<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>~Pencerahan~</title>
	<atom:link href="http://harapandiri.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://harapandiri.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Nov 2009 07:32:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='harapandiri.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/9fd579e1b8ac1929783debc660b34817?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>~Pencerahan~</title>
		<link>http://harapandiri.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Kargozari Mudzakarah Tertib Dakwah</title>
		<link>http://harapandiri.wordpress.com/2009/11/20/kargozari-mudzakarah-tertib-dakwah/</link>
		<comments>http://harapandiri.wordpress.com/2009/11/20/kargozari-mudzakarah-tertib-dakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 00:22:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Landy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Dawah]]></category>
		<category><![CDATA[Ijtima Serpong]]></category>
		<category><![CDATA[Iman Yakin]]></category>
		<category><![CDATA[Karkun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harapandiri.wordpress.com/?p=1040</guid>
		<description><![CDATA[

Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, Nahmaduhu wa nushalli ‘ala rasulihil kariim. ‘amma ba’du….



Kalau anda di tanya mana yang anda pilih, hanya  mendengar sesuatu yang menarik perhatian atau merasakan langsung sesuatu yang menarik itu, maka pasti kita semua menginginkan merasakan langsung sesuatu yang menarik tersebut ketimbang hanya mendengarkan dari orang lain tentang hal tersebut. Untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&blog=2611769&post=1040&subd=harapandiri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, Nahmaduhu wa nushalli ‘ala rasulihil kariim. ‘amma ba’du….<span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
<a href="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/11/5570_1108178986337_1282708443_30277934_4622307_s.jpg"><br />
</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Kalau anda di tanya mana yang anda pilih, hanya  mendengar sesuatu yang menarik perhatian atau merasakan langsung sesuatu yang menarik itu, maka pasti kita semua menginginkan merasakan langsung sesuatu yang menarik tersebut ketimbang hanya mendengarkan dari orang lain tentang hal tersebut. Untuk perkara dunia saja kita paham bahwa akan lebih menyenangkan apabila merasakan langsung ketimbang hanya mendengarkan dari orang lain sesuatu yang kita anggap menarik, maka sudah seharusnya keinginan untuk mendengarkan langsung mudzakarah yang di sampaikan orang tua kita di markaz jauh lebih menarik minat dan perhatian kita semua ketimbang hanya duduk di depan computer memperhatikan dan membaca tulisan mengenai tertib-tertib dakwah, karena dalam usaha dakwah ini sangat di tekankan pentinganya ber sub’ah dan kita akan jauh lebih paham mana kala kita duduk langsung mendengarkan arahan dari orang tua kita di markaz dakwah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Oleh karena saya tidak mau merusak kenikmatan anda dan agar kita sendiri tidak berubah tawajuhnya pada usaha ini, terlebih lagi tertib usaha dakwah ini adalah gerak bukan tulisan dan hal-hal terkait dengan dakwah tidak dianjurkan menggunakan media internet maka saya hanya akan menulis secara garis besar saja bukan secara detail mudzakarah tertib dakwah karena untuk sesuatu yang detail tetap harus dilakukan secara mujahadah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Sudah kali ke 3 sejak jum’at pekan lalu mudzakarah mengenai tertib dakwah yang akan menjadi panduan dakwah seluruh Indonesia diadakan dimasjid Jami Kebun Jeruk Jl. Hayam Wuruk No. 83 Taman Sari Jakarta. Mudzakarah ini baru pertama kali diadakan di Indonesia khususnya di markaz Jakarta , karena Jakarta merupakan barometer dakwah di Indonesia. Mudzakarah ini sendiri bertujuan untuk menyamakan persepsi dan sosialisasi sehingga gerak dan kerja kita sama sesuai arahan, karena apabila kerja yang kita lakukan sesuai dengan arahan-arahan maka gerak kita yang sedikit ini sudah dapat menarik pertolongan Allah swt.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Secara garis besar mudzakarah terbagi menjadi 5 point besar : 1. Kerja Maqomi, 2. Usaha atas Masturah, 3. Jamaah jalan kaki, 4.Orang lama tingkatkan pengorbanan, 5. Usaha atas orang miskin dan awam. Tapi sekali lagi saya tidak akan membahas ke lima point tersebut secara detail, saya hanya ingin menulis beberapa catatan yang saya anggap penting untuk di sharing dalam blog ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Betapa bahagianya para Masyech ketika menyaksikan “kesuksesan” ijtima bulan juli yang lalu sehingga untuk tahun yang akan datang Indonesia mendapat kepercayaan mengadakan 2 kali pertemuan antar kawasan , yaitu jord qudama ( orang – orang lama yang pernah keluar minimal 40 hari ) dan  ijtima ( dapat di hadiri oleh semua orang baik yang sudah keluar maupun yang belum ).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Ada tanda tanya besar di kepala para masyech khususnya Maulana Saad dimana sangat mudah menemui orang / jamaah indonesia di Nizamudin bahkan rombongan dari Indonesia terbanyak di banding negara-negara lain, tapi sayangnya untuk takazah negeri jauh sangat sedikit jamaah Indonesia yang di keluarkan , oleh karena itu untuk kedepannya  Indonesia di harapkan setiap tahunnya mengirimkan minimal 100 jamaah ke negeri Arab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Dan yang juga tidak kalah pentingnya bahwa usaha dakwah ini harus benar-benar di sandarkan kepada kehidupan sahabat Nabi saw, karena Kalau kerja dakwah ini tidak di sandarkan dengan kehidupan sahabat Nabi saw maka kerja dakwah ini akan kehilangan ruh , dan yang ada gerak kita sama halnya dengan organisasi-organisasi kebanyakan yang timbul dan tenggelam, oleh karenanya penting bagi setiap pekerja dakwah diharuskan banyak membaca Hayatush Shahabah secara individu di luar taklim harian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><span id="more-1040"></span>Dalam kerja dakwah ini kerja maqomi memiliki peranan yang terbesar karena ketika kita melakukan intiqoli hanya imaniah dan ibadah saja yang bisa kita peraktekan secara maksimal sedangkan muasyarah, muamalah dan aklaq baru bisa kita peraktekan secara maksimal ketika kita kerja atas maqomi, oleh karenanya  aturan main / tertib atas kerja maqomi sangat perlu di ketahui oleh setiap pekerja dakwah, tentang bagaimana kita membuat taklim rumah dan masjid , bagaimana buat 2,5 jam , jaulah satu dan dua, keluar tiga hari , usaha atas ulama , pelajar , masturah dan lain sebagainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Untuk perkara keluar 3 hari para masyech tidak pernah menganjurkan orang-orang lama yang pernah keluar bergabung dalam satu atau beberapa muallah untuk keluar khuruj 3 hari, melainkan yang disarankan dan di maksud keluar 3 hari adalah 1 orang lama membawa 9 sampai 10 orang baru sehingga kalau di muallah ada 4 orang lama muallah tersebut bisa mengeluarkan jamaah setiap minggunya Keluarnya beberapa orang lama dalam satu muallah atau beberapa muallah bukan di sebut jamaah melainkan TIM/GROUP.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Setiap pekerja dakwah juga penting untuk mengadakan dan duduk dalam 2 kali taklim, baik itu taklim rumah dan taklim masjid,  kesalahan terbesar bagi pekerja dakwah adalah sudah merasa puas kalau di rumah istri mereka sudah buat taklim walau tanpa kehadiran dirinya, sebenarnya hal tersebut merupakan kerugian dan kesalahan terbesar karena Laki-laki yang tidak pernah duduk untuk taklim rumah, maka kwalitas agama di rumahnya akan menurun yang akan berdampak pada kwalitas agama di muallahnya, oleh karenanya setiap laki-laki harus duduk dalam 2 taklim , rumah dan masjid.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Dan untuk perkara usaha masturah sudah selayaknya setiap kita memberikan perhatian yang lebih dan mendapatlan porsi yang sama besar dengan usaha atas rizal, tapi harus di ingat walaupun usaha atas masturah itu penting, usaha atas tertib masturah jauh lebih penting, dan salah satu yang dianjurkan dan diperbolehkan  adalah mengadakan jord atas masturah mengenai tertib dan caranya bisa di tanyakan kepada para penanggung jawab masturah di daerah masing-masing. Pada saat mudzakarah yang lalu juga dibahas bagaimana aturan main kita keluar masturah dalam setahun, bulan 1dan 2 kita keluar 3 hari Rizal, di bulan ke 3 kita keluar 3 hari masturah, bulan 4 dan 5 kita keluar 3 hari Rizal, di bulan ke 6 kita keluar 3 hari masturah, 7 dan 8 kita keluar 3 hari Rizal, di bulan ke 9 kita keluar 3 hari masturah, 10 dan 11 kita keluar 3 hari Rizal, di bulan ke 12 kita keluar 15 hari masturah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Sebenarnya masih banyak yang ingin saya tulis tapi akan lebih baik manakala kita langsung mendengar apa yang menjadi keinginan dan arahan orang tua kita. Semoga Allah swt tetap kan kita dalam usaha dakwah ini dan menjadikan dakwah ini maksud hidup , hidup untuk dakwah , dakwah sampai mati dan mati dalam dakwah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
</span></p>
<p>Subhanallahi wabihamdika ashaduala ilaha ila anta astagfiruka waatubuhu ilaik’. Wabilahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu…</p>
<p><!--Session data--></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harapandiri.wordpress.com/1040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harapandiri.wordpress.com/1040/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harapandiri.wordpress.com/1040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harapandiri.wordpress.com/1040/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harapandiri.wordpress.com/1040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harapandiri.wordpress.com/1040/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harapandiri.wordpress.com/1040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harapandiri.wordpress.com/1040/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harapandiri.wordpress.com/1040/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harapandiri.wordpress.com/1040/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&blog=2611769&post=1040&subd=harapandiri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harapandiri.wordpress.com/2009/11/20/kargozari-mudzakarah-tertib-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Landy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Korban Waktu Untuk Maqomi</title>
		<link>http://harapandiri.wordpress.com/2009/11/15/korban-waktu-untuk-maqomi/</link>
		<comments>http://harapandiri.wordpress.com/2009/11/15/korban-waktu-untuk-maqomi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 10:35:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Landy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Dawah]]></category>
		<category><![CDATA[Ijtima Serpong]]></category>
		<category><![CDATA[Iman Yakin]]></category>
		<category><![CDATA[Karkun]]></category>
		<category><![CDATA[khuruj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harapandiri.wordpress.com/?p=1033</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, Nahmaduhu wa nushalli ‘ala rasulihil kariim. ‘amma ba’du….




Tidak semua manusia Allah swt beri harta yang sama jumlahnya , begitupun dengan hal-hal lainnya, tapi ada satu hal yang setiap kita memiliki takaran yang sama yaitu dalam hal waktu. Setiap orang mendapatkan jatah waktu 24 jam dalam sehari, lain hal kalau memang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&blog=2611769&post=1033&subd=harapandiri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, Nahmaduhu wa nushalli ‘ala rasulihil kariim. ‘amma ba’du….</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
<img class="aligncenter size-medium wp-image-1034" title="12436_1149490464128_1433604847_30419420_940246_n" src="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/11/12436_1149490464128_1433604847_30419420_940246_n.jpg?w=300&#038;h=274" alt="12436_1149490464128_1433604847_30419420_940246_n" width="300" height="274" /></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Tidak semua manusia Allah swt beri harta yang sama jumlahnya , begitupun dengan hal-hal lainnya, tapi ada satu hal yang setiap kita memiliki takaran yang sama yaitu dalam hal waktu. Setiap orang mendapatkan jatah waktu 24 jam dalam sehari, lain hal kalau memang sudah ajalnya mungkin kurang dari 24 jam, tapi setidaknya waktu adalah ukuran dimana setiap orang secara garis besar mendapatkan jatah yang sama baik ia raja ataupun rakyat jelata. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
Dalam usaha dakwah ini ada 2 hal yang sangat di tekankan untuk di korbankan yaitu korban harta dan waktu. Mungkin kebanyakan dari umat hari ini tidak begitu sulit untuk korban harta, tapi mana kala disuruh meluangkan waktu, kebanyakan dari kita akan berpikir ratusan bahkan ribuan kali. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
Waktu menjadi sesuatu yang penting untuk di korbankan baik ketika sedang melakukan amalam maqomi maupun intiqoli. Kekurangan jumlah personil di muallah sering kali dijadikan alasan para pekerja dakwah tidak menghidupkan amal maqomi, pada hal sesungguhnya keengganan mengorbankan waktu untuk muallah yang menjadai dasar mengapa amal maqomi tidak hidup. Sifat malas dan malu seringkali hinggap di hati para pekerja dakwah termasuk saya.. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
Dulu saya beranggapan bagaimana bisa muallah saya hidup 5 amal sedangkan saya masih seorang diri dan ditambah lagi medan yang cukup berat karena saya tinggal di lingkungan yang mayoritas dihuni oleh penduduk asli tempat tersebut, yang sudah pasti aga susah untuk memulai sesuatu yang mereka anggap “baru”. Dan untungnya saya banyak sekali menjumpai orang-orang lama yang telah buat banyak korban dalam usaha dakwah ini sehingga masukan dan saran dari mereka seringkali membuat motivasi saya terpacu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
Usaha pertama yang harus dilakukan untuk menghidupkan maqomi ketika kita masih seorang diri adalah kita harus tanyakan kepada diri kita sendiri berapa banyak kiranya waktu yang akan kita berikan untuk muallah secara istiqomah, 5 menit ,10 menit , 1 jam atau berapa??? . Setelah itu kira-kira amalan apa yang bisa kita kerjakan dengan sejumlah waktu yang kita berikan tersebut, apakah taklim masjid, 2,5 jam, atau sebagainya. Yang harus di ingat ketika kita buat amal maqomi kita niatkan untuk membuat amal maqomi sempurna walau pada kenyatannya hanya fikir harian atau taklim masjid yang baru kita bisa buat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
Dan selalu tanamkan pada hati dan pikiran kita bahwa kita sedang membuat usaha yang dahulu Nabi saw pun buat. Tetap semangat membuat taklim walau kita seorang diri, bayangkan orang-orang yang kita kasihi baik yang menentang ataupun yang belum mau ambil bagian ada di hadapan kita, walaupun pada kenyataannya  secara dzahir mereka tidak ada, sama halnya ketika Allah swt memerintahkan Nabi Ibrahim as untuk menyeru manusia untuk menunaikan haji, secara dzahir tidak ada manusia pada saat itu tapi kenyataannya Allah swt sampaikan seruan Nabi Ibrahim as tersebut sampai saat ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
<span id="more-1033"></span>Kalau kita belum berani jumpa orang untuk bicara tentang iman, buat amalan di masjid entah baca qur’an atau yang lainnya serta selalu sibukkan diri kita di masjid , jaga hubungan baik kita dengan Allah swt, jadikan Allah swt tempat pertama untuk kita mengadukan setiap permasalahan yang kita hadapi sebelum masalah tersebut kita ceritakan kepada orang lain hatta istri kita sekalipun. Focus pada kerja ini jangan focus pada masalah-masalah yang datang ketika kita membuat maqomi , karena masalah yang timbul ketika kita membuat maqomi hakekatnya hanya dua saja, yang pertama setiap masalah yang timbul bisa jadi karena apa yang kita kerjakan masih teramat jauh dari tertib yang sudah digariskan para orang tua kita sehingga masalah yang Allah swt hadirkan sesungguhnya untuk mengembalikan kita pada tertib kerja yang sesungguhnya, atau kalau kita sudah buat kerja dengan tertib tetapi masih timbul masalah bisa jadi masalah tersebut pada hakekatnya untuk menaikan derajat kita di sisi Allah swt. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
Tujuan usaha dakwah ini adalah bagaimana setiap umat paham atas maksud hidup mereka dihantar ke dunia ini. Dan yang harus di pahami bahwa usaha dakwah ini bukan untuk saat ini saja tapi bagaimana bisa berlanjut sampai anak cucu kita kelak bahkan sampai manusia yang terkahir lahir di dunia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
Buat usaha dakwah ini secara istiqomah dan selalu tingkatkan pengorbanan semampu yang kita bisa, terlebih lagi Masyech kita pesan setiap pekerja dakwah harus meningkatkan pengorbanan sebelum akhir 2010 karena akan ada perubahan besar yang akan terjadi yang saya pun tidak tahu apa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
Dalam usaha dakwah ini juga sangat ditekankan pentingnya kita bersub’ah/ berkunjung kepada orang tua kita di India,Pakistan,Bangladesh, bukan untuk mengkultuskan mereka melainkan untuk secara langsung melihat bagaimana mereka membuat kerja atas dakwah ini, karena dalam usaha dakwah ini bukan hanya belajar tentang kajian-kajian saja melainkan bagaimana mengaplikasikan apa yang kita dapatkan dalam bentuk praktek nyata. Oleh karena itu sangat di tekankan sebelum akhir 2010 bagi yang belum ke IPB ( India, Pakistan, Bangladesh ) segera ke IPB dan bagi yang sudah 2 tahun lebih belum sub’ah kembali maka pentingnya  kembali ke IPB segera atau negeri jauh karena kita sangat di anjurkan minimal  2 tahun sekali sub’ah kepada para masyech agar kerja kita tidak melenceng dari yang telah di gariskan. Insya Allah kita semua niat amal dan tingkatkan pengorbanan. </span></p>
<p>Subhanallahi wabihamdika ashaduala ilaha ila anta astagfiruka waatubuhu ilaik’. Wabilahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu…</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harapandiri.wordpress.com/1033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harapandiri.wordpress.com/1033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harapandiri.wordpress.com/1033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harapandiri.wordpress.com/1033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harapandiri.wordpress.com/1033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harapandiri.wordpress.com/1033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harapandiri.wordpress.com/1033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harapandiri.wordpress.com/1033/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harapandiri.wordpress.com/1033/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harapandiri.wordpress.com/1033/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&blog=2611769&post=1033&subd=harapandiri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harapandiri.wordpress.com/2009/11/15/korban-waktu-untuk-maqomi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Landy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/11/12436_1149490464128_1433604847_30419420_940246_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">12436_1149490464128_1433604847_30419420_940246_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mudzakarah Masyech</title>
		<link>http://harapandiri.wordpress.com/2009/11/09/mudzakarah-masyech/</link>
		<comments>http://harapandiri.wordpress.com/2009/11/09/mudzakarah-masyech/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 01:30:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Landy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Dawah]]></category>
		<category><![CDATA[Ijtima Serpong]]></category>
		<category><![CDATA[Iman Yakin]]></category>
		<category><![CDATA[Karkun]]></category>
		<category><![CDATA[Masturah]]></category>
		<category><![CDATA[khuruj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harapandiri.wordpress.com/?p=1023</guid>
		<description><![CDATA[
Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Nahmaduhu wa nushalli ‘ala rasulihil kariim. ‘amma ba’du… 


Dalam setiap kegiatan apapun tidak terlepas dengan namanya sebuah peraturan atau tertib-terib yang berlaku. Kalau dalam dunia kerja kita mengenal dengan sebutan SOP (  STANDARD OPERATING PROCEDURE ) dimana hal tersebut berfungsi Memperlancar tugas petugas/pegawai atau tim/unit kerja., Sebagai dasar hukum bila [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&blog=2611769&post=1023&subd=harapandiri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-full wp-image-1025" title="8731_1141841707884_1282708443_30359966_8292001_s" src="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/11/8731_1141841707884_1282708443_30359966_8292001_s1.jpg?w=365&#038;h=199" alt="8731_1141841707884_1282708443_30359966_8292001_s" width="365" height="199" /></p>
<p>Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">Nahmaduhu wa nushalli ‘ala rasulihil kariim. ‘amma ba’du…<span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Dalam setiap kegiatan apapun tidak terlepas dengan namanya sebuah peraturan atau tertib-terib yang berlaku. Kalau dalam dunia kerja kita mengenal dengan sebutan SOP (  STANDARD OPERATING PROCEDURE ) dimana hal tersebut berfungsi Memperlancar tugas petugas/pegawai atau tim/unit kerja., Sebagai dasar hukum bila terjadi penyimpangan.,  Mengetahui dengan jelas hambatan-hambatannya dan mudah dilacak., Mengarahkan petugas/pegawai untuk sama-sama disiplin dalam bekerja., Sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan rutin. Begitupun dalam usaha dakwah, kita juga mengenal yang namanya “Tertib-Terib”. Dan biasanya tertib-tertib tersebut berdasarkan musyawarah para ahli suro dengan para Masyech di Nizamudin, tertib-tertib yang berlaku dalam dakwah kurang lebih berfungsi sama sebagaimana SOP (  STANDARD OPERATING PROCEDURE ) pada perusahaan. Hanya bedanya kalau SOP di evaluasi sewaktu-waktu saja apabila diinginkan tetapi kalau tertib-tertib dakwah di evaluasi setiap hari. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
Permasalah-permasalahan yang terjadi dibahas dan dievaluasi  ketika kita musyawarah dimuallah masing-masing, dan apabila terjadi permasalahan yang tidak terpecahkan di tingkat muallah maka persoalan tersebut bisa di bawa pada musyawarah mingguan di halaqoh dan apabila masih tidak bisa terpecahkan maka persoalan tersebut dibawa pada musyawarah markaz baik setiap hari ataupun setiap malam selasa bada magrib dan kalau tidak terpecahkan juga maka akan di selesaikan pada musyawarah 2 tahunan Nizamudin. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
Para ahli suro seringkali mengigatkan kita untuk berkerja sesuai arahan dan tertib-tertib yang berlaku karena apabila kita berkerja tidak dengan arahan atau tertib yang berlaku maka bukan hidayah yang akan Allah swt turunkan melainkan Azab yang akan turun, maka dari itu lagi dan lagi pentinganya setiap individu dakwah harus mengetahui apa saja yang telah menjadi ketentuan dan tertib yang belaku dalam usaha dakwah ini, dan untuk hal tersebut tadi malam ( 09 november 2009 ) ketika musyawarah mingguan markaz dibahas tentang akan diadakannya mudzakarah mengenai tertib-tertib terbaru  sesuai dengan arahan para masyech kita yang disampaikan ketika Ijtima Juli lalu. Mudzakarah ini sendiri berfungsi untuk penyeragaman kerja dakwah di Indonesia, sehingga setiap pekerja dakwah dimana pun di Indonesia bekerja pada tertib yang sama yang sudah di gariskan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
<span id="more-1023"></span> Mudazakarah itu sendiri akan di lakukan setiap hari Senin dan Jum’at setiap minggunya  pukul 16.00 wib di masjid Jami Kebun Jeruk Jl. Hayam Wuruk No. 83 Taman Sari,  Jakarta Barat (Jakarta 11160), dan dimulai pada Jum’at ini. Oleh karena pentingnya mudzakarah tersebut maka seluruh karkun di harapakan hadir terutama bagi para penanggung jawab di halaqoh sehingga paham tentang apa saja point-point yang harus di sampaikan ketika memberikan bayan hidayah, wabsi ,masturah dan sebagainya di halaqohnya masing-masing. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
Dan Jakarta mendapatkan keistimewaan tersendiri karena mudzakarah ini baru di lakukan di markaz Jakarta, dengan pertimbangan Jakarta menjadi acuhan bagi daerah-daerah yang lainnya. Diharapkan dengan adanya mudzakarah tersebut para pekerja dakwah khususnya di Jakarta dapat menerapkannya ketika membuat usaha dakwah di muallah masing-masing, sehingga setiap jamaah gerak dari daerah-daerah yang bergerak di Jakarta dapat melihat secara langsung praktek kerja dan ikut juga menerapkanya sekembalinya ke daerahnya masing-masing. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
Mari para pekerja dakwah yang ada di Jakarta jangan lewatkan kesempatan ini, kita luangkan waktu kita sedapat mungkin setiap Senin dan Jum’at jam 16.00 wib untuk duduk sama-sama di markaz guna mendengarkan arahan kerja yang telah di gariskan oleh para Masyech. Semoga asbab pengorbanan kita yang sedikit ini Allah swt turunkan hidayahnya untuk diri kita ,keluarga kita dan seluruh alam, dan semoga Allah kekalkan kita dalam usaha dakwah ini, dakwah maksud hidup, hidup untuk dakwah, dakwah sampai mati dan mati dalam dakwah , amien.. amien…amein.. </span></p>
<p>Subhanallahi wabihamdika ashaduala ilaha ila anta astagfiruka waatubuhu ilaik’. Wabilahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu…</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harapandiri.wordpress.com/1023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harapandiri.wordpress.com/1023/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harapandiri.wordpress.com/1023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harapandiri.wordpress.com/1023/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harapandiri.wordpress.com/1023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harapandiri.wordpress.com/1023/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harapandiri.wordpress.com/1023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harapandiri.wordpress.com/1023/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harapandiri.wordpress.com/1023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harapandiri.wordpress.com/1023/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&blog=2611769&post=1023&subd=harapandiri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harapandiri.wordpress.com/2009/11/09/mudzakarah-masyech/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Landy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/11/8731_1141841707884_1282708443_30359966_8292001_s1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">8731_1141841707884_1282708443_30359966_8292001_s</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NIAT YANG KUAT</title>
		<link>http://harapandiri.wordpress.com/2009/11/01/niat-yang-kuat/</link>
		<comments>http://harapandiri.wordpress.com/2009/11/01/niat-yang-kuat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 22:45:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Landy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Dawah]]></category>
		<category><![CDATA[Ijtima Serpong]]></category>
		<category><![CDATA[Iman Yakin]]></category>
		<category><![CDATA[Karkun]]></category>
		<category><![CDATA[Masturah]]></category>
		<category><![CDATA[khuruj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harapandiri.wordpress.com/?p=1010</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, Nahmaduhu wa nushalli ‘ala rasulihil kariim. ‘amma ba’du…

Ayo catat nama yang penting niat dulu…,
Niatnya berangkat bulan apa&#8230;.,
Ayo yang niat periode ini silakan catat nama…. ,
Kata-kata diatas tentunya sering kita dengar baik ketika malam markaz, musyawarah baik dimarkaz atau halaqoh maupun ketika kita sedang khuruj, seakan-akan setiap saat kita diharapakan untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&blog=2611769&post=1010&subd=harapandiri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh, Nahmaduhu wa nushalli ‘ala rasulihil kariim. ‘amma ba’du…</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-1016" title="106_5390" src="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/11/106_5390.jpg?w=300&#038;h=225" alt="106_5390" width="300" height="225" /></p>
<p>Ayo catat nama yang penting niat dulu…,<br />
Niatnya berangkat bulan apa&#8230;.,<br />
Ayo yang niat periode ini silakan catat nama…. ,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Kata-kata diatas tentunya sering kita dengar baik ketika malam markaz, musyawarah baik dimarkaz atau halaqoh maupun ketika kita sedang khuruj, seakan-akan setiap saat kita diharapakan untuk lagi dan lagi meluruskan dan menguatkan niat kita. Jujur sampai saat ini saya tidak mengerti maksud di balik kita harus terus memasang niat yang kuat, sampai seminggu yang lalu ketika di akhir sesi training 3 hari di Cipanas salah satu Trainer mengajukan sebuah pertanyaan yang menarik. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"> “Untuk mencapai sukses maka di perlukan niat dan usaha/cara, sekarang permasalahannya berapa persen niat dan usaha/cara yang harus ada didiri kita??? “ begitu kurang lebih pertanyaan trainer , beberapa rekan saat itu mulai mengemukakan pendapat masing-masing ada yang bilang niat 60 % ,cara / usaha 40% ada yang sebaliknya dan sayangnya tak satu pun pendapat tersebut yang “benar”, sang trainer kemudian menjelaskan bahwa untuk mencapai kesuksesan di perlukan niat yang full yaitu 100% karena ketika niat kita full (100%), maka akan menghasilkan usaha/cara yang tak terhingga banyaknya, selepas itu sang trainer meminta kami berbaris menjadi 2 baris dan memerintahkan masing-masing dari kita mengambil satu buah pin yang berjarak kurang lebih 100 meter, dan setiap masing-masing kami yang saat itu berjumlah 50 orang di harus kan mengambil pin dengan cara  yang satu sama lain tidak boleh sama. Ada yang mengambil dengan cara merangkak, lari, jongkok dan lain sebagainya yang kesemuanya satu sama lain pastinya berbeda. Ini mengambarakan bawah ketika seseorang memiliki niat yang kuat maka Allah swt akan berikan seribu satu jalan keluar yang tak terhingga banyaknya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Disini saya belajar, bahwa entah disadari atau tidak hal tersebut saya dapati juga ketika mengikuti program-program dakwah, dimana kita semua diajarkan untuk terus memasang niat yang kuat ketika akan melakukan program khuruj baik 3 hari maupun lebih bahkan perkara Niat termasuk dalam mudzakarah 6 sifat yang harus di ulang-ulang setiap harinya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Kalau kita lihat dari sudut agama niat merupakan sesuatu yang penting. Sikap dan perbuatan manusia diawali dengan niat untuk dapat mencapai hasil yang maksimal. Dorongan niat yang kuat tersebut berimbas pada keseriusan dan harapan yang besar kepada Allah untuk bisa dikabulkan segala keinginannya. Sebagaimana ditegaskan dalam hadits Nabi saw. </span></p>
<p>“Sesungguhnya setiap amal atau perbuatan (bergantung) kepada niat.” (HR Bukhari).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><span id="more-1010"></span>Allah SWT menjadikan umat Nabi Muhammad saw sebagai umat yang diistimewakan. Hal ini dikarenakan cukup bagi setiap muslim memiliki niat yang baik dan terpuji saja walau belum diamalkan sudah mendapatkan pahala yang besar disisi Allah swt, dan akan lebih besar lagi mana kala niat tersebut dapat ter-realisasi dalam bentuk amal. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Dalam Islam, segala syariat dan perbuatan seseorang berpusat<br />
pada niat. Makanya, baik itu Iman, Islam dan Ihsan tidak lepas dari keberadaan hati manusia. Sehingga sangat tepat bila para ulama menempatkan posisi niat ini pada posisi yang sangat penting dalam kelangsungan ibadah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">”Niat seorang mukmin jauh lebih utama (penting) dari pada perbuatan yang akan dilakukannya”. Karena niat mampu menggerakkan, sekaligus menentukan gerak langkah anggota seluruh tubuh untuk melakukan sesuatu, baik itu yang terpuji maupun yang tercela. Semuanya berjalan atas perintah dan intruksi yang diberikan hati tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Umar bin Khattab, yang mendengar bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sah serta terkabulnya amal sholeh, itu sangat ditentukan oleh niatnya. Sehingga seseorang yang melaksanakan sebuah aktifitas, juga sangat bergantung pada motif dari niat yang disengajakannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Niat seseorang juga merupakan penentu apakan sesuatu yang dilakukannya itu bernilai ibadah yang berpahala atau hanya merupakan kebiasaan yang biasa, sebagai contoh ketika seseorang memasuki masjid dan berdiam di dalamnya, mana kala orang tersebut berniat untuk I’tikaf, maka diamnya tadi telah masuk katagori ibadah yang berpahala besar sedangkan kalau diamnya itu untuk sekedar melepaskan lelah maka orang tersebut tidak mendapatkan apa-apa selain hilangnya lelah. Dan hal tersebut belaku juga untuk ibadah-ibadah yang lainnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Oleh karenanya mulai saat ini kita masing-masing sebelum melakukan suatu aktifitas apapun kita kembali mengoreksi niat kita, kira-kira untuk apa kita melakukan hal tersebut apakah ada nilai ibadah di dalamnya atau hanya kesia-siaan belaka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Mari mulai detik ini kita pasang niat untuk keluar lebih lama lagi di jalan Allah swt , bagi yang belum pernah 4 bulan segera niatkan begiatu juga yang belum 40 hari, pasang niat yang kuat kapan kiranya kita akan berangkat dan segera taruh uang kita di amanah baik di markaz ataupun pada orang yang di percaya di halaqoh kita, setelah itu perbaiki amalan, Insya Allah semuanya akan berjalan dengan lancar, karena banyak teman-teman kita dalam dakwah yang telah membuktikan akan hal tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Dan kadang kala ada suatu keanehan yang terjadi di kalangan ahli dakwah ketika di tanya kapan mau khurujnya baik 40 hari maupun 4 bulan maka sebagain besar dari kita menjawab saya baru pasang niat aja ga tahu berangkatnya kapan, seakan-akan kita takut doa kita di kabulkan, pada hal yang betul kita tentukan tanggal dan bulannya , pasang niat yang kuat , perbanyak sedekah, perbaiki amal, insya Allah akan terkabul, bukan malah takut niat kita akan di kabulkan he.he..he&#8230; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Jadi mulai sekarang jangan takut untuk pasang niat, doakan saya yang lemah ini untuk bisa keluar lebih lama lagi dan bisa menghadiri jord kudama pada januari nanti di Temboro. Amien..amien…amien…</span></p>
<p>Subhanallahi wabihamdika ashaduala ilaha ila anta astagfiruka waatubuhu ilaik’. Wabilahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu…</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harapandiri.wordpress.com/1010/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harapandiri.wordpress.com/1010/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harapandiri.wordpress.com/1010/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harapandiri.wordpress.com/1010/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harapandiri.wordpress.com/1010/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harapandiri.wordpress.com/1010/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harapandiri.wordpress.com/1010/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harapandiri.wordpress.com/1010/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harapandiri.wordpress.com/1010/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harapandiri.wordpress.com/1010/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&blog=2611769&post=1010&subd=harapandiri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harapandiri.wordpress.com/2009/11/01/niat-yang-kuat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Landy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/11/106_5390.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">106_5390</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berkhitmad</title>
		<link>http://harapandiri.wordpress.com/2009/10/28/berkhitmad/</link>
		<comments>http://harapandiri.wordpress.com/2009/10/28/berkhitmad/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 00:28:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Landy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Dawah]]></category>
		<category><![CDATA[Iman Yakin]]></category>
		<category><![CDATA[Karkun]]></category>
		<category><![CDATA[khuruj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harapandiri.wordpress.com/?p=1000</guid>
		<description><![CDATA[
Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Nahmaduhu wa nushalli ‘ala rasulihil kariim. ‘amma ba’du…

Tgl 21 sampai 23 Oktober 09 adalah tanggal dimana saya dan beberapa rekan di kantor mengikuti training selama 3 hari di Cipanas , selama tiga hari pula kami disibukan oleh serangkaian materi training dari pagi hingga malam hari, dan syukurnya training kali ini dibuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&blog=2611769&post=1000&subd=harapandiri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-medium wp-image-1001" title="PA230313-vert" src="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/10/pa230313-vert.jpg?w=199&#038;h=300" alt="PA230313-vert" width="199" height="300" /></p>
<p>Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh<br />
Nahmaduhu wa nushalli ‘ala rasulihil kariim. ‘amma ba’du…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Tgl 21 sampai 23 Oktober 09 adalah tanggal dimana saya dan beberapa rekan di kantor mengikuti training selama 3 hari di Cipanas , selama tiga hari pula kami disibukan oleh serangkaian materi training dari pagi hingga malam hari, dan syukurnya training kali ini dibuat sebegitu menariknya, banyak hal positif yang kami semua dapati, inti dari training kali ini bagaimana kita semua dapat menjadi orang yang suka berkhitmad ( memberikan pelayanan ) bukan menjadi orang yang gemar dilayani. Karena tanpa kita sadari sejak kita baru lahir sampai detik ini kita cenderung lebih suka apabila orang lain melayani kita bukan sebaliknya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1004" title="PA230319-vert" src="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/10/pa230319-vert1.jpg?w=199&#038;h=300" alt="PA230319-vert" width="199" height="300" />Ada yang menarik dari training selama tiga hari ini , tepatnya di hari ke-3 dimana kita hanya di beri waktu 1,5 jam untuk memikirkan startegi apa yang akan kita gunakan untuk memberikan pelayanan yang maksimal untuk para customer, dan customer kami kali ini adalah 33 anak yatim piatu, terang saja  kami semua aga kebingungan. Terlebih lagi karena kurangnya persiapan. Satu persatu dari kami mengeluarkan ide di kepala kami demi mendapat 50 point pada tantangan kali ini. ( standar kelulusan mendapatkan 250 point ). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1005" title="DSC01532-vert" src="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/10/dsc01532-vert.jpg?w=256&#038;h=300" alt="DSC01532-vert" width="256" height="300" />Kami bernyanyi , menari sampai-sampai seorang teman rela menjadi badut dadakan demi membuat customer ( anak-anak yatim piatu ) tersebut gembira. Lega rasanya ketika melihat adik-adik kami tersenyum , berlari, menari dll, rasanya 50 point tiada artinya dibanding kebahagian yang kami dapati. Panasnya sinar matahari tak menghentikan kami dalam kegembiraan kali ini. Rasanya saya tak akan mau menukar kebagian ini dengan apapun. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1007" title="DSC01523-vert" src="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/10/dsc01523-vert.jpg?w=245&#038;h=300" alt="DSC01523-vert" width="245" height="300" />Memang ketika kita memberi pelayanan dengan sepenuh hati maka yang pertama kali merasakan dampaknya adalah diri kita sendiri,. Sebenarnya materi yang saya dapati dari training kali ini maupun training yang sebelumnya sering juga saya dapati ketika saya khuruj setiap bulannya, dimana ketika kita khuruj baik itu 3 hari mauapun lebih dari itu kita secara tidak langsung diajarkan bagaimana menjadi orang yang banyak berkhitmad untuk orang lain bukan sebaliknya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1008" title="DSC01525-vert" src="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/10/dsc01525-vert.jpg?w=250&#038;h=300" alt="DSC01525-vert" width="250" height="300" />Berkhitmad bukan perkara mudah karena setiap  orang lebih suka dilayani ketimbang melayani, mari mulai hari ini kita belajar untuk lebih banyak melayani ketimbang dilayani , baik itu dengan Istri kita maupun dengan orang lain. </span></p>
<p>Subhanallahi wabihamdika ashaduala ilaha ila anta astagfiruka waatubuhu ilaik’. Wabilahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu…</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harapandiri.wordpress.com/1000/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harapandiri.wordpress.com/1000/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harapandiri.wordpress.com/1000/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harapandiri.wordpress.com/1000/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harapandiri.wordpress.com/1000/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harapandiri.wordpress.com/1000/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harapandiri.wordpress.com/1000/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harapandiri.wordpress.com/1000/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harapandiri.wordpress.com/1000/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harapandiri.wordpress.com/1000/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&blog=2611769&post=1000&subd=harapandiri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harapandiri.wordpress.com/2009/10/28/berkhitmad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Landy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/10/pa230313-vert.jpg?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">PA230313-vert</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/10/pa230319-vert1.jpg?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">PA230319-vert</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/10/dsc01532-vert.jpg?w=256" medium="image">
			<media:title type="html">DSC01532-vert</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/10/dsc01523-vert.jpg?w=245" medium="image">
			<media:title type="html">DSC01523-vert</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/10/dsc01525-vert.jpg?w=250" medium="image">
			<media:title type="html">DSC01525-vert</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nisab 3 Hari</title>
		<link>http://harapandiri.wordpress.com/2009/10/20/nisab-3-hari/</link>
		<comments>http://harapandiri.wordpress.com/2009/10/20/nisab-3-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 07:11:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Landy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Dawah]]></category>
		<category><![CDATA[Ijtima Serpong]]></category>
		<category><![CDATA[Iman Yakin]]></category>
		<category><![CDATA[Masturah]]></category>
		<category><![CDATA[khuruj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harapandiri.wordpress.com/?p=986</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Nahmaduhu wa nushalli ‘ala rasulihil kariim. ‘amma ba’du…

Selalu ada suasana dan perasaan yang baru ketika kembali dari nisab 3 hari setiap bulannya , perasaan yang mendorong saya untuk selalu menjadi lebih baik disetiap harinya, perasaan yang pastinya berbeda pada setiap orang yang mengalami. Ada kenikmatan dan semangat yang tidak bisa ditulis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&blog=2611769&post=986&subd=harapandiri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center">Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh<br />
Nahmaduhu wa nushalli ‘ala rasulihil kariim. ‘amma ba’du…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-989" title="89967532" src="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/10/89967532.jpg?w=300&#038;h=292" alt="89967532" width="300" height="292" />Selalu ada suasana dan perasaan yang baru ketika kembali dari nisab 3 hari setiap bulannya , perasaan yang mendorong saya untuk selalu menjadi lebih baik disetiap harinya, perasaan yang pastinya berbeda pada setiap orang yang mengalami. Ada kenikmatan dan semangat yang tidak bisa ditulis dan dilukiskan, hanya bisa dirasakan, sama halnya ketika kita meminum secangkir teh manis, dimana setiap orang akan berkata teh tersebut manis tanpa bisa mendeskripsikan lebih jauh. Sejauh apa manisnya, karena pastinya setiap orang berbeda dalam melukiskan hal tersebut . </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Begitu pun dengan saya , banyak orang berkata apa yang bisa didapat dari khuruj dimana program yang di kerjakan hanya itu-itu saja, taklim , jaulah, 2,5 jam dsb, terlebih lagi buku yang dibaca dari dulu sama tidak berubah  Fadilah A’mal + Sedekah dan sekarang ditambah dengan Muntakhab Hadist !!!! </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Mungkin bagi sebagian masyarakat umum secara kasat mata tak akan menemukan sesuatu yang berarti, hanya sekelompok orang yang melakukan kegiatan kumpul-kumpul, tidur serta makan di masjid, tapi jauh dibalik itu ada ratusan bahkan jutaan hikmah dan pelajaran yang bisa di dapat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Khuruj adalah media dimana seluruh pesertanya berinteraksi secara langsung dengan umat, sama sebagaimana yang dulu pernah di kerjakan oleh Rasulullah saw dan para sahabat-nya, dengan berinteraksi secara langsung kita akan temui jutaan manusia yang memiliki beragam karakter yang berbeda satu dengan lainnya ,berbeda suku, latar belakang, dan pendidikan, hidup berbaur satu sama lain. dan disitulah kenikmatannya. Secara tidak sadar kita akan dilatih tentang makna sabar dalam artian yang sebenarnya, ketika berhadapan dengan orang-orang yang bukan hanya tidak suka tetapi juga menentang secara nyata. Disinilah pratek tentang kesabaran tersebut berlaku , bukan hanya sekedar dibaca dan dihafal melainkan diterapkan dalam kehidupan nyata, karena kesabaran merupakan salah satu ciri mendasar orang yang bertaqwa kepada Allah swt. Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa kesabaran merupakan setengahnya keimanan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Tapi bukannya orang-orang yang suka khuruj bodoh-bodoh???, ehmm…, usaha dakwah ini begitu terbuka bagi siapa saja tanpa membedakan madzab, latar belakang dsb. Siapa saja bisa bergabung disini, dari orang terhormat sampai pembunuh, disini orang bebas masuk sebagai mana orang tersebut bebas keluar, tidak ada keanggotaan, tidak ada atasan dan bawahan, kadang kala kita lihat seseorang memberikan bayan ( penerangan , ceramah ) dikali yang lain kita lihat orang tersebut duduk mendengarkan  taklim dan seterusnya, setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk perkara tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Sampai detik ini saya tidak mengerti deskrispsi bodoh yang orang-orang umum sebut, setahu saya orang berilmu adalah orang yang tahu apa perintah yang Allah swt inginkan terhadap dirinya dalam setiap saat dan keadaan , bukan orang yang hafal ratusan bahkan ribuan hadist, banyak mengoleksi kitab-kitab di lacinya , atau fasih berbicara dalam bahasa arab. Sebagai contoh untuk mengukur sejauh mana orang itu pintar atau tidak maka kita bisa melihat ketika adzan berkumandang, orang yang disebut pintar adalah orang yang menyambut seruan adzan untuk menunaikan sholat berjamaah di masjid, bergitu juga dengan ibadah-ibadah yang lainnya, bukan hanya sekedar membidah-bidahkan. Kalau memang dalam jamaah khuruj ini banyak ditemui orang-orang yang masih awam dalam beragama bukan berarti kita bebas untuk menghina terlebih lagi mengkafirkan melainkan kita bahu membahu bekerja sama kearah perbaikan, karena bisa jadi ketidak tahuan mereka sebagai cerminan kehidupan beragama masyarakat kita pada umumnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><span id="more-986"></span>Singkatnya banyak yang akan kita dapati apabila kita meluangkan waktu kita dalam rangka memperbaiki diri, dan akan terus meningkat sejauh mana perngorbanan yang kita buat. Mari buat keputusan utnuk selalu menjadikan dakwah sebagai maksud hidup, karena dengan dakwah Allah swt akan memperbaiki amal-amal kita dan tidak hanya sampai di situ, melaikan Allah swt juga akan menghapus dosa-dosa kita. Mari yang belum menunaikan nisabnya bulan ini kita tunaikan, begitu juga dengan nisab tahunan. Dan pada akhirnya semoga Allah swt kekalkan kita dalam usaha dakwah ini , amiennnnnnnnnn. </span></p>
<p align="center">Subhanallahi wabihamdika ashaduala ilaha ila anta astagfiruka waatubuhu ilaik’. Wabilahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu…</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harapandiri.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harapandiri.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harapandiri.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harapandiri.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harapandiri.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harapandiri.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harapandiri.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harapandiri.wordpress.com/986/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harapandiri.wordpress.com/986/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harapandiri.wordpress.com/986/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&blog=2611769&post=986&subd=harapandiri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harapandiri.wordpress.com/2009/10/20/nisab-3-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Landy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/10/89967532.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">89967532</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masturah</title>
		<link>http://harapandiri.wordpress.com/2009/10/10/masturah/</link>
		<comments>http://harapandiri.wordpress.com/2009/10/10/masturah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 09:38:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Landy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Dawah]]></category>
		<category><![CDATA[Dia]]></category>
		<category><![CDATA[Ijtima Serpong]]></category>
		<category><![CDATA[Iman Yakin]]></category>
		<category><![CDATA[Karkun]]></category>
		<category><![CDATA[Masturah]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[khuruj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harapandiri.wordpress.com/?p=976</guid>
		<description><![CDATA[

Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Nahmaduhu wa nushalli ‘ala rasulihil kariim. ‘amma ba’du…

Sudah merupakan sunahtullah Allah swt menciptakan makhluknya berpasang-pasangan bukan dalam hal penikahan saja bahkan dalam hal agama pun demikian adanya, salah satu tanda keadilan Allah swt adalah dengan mengikut sertakan wanita dalam hal mendakwahkan agama. Laki-laki dan wanita memiliki tanggung jawab yang sama untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&blog=2611769&post=976&subd=harapandiri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><img class="aligncenter size-full wp-image-977" title="88526528" src="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/10/88526528.jpg?w=137&#038;h=170" alt="88526528" width="137" height="170" /></p>
<p align="center">
<p align="center">Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh<br />
Nahmaduhu wa nushalli ‘ala rasulihil kariim. ‘amma ba’du…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Sudah merupakan sunahtullah Allah swt menciptakan makhluknya berpasang-pasangan bukan dalam hal penikahan saja bahkan dalam hal agama pun demikian adanya, salah satu tanda keadilan Allah swt adalah dengan mengikut sertakan wanita dalam hal mendakwahkan agama. Laki-laki dan wanita memiliki tanggung jawab yang sama untuk perkara ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Rasanya kita-kita yang berada di Indonesia harus bangga dan bersyukur karena usaha  dakwah di kalangan wanita berkembang begitu pesatnya , sampai-sampai Masyech memutuskan bahwa dikeluarkannya wanita untuk usaha dakwah ( keluar masturah )  baik 3 hari, 15 hari,  40 hari maupun 2 bulan IP ( India, Pakistan ) bukan lagi keluar apabila di perlukan seperti beberapa tahun yang lalu melainkan sudah sangat-sangat dianjurkan bahwa wanita dikeluarkan 3 hari minimal setiap 3 bulan sekali dan 15 hari setiap tahunnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Oleh karena itu sudah saatnya bagi para “Rizal” mengambil perhatian untuk perkara ini, karena sudah semestinya kita semua berfikir untuk juga melibatkan ahli keluarga kita yang wanita dalam usaha ini. Merupakan suatu keanehan kalau ada pekerja dakwah yang terus aktif baik di muallah maupun di markaz , baik maqomi dan intiqoli tapi sama sekali tidak melibatkan para wanita ahli keluarganya dalam usaha dakwah ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Ada ucapan menarik dari Ustadz Lutfhi ketika memberikan mudzakarah masturah di markaz beberapa tahun yang lalu saat saya dan adik saya akan keluar masturah ( Alhamdulillah saya dan adik saya sebelum kami sama-sama menikah telah keluar 3 hari  masturah sebanyak 9 kali, saya tulis disini bukan untuk membanggakan diri melainkan untuk memberi gambaran bahwa bagi para “Rizal” yang belum menikah bisa juga aktif dalam usaha masturah dengan melibatkan ahli keluarganya yang wanita  ), Ustadz Lutfhi waktu itu berkata pentinganya bagi para ahli dakwah untuk melibatkan para wanita dalam usaha agama ini, kalau para ahli dakwah hanya keluar sendiri tanpa melibatkan wanita maka sama halnya seperti Nabi Musa as yang sibuk bermunajat dengan Tuhannya tetapi melupakan kaumnya, maka apa yang terjadi… Sekembalinya Nabi musa as kepada kaumnya, Samiri telah membuatkan patung anak sapi yang terbuat dari emas untuk di sembah . Begitu juga kita, dimana kita asik keluar 4 bulan setiap tahunnya tapi lupa melibatkan anak istri kita maka jangan heran sekembalinya kita kerumah maka anak istri kita akan tertaskil oleh “Samiri-Samiri”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Oleh karenanya lagi dan lagi pentingnya perkara-perkara seperti ini di mudzakarahkan agar timbul kerisauan di hati kita yang pada akhirnya hal tersebut dapat terwujud dalam bentuk amal. Sebagai langkah awal untuk mengikut sertakan wanita khuruj baik 3 hari dan seterusnya maka perlunya para wanita kita mengetahui tentang 14 mudzakarah masturah diantaranya :<em> </em></span><em>1. Enam Sifat, 2. Ushul Dakwah, 3. Kepentingan Masturah / Pesanan., 4. Target Masturah, 5. Dakwah  Infirodi, 6. Jamaah Cash / Taskil, 7. Istiqbal., 8. Adab Rumah., 9. Mendidik anak secara Islami.,  10. Adab Makan Minum., 11. Adab Tidur., 12. Adab Tandas., 13. Adab Safar., 14. Amal Maqomi</em><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">. Ini berarti para Rizal memiliki Pekerjaan Rumah untuk bisa menerangkan ke-14 mudzakarah tersebut kepada para wanita yang menjadi tanggung jawabnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Sebagai catatan sekarang Indonesia sudah di perbolehkan mengadakan jord masturah yang syarat dan ketentuannya bisa di tanyakan kepada penaggung jawab masturah di tempat masing-masing. Semoga Allah swt memberikan kepada kita kepahaman untuk perkara ini. Amien.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><br />
</span></p>
<p align="center">Subhanallahi wabihamdika ashaduala ilaha ila anta astagfiruka waatubuhu ilaik’. Wabilahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakathan lil alamin…</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harapandiri.wordpress.com/976/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harapandiri.wordpress.com/976/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harapandiri.wordpress.com/976/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harapandiri.wordpress.com/976/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harapandiri.wordpress.com/976/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harapandiri.wordpress.com/976/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harapandiri.wordpress.com/976/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harapandiri.wordpress.com/976/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harapandiri.wordpress.com/976/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harapandiri.wordpress.com/976/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&blog=2611769&post=976&subd=harapandiri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harapandiri.wordpress.com/2009/10/10/masturah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Landy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/10/88526528.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">88526528</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Taklim Rumah</title>
		<link>http://harapandiri.wordpress.com/2009/10/03/taklim-rumah/</link>
		<comments>http://harapandiri.wordpress.com/2009/10/03/taklim-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 07:49:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Landy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Dawah]]></category>
		<category><![CDATA[Ijtima Serpong]]></category>
		<category><![CDATA[Iman Yakin]]></category>
		<category><![CDATA[Karkun]]></category>
		<category><![CDATA[Masturah]]></category>
		<category><![CDATA[khuruj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harapandiri.wordpress.com/?p=962</guid>
		<description><![CDATA[

Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Nahmaduhu wa nushalli ‘ala rasulihil kariim. ‘amma ba’du…
Ketika pertama kali saya mengenal usaha dakwah ini hal yang sangat di-tekan-kan oleh orang lama ketika itu, sekembalinya saya ke muallah adalah bagaimana menghidupkan taklim rumah. Memang kalau dilihat dari seluruh amal maqomi taklim rumah merupakan satu diantara sekian amal maqomi yang paling mudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&blog=2611769&post=962&subd=harapandiri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-medium wp-image-966" title="Untitled-1" src="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/10/untitled-1.jpg?w=289&#038;h=333" alt="Untitled-1" width="289" height="333" /></p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-969" title="171" src="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/10/1711.jpg?w=276&#038;h=346" alt="171" width="276" height="346" /></p>
<p>Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh<br />
Nahmaduhu wa nushalli ‘ala rasulihil kariim. ‘amma ba’du…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Ketika pertama kali saya mengenal usaha dakwah ini hal yang sangat di-tekan-kan oleh orang lama ketika itu, sekembalinya saya ke muallah adalah bagaimana menghidupkan taklim rumah. Memang kalau dilihat dari seluruh amal maqomi taklim rumah merupakan satu diantara sekian amal maqomi yang paling mudah untuk dilakukan, pertama karena buku yang kita baca adalah buku kita sendiri dan  tempat yang kita gunakan juga tempat kita sendiri, jadi tidak ada alasan untuk  para pekerja dakwah tidak membuat taklim rumah. Terlebih lagi taklim rumah adalah pintu masuknya agama, kalau pintu masuknya tidak pernah dibuka bagaimana agama bisa masuk ke rumah kita. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Apa manfaat dan bagaimana cara membuat taklim rumah, kita semua pastinya sudah mengetahui terlebih lagi hal tersebut sering kali di ulang-ulang saat mudzakarah dimarkaz pada laporan maqomi musyawarah 2 bulanan DKI dan 4 bulanan Indonesia dan juga pada saat bayan wabsi setiap harinya. Bahkan pernah juga saya posting </span>( <a href="../2009/02/24/rumah-yang-memiliki-nur/#comment-3064">Rumah yang memiliki Nur</a> )<span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"> sekarang yang menjadi permasalahan, sudahkah taklim rumah kita sesuai dengan yang orangtua kita dalam dakwah ini inginkan ??? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Taklim rumah yang masyech dan orangtua kita inginkan adalah taklim kitabi + mudzakarah 6 sifat yang di lakukan setiap hari tanpa kecuali, karena hanya taklim rumah yang di dalamnya ada mudzakarah 6 sifat saja lah yang dapat di catat di halaqoh untuk selanjutnya di laporkan pada saat musyawarah 2 bulanan Jakarta dan 4 bulanan Indonesia. Bukan berarti taklim rumah tanpa mudzakarah 6 sifat itu tidak boleh hanya saja taklim rumah yang seperti itu tidak bisa di catat dalam formulir laporan kerja maqomi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Alhamdulillah sejak awal ikut usaha dakwah ini taklim  dirumah saya selalu di lakukan plus mudzakarah 6 sifat bahkan hal tersebut saya lakukan sampai saat ini setelah saya menikah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Jadwal taklim yang saya lakukan mungkin masih jauh dari kata sempurna tapi setidaknya saya berusaha sekuat mungkin untuk menjadikan taklim di rumah saya seperti apa yang masyech dan orangtua kita inginkan. Karena kita semua mempunyai kewajiban untuk membawa seluruh ahli keluarga kita kedalam pintu surga-Nya. Dan hal itu hanya dapat terlaksana dengan cara mengajarkan agama kepada ahli keluarga kita dengan jalan menghidupkan taklim rumah secara istiqomah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Kalau hanya diri kita saja yang paham agama, dan kita tak pernah buat taklim rumah untuk mengajarkan agama kepada keluarga kita , maka jangan harap agama akan hidup di tengah keluarga kita selepas kita meninggal dunia, bahkan  bisa jadi selepas meninggalnya kita anak dan keluarga kita menjadi orang-orang yang jauh dari agama asbab semasa hidupnya kita tak pernah membuat taklim rumah secara istiqomah. </span></p>
<p>Subhanallahi wabihamdika ashaduala ilaha ila anta astagfiruka waatubuhu ilaik’<br />
Wabilahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakathan lil alamin…</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harapandiri.wordpress.com/962/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harapandiri.wordpress.com/962/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harapandiri.wordpress.com/962/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harapandiri.wordpress.com/962/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harapandiri.wordpress.com/962/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harapandiri.wordpress.com/962/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harapandiri.wordpress.com/962/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harapandiri.wordpress.com/962/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harapandiri.wordpress.com/962/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harapandiri.wordpress.com/962/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&blog=2611769&post=962&subd=harapandiri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harapandiri.wordpress.com/2009/10/03/taklim-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Landy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/10/untitled-1.jpg?w=224" medium="image">
			<media:title type="html">Untitled-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/10/1711.jpg?w=224" medium="image">
			<media:title type="html">171</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Zaman</title>
		<link>http://harapandiri.wordpress.com/2009/09/26/perkembangan-zaman/</link>
		<comments>http://harapandiri.wordpress.com/2009/09/26/perkembangan-zaman/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 11:49:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Landy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Dawah]]></category>
		<category><![CDATA[Ijtima Serpong]]></category>
		<category><![CDATA[Iman Yakin]]></category>
		<category><![CDATA[Karkun]]></category>
		<category><![CDATA[Masturah]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[khuruj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harapandiri.wordpress.com/?p=951</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum warahmatullah..
Bismillahirohmanirohim..

Entah karena perkembangan zaman yang bergerak begitu cepat atau karena cara berfikir saya yang terlewat kuno, kemarin ( 25 september 09 ) ketika hari pertama berkerja sang Manager di kantor membawa putrinya yang berusia 9 tahun yang saat ini duduk di kelas 4 SD ternama dan sering tampil di televisi walau hanya sebatas figuran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&blog=2611769&post=951&subd=harapandiri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Assalamualaikum warahmatullah..<br />
Bismillahirohmanirohim..</p>
<p><img src="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/09/dscn0322.jpg?w=300&#038;h=225" alt="DSCN0322" title="DSCN0322" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-948" />
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Entah karena perkembangan zaman yang bergerak begitu cepat atau karena cara berfikir saya yang terlewat kuno, kemarin ( 25 september 09 ) ketika hari pertama berkerja sang Manager di kantor membawa putrinya yang berusia 9 tahun yang saat ini duduk di kelas 4 SD ternama dan sering tampil di televisi walau hanya sebatas figuran sinetron ( he..he..he….. maaf pak ) ke gedung kantor kami, suasana kantor bergitu sepi karena baru sebagian orang yang masuk berkerja diantaranya saya dan beberapa teman, tanpa rasa malu dan canggung anak bos saya meminta ijin untuk memakai computer di samping saya yang ditinggal penghuninya cuti kekampung halamanya di solo. </span></p>
<p><img src="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/09/dscn0319.jpg?w=225&#038;h=300" alt="DSCN0319" title="DSCN0319" width="225" height="300" class="aligncenter size-medium wp-image-949" />
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Dengan lincah dan gesitnya bocah berusia 9 tahun tersebut memainkan jari jemarinya di atas papan keyboard. Awalnya saya tidak tertarik untuk memperhatikan apa yang dilakukan bocah wanita berusia 9 tahun itu , dalam pikiran saya paling-paling bocah umur segitu sedang bermain game, tapi dugaan saya keliru, ternyata dirinya bukan asik bermain game melainkan asik berchating ria dengan beberapa temannya di FB ( Facebook ). Dan yang lebih mencengangkan lagi hampir 90 persen list di FB-nya adalah teman-teman sekolah dan teman les-nya yang rata-rata berusia dibawah 12 tahun bahkan ada yang berumur 7 tahun. Saya sempat bertanya berapa lama biasa waktu yang di habiskan untuk online?, dengan santainya dirinya menjawab 3-4 jam, dan ketika saya Tanya lagi biasa online dimana??? , “ Kalau di rumah pake laptop atau computer ( pc ), tapi kalau di jalan pake HP”,jawabnya. “Lantas kapan waktu belajarnya??”, tanya saya, dengan enteng dirinya menjawab “Kan ada guru yang datang kerumah , dari guru bahasa inggris, mandarin, piano dan guru-guru mata pelajaran lainnya”. Saya kembali bertanya, apa mama dan papa nya gak ikut mengajarkan pelajaran untuk dirinya, dengan ringan bocah tersebut menjawab, “Papa kan dah bayar guru untuk mengajar aku” </span></p>
<p><img src="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/09/dscn0323.jpg?w=300&#038;h=224" alt="DSCN0323" title="DSCN0323" width="300" height="224" class="aligncenter size-medium wp-image-950" />
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Miris betul saya melihat apa yang terjadi dengan anak manager saya, dan mungkin hal tersebut juga terjadi di kebanyakan keluarga saat ini, dimana anak di besarkan dan dimanjakan dengan benda-benda yang pada dasarnya sang anak belum mengerti apakah dirinya betul-betul butuh terhadap benda tersebut atau tidak , dan lebih parahnya saya tidak melihat peranan dan fungsi orang tua disini selain hanya sebagai “pohon uang”. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Betapa indahnya Islam memberikan kemuliaan kepada seorang anak bahkan kemulian itu didapat jauh sebelum mereka berada dalam kandungan , sejak sang ayah mencarikan calon ibu untuk anaknya, tata cara walimah, berzima, mengandung , melahirkan , mendidik dan membesarkan serta mencarikan jodoh untuk anak-anak mereka diatur sangat baik di dalam Islam. </span></p>
<p><img src="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/09/dscn0320.jpg?w=225&#038;h=300" alt="DSCN0320" title="DSCN0320" width="225" height="300" class="aligncenter size-medium wp-image-952" />
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Dan ajibnya dalam usaha dakwah ini perkara mendidik anak secara islami berulang kali di bahas dan dimudzakarahkan bahkan sesuatu yang wajib diketahui baik oleh para Rizal maupun Masturah dengan harapan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan mendidik anak secara islami merupakan bagian dari 14 mudzakarah yang wajib di ketahui oleh kita semua. Jadi kalau hari ini ada masturah yang belum mengerti tata cara mendidik anak secara islami dan 14 adab mudzakarah lainnya tolong hal tersebut di tanyakan kepada suami masing-masing dan kalau suami-suami anda belum mengetahuinya juga suruh mereka duduk untuk mendengarkan mudzakarah masturah dan kargozari masturah yang biasanya diadakan pada setiap malam selasa di markaz kebon jeruk lepas sholat isya atau sering juga di ulang pada setiap musyawarah 2 bulanan DKI atau 4 bulanan Indonesia. </span></p>
<p><img src="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/09/dscn0325.jpg?w=300&#038;h=225" alt="DSCN0325" title="DSCN0325" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-953" />
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><em><span style="color:blue;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Beribu-ribu hak anak berada di pundak-pundak orang tua, dituntut untuk ditunaikan. Dan orang tua yang bijak adalah yang menunaikan hak-hak anaknya sebelum menuntut hak dirinya sebagai orang tua, Islam memberikan perhatian khusus dalam masalah bayi dan anak, bukan dimulai sejak kemunculannya di alam dunia ini, tetapi jauh-jauh hari sebelum kemunculan  yaitu sejak dipilihnya calon orangtua bagi dirinya. Orangtua yang akan mengandungnya, , melahirkannya, menyusuinya, merawatnya, mengasuhnya, dan mendidiknya hingga dewasa. Perjalanan hidupnya diukir untuk menjadi manusia yang mengenal dirinya sebagai hamba Allah, sebagai umat Nabi saw dan sebagai pengemban amanah khilafah di muka bumi ini. Untuk mencapai tujuan itu, sangat besar peranan tangan-tangan mulia yang bernama orangtua. Sebuah jabatan yang bermuatan amanah yang sungguh sangat mahal. Pangkat yang memiliki tanggung jawab serta tugas yang luar biasa besar. Tanggung jawabnya tidak terbatas oleh waktu, oleh tempat, dan oleh materi.  Sangat luas dan dalam. ( hak-hak bayi anda, Abdurahman Ahmad As-Sirbung ). </span></span></span></em></p>
<p>Ya Allah jadikanlah kami sebagai orangtua yang dapat mengemban amanah besar ini dan mempertanggung jawabkannya kelak, serta dapat menghantarkan diri, dan keturunan kami kedepan gerbang surga-MU . Amien…amien…amien.. </p>
<p>Subhanallahi wabihamdika ashaduala ilaha ila anta astagfiruka waatubuhu ilaik’<br />
Wabilahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakathan lil alamin…</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harapandiri.wordpress.com/951/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harapandiri.wordpress.com/951/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harapandiri.wordpress.com/951/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harapandiri.wordpress.com/951/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harapandiri.wordpress.com/951/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harapandiri.wordpress.com/951/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harapandiri.wordpress.com/951/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harapandiri.wordpress.com/951/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harapandiri.wordpress.com/951/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harapandiri.wordpress.com/951/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&blog=2611769&post=951&subd=harapandiri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harapandiri.wordpress.com/2009/09/26/perkembangan-zaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Landy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/09/dscn0322.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSCN0322</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/09/dscn0319.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">DSCN0319</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/09/dscn0323.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSCN0323</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/09/dscn0320.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">DSCN0320</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harapandiri.files.wordpress.com/2009/09/dscn0325.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSCN0325</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>UMI MINTA TV</title>
		<link>http://harapandiri.wordpress.com/2009/09/23/umi-minta-tv/</link>
		<comments>http://harapandiri.wordpress.com/2009/09/23/umi-minta-tv/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 04:56:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Landy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Dawah]]></category>
		<category><![CDATA[Dia]]></category>
		<category><![CDATA[Ijtima Serpong]]></category>
		<category><![CDATA[Iman Yakin]]></category>
		<category><![CDATA[Karkun]]></category>
		<category><![CDATA[Masturah]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[khuruj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://harapandiri.wordpress.com/2009/09/23/umi-minta-tv/</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh
Nahmaduhu wa nushalli ‘ala rasulihil kariim. ‘amma ba’du…
Bulan ini pernikahan kami memasuki bulan yang ke-6 , banyak pelajaran tentang  SABAR yang saya dapati, dan dalam menjalani sebuah pernikahan memang  kita tidak diperbolehkan mengedepankan sebuah EGO, terlebih lagi bagi kami yang tidak mengenal kata “pacaran”, hanya cukup 2 kali bertemu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&blog=2611769&post=936&subd=harapandiri&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh<br />
Nahmaduhu wa nushalli ‘ala rasulihil kariim. ‘amma ba’du…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Bulan ini pernikahan kami memasuki bulan yang ke-6 , banyak pelajaran tentang  SABAR yang saya dapati, dan dalam menjalani sebuah pernikahan memang  kita tidak diperbolehkan mengedepankan sebuah EGO, terlebih lagi bagi kami yang tidak mengenal kata “pacaran”, hanya cukup 2 kali bertemu itupun  dalam rangka merencanakan pernikahan sehingga  dalam kurun 6 bulan ini kami masih berjuang keras mencari titik temu diantara kami atau menyatukan hati kalau meminjam kata-kata Sha adik saya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Setiap saat kami selalu berusaha untuk saling belajar beradaptasi untuk memahami sifat dan karaktek masing-masing, dan Syukurnya Allah swt mengenalkan usaha dakwah ini jauh sebelum saya menikah begitupun dengan istri saya, sehingga  jalan yang kami lalui tentunya sedikit jauh lebih mudah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Sebelum menikah dan sampai saat ini saya selalu menekankan kepada istri saya bahwa pernikahan yang terjadi diantara kita adalah bertemunya seorang DAI dan DAIYAH bukan bertemunya Romie dan Juliet, sehingga kita harus menyiapkan diri kita untuk siap diatur oleh agama, salah satunya mengenai apa saja yang boleh dan tidak boleh masuk kedalam rumah. Dalam urusan rumah kami berpatokan pada standarisasi sebagaimana rumah yang dapat menerima jamaah masturah, dan sebagaimana kita sama-sama tahu dan sering kali di mudzakarahkan rumah seperti apa yang boleh menerima jamaah masturah maka seperti itulah kami berusaha mengondisikan rumah kami, sampai-sampai kami harus memasang hordeng di depan pintu rumah kami. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Memang benar iman manusia itu tidak selalu sama, kadang ada kalanya dunia begitu hina dimana kami dan ada kalanya ia begitu memikat hati kami, salah satunya media televisi, memasuki bulan ke-3 istri saya mulai aga “rewel” mengenai benda yang satu ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">“Abi dirumah  ini ga boleh ada TV ya?” Tanya Istri saya, dan saya harus menghela nafas panjang karena tidak menyangka istri saya menginginkan benda yang satu itu,   “ kata siapa di rumah ga boleh ada TV???” ucap saya dengan segaris senyum sedikit dipaksakan, karena jujur saya sudah tidak tertarik dengan benda yang satu ini sejak bertahun-tahun yang lalu.  “Buktinya kok dirumah ga ada TV??” Tanya istri saya lagi, hati saya bergitu hancur mengetahui istri saya berkeinginan kuat atas benda tersebut, “Umi mau TV??” Tanya saya dengan memasang mimik sedih. Dan istri saya hanya terdiam,  “Kalau mau TV umi ambil wudhu sholat hajat trus baca yasin, baru kita ngomong lagi” tutur saya.  “ Ah kalau pake sholat dan baca yasin lebih baik gak usah aja, udah pasti ga boleh!!!” ucap istri saya dengan wajah cemberut seperti kebiasaannya he..he..he.., dengan menarik nafas panjang karena menahan rasa kecewa, saya berusaha menjelaskan kepada dirinya tentang benda yang satu ini, karena saya pernah mendengar dari orang tua kita dalam dakwah ini, bahwa bagi suami istri yang sudah mengenal usaha dakwah sebelum menikah maka harus berusaha semaksimal mungkin mengkondisikan isi rumah mereka seperti suasana di masjid ( minimal rumah yang memenuhi syarat menerima jamaah masturah ), kecuali bagi pasangan yang mengenal usaha dakwah ini setelah menikah, maka cara untuk mengkondisikan rumah mereka seperti masjid adalah apabila “benda-benda dunia” itu rusak tidak usah di betulkan lagi apalagi untuk beli yang baru, begitupun dengan makanan sehari-hari , kita harus buat seperti layaknya kita keluar khuruj, diusahakan seringkas mungkin jangan berlebih-lebihan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;"><span id="more-936"></span>Tapi rasanya saya tidak tega juga melihat istri saya yang begitu ingin dirumah ada TV sekedar untuk menemani dirinya saat saya harus pergi ke kantor. Akhirnya saya putuskan untuk membawa masalah ini ke orang tua di halaqoh, dan tepat 5 hari sebelum lebaran ,berarti kurang lebih 3 bulan sejak istri saya pertama kali meminta benda tersebut, akhirnya sebuah TV bekas hadir juga di rumah kami ( ini bener-bener bekas , tv yang rusak di betulkan kembali, cuma modal 150 ribu dengan harapan agar TV tersebut cepet rusak kembali,  gambarnya pun juga rumek gak jernih, he..he..he..). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Datangnya TV tersebut tidak serta merta begitu saja, ada perjanjian kecil yang saya dan istri saya buat, tepatnya ada sebuah syarat khusus untuk mendapatkan kotak hitam  tersebut,  saya meminta istri saya membuat jadwal kegiatan harian 24 jam sebagaimana kalau kita keluar masturah, dan berhubung istri saya sudah keluar masturah maka hal tersebut bukan masalah bagi dirinya, dan syarat yang kedua apabila diantara kita mau menyalahkan TV maka masing-masing harus meminta ijin terlebih dahulu. Aga sedikit ribet memang, tetapi setidaknya kami berusaha semaksimal mungkin menghujudkan apa yang sudah orang tua kita dalam dakwah ini garis kan, dan meminimalis segala bentuk ketidak patuhan terhadap tertib dalam dakwah, karena kami berharap Allah swt menerima pengorbanan kami yang sangat sedikit ini dan semoga Allah swt gunakan kami dan keturunan kami dalam dakwah dan satukan kami kelak di akhirat bersama Rasulullah saw dan para sahabatnya,  Amein..amein..amien.. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:200%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:medium;font-family:Times New Roman;">Ya Allah jadikan rumah tangga kami sebagaimana rumah tangga Rasulullah dan para sahabat, jadikan istri-istri kami sebagai mana istri-istri para sahabat, dan jadikan anak keturunan kami sebagaimana anak keturunan para sahabat dan jadikan lingkungan kampung kami sebagaimana lingkungan para sahabat, Ya Allah gunakan kami dalam dakwah jangan lemparkan kami dari usaha dakwah ini amien..amien..amien…</span></p>
<p>Subhanallahi wabihamdika ashaduala ilaha ila anta astagfiruka waatubuhu ilaik’<br />
Wabilahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakathan lil alamin…</p>
<p></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/harapandiri.wordpress.com/936/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/harapandiri.wordpress.com/936/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/harapandiri.wordpress.com/936/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/harapandiri.wordpress.com/936/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/harapandiri.wordpress.com/936/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/harapandiri.wordpress.com/936/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/harapandiri.wordpress.com/936/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/harapandiri.wordpress.com/936/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/harapandiri.wordpress.com/936/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/harapandiri.wordpress.com/936/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=harapandiri.wordpress.com&blog=2611769&post=936&subd=harapandiri&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://harapandiri.wordpress.com/2009/09/23/umi-minta-tv/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Landy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>