisnya.</p>
<p style="text-align:justify;"> <span style="color:#ff0000;"><em>“Tapi kalau Allah sudah berkehendak kita gak bisa apa-apakan !!!, orang yang sehat aja bisa mati, sekarang, gw tinggal menunggu mukjizat, orang ada yang sudah divonis mati aja masih bisa bertahan hidup bertahun-tahun”</em> </span> ucapnya lagi seakan meralat perkataannya sebelumnya.</p>
<p style="text-align:justify;">           Sha adalah adik wanita yang saya sangat sayangi , perbedaan usia diantara kami hanya berpaut 2 tahun, kami selalu bersama sejak kecil, saya ingat ketika kecil selepas badha magrib kami selalu kekamar Bunda untuk sama-sama belajar mengaji, dan pada saat itu saya selalu terkena pukulan rotan Bunda karena ketidak seriusan saya membaca susunan huruf-huruf hijaiyyah dan Sha selalu menjadi yang terbaik. Keadaan yang membuat kami selalu bersama-sama, dari sekolah dasar ( SD ) sampai sekolah Menengah Akhir ( SMA ) kita selalu bersekolah ditempat yang sama. Sha adalah tipe orang yang penurut dan cenderung pasrah dalam hidup sehingga jarang terdengar keluhan keluar dari mulutnya. Bahkan sejak usia 5 tahun dia sudah berpuasa Full sampai magrib dan hanya batal 2 hari itupun dia berniat menggantinya saat itu.</p>
<p style="text-align:justify;">       Pahit getir hidup selalu menghampirinya, tapi sekali lagi Sha selalu bisa membuktikan bahwa seberat apapun beban masalah yang kita hadapi pastinya itu tak pernah melebihi batas kemampuan kita.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><em>“Kenapa kita harus memusingkan rezeki kita esok hari bukankah Allah swt sudah menjamin untuk perkara tersebut, yang harus kita risaukan adalah bagaimana keadaan iman kita karena untuk perkara ini tidak ada jaminan dari Allah swt.” </em></span>tuturnya ketika perasaan takut akan masa depan menghampiri.</p>
<p style="text-align:justify;">       Begitu tegarnya Sha bahkan dalam keadaan kalut sekalipun dirinya masih bisa tenang ketika menjelaskan perihal yang terjadi terhadap suaminya kepada anak pertamanya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><em>“Uya ( Azurra, anak pertama Sha 6,5 tahun ) harus ikhlas kalau Allah swt ambil Abi dari kita seperti de Arya ( ponakan Sha yang meninggal 6 bulan yang lalu)”</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><em>“Tapi Uya mau Abi balik lagi ke rumah”</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><em>“Gak boleh gitu, seperti mainan Uya dipinjam Dede Ia ( Zaskia , anak ke dua Sha 4,5 tahun ) ketika Uya mau ambil kapan aja gak papakan, walau dede Ia nangis sekalipun”</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><em>“Uya tetep gak mau, Uya mau Abi balik kerumah”.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">        Kita tidak pernah bisa mengatur takdir kita, dan entah disadari atau tidak setiap hari kita sedang berjalan menujuh tadi kita masing-masing, tak terkecuali Sha, Sabtu 21 Januari 2012 merupakan hari dimana Allah swt sebagai Pemilik Jiwa memanggil suami tercinta, tidak ada guratan kesedihan, hanya keikhlasan yang tampak di wajahnya, tenang walau saya tahu jauh didalam hatinya ada rasa kehilangan.</p>
<p style="text-align:justify;">        Sejak sang suami dirawat di ICU, dirinya selalu dalam keadaan berwudhu dan tidak pernah jauh dari sajadah, setiap ada sesuatu yang membuat hatinya tidak nyaman dia langsung sholat dan bermunajad kepada-Nya, sampai-sampai ketika menjelang magrib saya mengabarkan kepada Sha untuk segera menujuh rumah sakit karena suaminya dalam keadaan kritis dan sepertinya ajalnya tidak lama lagi, Sha tetap tenang diatas sajadahnya, berdzikir dan selalu berdoa.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><em>“Gw berangkat habis magrib aja, gw mau sholat magrib dulu, karena kalaupun Allah swt mau ambil dia gw bisa apa karena itu sesuatu yang sudah pasti dan tidak bisa di tolak, sedangkan kalau gw jalan sekarang takut macet dan sampai sana malah gak bisa sholat magrib”</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">       Saat dirinya didalam taksi dan saya mengabarkan bahwa suaminya sudah meninggal dunia, dirinya masih tetap tenang sambil berucap <em>Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">“Tugas dia didunia sudah selesai, sekarang tinggal gw menata kembali hati dan masa depan bersama anak-anak melanjutkan tugas didunia untuk sama-sama nanti berkumpul di surga-Nya.”</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">“Gw bisa apa kalau Allah swt sudah membuat keputusan, ini bukan mau dan nafsu gw, kalau nafsu gw maunya dia sembuh dan tetep hidup  berada di sisi gw dan anak-anak, tetapi Allah yang memutuskan mengambil dia, jadi untuk apa gw sedih dan kecewa, lain hal kalau gw bercerai.”</span></em></p>
<p style="text-align:justify;">            Allah…. Rasa tidak ada yang berubah dari diri Sha, sejak kecil sampai saat ini dia masih menjadi sosok yang mengagumkan bagi diri saya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><em>“Sekarang gw balik kerumah lagi, dan sekarang gw kembali menjadi tanggung jawab elo, maafin kalau kembali merepotkan elo”.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">         Gak ada yang di repotin Sha,  elo akan tetap menjadi adik kesayangn gw, kita pasti bisa lewati ini semua karena Allah swt tidak akan pernah tinggalkan kita. Ya Allah hidayah, Amien..amien….amien…</p>
<p align="center"><span style="color:#000080;"><em>Berikan kelemahanmu pada Dia yang Maha Membantu</em></span></p>
<p align="center"><span style="color:#000080;"><em>Tangisan dan ratapan adalah sarana yang luar biasa</em></span></p>
<p align="center"><span style="color:#000080;"><em>Ibu yang tengah menyusui,yang dilakukannya hanya menunggu panggilan anaknya</em></span></p>
<p align="center"><span style="color:#000080;"><em>Hanya rengekan awal yang lirih saja,maka dia pun datang</em></span></p>
<p align="center"><span style="color:#000080;"><em>Tuhan menciptakan anak itu yakni,keinginanmu agar ia menangis supaya susu menetes</em></span></p>
<p align="center"><span style="color:#000080;"><em>Menangislah!</em></span></p>
<p align="center"><span style="color:#000080;"><em>Jangan menahan perasahaan dan diam saja dengan sakitmu</em></span></p>
<p align="center"><span style="color:#000080;"><em>Merataplah!</em></span></p>
<p align="center"><span style="color:#000080;"><em>Dan biarkan susu yang Pengasih mengalir ke dalam tubuhmu.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">..Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa’atubu Ilaik Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harapandiri.wordpress.com/1274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harapandiri.wordpress.com/1274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harapandiri.wordpress.com/1274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harapandiri.wordpress.com/1274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harapandiri.wordpress.com/1274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harapandiri.wordpress.com/1274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harapandiri.wordpress.com/1274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harapandiri.wordpress.com/1274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harapandiri.wordpress.com/1274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harapandiri.wordpress.com/1274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harapandiri.wordpress.com/1274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harapandiri.wordpress.com/1274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harapandiri.wordpress.com/1274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harapandiri.wordpress.com/1274/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&amp;blog=2611769&amp;post=1274&amp;subd=harapandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harapandiri.wordpress.com/2012/01/28/sha-airmata-dan-keikhlasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Landy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harapandiri.files.wordpress.com/2012/01/sha1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penilaian Tanpa Keadilan</title>
		<link>http://harapandiri.wordpress.com/2012/01/18/penilaian-tanpa-keadilan/</link>
		<comments>http://harapandiri.wordpress.com/2012/01/18/penilaian-tanpa-keadilan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 04:36:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Landy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Dawah]]></category>
		<category><![CDATA[Dia]]></category>
		<category><![CDATA[Ijtima Serpong]]></category>
		<category><![CDATA[Iman Yakin]]></category>
		<category><![CDATA[Karkun]]></category>
		<category><![CDATA[khuruj]]></category>
		<category><![CDATA[Kista]]></category>
		<category><![CDATA[Masturah]]></category>
		<category><![CDATA[Novel]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajar dan santri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Perang]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan lama]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harapandiri.wordpress.com/?p=1269</guid>
		<description><![CDATA[  Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ….        Pastinya menjadi sesuatu yang biasa ketika anda menyaksikan seorang anak menangis dan merengek meminta sesuatu kepada orang tuanya, karena hal yang seperti itu puluhan bahkan ratusan terjadi setiap hari dipermukaan bumi, tetapi menjadi sesuatu yang tidak biasa manakala hal tersebut menimpa keluarga para pekerja dakwah, terlebih ketika kejadian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&amp;blog=2611769&amp;post=1269&amp;subd=harapandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="JUSTIFY"> <em><a href="http://harapandiri.files.wordpress.com/2012/01/amruk-2.jpg"><img class="aligncenter" title="amruk 2" src="http://harapandiri.files.wordpress.com/2012/01/amruk-2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></em></p>
<p align="JUSTIFY">Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ….</p>
<p align="JUSTIFY">       Pastinya menjadi sesuatu yang biasa ketika anda menyaksikan seorang anak menangis dan merengek meminta sesuatu kepada orang tuanya, karena hal yang seperti itu puluhan bahkan ratusan terjadi setiap hari dipermukaan bumi, tetapi menjadi sesuatu yang tidak biasa manakala hal tersebut menimpa keluarga para pekerja dakwah, terlebih ketika kejadian tersebut Ayah/suami mereka sedang khuruj, maka sudah bisa dipastikan ocehan-ocehan yang menjurus kepada fitnah keluar dari para penentang usaha dakwah dan tabligh,</p>
<p align="JUSTIFY">       “Khuruj melentarkan keluarga lah” dan masih banyak ucapan-ucapan fitnah lainnya. Saya jadi teringat dengan tulisan Almarhum La-Rose disalah satu bukunya, beliau menceritakan fenomena orang yang tidak adil dalam melakukan penilaian dimana ada seseorang yang sedang menyantap hidangan dimeja makan dengan beberapa orang tamunya, ketika seorang anak yang bertubuh subur dan dari latar belakang orang berada mulai mengambil beberapa makanan yang dihidangkan dan dengan cepatnya menyantap seluruh makanan tersebut maka si empunya rumah hanya berkata yang bernada memuji apa yang dilakukan anak orang kaya tersebut, betapa si anak sehat dan pintar karena tanpa malu-malu memakan hampir seluruh makanan yang dihidangkan, tetapi penilaian berbalik 180 derajat mana kala anak dari keluarga miskin mulai mengambil beberapa makan yang dihidangkan,dan menyantap dengan begitu nikmatnya, mulai dari mengatakan anak orang miskin itu tidak beradab sampai mengatakan anak miskin itu begitu rakusnya.</p>
<p align="JUSTIFY">       Melakukan penilaian tanpa keadilan mungkin tanpa disadari sering pula kita lakukan padahal seperti yang pernah dikatakan Kh Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym saat sesi wawancara dalam salah satu acara di MetroTV;</p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;" align="JUSTIFY"><span style="color:#ff6600;">“Bisakan menilai sebuah buku dengan melihat sebentar jilidnya ??? Jelas tidak bisa, untuk memahami sebuah buku harus dibaca dan itu tidak bisa global harus selembar demi selembar, begitulah untuk membaca sebuah kejadian harus memiliki kejernihan hati dan kesungguhan untuk menelaah”.</span></p>
</blockquote>
<p align="JUSTIFY"><span id="more-1269"></span>Beberapa waktu yang lalu seorang teman menghubungi saya dan memberitahukan bahwa keluarga teman yang sedang ditinggal khuruj mengalami musibah, rumah tempat tinggalnya rusak akibat terkena angin kencang yang disertai hujan lebat yang menimpa Jakarta belum lama ini, mengakibatkan kerusakan bukan saja rumah teman yang kebetulan suaminya sedang khuruj tetapi beberapa rumah disekitarnya. Seperti bisa diduga sebelumnya orang-orang yang tidak suka dengan usaha dakwah ini bukannya sibuk membantu saudaranya yang terkena musibah malahan sibuk membuat fitnah-fitnah baru, banyak berita-berita yang kurang sedap untuk didengar terucap dari mulut-mulut mereka, Tapi ajibnya ucapan mereka sama sekali tidak berpengaruh kepada istri teman tersebut.</p>
<blockquote>
<p align="JUSTIFY"> <em><span style="color:#ff0000;">“Ya saya mah sudah biasa denger hal yang seperti itu, lagian ada atau tidak suami saya kalau Allah swt telah tetapkan hari dan detik ini rumah saya amruk ya amruk juga, lantas apa kalau ada suami saya rumah ini gak jadi amruk, mungkin asbab suami saya khuruj yang amruk cuma dapur saja dan syukurnya saat kejadian saya dan anak-anak sedang berada dikamar jadi tidak jatuh korban”</span></em></p>
</blockquote>
<p align="JUSTIFY">       Untuk perkara ini saya jadi teringat salah satu bayan di Masjid Jami Kebun Jeruk bahwa ada perbedaan yang nyata antara orang yang beriman dengan orang yang tak beriman?, Orang yang tak beriman apabila mengalami keadaan yang tak sesuai dengan apa yang diinginkan ( nafsunya ) maka yang pertama kali dipikirkan adalah bagaimana merubah keadaan tersebut sehingga menjadi sesuai dengan yang dia inginkan ( nafsunya ), sedangkan orang yang beriman setiap kali menghadapi sesuatu baik yang sesuai dengan nafsunya atau bertentangan dengan nafsunya maka yang pertama kali dia lihat, apa perintah Allah swt untuknya saat itu, semisal ketika kita mengalami musibah maka orang yang beriman akan berfikir, apa yang Allah swt kehendaki pada dirinya dengan musibah tersebut. Karena pada dasarnya selesai atau tidak selesainya sesuatu permasalahan yang datang pada diri kita bukanlah suatu maksud, tetapi apakah dengan datangnya permasalahan tersebut kita semakin dekat dan bergantung kepada Allah swt atau tidak bukan pada selesai atau tidak selesainya permasalahan kita.</p>
<p align="JUSTIFY">       Melalui tulisan ini saya hanya ingin menghimbau kepada kita semua, bukannya Rasulullah saw mengajarkan kepada kita untuk saling tolong menolong apabila ada saudara muslim kita yang butuh pertolongan, kalaupun tidak menolong mbok jangan menambah beban kepada orang tersebut dengan membuat fitnah-fitnah atau saling ghibah yang kita sama-sama tahu bahayanya dalam pandangan Allah swt. Bahkan kepada orang kafir sekalipun kita harus berlaku adil dalam segala hal terlebih kepada saudara kita yang muslim. Tapi ini semua kembali kepada individu masing-masing, Karena penyakit hati itu ibarat kita memeluk buah durian , semakin erat dipeluk semakin membuat kita terluka dan sakit.</p>
<p align="JUSTIFY">      Untuk menutup tulisan ini , kembali saya mengutip kata-kata Kh Abdullah Gymnastiar sebagai penguat bagi kita-kita yang sedang mengalami masa-masa sulit menghadapi orang-orang yang berpenyakit hati;</p>
<blockquote>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#ff0000;"><em>“Kenapa kita harus terluka dengan kata-kata orang lain. Karena saya sudah punya komitmen pada diri saya bahwa hidup saya tidak mau diatur oleh kelakuan orang lain. Orang mau ngomong jelek itu urusan mulut dia kenapa saya harus ikutan ngomong jelek , orang mau melotot itu mata dia kenapa saya harus ikutan melototkan mata saya , kalau hidup saya hanya niru keburukan orang, saya diatur orang,<a href="http://harapandiri.files.wordpress.com/2012/01/amruk-2.jpg"><br />
</a> lalu apa artinya sekolah lama , belajar agama lama, dakwah lama kalau hidupnya hanya niru keburukan orang kan rendah sekali kita ini, saya hanya mau diatur Allah saja , karena yang menciptakan saya Allah , yang ngasih pahala Allah yang punya sorga juga Allah yang ngampuni dosa saya Allah kenapa saya harus menderita oleh mulut orang ??</em></span></p>
</blockquote>
<p align="JUSTIFY">..Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa’atubu Ilaik Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harapandiri.wordpress.com/1269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harapandiri.wordpress.com/1269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harapandiri.wordpress.com/1269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harapandiri.wordpress.com/1269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harapandiri.wordpress.com/1269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harapandiri.wordpress.com/1269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harapandiri.wordpress.com/1269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harapandiri.wordpress.com/1269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harapandiri.wordpress.com/1269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harapandiri.wordpress.com/1269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harapandiri.wordpress.com/1269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harapandiri.wordpress.com/1269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harapandiri.wordpress.com/1269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harapandiri.wordpress.com/1269/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&amp;blog=2611769&amp;post=1269&amp;subd=harapandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harapandiri.wordpress.com/2012/01/18/penilaian-tanpa-keadilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Landy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harapandiri.files.wordpress.com/2012/01/amruk-2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">amruk 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mendemontrasikan Agama Ditengah Umat</title>
		<link>http://harapandiri.wordpress.com/2012/01/17/mendemontrasikan-agama-ditengah-umat/</link>
		<comments>http://harapandiri.wordpress.com/2012/01/17/mendemontrasikan-agama-ditengah-umat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 15:21:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Landy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Dawah]]></category>
		<category><![CDATA[Dia]]></category>
		<category><![CDATA[Ijtima Serpong]]></category>
		<category><![CDATA[Iman Yakin]]></category>
		<category><![CDATA[Karkun]]></category>
		<category><![CDATA[khuruj]]></category>
		<category><![CDATA[Kista]]></category>
		<category><![CDATA[Masturah]]></category>
		<category><![CDATA[Novel]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajar dan santri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Perang]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan lama]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harapandiri.wordpress.com/?p=1265</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ….        Ketika anda hanya mengabiskan waktu dan pikir anda diam didepan monitor , mengetikan kata demi kata untuk mengkritik dan mencari cela kekurangan dari saudara muslim maka saya yakinkan apa yang anda lakukan tidak akan pernah menjadikan diri anda sendiri maupun orang yang anda kritik menjadi lebih baik, lain halnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&amp;blog=2611769&amp;post=1265&amp;subd=harapandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://harapandiri.files.wordpress.com/2012/01/ilyas.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-1266" title="ilyas" src="http://harapandiri.files.wordpress.com/2012/01/ilyas.jpg?w=280&#038;h=181" alt="" width="280" height="181" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ….</p>
<p style="text-align:justify;">       Ketika anda hanya mengabiskan waktu dan pikir anda diam didepan monitor , mengetikan kata demi kata untuk mengkritik dan mencari cela kekurangan dari saudara muslim maka saya yakinkan apa yang anda lakukan tidak akan pernah menjadikan diri anda sendiri maupun orang yang anda kritik menjadi lebih baik, lain halnya ketika anda bergerak mendatangi saudara muslim  di dunia nyata semata-mata karena Allah dengan niat agar anda dan orang tersebut menjadi baik dalam pandangan Allah swt maka pasti dan pasti Allah swt  akan turunkan hidayahnya untuk anda  dan orang yang anda datangi.</p>
<p style="text-align:justify;">       Ketika anda bersilaturahmi ke rumah saudara muslim baik dilingkungan tempat anda tinggal ataupun dimana-mana tempat diseluruh alam maka tanpa disadari anda sedang mendemontrasikan agama ditengah-tengah umat, Fikir yang anda gunakan untuk memikirkan keadaan agama didiri saudara muslim sudah bernilai pahala yang besar disisi Allah swt, niat anda untuk bersilaturahmi menjumpai saudara-sudara muslim juga bukan perkara yang sepele dalam pandangan Allah swt, langkah yang anda gerakan untuk mengunjungi rumah saudara muslim dalam rangka silaturahmi pastinya adalah langka-langkah yang Allah swt sangat sukai, terlebih salam yang anda ucapkan ketika berdiri didepan rumah saudara muslim memiliki pahala yang besar karena sesungguhnya salam merupakan do&#8217;a seorang Muslim <em>terhadap saudara </em><em>Muslim</em><em> </em>yang lain. Ketika anda mengucapkan Assalaamu’alaikum’ maka anda mendapat sepuluh pahala, ‘Assalaamu’alaikum wa Rahmatullaah.’,‘Dua puluh pahala’. ‘Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa baraakaatuh’, maka anda mendapatkan ‘Tiga puluh pahala’ sekarang tinggal anda pilih mau yang 10, 20, 30. Ditambah lagi ada senyum tulus yang mengembang dibibir anda ketika berjumpa dengan saudara muslim yang pastinya dapat merekatkan hati-hati yang sebelumnya retak, bahkan Rasulullah Saw bersabda, “Senyum kepada saudara muslim itu sedekah.” Anda bisa bayangkan berapa banyak yang anda dapat hanya dengan senyum yang tidak memakan biaya???, Setelah itu anda  berjabat tangan dengan saudara muslim yang anda datangi sehingga menjadi pintu-pintu pahala dan penghapus dosa bagi anda dan orang tersebut. Rasulullah saw. bersabda: “Tiada dari dua orang muslim bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali Allah Swt. Akan mengampuni dosa-dosa keduanya sebelum keduanya berpisah”. (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibn Majah).  Setelah itu dilanjutkan dengan pembicaraan tentang agama, maka pasti dan pasti dalam pandangan Allah swt hal tersebut jauh lebih baik dari pada pembicaraan-pembicaraan yang ada di dunia ini. Rasulullah saw. bersabda: “perkataan yang baik adalah sedekah”. (HR. Bukhari dan Muslim) Coba bayangkan berapa banyak pahala yang anda dapat hanya dengan mengunjungi  1 rumah saudara anda yang muslim untuk bersilaturahmi,  bayangkan kalau 2, 3, 4 rumah yang anda datangi setiap harinya berapa banyak pahala kebaikan yang akan Allah swt berikan , bagaimana kalau sebulan,??? Setahun???, pastinya hanya Allah swt saja yang bisa menghitung berapa banyak pahala tersebut</p>
<p style="text-align:justify;">       Coba bandingan apabila anda menolak hal tersebut dan lebih tertarik dengan mencari aib saudara muslim lantas tanpa keadilan menghukum saudara muslim dengan sebutan ahli bidah, penyembah kubur, bahkan tidak segan mengkafirkan, anda bisa bayangkan kerusakan yang terjadi ditengah-tengah umat bahkan tidak menutup kemungkinan kerusakan tersebut menimpa anda juga. Apalagi kalau anda melakukan hal tersebut dengan menggunakan fasiltas kantor ditengah-tengah jam kerja yang pastinya anda sendiri tahu hal tersebut  seharusnya tidak boleh dilakukan apalagi anda sebagai seoarang pekerja muslim karena sama halnya anda mengambil sesuatu yang bukan milik/hak anda ( korupsi waktu/jam kerja ), pastinya Allah swt tidak akan menyukai hal tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">       Jadi mulai detik ini tidak ada salahnya kita mulai bermuhasabah dan bertafakur dengan apa yang selama ini kita lakukan karena seperti yang Kh Abdullah Gymnastiar atau A’a Gym bilang “Orang kalau tidak pernah melakukan tafakur cenderung melakukan pembenaran, cenderung tidak peka dan cenderung munafik“, maka saya mengajak diri saya dan kita semua sebelum ditutupnya pintu tobat  untuk sekuat tenaga setiap harinya bersilaturahmi dengan saudara muslim baik yang berada dilingkungan kita maupun dimana-mana tempat  demi menjadikan Islam sebagai <em>rahmatan lil&#8217;alamin.</em></p>
<p style="text-align:justify;">..Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa’atubu Ilaik Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harapandiri.wordpress.com/1265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harapandiri.wordpress.com/1265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harapandiri.wordpress.com/1265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harapandiri.wordpress.com/1265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harapandiri.wordpress.com/1265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harapandiri.wordpress.com/1265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harapandiri.wordpress.com/1265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harapandiri.wordpress.com/1265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harapandiri.wordpress.com/1265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harapandiri.wordpress.com/1265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harapandiri.wordpress.com/1265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harapandiri.wordpress.com/1265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harapandiri.wordpress.com/1265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harapandiri.wordpress.com/1265/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&amp;blog=2611769&amp;post=1265&amp;subd=harapandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harapandiri.wordpress.com/2012/01/17/mendemontrasikan-agama-ditengah-umat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Landy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harapandiri.files.wordpress.com/2012/01/ilyas.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ilyas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Allah swt Menyeka Air Mata Kita</title>
		<link>http://harapandiri.wordpress.com/2012/01/16/ketika-allah-swt-menyeka-air-mata-kita-2/</link>
		<comments>http://harapandiri.wordpress.com/2012/01/16/ketika-allah-swt-menyeka-air-mata-kita-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 23:11:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Landy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Dawah]]></category>
		<category><![CDATA[Masturah]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajar dan santri]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harapandiri.wordpress.com/?p=1254</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ….        Dalam hidup terkadang masalah tidak datang satu persatu seperti  jerawat diwajah, seringkali dia datang seperti  hujan yang  deras , tapi lepas dari besar atau kecilnya masalah yang datang, hidup tetap harus dijalani karena hidup bukan episode dari Drama Queen , dimana kita terlalu melebih-lebihkan emosi dengan cara yang dramatis. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&amp;blog=2611769&amp;post=1254&amp;subd=harapandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://harapandiri.files.wordpress.com/2012/01/tabligh2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1256" title="tabligh" src="http://harapandiri.files.wordpress.com/2012/01/tabligh2.jpg?w=300&#038;h=197" alt="" width="300" height="197" /></a></p>
<p>Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ….</p>
<p style="text-align:justify;">       Dalam hidup terkadang masalah tidak datang satu persatu seperti  jerawat diwajah, seringkali dia datang seperti  hujan yang  deras , tapi lepas dari besar atau kecilnya masalah yang datang, hidup tetap harus dijalani karena hidup bukan episode dari <em>Drama Queen</em> , dimana kita terlalu melebih-lebihkan emosi dengan cara yang dramatis.</p>
<p style="text-align:justify;">       Ada beberapa hal yang saya suka dari Ibu saya ketika beliau  menghadapi masalah dalam hidupnya, beliau selalu melakukan sebuah ritual yang sampai saat ini masih beliau lakukan, biasanya dirinya mengambil air wudhu dan langsung membaca surat Yasin atau kalau tidak beliau mengambil biji tasbih dan mulai konsentrasi berdzikir mencoba mencari sebuah kekuatan ketika sampai pada titik nadir dalam hidupnya. Saya selalu ingat kata-kata beliau sebagai penguat dikala cobaan datang menghampiri , “<strong><em>Allah maha tahu, jangan pernah protes sama Allah bisa kualat”</em></strong>, sederhana tapi cukup ampuh bagi saya terutama satu tahun belakangan ini, ketika Allah swt memposisikan emosi saya layaknya <em>Rollercoaster </em>naik turun tidak menentu.</p>
<p style="text-align:justify;">     Tahun  2011 adalah waktu dimana Allah swt benar-benar menguji keyakinan saya dengan mendatangkan masalah secara bersamaan, mulai dari operasi batu ginjal ibu yang gagal akibat pendarahan dan terpaksa harus menjalani 3 kali operasi, anak yang di vonis tidak bisa bertahan hidup akibat air ketuban yang hampir habis, ditambah dengan 3 lilitan dan jantung yang tidak normal tapi nyatanya sampai detik ini berkat kuasa Allah swt anak saya baik-baik saja,  Kakak yang masuk rumah sakit akibat kelelahan menjaga ibu, Adik yang sampai saat ini masih harus rawat jalan akibat diindikasi menderita TBC Usus, Ayah yang tertipu puluhan juta oleh orang yang menjual tanah dan ternyata tanah sengeta, Nenek istri yang koma selama hampir 2 minggu dan akhirnya harus meninggal dunia dan sekarang diawal 2012 saya dihadapkan oleh 3 peristiwa yang lagi-lagi datang secara bersamaan, Pertama, hari ini tanggal 16 Januari 2012 suami dari Sha adik wanita saya masuk ruang ICU akibat komplikasi paru dan jantung dan entah apalagi karena saya belum mendapatkan kabar pastinya, lalu anak saya sudah hampir 4 hari terkena campak, dan besok 17 januari 2012 mertua saya harus menjalani operasi pengangkatan payudara akibat tumor. lengkap rasanya masalah yang saya hadapi , tapi sekali lagi seperti yang ibu saya selalu katakan bahwa  <strong><em>Allah swt maha tahu dan jangan pernah protes sama Allah bisa kualat </em></strong>dan rasanya hal tersebut yang saat ini akan saya lakukan untuk selalu bersangka baik kepada Allah swt.</p>
<p style="text-align:justify;">     Kalau sekarang saya ditanya bagaimana perasaan saya maka saya akan menjawab sama sebagaimana  yang pernah dikatakan Ayu Dewi, “rasanya seperti kalau mau dicabut gigi, setelah disuntik maka tidak ada rasa sakit sama sekali” , seperti itu rasa yang saya rasakan kali ini, saya ingat seorang teman pernah menulis dalam status Facebooknya bahwa orang yang beriman itu memiliki ketangguhan jiwa, meskipun mendapat ujian dari Allah, justru ujian itu dapat mengantarkannya ke puncak kebaikan., apa pun yang diterima dari Allah tidak mengurangi kadar keimanannya , ibarat sebongkah tanah liat atau lempung ditangan pengrajin yang siap dibentuk apapun sekehendak hati siempunya begitupun dengan saya karena pada hakekatnya DIA lah ALLAH swt yg menciptakan seluruh suasana dan keadaan sebagai ujian bagi manusia, keadaan boleh saja sama namun rasa akan berbeda, Kemiskinan akan terasa nikmat bagi orang beriman dan akan terasa menyiksa bagi yang tidak beriman, Kekayaan akan terasa nikmat bagi orang-orang yang beriman dan menyusahkan bagi yang tidak beriman. Semoga kali Allah swt memberikan ketegaran, kesabaran dan ketabahan yang lebih kepada saya amien…amien&#8230;amien…</p>
<p style="text-align:justify;">.Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa’atubu Ilaik Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harapandiri.wordpress.com/1254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harapandiri.wordpress.com/1254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harapandiri.wordpress.com/1254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harapandiri.wordpress.com/1254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harapandiri.wordpress.com/1254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harapandiri.wordpress.com/1254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harapandiri.wordpress.com/1254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harapandiri.wordpress.com/1254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harapandiri.wordpress.com/1254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harapandiri.wordpress.com/1254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harapandiri.wordpress.com/1254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harapandiri.wordpress.com/1254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harapandiri.wordpress.com/1254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harapandiri.wordpress.com/1254/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&amp;blog=2611769&amp;post=1254&amp;subd=harapandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harapandiri.wordpress.com/2012/01/16/ketika-allah-swt-menyeka-air-mata-kita-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Landy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harapandiri.files.wordpress.com/2012/01/tabligh2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tabligh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jamaah Tabligh Durhaka dan Menelantarkan Keluarga</title>
		<link>http://harapandiri.wordpress.com/2011/12/06/jamaah-tabligh-durhaka-dan-menelantarkan-keluarga/</link>
		<comments>http://harapandiri.wordpress.com/2011/12/06/jamaah-tabligh-durhaka-dan-menelantarkan-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 00:30:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Landy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Dawah]]></category>
		<category><![CDATA[Ijtima Serpong]]></category>
		<category><![CDATA[Iman Yakin]]></category>
		<category><![CDATA[Karkun]]></category>
		<category><![CDATA[khuruj]]></category>
		<category><![CDATA[Masturah]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajar dan santri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harapandiri.wordpress.com/?p=1227</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh …. Sebuah pertanyaan pada postingan Mantan JT ( Jamaah Tabligh ) Klu soal ibadah saya salut dgan saudara2 Jt,bleh di ksh jempol,jeri payah serta pengorbanannya patut di hargai..tp knpa yg di dakwahi adalah mayoritas sesama saudara muslim,knpa bukan org2 yahudi,nasrani yg di dakwahi biar masuk islam.trus saya berpendapat belum tentu yg ikut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&amp;blog=2611769&amp;post=1227&amp;subd=harapandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:small;">Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh …. </span></span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Sebuah pertanyaan pada postingan<a title="disini" href="http://harapandiri.wordpress.com/2011/11/24/mantan-jt-jamaah-tabligh/#comment-3334"> Mantan JT ( Jamaah Tabligh )<br style="font-size:small;" /></a></span></span></span></p>
<blockquote>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#ff0000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Klu soal ibadah saya salut dgan saudara2 Jt,bleh di ksh jempol,jeri payah serta pengorbanannya patut di hargai..tp knpa yg di dakwahi adalah mayoritas sesama saudara muslim,knpa bukan org2 yahudi,nasrani yg di dakwahi biar masuk islam.trus saya berpendapat belum tentu yg ikut Jt adalah org yg beriman..krna tdak beriman seseorang apa bila ia durhaka kepada org tuanya,meninggalkan anak,istri tanpah memberi nafkah..krna byk yg masuk Jt, tdak mendapat restu dr org tuanya..byak jga anak dan istri Jt yg mengemis makan untuk menafkahi diri nya krna slu di tinggal suami berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun lamanya..klu sdah begini Di mna tanggung jawab seorang suami yg ikut Jt. </span></span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size:small;"><span style="color:#ff0000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Trmakasih…</span></span><span style="color:#ff0000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Mhon di tanggapi. </span></span></span></p>
</blockquote>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">     Sebenarnya saya ingin menjawab langsung pertanyaan saudara melalui komen pada postingan <a href="http://harapandiri.wordpress.com/2011/11/24/mantan-jt-jamaah-tabligh/#comment-3334">Mantan JT ( Jamaah Tabligh ),</a> tapi berhubung takut terlalu panjang maka saya buat posting tersendiri dengan harapan ada teman-teman yang sekiranya memiliki pemahaman yang lebih bisa menambah apa yang sudah saya paparkan.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">     Maaf mungkin jawaban saya tidak bisa memuaskan rasa ingin tahu saudara, karena saya bukan orang yang berkompeten untuk menjawab pertanyaan yang saudara ajukan dikarenakan keterbatasan ilmu dan amal yang saya miliki. Tapi saya akan berusaha menjawab sebisa saya berkenaan dengan pernyataan Saudara tentang Jamaah Tabligh yang menelantarkan anak istri .</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">     Yang perlu digaris bawahi dan perlu dicermati sebagian besar orang-orang yang bergabung dalam JT tidak semuanya orang baik-baik yang tidak punya salah dan dosa karena sebesar-besarnya Ikan pasti ada durinya, dan sekecil-kecilnya ikan pasti ada dagingnya, sebesar-besarnya orang pasti ada salahnya, dan sekecil-kecilnya orang pasti ada baiknya karena manusia tempatnya salah dan dosa. Banyak diantara kami yang mantan preman, penjahat, pembunuh dan lainnya , salah satunya bisa dibaca pada postingan saya</span></span> <a href="http://harapandiri.wordpress.com/2008/11/29/%E2%80%9C-apa-di-surga-ada-orang-yang-bertatto%E2%80%9D/">“ Apa di Surga Ada Orang yang Bertatto?”</a></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">     Orang-orang yang bergabung dalam JT adalah kumpulan orang-orang yang berusaha hari demi hari bagaimana mencapai level para sahabat Nabi baik dalam amal maupun dalam usaha atas iman, Kami hari demi hari berusaha menjadi orang-orang yang mencintai Allah swt dan dicintai Allah swt.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">     Seringkali dalam hidup ini kita terperangkap oleh prasangka-prasangka yang bermula dari katanya si-anu , katanya si-ini , katanya si-itu untuk menilai suatu hal tanpa memberikan penilaian yang berimbang. Sampai saat ini saya tidak menemukan data statistik mengenai berapa banyak orang-orang yang sengsara akibat ditinggal khuruj. Dan sering kali orang yang memberikan gambaran buruk tentang orang-orang yang ditinggal khuruj terlalu </span></span><em><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">hiperbola</span></span></em><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;"> dalam mengambarkan kejadian yang sesungguhnya sehingga apa yang diceritakan adakalanya bertolak belakang dengan kejadian dilapangan.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">     Yang harus diketahui ada aturan baku yang berhubungan dengan tafakut dalam rangka orang-orang yang berkeinginan khuruj dalam jangka waktu lama ; 10 hari, 15 hari, 40 hari, 4 bulan dan 1 tahun , sampai saat ini belum ada yang khuruj selama bertahun-tahun tanpa terputus seperti yang saudara maksud kalau pun ada itu jelas bukan JT. </span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">Beberapa hal mengenai tafakut yang saya ketahui diantaranya:</span></span></p>
<ul>
<li style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;"><span style="color:#ff0000;">Tafakut Amal;</span> tidak setiap orang diperbolahkan keluar dalam jangka waktu yang lama ( saat ini paling lama 1 tahun ) di Indonesia hanya ustadz yang diperbolehkan dan tidak hanya itu dirinya juga harus memiliki kemampuan membaca kitab. Begitupun tidak setiap orang diperbolehkan keluar 4 bulan negeri jauh sebelum dirinya terlebih dahulu keluar 4 bulan India , Pakistan, Bangladesh.</span></span></li>
<li style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;"><span style="color:#ff0000;">Tafakut Mal/harta;</span> meliputi kesiapan keuangan baik yang akan dibawa untuk khuruj maupun yang akan ditinggalkan untuk keluarga kalau dikirainya mal-nya tidak mencukupi markaz tidak akan memberangkatkan orang tersebut atau kalaupun diberangkatkan akan disesuaikan dengan jumlah uang yang dibawa.</span></span></li>
<li style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;"><span style="color:#ff0000;">Tafakut Keluarga,</span> bagaimana kesiapan keluarga untuk ditinggal apakah mereka sudah mengerti tentang usaha dakwah ini atau belum.agar tidak menimbulkan fitnah</span></span></li>
<li style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;"><span style="color:#ff0000;">Tafakut Pekerjaan</span> , menyangkut masalah ijin cuti , berapa hari ijin yang kantor berikan maka selama itu seseorang boleh khuruj.</span></span></li>
<li style="text-align:justify;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;"><span style="color:#ff0000;">Tafakut Kesehatan,</span> apakah memiliki penyakit yang parah, bukan berarti orang sakit tidak boleh khuruj melainkan ada baiknya orang tersebut sembuh terlebih dahulu baru dirinya khuruj atau setidaknya ada surat rekomendasi dari dokter tentang penyakitnya sehingga kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ketika khuruj bisa cepat ditanggulangi</span></span></li>
</ul>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">     Sering kali terjadi beberapa orang saat ditafakut tidak jujur tentang keadaan dirinya dikarenakan semangat yang menggebu (ngejosh) untuk bisa khuruj sehingga bisa saja terjadi seperti yang saudara ceritakan tetapi dari pihak kami sendiri selalu mengontrol keluarga yang ditinggal khuruj karena hal tersebut sudah menjadi agenda rutin pada setiap musyawarah baik yang dilakukan di muallah ( masjid tempat orang tersebut beraktifitas setiap harinya ) maupun halaqoh dan biasanya selalu ada kunjungan keluarga setiap minggunya yang dilakukan oleh beberapa orang teman berserta istri mereka untuk bertanya perihal kendala-kendala apa saja yang dialami saat ditinggal khuruj, jadi sangat tidak benar anggapan kalau program khuruj menelantarkan keluarga bahkan sampai menciptakan orang-orang yang durhaka terhadap orang tuanya, kalau memang benar seperti yang saudara tulis pastinya Allah swt tidak akan tinggal diam terhadap usaha dakwah ini dan pastinya usaha dakwah ini sudah Allah swt hancurkan. Nyatanya usaha dakwah ini berkembang dilebih dari 200 negara di dunia , bahkan pertemuan tahunan JT di Bangladesh jumlah orang yang hadir melebihi orang yang berkumpul pada saat jamaah haji berlangsung ( untuk hal ini bisa anda cari dengan bantuan google). Kalaulah Allah swt tak meridhai usaha ini pastinya usaha ini tidak akan bertahan sampai detik ini..</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">     Satu hal yang harus kita pahami bahwa agama tidak hanya sekedar untuk kita amalkan , tapi ada pekerjaan yang lebih penting dari pada itu , yaitu bagaimana agar agama tetap ada didiri kita , keluarga kita , lingkungan kita , dan seluruh alam. Itu berarti harus ada usaha untuk kearah itu, sebagaimana halnya dengan uang. Kita semua tahu uang itu sesuatu hal yang penting, tapi bagaimana usaha agar uang itu tetap ada jauh lebih penting dari uang itu sendiri. Karena uang lama kelamaan akan habis sebagaimana beras di lumbung, tapi mana kala ada usaha atas uang sebagaimana petani mengusahakan atas beras ( bertani ) maka uang/beras itu akan tetap ada. Tapi mana kala usaha untuk kearah itu tidak pernah dibuat maka lama kelamaan uang/beras pun akan habis. Sebagaimana amal agama yang ada di diri kita.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">     Agama yang ada di diri kita hari ini hanyalah agama </span></span><em><span style="color:#ff0000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">turunan</span></span></span></em><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">, dahulu buyut kita masih </span></span><em><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">Sholat, puasa, baca alqur’an dan mengerjakan amalan sunah lainnya</span></span></span></em><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;"> trus </span></span><em><span style="color:#ff0000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">menurun</span></span></span></em><em></em><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">pada kakek kita yang hanya </span></span><em><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">sholat , puasa dan baca alqur’an</span></span></span></em><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;"> trus </span></span><em><span style="color:#ff0000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">menurun</span></span></span></em><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;"> lagi pada ayah kita yang hanya </span></span><em><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">puasa dan sholat</span></span></span></em><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;"> dan sekarang </span></span><em><span style="color:#ff0000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">menurun</span></span></span></em><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;"> lagi pada kita yang hanya </span></span><em><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">sholat sekali-kali dan puasa pun hanya di bulan ramadhan</span></span></span></em><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">. Dan </span></span><em><span style="color:#ff0000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">turun </span></span></span></em><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">keanak kita yang </span></span><em><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">sholatnya sekali seminggu dan tidak puasa,</span></span></span></em><em><span style="color:#ff00ff;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;"><span style="text-decoration:underline;">lantas bagaimana nanti dengan cucu kita???</span></span></span></span></em><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;"> Jangan-jangan dia sudah tidak mengerti apa itu sholat dan puasa.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">     Maaf kalau jawaban saya terlalu panjang dan terkesan menggurui dan tidak sesuai dengan apa yang saudara harapkan, sekali lagi saya minta maaf ini dikarenakan kurang sungguh-sungguhnya saya terhadap usaha dakwah ini, semoga Allah swt selalu membimbing kita dan memberikan hidayahNya.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">Ya Allah periharalah pikir dan risau kami sebagaimana Engkau perihara hal tersebut untuk para kekasih-Mu. amien&#8230;amien..amien&#8230;</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">..Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa’atubu Ilaik Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. </span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">NB : Untuk menambah pemahaman saudara bisa juga membacanya di </span></span></p>
<h2><a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=308501595842153">Jamaah tabligh menelantarkan keluarga</a></h2>
<p align="JUSTIFY"><a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=303392716353041"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;">UNTUK APA NGURUS ORANG LAIN? URUS SAJA KELUARGA SENDIRI!</span></span></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harapandiri.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harapandiri.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harapandiri.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harapandiri.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harapandiri.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harapandiri.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harapandiri.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harapandiri.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harapandiri.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harapandiri.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harapandiri.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harapandiri.wordpress.com/1227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harapandiri.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harapandiri.wordpress.com/1227/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&amp;blog=2611769&amp;post=1227&amp;subd=harapandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harapandiri.wordpress.com/2011/12/06/jamaah-tabligh-durhaka-dan-menelantarkan-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>86</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Landy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keluar Masturah Perdana</title>
		<link>http://harapandiri.wordpress.com/2011/11/28/keluar-masturah-perdana/</link>
		<comments>http://harapandiri.wordpress.com/2011/11/28/keluar-masturah-perdana/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2011 10:51:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Landy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Dawah]]></category>
		<category><![CDATA[Iman Yakin]]></category>
		<category><![CDATA[Karkun]]></category>
		<category><![CDATA[khuruj]]></category>
		<category><![CDATA[Masturah]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harapandiri.wordpress.com/?p=1213</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ….       Begitu baiknya Allah swt kepada saya sehingga dia kenalkan saya dengan usaha masturah jauh sebelum saya menikah, tepatnya bulan Oktober minggu ke-3 tahun 2000, dan untungnya lagi ( dasar orang Indonesia selalu untung he..he..he.. ) saat itu belum keluar tertib baru dimana syarat keluar masturah 3 hari harus dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&amp;blog=2611769&amp;post=1213&amp;subd=harapandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><a href="http://harapandiri.files.wordpress.com/2011/11/jilbab1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1217" title="jilbab" src="http://harapandiri.files.wordpress.com/2011/11/jilbab1.jpg?w=199&#038;h=300" alt="" width="199" height="300" /></a><a href="http://harapandiri.files.wordpress.com/2011/11/jilbab.jpg"><br />
</a></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh …. </span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">      Begitu baiknya Allah swt kepada saya sehingga dia kenalkan saya dengan usaha masturah jauh sebelum saya menikah, tepatnya bulan Oktober minggu ke-3 tahun 2000, dan untungnya lagi ( dasar orang Indonesia selalu untung he..he..he.. ) saat itu belum keluar tertib baru dimana syarat keluar masturah 3 hari harus dengan mukrim hakiki ( istri ) jadi saya masih boleh keluar dengan Adik wanita saya. </span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">      Ketika awal-awal keluar rada bingung juga apa yang harus dipersiapakan, terlebih lagi ini keluar perdana, ditambah waktu itu mudzakarah keluar masturah dimarkaz lebih seperti bayan hidayah bukan kepada apa yang harus dipersiapkan menjelang keluar seperti yang sekarang ini berlaku, untungnya (untung lagi he..he..he..) orang lama yang kebetulan keluar bersama bilang “Kamu datang saja ketempat bayan hidayah nanti semua perlengkapan sudah disiapkan istri saya”, Wow&#8230;. ajib&#8230;.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">     Satu permasalahan selesai bukan berarti semua berjalan mulus, karena sudah menjadi ketetapan Allah swt bahwa jalan dakwah itu tidak mudah, permasalahan sekarang bagaimana saya dan adik saya bisa meyakinkan orang rumah ( khususnya Ayah saya ) untuk mendapatkan ijin, karena mendapatkan restu Ayah jauh lebih sulit ketimbang mendapatkan ijin cuti dikantor ( saat itu saya dan adik saya masih bekerja ). Dan untuk permasalah yang satu ini <em>orang lama</em> di Halaqoh memberikan tips, saya dan adik saya harus 100% tawajuh kepada Allah swt biar Allah swt yang selesaikan dengan cara-Nya, sambil berusaha menarik simpati Ayah saya, karena barang siapa yang memperbaiki hubungan dia dengan Pencipta-Nya ( baca Allah swt ) maka Allah swt akan memperbaiki hubungan dia dengan makluk-Nya., Dan Allah swt itu memang Ajib, semuanya Allah swt lancarkan dan rasanya saya tidak harus menuliskan apa yang Allah swt lakukan terhadap hidup saya cukup saya dan Allah yang tahu.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">     <span id="more-1213"></span> Perasaan saya saat pertama keluar masturah sulit untuk digambarkan dengan kata-kata, terlebih ketika melihat Adik saya tercinta keluar dari tempat masturah dengan mengenakan hijab sempurna, Subahanallah saya tidak menyangka kami yang masih muda saat itu ( umur Adik saya masih 19 tahun saat keluar pertama kali ), yang ahli maksiat dan jauh dari agama, Allah swt pilih dalam usaha islah ini. </span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">      Tidak banyak perubahan secara fisik yang terjadi didiri adik saya ketika keluar pertama kali 3 hari Masturah, pun begitu bukan berarti tidak ada perubahan sama sekali, perlahan tapi pasti adik wanita saya berubah dari wanita yang biasa menjadi luar biasa, dari yang tidak mengenakan tutup kepala sampai mengenakan cadar, walau proses untuk itu harus berkali-kali jatuh bangun, dari menjadi gunjingan orang banyak sampai mengakali cadar dengan sapu tangan karena Ibu saya tercinta memboikot tidak mau keluar rumah bareng Adik saya kalau dirinya mengenakan cadar jadi terpaksa sapu tangan dipakai untuk menutupi wajah agar tidak terlalu mencolok.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">      Kadang kalau ingat saat-saat itu rada sedih juga karena kami belum punya kendaraan ( sampai sekarang pun belum he..he..he..) biasanya selepas sholat subuh saya dan adik langsung pamit ke orang rumah, untuk menujuh tempat bayan hidayah mengingat jarak yang cukup jauh, waktu itu kami tidak keluar dari halqoh sendiri karena saat itu usaha Masturah masih belum seaktif saat ini jadi aga susah kalau menunggu keluar dari halaqoh sendiri ( 6 dari 9 kali keluar masturah bareng adik selalu gabung dengan halaqoh lain ) dan terpaksa kami bergabung dengan halaqoh lain yang jarak tempuhnya lumayan jauh ditambah kami harus transit dulu diterminal Blok-M bertepatan dengan orang-orang berangkat kerja, rada jengah juga sih karena kami menjadi pusat perhatian orang dijalan walau kami maklum pada awal-awal tahun 2000 melihat orang memakai pakain full hijab dan serba hitam rada aneh juga terlebih di pagi buta tidak seperti saat ini sangat mudah ditemui orang mengenakan cadar dijalanan atau pusat pertokoan.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">     Sesuatu yang sering membuat saya sedih dan kadang menitikan air mata ( pastinya tanpa sepengetahuan dirinya ) ketika melihat adik wanita saya tertidur diangkot dengan full hijab karena pagi buta kami sudah harus berangkat ke tempat bayan hidayah dengan jarak yang lumayan jauh, serasa tidak percaya diri ini karena begitu percayanya dirinya menyerahkan hidupnya kepada saya sehingga mau diajak terjun dan bersusah-susah dalam usaha dakwah ini. </span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">     Tetapi semua ini tidak akan terjadi bila mana Allah swt tidak sayang kepada kami karena dia pilih kami dari milyaran makluknya untuk melanjutkan kerja keNabian , dan semoga hal ini berterusan sampai kami mati dan dilanjutkan anak keturunan kami , amien..amien..amien&#8230;</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">..Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa’atubu Ilaik Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harapandiri.wordpress.com/1213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harapandiri.wordpress.com/1213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harapandiri.wordpress.com/1213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harapandiri.wordpress.com/1213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harapandiri.wordpress.com/1213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harapandiri.wordpress.com/1213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harapandiri.wordpress.com/1213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harapandiri.wordpress.com/1213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harapandiri.wordpress.com/1213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harapandiri.wordpress.com/1213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harapandiri.wordpress.com/1213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harapandiri.wordpress.com/1213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harapandiri.wordpress.com/1213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harapandiri.wordpress.com/1213/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&amp;blog=2611769&amp;post=1213&amp;subd=harapandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harapandiri.wordpress.com/2011/11/28/keluar-masturah-perdana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Landy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harapandiri.files.wordpress.com/2011/11/jilbab1.jpg?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">jilbab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mantan JT ( Jamaah Tabligh )</title>
		<link>http://harapandiri.wordpress.com/2011/11/24/mantan-jt-jamaah-tabligh/</link>
		<comments>http://harapandiri.wordpress.com/2011/11/24/mantan-jt-jamaah-tabligh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 08:08:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Landy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Dawah]]></category>
		<category><![CDATA[Iman Yakin]]></category>
		<category><![CDATA[Karkun]]></category>
		<category><![CDATA[khuruj]]></category>
		<category><![CDATA[Masturah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harapandiri.wordpress.com/?p=1194</guid>
		<description><![CDATA[  Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ….        Sering saya harus mengelus dada manakala menyaksikan tingkah orang-orang yang mengaku mantan JT ( Jamaah Tabligh ) di dunia maya, walau saat ini rasa penasaran saya untuk mengetahui siapa oknum dibalik itu semua sudah tidak semenggebu seperti beberapa tahun yang lalu (2007-2010) saat masih intens berinteraksi dengan mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&amp;blog=2611769&amp;post=1194&amp;subd=harapandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="JUSTIFY"> <a href="http://harapandiri.files.wordpress.com/2011/11/abah.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-1196" title="ABAH" src="http://harapandiri.files.wordpress.com/2011/11/abah.jpg?w=331&#038;h=155" alt="" width="331" height="155" /></a></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;">Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh …. </span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;">       Sering saya harus mengelus dada manakala menyaksikan tingkah orang-orang yang mengaku mantan JT ( Jamaah Tabligh ) di dunia maya, walau saat ini rasa penasaran saya untuk mengetahui siapa oknum dibalik itu semua sudah tidak semenggebu seperti beberapa tahun yang lalu (2007-2010) saat masih </span><em><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;">intens</span></em><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"> berinteraksi dengan mereka pada forum-forum maupun membaca tulisan-tulisan mereka yang banyak tersebar di dunia maya.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;">        Sejak pertama kali berinteraksi dengan mereka di dunia maya (2007) sampai saat ini setidaknya ada beberapa hal yang menjadi catatan saya mengenai apa dan siapa mereka, karena ada benang merah yang sama diantara mereka yang mengaku para mantan JT ( Jamaah Tabligh ) yang pada akhirnya saya bisa mengambil beberapa kesimpulan:</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;">1.Biasanya orang-orang yang mengaku mantan JT ( Jamaah Tabligh ) mereka akan menggembar-ngemborkan bahwa mereka paham tentang usaha dakwah ini bahkan mereka tidak segan-segan akan bilang telah meluangkan masa sekian hari ( 40 hari bahkan ada yang bilang telah keluar IPB sampai negeri jauh ) tapi yang anehnya ketika ditanya hal-hal yang standar tentang udaha dakwah ini mereka tidak paham bahkan jawabannya cende</span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;">rung </span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;">bias</span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"> dan tidak mengena pada substansi, contoh kecil mereka tidak akan pernah mau menjawab bila ditanya dimana halaqoh dan muallah mereka dulu, padahal dengan mengetahui halaqoh dan muallah mereka setidaknya kita bisa tabayun dan tidak hanya debat kusir didunia maya, keadaan yang paradoksial bila dibandingkan dengan orang-orang yang benar-benar aktif dalan usaha dakwah ini dimana mereka sangat pelit ( malu ) untuk menyatakan berapa lama mereka sudah pernah keluar khuruj tetapi sangat mudah untuk menyebutkan halaqoh atau muallah mereka berasal, ini dikarenakan mereka paham dalam usaha dakwah ini bukan berapa lama dan jauh anda berkorban untuk khuruj tetapi sejauh mana amalan-amalan dalam khuruj itu wujud dalam diri dan lingkungan anda. </span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;">Ada pengalaman yang lucu mengenai para mantan JT ( Jamaah Tabligh ), suatu ketika saya bertemu dengan orang yang sangat vocal mengecam usaha dakwah ini dan dia bilang sudah lama ikut usaha dakwah ini tepatnya dia pertama kali ikut usaha dakwah ini tahun 2004, dan dia sudah keluar 4 bulan ( menurut ucapannya ) tapi yang anehnya ketika saya tanya halaqohnya dimana , dia menjawab Masjid Jami Kebun Jeruk , rasanya saya mau ketawa dibuatnya, karena Masjid Jami Kebun Jeruk tidak pernah menjadi halaqoh dia berfungsi sebagai markaz dakwah dan muallah , sedangkan masjid tersebut masuk ke halaqoh Taman Sari, dan yang anehnya lagi dirinya mengaku sudah keluar 4 bulan tetapi ketika saya tanya apa itu DTI ( Dakwah, Taklim, Istiqbal ) dirinya tidak bisa menjawab, bahkan untuk menjelaskan apa itu 2,5 jam dirinya terlihat bingung, tapi sudahlah bukannya kita diperintahkan untuk selalu positif thinking (</span><em><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;">Khusnudzon</span></em><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;">) , jadi saya berkesimpulan mungkin saja dia benar telah keluar 4 bulan tetapi Allah swt tidak aktifkan dia dalam usaha dakwah ini pastinya bukan karena orang tersebut tahu kejelekan usaha dakwah ini ( menurut pendapatnya ), melainkan asbab mungkin dia dulu saat berada dalam usaha dakwah ini berkerja tidak dengan tertib yang sudah digariskan.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;">2 Persamaan mereka-mereka yang mengaku mantan JT ( Jamaah Tabligh ) dan terlihat vocal di dunia maya rata-rata bukan berlatar belakang agama yang kuat malahan sebagian dari mereka adalah orang biasa ( awam ) yang kebetulan Allah beri hidayah melalui usaha dakwah ini dan karena selama didalam usaha dakwah ini mereka berjalan tidak diatas tertib maka Allah swt lemparkan dari usaha dakwah ini, terbukti beberapa orang yang sempat saya tahu identitas aslinya di dunia nyata , mereka kebanyakan hanya orang-orang yang kebetulan mempunyai akses internet bebas ( memakai fasilitas kantor tempat mereka bekerja ) sedangkan profesi sensungguhnya bukan ustadz atau ahli agama melainkan berprofesi sebagi IT, Penjaga Warnet, Operator Alat Berat , Karyawan baik swasta maupun Pegawai Negeri, Mahasiswa bahkan ada yang Buruh Pabrik tetapi anehnya dari tulisan dan ucapan mereka seakan-akan memposisikan diri sebagai ahli agama padahal kalau diajak lebih jauh bicara agama mereka pastinya tidak sanggup selain hanya Copy Paste. </span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;">Pernah ada salah seorang yang sangat vocal dari mereka bertemu dengan saya di dunia nyata pastinya bukan untuk debat karena kalau untuk urusan itu saya menyerah saya bukan ahli agama jadi urusan debat mendebat agama bukan domain saya. Ketika orang tersebut berkunjung kerumah saya dia diam seribu bahasa, mungkin dia shock ketika tahu saya tinggal di rumah petakan yang sangat biasa saja, dirinya bertanya kenapa pintu luar rumah saya pakai hordeng , lantas saya jawab karena isi rumah itu aurat dan karena aurat saya gunakan hordeng di depan pintu rumah saya untuk menjaga supayah orang luar yang tidak berhak tidak dapat melihat isi rumah saya dari luar, dan dia heran ketika istri saya mengeluarkan makanan dan minuman melalu balik hijab, saya tidak berani bilang ini sunah atau bukan karena pastinya dirinya akan bertanya &#8216;MANA DALILNYA”, saya hanya bilang wanita itu aurat dan sebaik-baiknya wanita adalah yang tidak dilihat dan melihat pria, tidak lama berselang dia pamit tetapi sebelum pamit dia mengatakan kepada saya bahwa dirinya malu bahwa dirinya masih jauh dari amalan Islam yang sesungguhnya sampai disini saya masih tidak mengerti apa yang dirinya maksud tetapi sejak saat itu dirinya tidak muncul lagi.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;">             Postingan ini ditulis bukan untuk membela usaha dakwah ini karena usaha dakwah ini tidak memerlukan pembelaan dari siapapun terlebih saya bukan orang yang ahli korban dan paham terhadap usaha ini, saya hanya ingin berbagi sedikit pengalaman bahwa seperti namanya Dunia Maya adalah dunia yang tak nyata dimana kebenaran seringkali menjadi sesuatu yang abstrak, tetapi apapun itu baik di dunia nyata dan maya sangat penting untuk memberikan penilaian yang adil terhadap suatu hal jangan pernah memvonis orang sesat, ahli bidah dan pantas masuk neraka, karena urusan amal manusia biarkan Allah swt yang menilai.</span></p>
<p align="JUSTIFY"> <span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;">..Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa’atubu Ilaik Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harapandiri.wordpress.com/1194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harapandiri.wordpress.com/1194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harapandiri.wordpress.com/1194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harapandiri.wordpress.com/1194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harapandiri.wordpress.com/1194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harapandiri.wordpress.com/1194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harapandiri.wordpress.com/1194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harapandiri.wordpress.com/1194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harapandiri.wordpress.com/1194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harapandiri.wordpress.com/1194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harapandiri.wordpress.com/1194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harapandiri.wordpress.com/1194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harapandiri.wordpress.com/1194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harapandiri.wordpress.com/1194/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&amp;blog=2611769&amp;post=1194&amp;subd=harapandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harapandiri.wordpress.com/2011/11/24/mantan-jt-jamaah-tabligh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>90</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Landy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harapandiri.files.wordpress.com/2011/11/abah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ABAH</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Selalu Berhusnudzon</title>
		<link>http://harapandiri.wordpress.com/2011/11/22/pentingnya-selalu-berhusnudzon/</link>
		<comments>http://harapandiri.wordpress.com/2011/11/22/pentingnya-selalu-berhusnudzon/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 06:17:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Landy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Dawah]]></category>
		<category><![CDATA[Iman Yakin]]></category>
		<category><![CDATA[Karkun]]></category>
		<category><![CDATA[khuruj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harapandiri.wordpress.com/?p=1178</guid>
		<description><![CDATA[                    Prasangka baik merupakan hal terpenting untuk menarik hidayah Allah, mungkin kalau bukan sangka baik Rasulullah saw bahwa keturunan penduduk thaif akan menerima Allah Swt sebagai Tuhan mereka pastinya penduduk Thaif sudah Allah swt hancurkan dalam keadaan kafir ( ‘Jangan… jangan! Bahkan aku berharap Allah akan mengeluarkan dari tulang sulbi mereka keturunan yang akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&amp;blog=2611769&amp;post=1178&amp;subd=harapandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="JUSTIFY">          <a href="http://harapandiri.files.wordpress.com/2011/11/map_arabia1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1180" title="map_arabia" src="http://harapandiri.files.wordpress.com/2011/11/map_arabia1.jpg?w=300&#038;h=282" alt="" width="300" height="282" /></a>          Prasangka baik merupakan hal terpenting untuk menarik hidayah Allah, mungkin kalau bukan sangka baik <strong>Rasulullah saw </strong> bahwa keturunan penduduk thaif akan menerima Allah Swt sebagai Tuhan mereka pastinya penduduk Thaif sudah Allah swt hancurkan dalam keadaan kafir ( ‘Jangan… jangan! Bahkan aku berharap Allah akan mengeluarkan dari tulang sulbi mereka keturunan yang akan menyembah Allah semata, tidak disekutukanNya dengan apa pun… !’, ), sangka baik beberapa sahabat Nabi pulalah yang menghantarkan Ikrimah bin Abu Jahl mendapatkan hidayah-Nya.</p>
<p align="JUSTIFY">        Saya mempunyai cerita mengenai pentingya berprasangka baik terhadap orang lain, diawal tahun 2000 Jamaah Jalan kaki masuk ke halaqoh kami bertepatan dengan 10 hari terakhir ramadhan, dan alhamdulillah Allah swt memberi kemudahan kepada saya untuk nusrah jamaah tersebut walau hanya 3 hari, dari situ saya baru mengetahui betapa mujahadahnya jamaah jalan kaki ditambah saat itu bulan ramadhan maka makin terasa arti sebuah kepasrahan kepada-Nya.</p>
<p align="JUSTIFY">       Cobaan muncul ketika akan pindah kesalah satu masjid, awalnya ketika <em>dikhususi</em> salah satu pengurus masjid mau menerima kedatangan jamaah , tetapi ketika jumat pagi selepas musyawarah rombongan bergerak dan tiba di masjid tersebut kami mendapat laporan bahwa salah satu pengurus tidak menginginkan keberadaan kami bahkan saat kami minta tenggang waktu sampai habis sholat jumat sambil kami mencari masjid baru sang pengurus masjid tetap bersikukuh bahwa kami harus meninggalkan masjid tersebut segera.</p>
<p align="JUSTIFY">          Sangat manusiawi rasanya ketika ada perasaan marah , benci , kesal dan sebagainya dihati kami karena sebelumnya kami sudah meminta ijin baik-baik dan diperbolehkan tetapi kenyataanya ditolak bahkan harus meninggalkan masjid tersebut segera. Amir jamaah lantas mengumpulkan kami untuk bermusyawarah dan mencari masjid baru secepatnya karena hari ini hari jumat, akhirnya diputuskan kami beritikaf di musholah yang jaraknya lumayan jauh dari tempat itu karena hanya tempat itu yang bisa menerima jamaah setiap waktu tanpa harus ijin terlebih dahulu.</p>
<p align="JUSTIFY">       Sebelum kami pergi dari masjid tersebut amir jamaah mentargib kami dengan kisah perjuangan Nabi saw di Thaif betapa Nabi saw begitu berjiwa besar untuk memberi maaf orang-orang yang berbuat buruk terhadap dirinya bahkan bukan makian dan sumpah serapah yang keluar melainkan prasangka baik dan doa hidayah berharap kelak dari anak keturunan penduduk Thaif beriman kepada Allah swt. Begitupun dengan kami, sebelum kami meninggalkan tempat tersebut amir jamaah memimpin doa agar Allah swt berikan hidayah untuk diri kami dan penduduk masjid ini.</p>
<p align="JUSTIFY">         Dan ajib beberapa tahun berselang tepatnya seminggu lalu masjid tersebut sudah dapat menerima jamaah bahkan lahir pekerja dakwah yang ahli korban dari muhalah tersebut. Memang tidak ada yang akan pernah tahu apa sebenarnya rencana Allah swt untuk hamba-Nya, tapi yang pastinya apapun yang terjadi itu yang terbaik untuk hamba-Nya, Oleh karenanya sangat penting untuk membiasakan diri selalu berpikiran positif, terbuka, serta selalu berprasangka baik pada diri dan orang lain.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harapandiri.wordpress.com/1178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harapandiri.wordpress.com/1178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harapandiri.wordpress.com/1178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harapandiri.wordpress.com/1178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harapandiri.wordpress.com/1178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harapandiri.wordpress.com/1178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harapandiri.wordpress.com/1178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harapandiri.wordpress.com/1178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harapandiri.wordpress.com/1178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harapandiri.wordpress.com/1178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harapandiri.wordpress.com/1178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harapandiri.wordpress.com/1178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harapandiri.wordpress.com/1178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harapandiri.wordpress.com/1178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&amp;blog=2611769&amp;post=1178&amp;subd=harapandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harapandiri.wordpress.com/2011/11/22/pentingnya-selalu-berhusnudzon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Landy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harapandiri.files.wordpress.com/2011/11/map_arabia1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">map_arabia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masih Disini</title>
		<link>http://harapandiri.wordpress.com/2011/11/21/masih-disini/</link>
		<comments>http://harapandiri.wordpress.com/2011/11/21/masih-disini/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2011 06:55:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Landy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Iman Yakin]]></category>
		<category><![CDATA[Karkun]]></category>
		<category><![CDATA[khuruj]]></category>
		<category><![CDATA[Masturah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harapandiri.wordpress.com/?p=1170</guid>
		<description><![CDATA[          Rasanya saya masih merasakan Atmosfir yang sama setiap berkunjung ke masjid tua ini, rasa yang sama seperti saat pertama kali menginjakkan kaki disini. Ada sesuatu yang tidak pernah bisa dituliskan dan diucapkan oleh kata-kata walau sekuat apapun saya berusaha untuk melakukan hal tersebut, karena hal tersebut hanya bisa dirasakan oleh hati, sebab hanya hati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&amp;blog=2611769&amp;post=1170&amp;subd=harapandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="JUSTIFY"><a href="http://harapandiri.files.wordpress.com/2011/11/masjid-kebon-jeruk7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1171" title="masjid kebon jeruk7" src="http://harapandiri.files.wordpress.com/2011/11/masjid-kebon-jeruk7.jpg?w=300&#038;h=168" alt="" width="300" height="168" /></a></p>
<p align="JUSTIFY">          Rasanya saya masih merasakan <em>Atmosfir </em>yang sama setiap berkunjung ke masjid tua ini, rasa yang sama seperti saat pertama kali menginjakkan kaki disini. Ada sesuatu yang tidak pernah bisa dituliskan dan diucapkan oleh kata-kata walau sekuat apapun saya berusaha untuk melakukan hal tersebut, karena hal tersebut hanya bisa dirasakan oleh hati, sebab hanya hati yang tidak pernah berdusta, dan saya adalah orang yang sangat percaya dengan apa kata hati. Kata hati akan selalu jujur karena hanya hati tempat yang pantas untuk sebuah kebenaran bersemayam tanpa memerlukan ribuan dalil. Dan rasanya hati ini telah tertambat disini jauh sebelum raga ini berada disini..</p>
<p align="JUSTIFY">          Ditempat ini untuk pertama kalinya saya menangis ketika sholat, merasa begitu kecilnya diri ini, merasa begitu banyak dosa yang pernah diperbuat, ditempat ini pula saya merasakan arti seorang hamba yang sebenarnya. Walau jujur ada perasaan takut ketika untuk pertama kalinya kaki ini melangkah menuju bangunan tua ini, tempat yang secara fisik tidak menarik pada saat itu baik dari bentuk bangunan maupun para pengunjungnya yang sebagian besar mengenakan sorban dan berjanggut, ditambah lagi bangunan tersebut begitu kecil sehingga untuk sholat Isya saja harus 3-4 kali dilakukan tidak seperti saat ini yang telah dipugar dan bertingkat tiga.</p>
<p align="JUSTIFY">          Tapi semua ketakutan dan keraguan seakan menemukan jawabnya ketika saya beranjak dari tempat tandas menuju tempat wudhu, rasanya air mata ini sudah tidak sanggup lagi untuk dibendung , terlebih ketika seorang pria tua dengan ramahnya membasuh kaki saya dengan segayung air. Pengalaman batin yang meninggalkan kesan begitu dalam, dan saat itu juga air mata saya menetes, air mata dari seorang pendosa yang hidup dalam limangan dosa dan maksiat yang telah lama berada dalam kegelapan dan nafsunya, seakan detik itu menemukan setitik sinar untuk memandu langkahnya kembali ke fitrah-Nya.</p>
<p align="JUSTIFY">          Saya tak ingin dicampakan dan terbuang jauh dari tempat ini, walau saya tahu tidak sedikit teman-teman yang dulu sama-sama berjuang memperbaiki diri sekarang sudah tidak tampak lagi di masjid ini diganti dengan ribuan wajah-wajah baru yang sangat asing dimata saya tapi pasti tidak pada pandangan-Nya.</p>
<p align="JUSTIFY">        Saya ingin tetap disini dan berharap bisa terus lagi dan lagi berada ditempat ini, ditengah orang-orang yang sangat cinta terhadap agama-Nya, orang-orang yang rela mengorbankan kesenangan dunia untuk meraih kasih-Nya. Walau saya tidak akan pernah tahu kapan rekan-rekan saya yang dulu akan kembali hadir disini, tapi yakinlah saya akan terus berdoa dan berdoa agar Allah swt tunjukan kalian jalan untuk kembali ketempat ini, untuk sama-sama kembali berjuang menggapai cinta-Nya dan menularkan cinta itu kepada orang-orang diluar sana yang saat ini sedang kebingungan mencari arti kedamaian yang sesungguhnya.</p>
<p align="JUSTIFY">        Kawan&#8230;. saya masih disini, ditempat ini, di pojok masjid tua ini, masih sama seperti dulu saat kita pertama kali berjumpa, kapan kiranya dirimu kembali untuk berbagi cerita indah seperti dulu&#8230;..Semoga hidayahnya selalu Dia berikan kepada saya dan dirimu&#8230; amien&#8230;amien..amien&#8230;</p>
<p align="JUSTIFY">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harapandiri.wordpress.com/1170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harapandiri.wordpress.com/1170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harapandiri.wordpress.com/1170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harapandiri.wordpress.com/1170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harapandiri.wordpress.com/1170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harapandiri.wordpress.com/1170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harapandiri.wordpress.com/1170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harapandiri.wordpress.com/1170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harapandiri.wordpress.com/1170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harapandiri.wordpress.com/1170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harapandiri.wordpress.com/1170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harapandiri.wordpress.com/1170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harapandiri.wordpress.com/1170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harapandiri.wordpress.com/1170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&amp;blog=2611769&amp;post=1170&amp;subd=harapandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harapandiri.wordpress.com/2011/11/21/masih-disini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Landy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harapandiri.files.wordpress.com/2011/11/masjid-kebon-jeruk7.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">masjid kebon jeruk7</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Pesan Orang Lama&#8221;</title>
		<link>http://harapandiri.wordpress.com/2011/05/10/pesan-orang-lama/</link>
		<comments>http://harapandiri.wordpress.com/2011/05/10/pesan-orang-lama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 May 2011 04:39:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Landy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Karkun]]></category>
		<category><![CDATA[khuruj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harapandiri.wordpress.com/?p=1154</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ….      Satu dari banyak hal yang orang lama pesankan kepada saya yang Alhamdulillah sampai saat ini masih saya ingat adalah “Agar selalu berdoa semoga Allah swt kekalkan dalam Usaha Dakwah ini” dan hal tersebut yang sampai detik ini masih saya amalkan. Pernah terlintas kekawatiran dihati terhadap usaha dakwah ini melihat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&amp;blog=2611769&amp;post=1154&amp;subd=harapandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ….</p>
<p align="JUSTIFY">     Satu dari banyak hal yang orang lama pesankan kepada saya yang Alhamdulillah sampai saat ini masih saya ingat adalah “Agar selalu berdoa semoga Allah swt kekalkan dalam Usaha Dakwah ini” dan hal tersebut yang sampai detik ini masih saya amalkan. Pernah terlintas kekawatiran dihati terhadap usaha dakwah ini melihat begitu banyaknya fitnah yang muncul baik dari orang yang belum ambil usaha dakwah maupun dari pekerja dakwah itu sendiri, dan sekali lagi orang lama tersebut berpesan kepada saya, “Kerjakan Usaha Dakwah ini dengan kepahaman dan diatas tertib seperti yang sudah digariskan. Yang harus diingat usaha dakwah ini bukan usaha kita melainkan usaha Allah swt, jangan pernah takut orang akan meninggalkan Usaha Dakwah ini yang harus ditakutkan ketika Allah swt sudah tidak pandang kita lagi dan lemparkan kita dari Usaha Dakwah ini, karena barang siapa yang ingin mencari kebenaran maka Allah swt akan kenalkan dengan Islam, dan barang siapa yang ingin memperbaiki diri maka Allah swt pasti akan kenalkan dia dengan Usaha Dakwah ini, sekeras apapun orang-orang menentang usaha dakwah ini kalau di hatinya ada keinginan untuk memperbaiki diri pastinya Allah swt akan libatkan dia dalam Usaha Dakwah ini ( sambil mencontohkan beberapa orang sahabat Nabi saw ), dan selembut dan semendukung apapun orang terhadap Usaha Dakwah ini kalau dihatinya sudah merasa paling benar dan tidak berkeinginan untuk memperbaiki diri maka Allah swt tidak akan libatkan orang tersebut dalam Usaha Dakwah ini.”</p>
<p align="JUSTIFY">      Dan ini terbukti, ketika awal-awal Usaha Dakwah ini hanya sedikit orang yang ambil bagian sampai-sampai jamaah 3 hari masih dikeluarkan dari markaz kebun jeruk waktu itu belum ada muallah maupun halaqoh. Tapi kita bisa lihat sekarang di Jakarta sendiri sudah ada ratusan halaqoh, bahkan tidak menutup kemungkinan kelak seperti yang diharapkan oleh para masyech, tidak akan ada lagi halaqoh yang menjadi kumpulan beberapa muallah melainkan seluruh masjid-masjid akan menjadi halaqoh dimana jamaah 3 hari , 40 hari , 4 bulan bahkan 1 tahun dikeluarkan bukan lagi dari muallah-muallah melainkan dari setiap rumah-rumah orang-orang islam akan keluar orang-orang yang mewakafkan umurnya untuk agama. Dimana kita kan mendengar bukan hanya satu daerah atau satu kampung yang berbondong-bondong menujuh cahaya islam melainkan kita akan mendengar satu negeri semua penduduknya akan memeluk islam.</p>
<p align="JUSTIFY">      Jadi mulai detik ini mari kita ambil keputusan untuk menjadikan dakwah maksud hidup, hidup untuk dakwah , dakwah sampai mati dan mati dalam dakwah. Tetapkan waktu untuk buat 2.5 jam sebagaimana arahan jamaah Maharasta , buat segitiga muallah dan lihat betapa Allah swt dengan kudrat-Nya akan menyelesaikan semua permasalahan yang kita hadapi baik dengan asbab maupun tanpa perantara asbab.</p>
<p align="JUSTIFY">..Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa’atubu Ilaik Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harapandiri.wordpress.com/1154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harapandiri.wordpress.com/1154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harapandiri.wordpress.com/1154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harapandiri.wordpress.com/1154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/harapandiri.wordpress.com/1154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/harapandiri.wordpress.com/1154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/harapandiri.wordpress.com/1154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/harapandiri.wordpress.com/1154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harapandiri.wordpress.com/1154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harapandiri.wordpress.com/1154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harapandiri.wordpress.com/1154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harapandiri.wordpress.com/1154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harapandiri.wordpress.com/1154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harapandiri.wordpress.com/1154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&amp;blog=2611769&amp;post=1154&amp;subd=harapandiri&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harapandiri.wordpress.com/2011/05/10/pesan-orang-lama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Landy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
