” Dikeluarkan saat ujian “

Pernah menyaksikan charity show yang dikemas dalam format reality show semisal Uang Kaget yang pernah menjadi salah satu tayangan favorit dan ditunggu banyak pemirsa RCTI ???. Dimana persertanya ditantang untuk menghabiskan uang senilai 10 Juta dalam waktu 30 menit, dan kebanyakan dari perserta kebingunan untuk menghabiskan uang dalam jumlah besar dan waktu sesingkat itu. Kebingungan dan wajah  tegang jelas tergambar di diri mereka, berlari tak tentu arah dan terkadang membeli barang-barang yang sesungguhnya bukan barang urgent.

Rasanya hal tersebut juga yang terjadi dengan saya , tapi kali ini saya bukan berpacu dengan waktu 30 menit demi mendapatkan uang 10 juta, tapi lebih pada berpacu dalam waktu 30 menit ( yang seharusnya 100 menit ) untuk menyelesaikan soal UPM ( Ujian Pengendalian Mutu ) kalau dulu Ujian Negara. Bukan susah nya menjawab soal yang akan saya tulis kali ini , kalau masalah soal yang susah sudah biasa dalam ujian, tapi kali ini lebih kepada di keluarkannya saya dan beberapa orang dari ruang ujian karena tidak mengenakan seragam yang telah “ditentukan” panitian ujian ( saya memakai celana abu – abu, yang seharusnya berwarna gelap ) walau di kartu ujian hanya tertulis, Jaket Almamater wajib dikenakan selama ujian, dengan baju berkerah dan sepatu tanpa ada embel – embel harus baju berwarna putih dan bawahan gelap. Tapi bukannya dimana-mana kalau ujian Negara memang hitam putih, ya itulah makannya saya tidak mau berdebat panjang dengan Bapak Rektor yang terhomat walau saya puas telah “sedikit” protes dengan menunjukan kartu ujian yang tidak sama sekali menunjukan dua kriteria seperti diatas dan berarti keteledoran bukan hanya terjadi pada saya tetapi pada pihak kampus karena buktinya tidak hanya saya sendiri yang terpaksa harus keluar dari ruangan, lebih dari 30an mahasiswa ikut dikeluarkan karena perkara yang sama.

Demi tegaknya sebuah peraturan maka dengan sangat menyesal untuk ujian kali ini anda-anda semua tidak bisa mengikutinya, dan terpaksa harus mengulang semester depan tanpa membayar kecuali anda dapat mengenakan pakaian yang sudah menjadi ketentuan. Begitu ucap Bapak Rektor yang terhormat, beberapa dari kami pun kaget dan mengiba, saya langsung mengeluarkan kartu ujian dan menunjukan bahwa tidak ada kriteria yang Bapak Rektor maksut, di kartu ujian hanya tertulis Jaket Almamater wajib dikenakan selama ujian, dengan baju berkerah dan sepatu. Bapak Rektor berdalil bahwa sudah ada di papan pengumuman, walau sejujurnya mahasiswa mana sih yang rajin baca papan pengumuman di kampus terlebih lagi kami bukan kelas Reguler. Tapi sudah lah berdebat tak ada gunanya malah waktu kami untuk menyelesaikan ujian akan habis tersita. Akhirnya kami ( mahasiswa yang di “keluarkan” ) semua berpencar ke segala penjuru kampus demi mendapatkan seragam yang dimaksud , dan untuk pertama kalinya saya menyesal bahwa kampus saya teramal jauh dari Mal karena kalau tidak sudah pasti dalam waktu singkat saya mendapatkan celana yang saya inginkan.

Saya mulai berlari dari satu sudut ke sudut yang lain dengan menajamkan penglihatan seperti elang yang mencari buruannya, tapi kali ini saya bukan mencari hewan untuk di makan melainkan mencari manusia yang bercelana hitam he..he..he.., akhirnya saya melihat juga manusia yang memakai celana hitam, petugas rental computer dekat kampus, tapi sayang seribu sayang celana nya kekecilan, dan saya seperti kakak tiri Cinderella yang berusaha menjadi istri pangeran tapi sayang kakinya kebesaran ketika mencoba sepatu kaca, tapi mungkin kakak tiri Cinderella masih beruntung karena tidak memecahkan sepatu kaca yang dicobanya, lain hal nya dengan saya , karena celana penjaga Rental tersebut kekecilan dan masih saya paksakan terpaksa celana tersebut robek, walau tidak besar he..he..he.., dan saya terpaksa mencari lagi “korban” berikutnya, kali ini ke toko poto copy, dan dapat, tapi sayang celananya nomor 28 sedangkan saya 32, dan saya dengan sedikit memasang muka memelas memohon si pejaga mengeluarkan seluruh koleksi celananya yg berwarna hitam, dan akhirnya ada juga celana yang bisa saya pakai walau dengan perjuangan keras dan rasa yang tidak nyaman, celana itu tidak bisa saya seletingkan karena memang ukuran pinggangnya beda tapi setidaknya “kekurangan” tersebut bisa ditutupi dengan jaket almamater dan memaksa saya duduk manis seperti putri keraton seharian, karena kalau tidak maka kejadian yang memalukan akan terjadi, celana akan melorot dan underwear akan terlihat. he..he..he..

Setidaknya ada pelajaran yang bisa saya ambil, pertama saya harus sering-sering membaca pengumuman setidaknya memasang pendengaran tentang tata tertib ujian bukan hanya memasang pendengaran tentang “kebetan” ( baca : contekkan ) he..he..he.., kedua saya mulai salut dengan kampus saya yang mulai menegakkan peraturan walau terkesan aneh, sekarang ketika kuliah tidak boleh memakai kaos yang tidak berkerah dan harus mengenakan sepatu tidak boleh sepatu sandal. Ya semoga semuanya bukan peraturan yang di buat hanya untuk sesaat. Setidaknya kampus saya telah memberikan alternative pendidikan yang murah meriah dan dengan waktu yang fleksibel. Bukan begitu mas DQ

 

Terimakasih atas komen dan kunjungannya :

Fakhrurrozy , qanaahsholihah , Tukang Nggunem , Anang , Frida , rio , Tabriz , la mendol , sulton , rey , meitymutiara

Iklan

19 Responses to ” Dikeluarkan saat ujian “

  1. Fakhrurrozy berkata:

    Satu hal yg mesti menjadi perhatian adalah perlunya sosialisasi peraturan di lapangan. Terkadang, peraturan dibuat secara sepihak dan tanpa diketahui khalayak, namun tiba-tiba sudah diterapkan dalam banyak lingkungan, bukan hanya di kampus, namun juga di banyak instansi2 pemerintahan dan swasta, yang mana khalayak akhirnya merasa terkejut dan kebingungan. Bukankah kita semua butuh sinergi dan mengharapkan kenyamanan satu sama lain? 😉

    Maaf jika komennya ngelantur… :mrgreen:

  2. sulton berkata:

    @ landy dengan jaket almamater dan memaksa saya duduk manis seperti putri keraton seharian, karena kalau tidak maka kejadian yang memalukan akan terjadi, celana akan melorot dan underwear akan terlihat. he..he..he..
    hahaha (ngakak guling-guling)
    nt jadi bawa underwear selusin ?

  3. la mendol berkata:

    “saya seperti kakak tiri Cinderella yang berusaha menjadi istri pangeran tapi sayang kakinya kebesaran ketika mencoba sepatu kaca,”

    Emberr…mana ada kakak tiri Cinderella pakai sorban ama jenggotan. Wakakakaka..!!!!!*ketawa sampai jungkir balik.

  4. rey berkata:

    hahahahaha… hihihihihi… celana kekecilan, hahahahaha… hihihihihi… celana gak disleting, lihatlah lihat semua… si landy mencari clana, celana berwarna hitam, untuk ikut ujian (bacanya dilagukan lagu Cinderella).

    Lan, kampus lo aneh bgt sihhh… masa’ cuman gara2 pakean gak seragam gak bs ikut ujian, apa hubungannya cobaa?? aneh…

  5. meitymutiara berkata:

    mestinya aturan itu juga ditulis dikartu peserta ujian. kalo pas lagi hari ujiannya mah, mana ada yang perduli dengan papan pengumuman, rata-rata konsentrasi ke buku, latihan soal, bikin kebetan.

    mungkin pak rektor itu penganut prinsip boss:
    #1. boss selalu benar.
    #2. kalau boss salah, lihat nomor 1.

  6. siska berkata:

    lah, kasian amat sih Landy…temen gue juga pernah tuh sampe minjem kemeja ke orang ga dikenal cuma karena model kemejanya tidak memenuhi syarat ujian, hehehe…

  7. ridu berkata:

    Lha emangnya UPM baru sekali ya?? weleh2.. semoga gak terulang lagi deh.. lagi juga temen2nya jahat2 gak ada yg ngasih tau sebelumnya..

  8. indo berkata:

    Salut sekali dengan Bang Landy nih..ngebela-belain cari celana item tuk bisa ikut ujian aja…petje at 😛

  9. adit-nya niez berkata:

    Waaa.. Baru tau mas landy pindah blog ksini…

    Btw, perjuangannya berat juga ya…
    Klo d kampus saya ndak seketat itu, walau emang ada peraturan musti putih-hitam…

  10. aaqq berkata:

    tetep gak habis pikir..
    ujian is a matter of OTAK.. bukan penampilan..
    ckckckck.. sedih liat pendidikan indonesia di bagian itu-nya.. 😦

  11. okebebeh berkata:

    he..he..untung kagak nemuin saya waktu itu..trus pinjem celana saya..he..hee

  12. aRya berkata:

    adu kasian ney
    wheheh

  13. ardhi nugraha berkata:

    klo saya biasanya pas ujian pasti ditegur sama pengawasnya tapi blm pernah dikeluarin, hbis bagaiman dong ujiannya sulit2 gtuw…

    tapi klo dikeluarkan emang kasian bgt ye…

  14. ichal berkata:

    wah,, bagus juga deh kalo bener2 di tegakkan ya peraturannya!!

    karena saya dari dulu orang yang tidak taat aturan mas, hehehe ( semasa sekolah ) tukang mbolos, tukang berantem,,, tapi rangking terburuk saya sampai SMP adalah rangking ke 3, (hahahaha narsis)

  15. AL-F berkata:

    Ass..Sering maksudnya apa mas landy ? koment ato postingan ? nggak ngeh sy. oi ya mas YM yuk sy pengen Cerita2 neh…

  16. Frida berkata:

    Peristiwa yang mengharukan tapi yg terpenting Kak Landy bisa menjawab semua soal khan ??? Itulah warna kehidupan yang dapat kita ambil hikmahnya agar dilain waktu kita tidak mengulangi kesalahan yang sama dan smoga kita dapat berbuat lebih baik lagi kedepan. Pokoke maju terus dan sukses slalu

  17. cewektulen berkata:

    sukses lah kang…….

  18. Eucalyptus berkata:

    Ha ha ha….. aduh Lan…. gak kebayang kamu pake celana kesempitan… makanya diet dong, diet… kekekek… ngomong2 aneh juga ya ujian aja harus pake seragam? Emangnya masih SMA?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: