” Lelahku “

Mimpi yang hancur, kaca yang pecah

Gema dari masa lalu yang hancur

Terlalu banyak nama yang berserakan.

( Donna Williams, Dunia di balik kaca )

 

Pada waktu tertentu ada kalahnya aku meragukan kemampuanku untuk terus maju dan bertahan, ingin rasanya mengambil jalan pintas dan menghentikan segala usaha yang selama ini aku rintis, apalagi melihat perkembangan Reza yang begitu lamban ditambah tiada dukungan yang penuh dari orang-orang disekitarku. Walau sikaf suamiku sudah aga melunak, tetapi dukungan yang dia berikan belum sepenuhnya, dia masih belum sepenuhnya menerima keadaan Reza. Ditambah lagi kedua orang tuaku yang masih tidak terima dengan keadaan cucu pertamanya. Mereka masih beranggapan tiada yang salah dengan Reza walau kenyataan menunjukan bahwa Reza memang “berbeda”. Penolakan-penolakan seperti ini yang kadang kala membawa ku pada ketidak percayaan atas kemampuanku untuk terus memperjuangkan “kesembuhan” bagi Reza.

“ Kamu ini sebagai ibunya harusnya paham keadaan anak, wong anak gak kenapa-napa di bilang terbelakang” ujar ayahku suatu ketika “ Aku gak bilang Reza terbelakang pak , cuma aku bilang Reza gak sama dengan anak-anak yang lain, dan Reza harus mendapatkan penanganan segera.” ucapku mempertahankan argument. “ Kamu ini sekarang dah pinter melawan ya ma orang tua, dah banyak omong “ . jawab ayahku lagi, dan aku hanya terdiam . Aku merasa sekarang bukan waktu yang tepat untuk berdebat dengan beliau, yang terpenting sekarang adalah bagaimana bisa menolong Reza dengan segera, Terlebih lagi akhir-akhir ini perkembangan Reza semakin memprihatinkan , ia sering sekali menangis dan marah-marah tanpa sebab.

Suatu hari pernah aku temui ia sedang asik duduk dilantai dengan alat masak yang di bunyikan, sambil berteriak-teriak, malu rasanya, terlebih lagi rumah kami tak berjarak saling berdekatan dengan tetangga dan ini terjadi pada malam hari.

Saat ini aku sedang mengalami kondisi terapuh dalam hidupku seperti tak ada kekuatan lagi untuk menggapai matahari kecilku keluar dari “dunia” yang kurasa asing dan tak terjangkau. Sangat sulit untuk menumpahakan kesedihan dan mencari orang untuk berbagi. Hingga akhirnya, aku hanya bisa berdiri dengan air mata yang menetes membasahi wajah menatap matahari kecilku yang tak juga terbangun dari mimpinya.

Ada perasaan tersisih dan sakit yang kurasakan, Bagai dipukul palu godam meluluhlantakkan hati dan semangatku. Tiada semangat walau hanya untuk bertahan hidup. Haruskah aku menyerah pada nasib dan membiarkan matahari kecilku tetap dalam kebisuan dan keasikan “dunia”nya!!!

5 Balasan ke ” Lelahku “

  1. Iko mengatakan:

    Waaahhh om,… loe mau buat novel kek Donna Wiliam or Torey Hayden yaaa???

    Gw pembaca pertama novel loe :D…

  2. qanaahsholihah mengatakan:

    Hidup itu penuh rahasia. Janganlah berputus asa, karena itu dosa. Siapa yang berputus asa maka akan digolongkan sebagai orang-orang yang kafir.

    …mengalirlah bak air, namun jangan terbawa arus yang menyesatkan..,

    Biarlah orang lain menolak,asal jangan kita menolak sikecil. Jika kita sendiri tidak belajar menerima sikecil, bagaimana orang lain?

    Salam perjuangan buat seluruh mujahidah sholihah semua diluar sana

    sukses selalu buat brother Landy untuk novel perdananya, jangan lupa sisipkan sdikit happy story juga:)diantara letupan2 konflik, agar lebih dinamik n the mystery happy Ending .. coz,
    Life is a mystery.., isn’t it?

    saran: ditulis diakhir tiap postinngnya ..to be continued ..gitu dong,biar penasaran

    GOOD LUCK!
    best wishes
    QS

  3. Eucalyptus mengatakan:

    Lan, ini cerita novel atao kisah nyata?

  4. endang mengatakan:

    akan seterusnya disini nih? jadi nerbitin novelnya?

  5. harlockwords mengatakan:

    salam kenal
    please visit my site
    need advise

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: