” Hikmah dibalik 404 “

Januari 30, 2008

Hampir semua orang menyayangkan ketika tiba-tiba blog saya yang di dalamnya ada kurang lebih 358 artikel yang saya hasilkan selama 1 tahun 4 bulan, menyita banyak sekali pikiran , tenaga, serta materi., hilang dalam waktu hanya 4 jam tanpa sebab yang jelas. Jam 12 malam blog saya masih bisa terbuka , tapi sekitar jam 4 pagi sudah tidak bisa lagi dengan keterangan 404 blog tak di kenali. Sedih pasti ada karena itu manusiawi, saya sudah menghubungi beberapa orang yang pakar di bidangnya salah satunya EditTag tapi hasilnya nol besar, blog saya tetap tak di ketahui rimbanya dan apa penyebab raibnya.

Banyak pelajaran yang saya terima dari hilangnya 358 artikel saya diantaranya : sudah seharusnya setiap tulisan mempunyai back up, dan hal ini yang saya lupa, karena saya berpikir saya tidak akan pernah mengalami kejadian seperti yang pernah menimpa Ustadz Haitan dan Dokter muda yang akan segera menikah asal Bali.

Baca entri selengkapnya »


” Tiga jam bersama wanita cantik “

Januari 29, 2008

Banyak ilmu yang bisa saya dapat, membuka wawasan, kenyang dan masih banyak hal lainnya, ketika kemarin sekitar pukul 18.30 saya bertemu dengan Luna Maya. Ternyata seleb yang satu ini cukup ramah orangnya, sama seperti bayangan saya, tidak beda dengan di telpon, entah mengapa Luna Maya. sudah 2 hari ini selalu menelpon saya bahkan berjam-jam pula, he..he..he..

Saya harus terbengong-bengong mana kala beliau mulai menceritakan sepak terjang diawal perjalanan “kariernya”. Hebat, salut , pengalaman yang tidak pernah saya banyangkan sebelumnya, seorang Luna Maya. pernah ditugaskan menjaga kamar mayat, serem bukan he..he..he..

Dari pertemuan sangat singkat itu saya sedikit banyaknya jadi mengerti tentang tulis menulis, mengerti suka duka orang-orang dalam menghasilkan sebuah tulisan, memang tidak mudah menghasilkan tulisan yang “bercahaya” dimana tulisan tersebut selain enak untuk di baca juga memberikan pencerahan bagi si pembaca terutama si penulis, mengapa??? Karena kadang kala ketika menulis kita lupa sesungguhnya tulisan tersebut seharusnya lebih memberikan manfaat kepada si penulis terlebih dahulu, dimana ketika tulisan tersebut bisa mempengaruhi si penulis secara otomatis “ruh” yang di serap melalui tulisan akan mudah memantul kepada si pembaca. Setidak nya itu yang bisa saya tangkap dari pembicaraan semalam.

Terima kasih Luna atas waktu, buku, kaos, traktirannya, terlebih lagi ilmunya, ternyata dikau cukup langsing ya, aku pikir …. He..he..he.. sukses selalu untuk kariernya.


” Lelahku “

Januari 27, 2008

Mimpi yang hancur, kaca yang pecah

Gema dari masa lalu yang hancur

Terlalu banyak nama yang berserakan.

( Donna Williams, Dunia di balik kaca )

 

Pada waktu tertentu ada kalahnya aku meragukan kemampuanku untuk terus maju dan bertahan, ingin rasanya mengambil jalan pintas dan menghentikan segala usaha yang selama ini aku rintis, apalagi melihat perkembangan Reza yang begitu lamban ditambah tiada dukungan yang penuh dari orang-orang disekitarku. Walau sikaf suamiku sudah aga melunak, tetapi dukungan yang dia berikan belum sepenuhnya, dia masih belum sepenuhnya menerima keadaan Reza. Ditambah lagi kedua orang tuaku yang masih tidak terima dengan keadaan cucu pertamanya. Mereka masih beranggapan tiada yang salah dengan Reza walau kenyataan menunjukan bahwa Reza memang “berbeda”. Penolakan-penolakan seperti ini yang kadang kala membawa ku pada ketidak percayaan atas kemampuanku untuk terus memperjuangkan “kesembuhan” bagi Reza.

Baca entri selengkapnya »


“Dibatas Harapan”

Januari 27, 2008

Ambilkan bulan bu…
Ambilkan bulan bu…
Yang selalu bersinar di langit…

Dilangit..
Bulan benderang…
Cahyanya sampai ke bintang…

Ambilkan bulan bu…
Untuk menerangi….
Tidurku yang lelap…
Dimalam gelap….

Lagu ciptaan AT Mahmud ini menjadi lagu favorit Reza. Aku dan ayahnya sering menyanyikan lagu ini manakala ingin menidurkan Reza atau kapanpun ia suka. Walau tentunya lebih banyak kami yang bernyanyi khususnya aku ketimbang Reza sendiri. Lagu yang tentu saja sudah akrab di telinga kita. Lagu itu sepertinya abadi sepanjang masa, sama seperti cinta kami kepadanya. Selalu ada yang hangat meleleh melewati pipi manakalah Reza mulai terlelap dalam pangkuanku setiap kali aku menyanyikan lagu ini. kami berharap suatu hari Reza akan menggantikan posisi kami dimana bukan lagi kami yang bernyanyi untuknya melainkan ia yang bernyanyi untuk kami, walau entah kapan hal itu menjadi sebuah kenyataan.

Dahulu lagu ini menjadi lagu andalanku kala harus tampil dimuka kelas ketika sekolah Taman Kanak-kanak mau pun Sekolah Dasar. Aku sangat suka lagu ini seakan ada pengharapan terhadap seorang ibu untuk melakukan sesuatu yang tidak mungkin untuk buah cintanya, tetapi sang anak tetap yakin sang bunda akan mengabulkan segala keinginannya, sama seperti Reza saat ini, mungkin jauh di lubuk hati terdalam ia ingin meminta aku mengambilkan “bulan” untuknya, yang mana dengan “bulan” itu bisa mengwujudkan impian dan harapannya.

Baca entri selengkapnya »


” Tatapan itu “

Januari 26, 2008

image010.jpgAku sangat percaya pada ungkapan bahwa anak-anak akan meniru hal-hal yang dia lihat. Manakala anak-anak berkebutuhan khusus itu kita tempatkan dengan anak-anak normal atau anak kecil kita tempatkan dengan orang dewasa maka secara otomatis ia akan berusaha meniru atau memperlajari lingkungan sekitarnya, dan itu yang sedang kami usahakan dengan cara membawa Reza untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, walau sudah bisa di tebak Reza akan lebih memilih menyendiri dan tetap asik pada dunianya, setidaknya kami memberi kesempatan kepadanya dengan beberapa pilihan dan berharap suatu saat ada respon darinya dan mulai mau bergabung dengan yang lain walau kenyataan itu entah kapan adanya.

Kami juga mulai mengajak Reza mengunjungi Mal atau tempat keramaian yang berada di sekitar rumah kami walau seperti biasa ia harus “dipaksa” untuk melakukan itu. Dan seperti biasa pula bila keinginannya tidak dipenuhi ia akan mogok berjalan dan langsung jongkok, apabila kami tetap paksakan ia akan mengamuk melakukan gerakan seperti biasa, berguling-guling dan membenturkan kepalanya ke lantai. Setiap kali kejadian itu terulang biasanya ia akan kami dekap, walau kami tahu terkadang hal tersebut makin memperparah tapi sering kali pula hal tersebut terkadang menjadi solusi. Memang tidak semua anak berkebutuhan khusus merasa nyaman dengan keramaian apa lagi mendengar suara bising yang dihasilkan. Tapi hanya mengekang Reza di dalam rumah merupakan tindakan yang tidak baik untuk perkembangannya. Oleh karena itu membawa Reza “bersosialisasi” merupakan suatu keharusan bagi kami agar kelaknya Reza bisa mandiri.

Baca entri selengkapnya »


” Matahariku “

Januari 25, 2008

Tuhan tak harus berpikir dua kali ketika meletakkan “matahari” kecil-Nya di rahim kami, kami adalah wanita-wanita yang dipilih Tuhan untuk mengemban tugas suci, mengantar malaikat kecil-Nya mengarungi dunia. Tuhan memilih kami karena Ia menganggap kami mampu, untuk berbagi nafas, berbagi detak jantung , berbagi cinta.

Tak ada yang mustahil ketika melakukan itu semua bagi-Nya, Dia dapat menggerakan matahari dalam satu waktu dari barat ke timur, dia pun sanggup menggerakan hati kami untuk mencintai matahari-matahari kecil kami.

Terkadang kelelahan menghantui kami, karena kami juga manusia, yang juga memiliki air mata, yang juga bisa merasakan rasa sakit, yang memiliki sebuah rasa yang di sebut perasaan. tapi ketika itu semua menguak, kembali kami tersadar, kami adalah wanita-wanita beruntung yang “digunakan” Tuhan untuk menuntun malaikat kecil-Nya mengarungi dunia.

Baca entri selengkapnya »