” Pertemanan “

1_600510298m.jpgHujan yang mengguyur Jakarta dari malam hingga sore hari menyebabkan sebagian wilayah Jakarta tergenang air, hampir sebagian besar ruas jalan utama di penuhi air, kantor saya pun tak lepas dari hal tersebut, walau air tidak sampai masuk kedalam kantor hanya di luar kantor setinggi pinggang orang dewasa tapi setidaknya sudah cukup membuat saya kerepotan, jarak tempuh yang biasanya untuk sampai ke rumah saya hanya 1 jam kini 4 jam. Harus 2 kali turun angkot dan 3 kali naik ojek untuk sampai ke rumah. Sepanjang jalan hanya wajah-wajah kelelahan yang tampak, orang menjijing sepatunya, mendorong motornya, sampai memaki dan mengumpat, saling melontarkan kata-kata yang membuat saya mengelus dada dan menggelengkan kepala terjadi di jalan sore itu. Saya jadi teringat ucapan Luna Maya ketika digambir malam itu “ rasanya aku gak bisa kalau di suruh tinggal di Jakarta “

Seluruh jalan tiba-tiba menjadi semraut, karena para pengguna jalan satu dan lainnya tidak ada yang mau mengalah.. Bunyi klakson yang memekakan telinga , teriakan disana sini menambah kekacauan sore itu. Setiap orang berusaha mencari jalan alternative agar bisa tiba di rumah mereka masing-masing, Bahkan saya pun harus menunggu berjam-jam agar bisa masuk kedalam rumah, walau rumah bebas banjir tapi daerah sekitar rumah di genangi air setinggi leher orang dewasa. Tadinya saya berniat naik perahu karet tapi tidak saya lakukan dikarenakan saya membawa printer yang baru saya beli, kan tidak lucu kalau tiba-tiba printer yang belum dipakai sudah basah terkena air.

Sepanjang sore kemarin saya hanya bisa berpikir, betapa hebatnya Allah swt, Hujan yang tidak seberapa sudah membuat manusia kalang kabut, apalagi kalau diguyur hujan 40 hari 40 malam tanpa henti seperti umat Nabi Nuh as, entah seperti apa kepanikan yang akan terjadi. Apakah saat itu manusia masih ingat pada Allah swt ?, buktinya, banyak orang yang mengungsi ketempat ibadah, tapi sayangnya walau sudah begitu dekat tapi tetap saja ketika adzan berkumandang mereka asik dengan kesibukan masing-masing.

Ada perasaan sedih di hati saya melihat itu semua. Seakan Allah di lupakan oleh kita semua. Ketika terjadi bencana yang terpikirkan hanyalah bagaimana bisa menolong manusia dengan memberikan makanan dan pakaian serta obat-obatan, kita seolah tak berpikir ada maksud apa Allah swt memberikan cobaan ini. Ada apa di balik semua cobaan ini.

Seorang penyair berkata, “ Ketika musim tak berjalan sebagaimana mestinya, ketika alam tak lagi ramah, pasti ada sesuatu yang salah, sesuatu yang semakin jauh dengan Sang Pencipta-Nya.” . Hari ini , kita akan berempati mana kala ada saudara kita yang kelaparan, tertimpa musibah, tapi adakah diantara kita yang melakukan hal sama ketika agama Allah swt dihinakan ? adakah kerisauan yang sama ketika saudara muslim kita belum sholat, tidak berpuasa, melakukan beribu-ribu kemaksiatan diluar sana?? Adakah semangat yang sama seperti saat kita mengumpulkan dana untuk korban banjir ??,

Ada pembicaraan singkat saya dengan seorang sahabat ketika blog yang lama hilang dan saya mengemukakan kepadanya betapa banyak orang yang bersimpati dengan blog saya, maka sahabat tersebut berkata “ Ente tahu gak, yang mereka pikirkan cuma tulisan ente , bukan diri entenya, sekarang apakah mereka akan berpikir hal yang sama kalau iman ente yang hilang ??“. Ucapan yang menyadarkan saya akan eksitensi arti sebuah pertemanan. Ya apakah orang-orang yang membaca blog saya akan memikirkan tentang diri saya secara pribadi. Apakah mereka akan berpikir dan mengingatkan saya tentang kwailtas beribadah saya yang mengendor sejak mengenal blog? Sedih rasanya kalau pertemanan yang terjalin hanya sebatas pertemanan dunia tanpa menyentuh kepada sesuatu yang hakiki.

Saya jadi ingat persahabatan saya dengan 3 orang teman saya. Er, Ar, Ri. Kami berempat merupakan sahabat yang melebihi saudara. Kami tidak hanya berbagi suka dan duka bahkan kami men-jalani-nya secara bersama-sama. Peristiwa besar dan kecil telah kami lewati bersama. Waktu yang mengajarkan kepada kami apa arti sebuah persahabatan dan apa arti sebuah tangisan untuk sahabat.

Kami pernah terpaksa tidur diemperan jalan hanya untuk menjaga dan menemani Ar yang sedang depresi berat hingga berniat bunuh diri. Kami pun pernah kalang kabut gemetar tak bisa bicara ketika Ri dengan bodohnya menerima sebuah bungkusan dari seorang yang tak dikenalnya berisikan satu kotak kecil daun ganja dan harus berjam-jam bersembunyi di kolong mobil dekat lapangan terbang Pondok Cabe. Dan kami pun ikut mengeluarkan air mata ketika Er tengah malam datang dan menceritakan apa yang dilakukan 2 model gila terhadap dirinya di salah satu apartemen Jakarta Selatan. Tapi sayangnya persahabatan kami hanya sebatas itu, tidak lebih sebatas berbagi suka duka dalam perkara-perkara dunia, tidak ada kerisauan ketika salah satu diantara kami tidak melaksanakan sholat, tidak berpuasa bahkan tiada tangisan ketika melihat salah satu diantara kami melakukan hubungan seks di bulan ramadhan kala itu.

Dan saat ini Er masih bergelut pada hal yang sama, begitu pun Ri hanya Ar yang sudah aga membaik, kontak diantara kami sudah teramat jarang , karena faktor kesibukan masing-masing, terlebih lagi sebagian dari mereka tinggal di luar Jakarta. Andai kami bisa kembali pada saat-saat itu sudah pasti saya akan berjuang keras agar tak satu pun diantara kami yang melakukan hal-hal yang dilarang agama. Sekarang saya hanya bisa berdoa semoga Allah swt mengampuni masa-masa kelam dalam hidup kami. Dan menjadikan kami lebih baik kedepannya. Jadi pengen telpon mereka neh kira-kira mereka lagi mikirin hal yang sama gak ya, he..he..he.

Kira-kira ada gak ya diantar kita memiliki sahabat yang tidak hanya mendukung perkara dunia tapi juga menjadi pemacuh untuk perkara akhirat kita, Ada yang mau berbagi untuk perkara ini ?, saya tunggu komennya untuk sekedar berbagi cerita ….?

 

Terimakasih atas komen dan kunjungannya :

Fakhrurrozy , Iko , bebi , Anang , lamendol.manda , Eucalyptus , ardhi nugraha , Tabriz , okebebeh , Frida , meitymutiara , ROE , Siapa , endang , sulthon , siska , nexlaip , rey , umrahmurah , cempluk

 

Iklan

13 Responses to ” Pertemanan “

  1. Fakhrurrozy berkata:

    Barangkali opini saya tentang seorang sahabat sejati bisa dijadikan masukan bersama…semata-mta karena Allah dan Rasul-Nya 🙂

  2. qanaahsholihah berkata:

    kalo aku, sahabat dunia akhiratku ya suamiku, hehehehe..

    🙂

  3. Tukang Nggunem berkata:

    Saya punya banyak banget teman….tapi dari sekian banyak teman itu rasanya belom ada yang bisa saya sebut sahabat….ya karena itu tadi, sahabat adalah untuk berbagi apapun, dan saya blom siap untuk berbagi semuanya dengan seseorang…mungkin dengan istri saya aja kelak saya akan berbagi semuanya….

  4. Anang berkata:

    setuju banget sama #2…. sahabat sejati yang membawakan kebahagiaan di dunia hingga di akhirat…..

  5. Frida berkata:

    Smoga kita dijadikan sahabat yang slalu memberikan kebahagiaan dan ketenangan serta mengingatkan satu sama lain didalam kebenaran dan kebaikan dunia akhirat karena Alloh swt

  6. rio berkata:

    persahabatan yang indah, adalah saling mengingatkan dan menguatkan di saat-saat sulit. Salam kenal buat Landy, barusan mampir dari blognya mendol.

  7. Tabriz berkata:

    Ada ada aja si Landy…..
    Sahabat yg sejati itu dia rela berikan segelas air putih pd sahabatnya padahal dia sangat membutuhkan asalkan sahabatnya tidak kehausan…walopun akhirnya dia harus pergi meninggalkan sahabatnya menuju kampung akherat….
    begitulah sifat sahabat……

  8. la mendol berkata:

    Wah, nggak menyangka ustad Landy pernah mengalami masa -masa “wild’ juga. Kirain lempeng terus.

  9. sulton berkata:

    semoga Allah pertemukan kita di surganya Allah SWT, amiin

  10. rey berkata:

    kadang, menulis ato bicara itu lebih gampang daripada mempraktekkannya, padahal justru itu yg penting. Trus… gmn caranya mengatasi pertanyaan lo sendiri di paragraf 5? 🙂

  11. meitymutiara berkata:

    kenapa harus dijauhi? kalau memang kita menganggap dia sebagai teman, sahabat yang katanya lebih dari saudara sendiri berarti kita harus mau “menampar” dia/mereka untuk kebaikan mereka.

    jangan pernah menyerah ketika langkah pertamamu gagal, karena yakin Allah akan selalu ada untuk bantu kita yang mau menolong saudara kita yang sedang salah jalan.

  12. Eucalyptus berkata:

    Emang susah ya cari teman yang ngingetin kita utk beribadah, tapi alhamdulillah ada bbrp sahabat saya yang bersama-sama mulai menyadari klo urusan kita tidak hanya ber-senang2 di dunia saja. Jadi klo kita sedang kumpul, ada saja yang mengingatkan kalau waktu sholat sudah tiba…

  13. edho berkata:

    sebenarnya msh ada kok mshabat yg seperti itu,tp pertanyaannya apakah kita bner2 siap mlkukan ibadah ketika kt di ingatkan,kembalikan lagi pada diri kt sndri.,.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: