“STOP BUGIL DI DEPAN KAMERA”

images123.jpg

Jam di sudut kanan bawah layar monitor menunjukan pukul 3 pagi, sebagian penduduk bumi sedang terlelap dalam mimpinya, dan saya masih tetap disini, didepan layar monitor, mengenang perjalanan saya di sebuah warnet kubik di pinggiran Jakarta. Entah apa yang saya cari di sana waktu itu, hampir berbulan-bulan sepertinya warnet ini menjadi tempat yang harus saya sambangi setiap harinya, seakan jarak antara rumah dan warnet yang terbilang jauh ( 2 jam perjalanan ) tak juga menyurutkan langkah saya untuk kesana. Bahkan saya pernah berangkat kerja dan kuliah pun dari warnet ini, warnet ini bukan warnet satu-satunya yang menyediakan fasilitas seperti ini, tertutup rapat seakan memberikan “kebebasan” yang lebih kepada para user-nya.

Berawal tugas kampus dan kejadian yang terjadi di salah satu warnet di bilangan Blok-M yang membuat rongga saya bersekat, seolah menampar keyakinan dan harga diri saya sebagai “umat beragama”. Sebuah “kejadian” yang memaksa saya membuka mata untuk sekedar menelusuri fenomena dunia maya dan lika-likunya. Dan pada puncaknya saya mengambil topik “Seks bebas remaja di dunia maya” , judul makalah yang coba saya sajikan untuk dosen di kampus, walau pada akhirnya makalah itu tak pernah berani saya selesaikan, teramat mengerikan dan begitu menyakitkan. Apa yang saya temui sangat jauh dari apa yang saya bayangkan sebelumnya. Berawal dari situlah saya mulai mengerti apa yang di sebut dengan “gaya berpacaran” anak sekarang, kalau menurut Haidar Haidar salah satu penulis timur tengah yang novelnya menjadi salah satu koleksi favorit saya menyebutkan “ pacaran saat ini layaknya sebagai pengganti onani “ . Dan rasanya saya tak harus memperinci apa yang dimaksud gaya pacaran itu. Walau pada akhirnya tepat 2 hari ketika makalah itu harus diserahkan secara tiba-tiba saya merubah topik pembahasan 360 derajat menjadi “Busung Lapar” yang kala itu sedang booming, Dan rasanya saya harus puas dengan nilai B untuk sebuah makalah yang tidak di persiapkan dengan matang.

Dunia maya memang menjanjikan banyak pilihan yang berbeda dengan dunia nyata, disini seseorang tak harus malu menanggalkan “topeng” yang biasa dia kenakan di dunia nyata, seseorang bisa menjadi begitu liarnya bahkan setiap orang di berikan kebebasan sepenuhnya untuk menjadi pribadi yang lain sebagaimana banyak di lakukan para pencinta dunia maya pada umumnya.

Setiap orang bebas mengexplore diri sesuka hatinya, maka jangan heran ketika melihat seseorang yang nampaknya “alim” menjadi begitu “binalnya” menebar pesona di kancah dunia maya. Seorang wanita yang kesehariannya kelihatan polos dan lugu menjadi begitu “profesionalnya” memainkan jari jemari merubah setiap kata menjadi kalimat yang membuat lawan chatnya menembus langit ke tujuh.

Sangat sulit untuk menentukan batasan kesetiaan di dunia maya. Karena tak ada aturan baku disana, seseorang bisa saja dalam satu waktu yang sama mengungkapkan cintanya ke pada beberapa orang yang berbeda , bahkan yang parahnya hal ini dilakukan oleh pria-pria yang sudah memiliki pasangan resmi.

“ Selama tidak terjadi kontak fisik bukan selingkuh namanya ” Ucap seorang teman pria kepada saya, tapi ketika saya bertanya apa kah ia akan marah kalau sang istri melakukan hal yang sama dengan pasangannya di dunia maya sebagaiamana yang ia lakukan !, maka dengan tegas sang teman menjawab “ YA IYA LAH, GILA AJA KALAU GW GAK MARAH. “, lucu bukan, tapi mejadi tidak lucu mana kala penyimpangan yang terjadi tidak hanya sebatas melakukan aktifitas seks di dunia maya , tapi sudah mulai merambah pada dunia nyata. Seperti banyak yang terjadi selama ini.

Dengan hanya bermodalkan uang 3.000 rupiah / jam anda sudah dapat menikmati kepuasan tertinggi dalam seks, sangat mengerikan dimana yang mulai kecanduan hal tersebut kebanyakan anak-anak yang di bawah umur, tanpa pengawasan dan pengunaan software filter pengaman.

Tapi sudah lah rasanya tak pantas saya mengulas lebih jauh tentang fenomena ini, toh saya rasa anda-anda lebih paham untuk masalah ini ( sambil melirih bapak anu, ini, dan itu , he..he..he.. dan sambil senyum dan melirik ke si manis dan imoet keep silent girls ) lagian hal ini telah di bahas secara gamblang oleh Achmad Desmon Asiku dalam bukunya Cybersex finally exposed, buku yang jauh lebih bagus dan bermoral ketimbang Jakarta Under Cover ( Kali ini gw setuju ma pendapat loe Ran he..he..he.., masih kah si penulisnya bertandang ke tempat kamu wakakakakak , peri gossip mode on ).

Lantas kenapa saya mengulas lagi perkara ini pada hal sudah sering kali saya bahas pada blog almarhum , itu semua tak lebih karna beberapa teman di kantor mulai kecanduan apa yang di sebut Fenomena dunia maya.

Oke, kalau boleh saya berpesan ( kesannya kaya dosen ya he..he..he.. ) lindungi diri anda, dan keluarga anda dari maraknya pornografi yang akhir-akhir ini seperti jamur di musim penghujan. “STOP BUGIL DI DEPAN KAMERA”.

Sudah dulu ya saya sedang sibuk mempersiapkan UPM ( Ujian Akhir Paket) dan Laporan Keuangan Tahunan. Doakan semoga semua lancar amien.

 

Terimakasih atas komen dan kunjungannya :

gelly , Eucalyptus , chy , Cabe Rawit , cewektulen , rwinciyin , realylife , fauzansigma , icha , Santi , Fakhrurrozy , sulton , arya , amalia , la mendol , nurussadad , anakrimba chitink, aaqq , Abi Bakar , nexlaip , olangbiaca , Tabriz , varendy , sluman slumun slamet

Iklan

45 Responses to “STOP BUGIL DI DEPAN KAMERA”

  1. Fakhrurrozy berkata:

    Sangat sulit untuk menentukan batasan kesetiaan di dunia maya. Karena tak ada aturan baku disana, seseorang bisa saja dalam satu waktu yang sama mengungkapkan cintanya ke pada beberapa orang yang berbeda , bahkan yang parahnya hal ini dilakukan oleh pria-pria yang sudah memiliki pasangan resmi.

    Jika dalam hati setiap orang senantiasa wujud perasaan senantiasa “diawasi” oleh Yang Maha Melihat, dari sanalah dia bisa mengetahui batasannya di dunia manapun berada… 🙄

    Aduh abang dirimu memang abang yang baik 🙂

  2. ridu berkata:

    yup bener banget.. sebagai orang yang beriman seharusnya kita sadar bahwa dimanapun dan kapanpun kita itu sedang “diawasi” sehingga segala tingkah laku kita tidak terjerumus kepada hal2 yg seperti ituh!

    btw itu udah bisa insert gambar kan??

    Gw kok gak yakin ma elo ya Du , masalahnya id yang elo punya gak kalah banyak dari gw, he..he..he..he..

  3. manis berkata:

    Ngapain loe Om, ngelirik gw sambil senyum2… Gw pingin ngakak kalo dah kaya gini. Ingat jaman2 dulu yaaaa, hehehueeee

    Jaman dulu yang mana neh Iko , sambil pura-pura lupa he..he..he..

  4. sulton berkata:

    jangan bugil !!!

    Jangan bugil dimana neh dek , dasar penganten baru , wakakakakakak

  5. Cabe Rawit berkata:

    Yang bugil di depan kamera sedikit kok… Paling puluhan rebu orang!!! Yang lebih banyak, yang liat orang bugil di depan kameranya.. :mrgreen:

    Ah… fenomena ini sepertinya sudah semakin menyebar, membusuk dan susah ngobatinnya. Bagemana ini??? kenafa fula samfe seferti ini? 🙄

    *mencoba bugil di depan kamera*
    *fantes juga ternyata*
    :mrgreen:

    wakah si ustadz erorr he..he..he..he..

  6. okebebeh berkata:

    “Tapi sudah lah rasanya tak pantas saya mengulas lebih jauh tentang fenomena ini, toh saya rasa anda-anda lebih paham untuk masalah ini ( sambil melirih bapak anu, ini, dan itu , he..he..he..”

    hem..siapa ya si bapak itu?? jadi curiga nihh…

    Udeh deh Pak oke gak usah di bahas , lagian dari kemarin curiga mulu bawaannya wakakakaka, kalau gak macem2 gak usah takut bapak ku yang ganteng dan imoetttttttttttttttttt, yang setia , yang lupa meyediakan mie waktu gw kesana he..he..he..

  7. cewektulen berkata:

    seperti itulah cermin budaya populer menggerus berbagai peradaban

    cuma bisa sedih hiks

  8. franya berkata:

    BUGIL??? LHO ITU KHAN SINGKATAN DARI BULE GILA.. ITU MAKSUD ELO…??? WAH WAH..KALAU ITU SICH KHAN GAK APA2..EMANG DAH DARI SONONYA BULE ITU GILA.. HE..HE.. TAPI BULE GW GAK GILA LOH..!!! ( PROTES DEH )

    gak gila cuma gak waras aja ya neng wakakakakakakakakakak

  9. Anang berkata:

    ketika zaman semakin menua… moral dipertaruhkan……

    Setuju mas he..he..he..

  10. siska berkata:

    hmm gue juga mengkampanyekan hal yang sama tuh. setuju! hehehe…

    Kita mah selalu sehati terus ya neng he..he..he.., gimana kost barunya betah , oh iya elo masih punya hutang traktiran ya he..he..he..

  11. Eucalyptus berkata:

    Jaman emang udah makin edan ya….

    Yang Edan jamannya atau kitanya ya bunda he..he..he..

  12. Santi berkata:

    Iyah nih.. bahaya..

    Omong2 ttg buku, juga ndak paham ttg maksud penulisan buku tersohor yang ngebuat kamus istilah2 pergaulan bebas yg mas landy sebutin diatas itu. Dari pihak yg awam, yg pertama terbersit justru pertanyaan, “dimana?”. Paling parah, malah balik nyelidikin keberadaan tempat yang sebetulnya digambarkan jelas di buku itu.

    Bahayanya lagi.. banyak yg menganggap sepele. Semoga saya bisa mewaspadai ini kalo udah berkeluarga. Amin! Nah sekarang, cari calonnya. Hahahaha (ketawa sambil nyobek2 kertas)

    Waspadalah…. waspadalah…waspadalah, loh kok jadi kaya bang Napi he..he..he..

  13. Fiz berkata:

    Kata orang tua dalam bahasa Jawa, “Arek nom sak iki…. angel aturane” (generalisasi “mode on”). Gimana ya????

    Aduh akang Fiz, bo diterjemahin toh aku gak ngerti artinya 😦

  14. Agus Taufiq Hidayat berkata:

    Dunia maya oh… dunia maya… lebih gila daripada dunia nyata… do’a supaya terhindar dari fitnah dunia maya apa ya…?

    4 bulan setiap tahun 10 hari setiap bulan dan 8 jam setiap harinya, insya Allah gak cuma terhindar bahkan menghilangkan bukan begitu pak, maaf ane gak bermaksud nargib , ini untuk diri ane sendiri he..he..he..

  15. endang berkata:

    kenapa orang harus membedakan anatara dunia maya dan dunia nyata ya? sejatinya….yang berada di balik dunia maya toh manusia yang punya rasa ….jadi kalau malu itu ada, mestinya bisa malu pada diri sendiri juga….meski telanjangnya di dunia maya.

    *maap, lagi jarang online dan bw…ada kesibukan banget….

    Sama mbak aku juga gi sibuk he..he..he.. tapi minimal kita masih bisa silaturahmi kan

  16. Abi berkata:

    Orang-orang selalu menyalahkan zaman hingga disebut “EDAN”.

    Bukankah orang2 yg berada di zaman itu yg telah menjadikan keadaan zaman menjadi kelihatan “EDAN” dengan tingkah laku mereka? 🙄

    setuju Abi 🙂

  17. Deddy berkata:

    Dunia maya emang membuat orang2 sering lupa diri. Dipikirnya bisa melepas topeng seenaknya tanpa diketahui siapa wajah di balik topeng.

    Dont judge the book by its cover.

    Tampang dan omongan alim emang belum tentu alim di dalamnya.

    Hati2 aja deh dengan binalnya dunia maya. Bahkan pria pun banyak yang memakai topeng wanita nakal di dunia maya. So, beware! 😉

    Aduh ternyata pak Dokter pengamat dunia maya juga ya , saluttttttttttttttttttttt , elo emang serba jagooooooooooo ded bravo

  18. olangbiaca berkata:

    Asl…Kita harus banyak Istighfar, betapa kita sangat prihatin dg kondisi ini, sebetulnya si empunya Warnet itu harus diawasi dgn peraturan perundangan (ini pernah dikupas di editorial Media Indonesia), misalnya tempat duduk warnet hrs leluasa dilihat oleh orang (pemilik warnet), jgn kayak sekarnag banyak warnet yg menutup dan menghadap kedinding, otomatis si pemakai warnet nggak keliatan ngapa-ngapain, sy salut ama warnet yg terbuka artinya si pemakai warnet nggak leluasa ngapa-ngapain karna tempat dia terbuka d diliat semua orang. ini hanya bisa buat warnet tp buat pribadi susah juga. ya kontrol orang itu aja lagi.

  19. olangbiaca berkata:

    jika saja setiap pribadi menyadari akan hal MAHA MENATAPNYA ALLAH tentu mereka tidak akan BERBUAT DEMIKIAN, oke deh kita doain aja adek2 remaja kita smeuanya agar nggak terjerumus kpd kenistaan.

    Amien , doain saya juga ya pak saya kan juga masih remaja 😉

  20. Laks berkata:

    baru tau kalo pak ustadz pindah rumah 😀

    bukan pindah pak tapi diusir ma blogger he..he..he..

  21. gelly berkata:

    mau gimana lagi mank dach bagai jamur di musim penghujan…^^bersikap selektif aja…N kontrol diri,moga ga’ ikut masuk terjerumus..doozo yuKK…

    Yup, semoga kita semua tidak terjerumus dalam kubangan dosa, minimal kita bertoubat bagi yg telah melakukannya.

  22. indra1082 berkata:

    Hanya Satu kata: SETUJU!!!!
    salam kenal…

    Salam kenal kembali.

  23. la mendol berkata:

    EMBERRRRRRR…gila bener loe yach. Giliran posting yang berbau porno..selalu kesebut link-gw.

    sodara-sodara , saya nggak tahu apa-apa. Apalagi soal Landy bugil di depan kameraaa.!!!

    Dodol si mendol, weittttttttttttt pura2 gak tahu lagi wakakakakakaakakak

  24. darsini berkata:

    bagus…..bagus…..bagus….
    stop bugil ,buat apa sih itukan merusak diri sendiri

    Aduh Dar, gw pikir elo mau komen apa dah deg-degkan, cuma gini doank, cape deh he..he..he..

  25. Frida berkata:

    Pencerahan yang bagus, Smoga Tuhan memberikan hidayah Nya kepada kita agar tidak terjerumus.

    Amien

  26. mitra w berkata:

    hmmm, jd inget ma kasusnya temenku dulu. Nekad kawin lari ma temen chatting nya…
    ck ck ck…

    Aneh kawin kok pake lari-lari

  27. Eko SW berkata:

    hihii

    saya rasa mmang fenomena itu mengerikan

    …. begitu
    ^_^

    Gimana KRS nya mas beres..?? salam ma keluarga ya

  28. imgar berkata:

    aku pernah pasang foto pemandangan di fs. bbrp lama kemudian ternyata foto itu dipakai sebagai primary photo di fs seorang teman. tanpa mencantumkan kalau itu fotoku.

    kebayang kalau foto anonoh..trus tiba2 diambil dan disebarkan ke seluruh penjuru dunia (yang tentu saja tanpa ijin). malunya gimana ya ?

    uh..dg perkembangan teknologi spt skrg, urusan foto amat sangat harus hati-hati..

    Kapan neh mas aku di potonya he..he..he..

  29. Tabriz berkata:

    No Koment…….

    Wakakakakak, Masih jaman Desi Ratnasari ya Buya he..he..he.. katanya Dian Sastro

  30. varendy berkata:

    well tekonologi memang menawarkan pedang bermata dua, disatu sisi ada kemudahan, kepraktisan, silaturahmi yang lebih mudah, de el el, namun disisi lainnya ada juga cybersex, cybercrime, cyberdate, de es te. tinggal hati yang memutuskan, mau pake teknologi sebagai apa.

    a comment from vareny.wordpress.com

  31. varendy berkata:

    salah ketik harusnya a comment from varendy.wordpress.com

  32. nico berkata:

    buat yang sudah terlanjur foto aneh2 di hape, hati-hati aja ketika hape tersebut di jual atau hilang atau di service. karena suatu hal yang mungkin ,foto2 tadi di recover meskipun telah dihapus.

  33. HSPtravels berkata:

    boss, buka mata buka buka telinga hanya di sini di harapandiri.com.. sukses *cara nyampekan pesannya aluss* sipp yaa. perkuat barisan JBDK …

  34. nexlaip berkata:

    waaah ada penganten baru juga nih…….jangan bugil depan kamera dong!

  35. setyoas2ti berkata:

    dunia maya emang bikin ketagihan segalanya…awalnya ak jg ga percaya ttg semua itu tp skrg apa yg ga mungkin menjadi sangat mungkin di dunia yag semu ini…….tp mesti gmn ?

  36. fahmi! berkata:

    hehe, kalo di belakang kamera gpp kali yah? kayaknya menarik kalo lagi syuting gitu kameramennya telanjang 😀

    ato pas sesi fotografi resmi, modelnya pake dasi + jas komplit, tapi fotografernya bugil kekekekekkk…

  37. setuju….
    tapi gimana lagi…. para kiai yang harusnya menjadi suri tauladan umatnya sudah pada gila kursi di senayan.
    :d

  38. meitymutiara berkata:

    “ Selama tidak terjadi kontak fisik bukan selingkuh namanya ”

    judulnya teteh ajah selingkuh …

  39. meitymutiara berkata:

    ups salah … maksudnya, tetep aja selingkuh biarpun ga ada kontak fisik juga.

    pernah terpikir ga ya, kalo temen chat itu ternyata adalah partner kita juga didunia nyata (dan ini denger2 pernah kejadian di amrik sanah).

  40. nenyok berkata:

    Setuju, dan gw yakin betul dunia maya seakan mampu membuka sisi liar dan tergelap pribadi seseorang, pdhl apa dilakukan di dunia yang dianggap maya, sebenarnya adalah suatu kenyataan hidup yang pastinya akan diminta pertanggungjawabannya kelak. wallahu’alam.

    Baidewei salam kenal 🙂
    -nenyok-

  41. mutiatun berkata:

    Whah…… ane ketinggalan jaman neh…. kagak kefikiran samfe segitu….. maklum, ane kan anak yang lurus2 ajah…. jadi ga ngerti kalo da yang salah penggunaan gitu….ternyata dunia maya emang bisa buat apa ajah terserah kita. Tulisan ini sedikit terkait dengan postingan saya tentang blog sebagai biro jodoh. Tapi topik itu sedikit lebih mengerucut……

  42. bejo berkata:

    akur….
    korban teknologi atau memang belum siap dengan kemajuan teknologi???

  43. arynov berkata:

    Ahha… Bugil di depan kamera? Emang tuh memberikan sensasi tersendiri.. Atau bisa juga berdandan terlalu ketat pun bisa memberikan sensasi yg nyaris sama dg bugil, ketika di depan kamera. Misalkan, celana slim fit super ketat, atau coverall berbahan licra/spandex Seperti baju renang atau bikersuit. Pembahasan sensasi fetish seperti ini bisa dicari di wiki.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: