“ Rahim yang kering “.

51438320.jpg

Mendung tebal menyelimuti Jakarta hari ini, membuat saya lebih betah di rumah ketimbang harus meninggalkan kamar. Mata saya tertuju kelayar monitor, merangkai huruf demi huruf menjadi sebuah kalimat melalui tombol yang terdapat pada sebuah papan hitam bermerek Prolink demi sebuah cita-cita untuk menerbitkan sebuah novel ( amien, mudah – mudahan ada editor yang baca he..he..he.. ), tiba-tiba wajah cantik kakak saya menyeruak masuk ke dalam kamar, dan duduk di sebelah saya. Aga ragu ia untuk memulai percakapan , karena dia teramat tahu ketika adiknya ( baca : saya ) sedang serius mengerjakan sesuatu dan terganggu maka tak segan-segan tatapan mata setajam belati akan menembus tubuh lawan bicaranya ( waduh jutek baget ya saya he..he..he.. ). Dengan senyum di kulum kakak saya memulai percakapannya.

 

“ Kalau rahim gw yang diangkat gimana ? “ tanya-nya dengan mimik serius.

“ Elo tetep kakak gw, ada atau gak ada rahim itu ! “ jawab saya sambil tersenyum manis.

“ Apa ada pria yang mau kalau wanita gak bisa memberikan keturunan ?” tanya-nya dengan wajah yang tidak kalah seriusnya dari pertanyaan pertama. Dan saya mencoba menarik napas panjang seakan ada sesuatu yang sakit dihati ini.

“ Tar gw bikin tulisan untuk masalah ini” ucap saya mencoba menenangkan gundahnya. Dan si cantik hanya mengangguk dan berlalu dari kamar saya.

 

Berkali-kali saya harus berpikir keras ketika akan menulis tulisan ini, beberapa wajah tergambar jelas di benak saya, En teman semasa sekolah dulu yang harus rela berbagi “ranjang” hanya karena “kasus” yang sama , Jm harus jauh-jauh berobat ke China mengeluarkan biaya yang tidak sedikit demi untuk memberikan sebuah keturunan agar cintanya tak terbagi. Dan seorang teman kampus dengan mata berkaca-kaca harus menandatangani surat cerai hanya karena tidak bisa memberikan cucu bagi sang mertua.

72654716.jpg

Sebagai wanita mereka “cacat” dimata banyak orang, mereka tak lebih seperti mesin yang berfungsi menghasilkan anak manusia, dan ketika mesin itu sudah tak berfungsi maka sesuatu yang baru jelas akan menggantikannya seakan mengalah cinta yang sebelumnya pernah tumbuh. Tapi apakah suatu kesalahan ketika seorang pria menuntut adanya sebuah generasi yang lahir dari seorang wanita? Bukankah salah satu alasan sebuah pernikahan adalah keinginan untuk memperbanyak keturunan?.

“ Tapi ini semua-kan bukan mau kami, sebagai wanita, siapa sih yang mau rahimnya gak bisa dibuahi ?” . Dan saya tidak pernah akan bisa menjawab untuk pertanyaan ini, selalu ada maksud terselubung dan hanya Tuhan yang tahu di balik semua keputusan-Nya.

“ Lantas apakah kami harus menerima begitu saja ketika keadaan menyudutkan keberadaan kami, membuang seperti barang rongsokan dan mendapat “label” perempuan tak berguna yang tak bisa menghasilkan keturunan ?? , lantas dimana cinta yang dulu pernah didengungkan ketika pacaran dulu ???. Dan untuk kesekian kalinya saya harus kembali menelan ludah karena tidak bisa menjawab.

Dan sebagai lelaki saya pun tak mengerti apakah saya akan tetap pada cinta yang sama atau beralih cinta manakala kelak sang istri tak bisa memberikan keturunan, tapi saya hanya bisa berharap kalau pun hal itu terjadi semoga tak akan pernah ada yang merasa tersakiti.

Jadi ingat dengan salah satu tulisan mbak Endang Purwani :

“ Memang cuma sebuah kantong. Lihat saja begitu. Tapi semua bisa ada karenanya. Cinta, kehidupan, harga diri, harga uang, rasa bangga, nama baik nama buruk, akar penyakit, ….terlalu banyak yang bisa ada. Tapi jika lalu koyak, harus ada airmata yang dihormati untuk melayangkannya entah kemana. Karena kantong ini berbeda. Karena kantong ini…………suci……. “ ( Endang Purwani )

 

51447579.jpg

Semoga kita semua melihat permasalahan ini dengan kepala dingin, tanpa ada yang merasa disisihkan dan terdzalimi.


Terimakasih atas komen dan kunjungannya :

adit-nya niez, nico , aaqq , Eucalyptus , Ghatel , imgar , Cabe Rawit , ROE , chy , Fiz , BangDhika , Tabriz , Santi , okebebeh , nexlaip , Fakhrurrozy , tomyzero , Abi Bakar , meitymutiara , la mendol , sulton , ichal , daincredible , amalia , varendy , sluman slumun slamet , dobelden

Iklan

32 Responses to “ Rahim yang kering “.

  1. gelly berkata:

    ya menurut aku itu tergantung masing2 pasangaN…yach klo mank ga’ bs beri keturunan apa boleh buat,N aku kira hal seperti itu juga ga’ sedikit…saat ini aku punya kawan yg dach merrid,sama kandungan kering sampai saat ini mereka ttp rukuN…N bahkan lbh bersyukur…ga’ ada anak…tp kayaknya agak aneh tp aku pernah demger dia berkata bgtz….aku seyum aja

    hal yg sama juga,pasangan normal takut punya keturunan….aku bnr2 ga’ ngerti,itu mank terjadi di sekitar aku

    Yup, kembali kepada diri kita masing2 ya, setidaknya bila segala sesuatu di komunikasikan dengan baik oleh kedua belah pihak maka semuanya akan baik-baik saja.

  2. Eucalyptus berkata:

    Hmmmmm….. pasti berat ya buat pasangan yg tidak dikaruniai anak. Tapi kembali lagi ke komitmen pasutri masing2. aku punya bbrp kerabat yg tidak punya anak, mereka mengasuh anak dari saudara atau anak orang lain, dan bisa rukun sampai kematian memisahkan pasutri tsb…

    Aduh bunda romantis banget 🙂 , ” bisa rukun sampai kematian memisahkan “

  3. chy berkata:

    Salah satu Tujuan perkawinan adalah mempunyai keturunan. Ironis memang.. banyak dikarunai anak malah disia-siakan dan banyak pasangan yang mengidamkan anak malah tidak diberi. Biarlah semua ini menjadi rahasia Tuhan dan juga agar kita bisa lebih mensyukuri nikmat yang sudah diberikan.

    Ya Apapun yang Tuhan beri adalah yang terbaik untuk kita.

    ” Terkadang Tuhan menyembunyikan Mentari, DIA datangkan Petir dan Kilat. Kita menangis dan bertanya – tanya kemana hilangnya mentari. rupa – rupanya Tuhan hendak memberikan kita pelangi.. . “

  4. Cabe Rawit berkata:

    Kita biasanya sudah keburu takut ama masa depan. Takut ama bayangan dan gambaran yang bakalan kita alami di masa depan, padahal belum tentu apa yang kita bayangin bakalan terjadi. Akhirnya, kita sudah tersiksa ama bayangan dan prediksi masa depan, bukan oleh masa depan itu sendiri.

    Kekhawatiran, takut, gelisah bahkan sampe menyesali keadaan diri karena merasa atau melihat adanya kekurangan, menurut ane wajar dan amat manusiawi. Apalagi menyangkut masalah “kemampuan memberika keturunan”. Tapi ane harap, hal ini jangan lantas membuat mpok-nya menjadi merasa rendah diri, dan menjudge bahwa tidak akan ada pria yang bisa menerima apa adanya.

    Ane sendiri adalah anak angkat dari pasangan yang tidak memiliki keturunan, karena emak kena toxoplasmasus. Tapi alhamdulillah, kehidupan rumahtangga emak ama babe baek-baek aja. Dan menjadi lengkap dengan kehadiran ane sebagai anak, sekalipun kagak keluar dari rahim emak.

    Ane inget petuah ustadz ane: Kita cuman tau apa yang dinginkan, tapi kagak tau apa yang dibutuhkan. Tuhan lah yang mengetahui apa yang kita butuhkan, dan bersyukurlah ketika Tuhan memberikan apa yang kamu butuhkan, bukan memberikan semua yang kamu inginkan.

    Kita ingin punya keturunan… mampu meberikan keturunan, menjadi istri yang “sempurna” dan laen-laen…. Semua adalah keinginan kita. Tapi, apa benar kita membutuhkan semua itu. Cma Tuhan yang Maha Tahu…

    Ane jadi kaya ustad begini yak??? :mrgreen:
    *elus-elus jenggot*

    gak bisa ngomong ape-ape ente ilmunya lebih tinggi dari ane he..he..he..

  5. cewektulen berkata:

    duhhhh…entahlah…..capek bahas yang kayak ginian….

    sama 🙂

  6. rwinciyin berkata:

    aduh…ndak bisa komentar, coz ada paman gw yang udah puluhan tahun nikah n belum dapet keturunan padahal dia ada kekeyaan yang ga bakal habis 7 turunan…dan alhamdulillah dia paham bahwa hidup di dunia bukan cuma tentang keturunan aja namun bagaimana kiprah kita dalam mengeluarkan potensi fitrah kita sebagai manusia

    Yup betul sekali bro, salut ma pamannya, salam hangat dari aku ya untuk pamannya

  7. realylife berkata:

    meski demikian , tetaplah bangga menjadi seorang perempuan dengan segala kelebihan dan kekurangan .
    no body`s perferct
    makasih ya udah silaturahmi di blog aku hari ini
    sering – sering silaturahmi ya

    sama-sama, sering-sering mampir juga ya he..he..he..

  8. fauzansigma berkata:

    semoga ada hikmahnya..
    dan saya yakin ada hikmahnya, dbalik semua itu wanita akan diberi kekuatan yg jauuh lbh dahsyat dari pria

    Ya wanita diberikan sifat ketabahan untuk menghadapi segala ujian jauh lebih besar di banding pria.

  9. icha berkata:

    mmmhh..speechless degh..disatu sisi..banyak pasangan yg mengharap anak.tapi tidak diberi oleh Tuhan…disatu sisi..remaja yg hamil diluar nikah…tanpa berpikir dua kali..dgn enaknya menggugurkan bayi dirahimnya…

    btw…disini …saya dengar dr mitos yg beredar di kalangan masyarakat Mesir..pasangan yg tidak bs punya anak, baisanya datang berziarah ke Makam Sayyidinal Husein…
    katanya..katanya loooh…beberapa bulan ato hari setelah ziarah..akhirnya sang istri bisa hamil
    Wallahualam

    mahal banget biayanya harus kesana, berat diongkos he..he..he..

  10. Santi berkata:

    Istri2 Rasulullah pun banyak yang ndak bisa ngasih keturunan kepada beliau, walaupun beliau menyarankan agar lelaki sebaiknya menikahi perempuan yang mampu memberikan keturunan yang banyak. Dan Ummahat Al-Mukminin itu kan panutan muslimah seantero jagad raya. Jadi kategori tidak sempurna menurut kita itu jelas tidak sama dimata Allah. Pertanyaannya sekarang, apakah yang kita kejar di dunia ini? Perasaan cinta kepada suami pun harus dijaga kesuciannya, tidak lantas berubah menjadi cinta yang bisa membutakan mata lalu lupa kepada siapa cinta sejati diberikan.

    (tumben kali ini komentar saya rada seriusan.. hihihi)

    he..he..he… gw juga kaget neng komentar elo jadi rada serius.

  11. Fakhrurrozy berkata:

    Nggak tahu mau komen apa. Tapi sejujurnya saya sepakat dengan komen Mbak Santi di atas 😉

    lah katanya abang mau cari dalil dulu gimana sih 😦

  12. sulton berkata:

    Yaa Allah…..

    Ya Robbi

  13. arya berkata:

    Bagi yg lom punya keturunan nich, sebaiknya selalu banyak konsultasi aja ke yg dah pengalaman, ato yg dah banyak punya anak. karena mereka dah punya segudang trik lho? ga percaya? coba deh konsultasi ama mereka, di jamin deh puas-puas dan puas,… eh, kakaknya itu dah nikah lom? kok tau klo Rahimnya kering ya? dan biaanya klo lama lom pnya anak dan lahiran pertama, biasanya kesananya cepet lho dapet dedeknya lagi? soalnya aku dah pengalaman,…ha ha ha

    Yakin pengalaman he..he..he..

  14. amalia berkata:

    Bila keturunan itu kita hanya urusan manusia..
    Mungkin… pelajaran ttg kepasrahan itu tak ada.
    yang ada hanya saling menyalahkan bila tak juga datang keturunan itu..
    Keyakinan segalanya dari Tuhan.. dengan nilai usaha manusia.. jika akan ‘diadakan’ menurutn-Nya semua akan mudah..
    Salam sabar aja ya pak.. buat kakanda..

    Tawakal dan keikhlasan mungkin kuncinya ya bunda

  15. la mendol berkata:

    Cerita Mas Cabe Rawit bisa tuh dijadikan tauladan bagi para laki-laki. Jadi, nggak langsung memutuskan poligami gara-gara rahim kering.

    Tumben si Imeot serius komennya wakakakakakakak

  16. nurussadad berkata:

    @ la mendol : hmm, gak langsung kan, hmm

    🙂

  17. anakrimba berkata:

    Wow, bagus nih

    Klo unda yang pasti sebagai manusia pasti mengharakan sekali adanya keturunan, itu pasti
    Lantas apakah unda jadi enggak cinta sama pasangan unda hanya gara-gara dia gk bisa ngasih keturunan, ya enggak juga lah, rasanya perasaan gk bisa berubah gara-gara alasan itu.
    Tapi trus klo ada wanita lain, ini masalah lain tentunya, asal dibicarakan lebih dulu, kenapa enggak?

    Yang parah tuh, klo ada suami nikah lagi gara-gara sama istri yang lama gk bisa dapat anak laki-laki, ini nih yang aneh, tapi masih ada lo sekarang

    Walau bagaimanapun, bukankah lebih baik terbuka dari awal sebelum ke penghulu untuk masalah yang beginian?

    salam kenal ya…

    salam kenal kembali Unda, keterbukaan adalah hal yang terpenting dari sebuah hubungan, apalagi menyangkut hubungan suami istri yang pertanggung jawabannya tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat.

  18. chitink berkata:

    kita (manusia) hanya bisa berencana n berusaha Allah yg nentuin hasilnya…mgkn klo ga pnya anak menurut Allah akan lbh baik buat kita, kita harus tetep mensyukuri nikmat-NYA…jd jgn saling menyalahkan n jgn smp bubar pernikahan yg sdh terjalin

    Betul sekali pak semoga semakin banyak orang-orang seperti bapak amiennn, oh iya kapan neh traktirannya di tunggu loh, masih kost di sanakan ????

  19. aaqq berkata:

    kalo calon istri gue yang kaya gitu?… jujur, susah komennya.. 🙂
    antara ego laki-laki.. keinginan untuk punya keturunan dan rasa simpati pada perempuan dengan kondisi seperti itu.. campur aduk.

    Ungkapan ya jujur Bro, komentar terjujur mungkin he..he..he..

  20. Abi Bakar berkata:

    Saya juga gak tahu deh musti gimana (kalau ditanya sekarang) karena lumrah banget sebagai manusia saya pengen punya keturuan, anak! but what’s going to happen in next future no body knows.

    Ya cuma Allah ya tahu

  21. nexlaip berkata:

    Mudah2 an punya keturunan yang shaleh dan menjadi pemimpin oran2 yang beriman

    Amien

  22. Shireishou berkata:

    Aduh jd serem sendiri. Soalnya akju br akan memulai bahtera pernikahan. Smoga ga kejadian. Dan sebenernya kata mama kalau ga diberi keturunan spt sodaraku, asal ada komun ikasi dan pengertian Insya Allah semua baik2 aja

  23. olangbiaca berkata:

    Ass..tiada kata selain doa, agar beliau (kakak mas) dikuatkan oleh-NYA, oiya..sy mo nanya rahimnya nggak diangkat kan ? kalo nggak berusaha aja, dan ikhlaskna doanya. Karna doa itu bisa merubah keadaan kita, kenapa takdir itu ada 2, takdir yg memang udah tetap, d takdir yang bisa dirubah, menurut yg sy pelajari. jadi berusaha dan doa, karna ada temen istri sy yg udah divonis oleh dokter nggak bakalan dapet keturunan, tapi buktinya Alhamdulillah, dgn usaha d do’a Allah melihatkan keluasan rizki-NYA. moga.

  24. olangbiaca berkata:

    dan pertanyaan adakah ada pria yg mau nerima, jawabanyanya adalah PASTI ADA, karna ALLAH tidak akan pernah menyia2kan hamba-NYA.

  25. olangbiaca berkata:

    asal semuanya dimulai dari yang baik dan mencari Barakah-NYA, artinya pernikahan tentu tdk dimulai dari sebuah pacaran. InySa Allah Allag akan mempertemukan pria yg akan mEnerima dia (kakak mas) apa adanya. moga.

  26. Tabriz berkata:

    KETIKA ZULAIKHA TELAH MENIKAH DGN YUSUF AS, SATU SAAT YUSUF AS BERTANYA…SEPERTINYA ENGKAU SEKARANG TIDAK BEGITU MENCINTAIKU ..???
    KATA ZULAIKHA , KECINTAANKU PADA ALLOH TELAH MELUPAKAN CINTAKU PADA MAHLUK…

  27. varendy berkata:

    kalo menurut gue memang ya salah satu tujuan pernikahan itu kan untuk memperbanyak keturunan, jadi kalo memang dari pihak lelaki atau perempuannya ga bisa melakukan tugasnya, mungkin saja harus direlakan salah satu, entah sang istri yang merelakan suaminya nikah lagi atau sang suami yang merelakan istrinya cerai dan nikah lagi. dengan tujuan demi mendapatkan keturunan.

    a comment from varendy.wordpress.com

  28. yah… lagu dangdut mandul bisa sebagai bahan renungan!
    bukankah tetap ada jalan menuju SURGA? apabila memang takdir telah berkata bahwa tidak mungkin mendapatkan keturunan, pastilah ALLAH mempunyai rencana yang jauh lebih baik. begitu banyak bayi2 ditelantarkan, begitu banyak anak2 hidup tanpa ayah dan ibu….
    mungkin MEREKA-lah anak2 kita kelak!

  29. meitymutiara berkata:

    apa iya pengangkatan rahim itu adalah satu2nya cara terbaik? apakah tidak ada alternatif?

    lalu, ada jaminankah kalau setiap wanita yang masih memiliki rahim itu akan memberi keturunan?

    apapun jalannya, yang pasti Allah punya rencana terbaik bagi umat-Nya.

  30. darsini berkata:

    memangnya kakak kamu pnya penyakit apa?
    sehingga rahimnya harus di angkat ????
    apa tidak ada cara lain selain di angkat.

  31. endangpurwani berkata:

    mas Landy, temanku yg itu….yang tulisanku mas landy kutip disini, akhirnya sudah meninggal, tepat di hari pertama Tahun Baru, 1 Januari 2008…..

  32. sunflo berkata:

    hiks..jadi pingin nangis…inilah hidup, kadang kenyataan ga seindah harapan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: