” Ranjang yang bergoyang “

200428211-001.jpg

“… istri-istrimu adalah pakaian bagimu dan kalian adalah pakaian bagi istri-istri kalian…” (QS Al Baqarah [2] : 187).

“Hai Bani Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu Pakaian untuk menutupi auratmu …..” (QS Al A’raaf [7] : 26)

 

Sebagaimana yang umum kita ketahui bahwa fungsi dari pakaian untuk menutupi aurat seperti tertulis dalam surat QS Al A’raaf ayat 26, Maka sudah sepantasnyalah hal tersebut juga dilakukan oleh pasangan suami istri, karena Keduanya berfungsi menutup aurat aib atau kelemahan dan kekurangan yang ada pada pasangannya masing-masing. Tidak ada seorang pun yang mengetahui selain dirinya dan suami atau istrinya itu. Bahkan anak-anak sekalipun tidak perlu untuk mengetahuinya.

Tapi pada kenyataannya hari ini sangatlah berbeda, merupakan suatu hal yang biasa bahkan suatu “kebanggaan” mana kala seorang suami / istri menceritakan kepada orang lain apa yang mereka lakukan semalam dengan pasangannya di tempat tidur. Bahkan mereka tak sungkan harus memperinci setiap adegan tersebut. Layaknya gerakan slow motion pada film-film.

72880069.jpg

Memang sungguh ajib manusia hari ini. sesuatu yang bersifat pribadi sudah tak malu lagi untuk di umbar, lantas apa gunanya tembok dan pintu terkunci kalau toh pada akhirnya apa yang dilakukan harus di ceritakan kepada orang juga. Lain halnya bila menceritakan kepada ahlinya dalam hal ini dokter yang betul-betul ahli ketika ada suatu permasalahan.

Lantas dimana fungsi “pakaian” itu ? padahal jika “pakaian” di kenakan sesuai fungsinya. maka disana pula harkat dan martabat manusia akan terangkat. Namun sebaliknya, jika “pakaian” terlepas dari fungsi hakikinya, maka langsung atau tidak langsung akan menjatuhkan harkat dan martabat manusia di hadapan Allah SWT.

Hal ini telah Allah tunjukkan kepada Nabi Adam dan Siti Hawa as. Ketika keduanya menjaga kesuciannya, maka terjaga dan tertutup pula auratnya. Tetapi begitu keduanya melanggar larangan Allah sehingga mengotori kesuciannya, maka Allah pun membuka dan memperlihatkan aurat keduanya.

Dan hal ini dipertegas pula dalam suatu hadist:

“ Sungguh termasuk seburuk-buruknya kedudukan manusia disisi Allah pada hari kiamat adalah suami yang mendatangi istri-nya, dan istri mendatangi suami-nya ( berjima’ ). Kemudian salah seorang dari keduanya meyebarkan ( menceritakan ) kepada orang lain”. ( Muslim, Abu Dawud ).
sb10064171l-001.jpg

 

Hal-hal seksual sekecil apapun adalah perkara yang mesti dirahasiakan, baik menyangkut perkara mengenai dirinya sendiri, atau mengenai diri pasangannya. Islam mendudukan hubungan seksual diantara suami istri adalah suatu ibadah yang mulia dan suci. Berbeda dengan hubungan seksual mahluk-mahluk Allah yang lainnya. Merekapun berhubungan seksual, namun jauh dari nilai ibadah yang mulia. Hubungan seksual yang terjadi hanya didasari oleh birahi dan nafsu syahwat yang berlaku sebagai fitrah dari Allah.

Jika salah satu pasangan itu merusak dengan menceritakannya , berarti ia telah berkhianat atas kepercayaan yang telah diberikan. Ia telah merobek tabir yang paling dirahasiakan. Sama artinya ia relakan bagian yang paling ditutupi diketahui orang lain. (Lautan Hikman:169, Mizan )

Dan fenomena ini terjadi hampir disemua tempat, bahkan yang pacaran pun tak segan-segan menceritakan apa yang telah mereka lakukan terhadap pacar-nya semalam. Sedih, miris, yang jelas saya mau muntah mana kala seseorang dengan tanpa beban menceritakan betapa hebatnya dia bisa menembus keperawanan pacarnya bakan saling berbangga-bangga dengan jumlah wanita / pria yang berhasil ditaklukannya. ( maksiat kok dibanggain).

sb10060945z-001.jpg

Rasanya apa yang kita lakukan hari-hari sudah semakin jauh dari nilai-nilai agama, dan yang parahnya lagi kita yang telah jelas-jelas tidak tahu tidak mencoba untuk tahu dan bertanya kepada para ahli agama, kita seakan menjadi orang yang teramat jahil dan ghoflah ( lalai ) terhadap agama, Jahil karena tidak berilmu dan lalai karena tidak berdzikir. Dan ulama bagi tahu untuk perkara ini obatnya hanya ilmu ma’adz dzikir ( ilmu disertai dzikir ). Bukan malah memisahkan ilmu dari dzikir. Kalau berilmu kurang berdzikir ( mengigat Allah ) akan menjadi sombong. Sebaliknya orang yang berdzikir tanpa didasari ilmu, akan tersesat, ingin berjumpa Allah nyatanya bertemu syetan.

Jadi sudah saatnya sekarang kita “sowan” kepada ulama, meminta nasehat untuk perkara agama dan dunia, sehingga kita berjalan diatas dunia ini bukan berdasarkan nafsu melainkan mengikuti apa yang ditunjukkan agama. Sehingga hari demi hari kita semakin dengat dengan-Nya.

 

Bahan bacaan : marxen.blogs.friendster.com, Globalisasi Dakwah Nubuwah,

 

 

Terimakasih atas komen dan kunjungannya :

Fakhrurrozy , ridu , manis , sulton , Cabe Rawit , okebebeh , cewektulen , franya , Anang , siska , Eucalyptus , Santi , Fiz , Agus Taufiq Hidayat , endang , Abi , Deddy , olangbiaca , Laks , gelly , indra1082 , la mendol , darsini , Frida, mitra w , Eko SW , imgar , Tabriz , varendy , nico , HSPtravels , nexlaip .

 

 

 

 

Iklan

45 Responses to ” Ranjang yang bergoyang “

  1. ridu berkata:

    Valentine kemarin juga banyak yang menyalahartikan cinta dengan sex.. parah banget..

    Tapi ridu enggak kan?, he..he..he.. , mana sempet ya du, orang elo sibuk ngurusin ratusan komputer. Diri sendiri aja gak keurus wakakakaka, gimana domain gw kok lom ada kabarnya 😦

  2. Cabe Rawit berkata:

    Iya sepakat bang… Suami dan istri harus saling melengkapi, menutupi aib pasangannya dan menjadi pelindung satu dengan yang laennya.

    Ane paling kagak demen kalo denger orang ngomongin soal hubungan intin dengan pasangannya. Apa kurang kerjaan ya? Ane malah curiga, orang yang suka ngomongin kehidupan seksualnya dengan “bangga hati”, biasanya justeru yang “ngoyo” dalam kehidupan seksualnya, kaya orang cari kompensasi dari kelemahannya ditu… 🙂

    setuju , kalau ustadz dah ngomong saya mah setuju aja , he..he..he.. gimana dengan mahasiswa kedokterannya , masih lanjut

  3. aRya berkata:

    pas bgt bozz

    Pas apanya bung, he..he..he.,,

  4. gelly berkata:

    yupi tull tull setuju bngt aku.. ^_-

    membicara seks yg telah mereka lakukan ga’ hanya ibu2,pasangan pacaran rasanya dach sering bngt terdengar…bahkan ada yg mau mengedarkan picnya ohh my God…ancurrr ^^::^^ ya ampun aku kemarin juga di tawarin pic yg bukan2,katanya itu picnya sendiri..aku dach tolak berulangkali tp ttp mau di kasih,astafirullah apa maksudnya..tp alhamdulillah ga’ jd…

    Yup , bravo gell

  5. icha berkata:

    perkembangan zaman, yg makin hari makin hancur aja… alhamdulillah, aku terdampar dilingkungan yg gak begitu

    Berhuntung ya mbak dapet lingkungan yang baik

  6. dhany berkata:

    waah ternyata anda orang yang sangat religius seharusnya di depan nama anda terdapat gelar ustadz

    Aduh jadi mau ketawa denger komentarnya. aku gak reliqius

  7. Jaisy01 berkata:

    Assalamualaikum. 🙂 Wuih goyang-goyang euy (ana kira apaan?). Jadi ketika orang sudah tidak tahu malu mengumbar auratnya di hadapan orang lain, ketika itupula semua rasa malunya dihilangkan oleh Allah. Dan sungguh orang-orang seperti itu sangat memalukan dan tidak tahu malu. Jadi berhati2lah ketika kita berbicara, tidak hanya masalah ini, tetapi masalah lain pun kita harus berhati2 dalam bertutur kata. 🙂 semoga bermanfaat. Wassalam

    Walikumsalam,
    Emang di pikir goyang apa pak he..he..he.., kalau goyang ngebor, ngergaji, atau patah-patah mungkin adanya di bengkel bangunan kali ya pak wakakakakakak

  8. Cabe Rawit berkata:

    Ane bukan ustadz … 👿
    Ane Cabe Rawit…!!! :mrgreen:

    Bukannya cabe ijo he..he..he..

  9. Anang berkata:

    jaman semakin modern.. bumi semakin tua.. cinta tak lebih hanya sekedar selangkangan…. hmm… moral jadi taruhan…

    Cinta hanya sekedar tisu pengelap sperma mungkin yg tepat pak he..he..he..

  10. Santi berkata:

    weleh.. ini dua postingan terakhir knp berkaitan dengan… hihihihi
    tapi setuju.. itu kan rahasia.. (muka memerah)

    lah kok aku lihat bukannya memerah tapi biru San wakakakakakak

  11. ROE berkata:

    wao..judulnya saru.. he..he..
    kelihatannya lagi kena sindrom postingan 17+..
    sorry boss cuma becanda..!! keep writing

    he..he..he..

  12. aaqq berkata:

    nanya ke ulama yang mana ndi..? masih adakah tempat kita bertanya?

    Kayanya pertanyaanya harus di balik deh, sudahkan kita bertanya ? karena kebanyakan dari kita sudah merasa teramat pintar seakan tidak memerlukan ustadz lagi padahal sejujurnya kita ini teramat jahil, satu contoh kecil saja dalam hal buang air kecil, kalau sampai salah dan menyiprat ke pakaian yg kita kenakan, maka seluruh sholat kita yg kita lakukan dengan pakaian itu dianggap tidak sah, itu baru perkara kecil dan rasanya masih banyak hal-hal lainnya, dikarenakan umat ini sudah merasa pintar dan menjauhi ulama, maka ulama jadi gak ada kerjaan dan akhirnya ulama-ulama lupa kepada umat dan sibuk berpolitik 😦

  13. ojat berkata:

    jadi pengen cepet nikah hehehe… (amin2)

    Hayooo cepetan pahalanya gede loh 🙂

  14. endang berkata:

    aku sih gak kepikiran sampe ke agama, tapi kan mestinya malu aja hal yg pribadi diceritakan pada orang lain. ini kan sama dgn menceritakan aib keluarga pada org lain, misalnya. mikul nduwur mendhem jero itu….udah gak ada lagi. relevansinya kesitu kan?

    eh mas…..sebelum yg blogspot hilang, sempat salah klik gak atau gimana, aku kok penasaran banget, krn ada lagi teman yg begitu keliatannya…

    Gak ngerti mbak , tahu-tahu blog aku hilang begitu saja 😦

  15. Eucalyptus berkata:

    Pada gak ada kerjaan orang yg ngomongin rahasia ranjang masing2…. hiiii, urat malunya udah pada putus tuh….

    He..he..he.. setuju bunda 😉

  16. Fakhrurrozy berkata:

    Jadi sudah saatnya sekarang kita “sowan” kepada ulama, meminta nasehat untuk perkara agama dan dunia, sehingga kita berjalan diatas dunia ini bukan berdasarkan nafsu melainkan mengikuti apa yang ditunjukkan agama. Sehingga hari demi hari kita semakin dengat dengan-Nya.

    Satu hal yg sering kita lupakan bahwa belajar tidak cukup hanya dari buku. Itulah gunanya adanya ulama dan guru-guru. Karena buku tidak bisa kita tanyai tentang apa2 yg tidak kita mengerti dari sebagian isinya dan kita pun tidak bisa menyimpulkan sendiri, lebih-lebih menyimpulkan apa yg tidak kita mengerti tersebut tanpa ilmu yg memadai karena takutnya malah berdasarkan hawa nafsu dan sekenanya sendiri…

    Satu hal yg mesti jadi perhatian kita bersama..

    Makasih atas tulisannya lan 😉

    Sama-sama abang

  17. wedulgembez berkata:

    kalau ada suami/istri yang menceritakan adegan sex yang dilakukan kepada teman2 mereka itu belum apa-apa. mungkin malah ada yang mempertontonkan adegan sex mereka lewat Handycam, Hp atau apalah kepada teman-teman mereka…untuk membanggakan diri betapa sensualnya pasangan mereka…jiakakak.

    iya banyak banget yang modelnya kaya gitu 😦

  18. fahmi! berkata:

    wuih, obrolan orang dewasa hihihi.
    aku masih kecil, belom kawin… 😀

    Tapi dah sunatkan Fahmi he..he..he.. gimana kOpdar ma luna mayanya he..he..he.,

  19. Fiz berkata:

    Masya Allah, pasti yang begituan sering dilakukan anak muda (pasutri) jaman sekarang (kena lagi 😀 !!!!)

    Aku gak nyebut nama bapak loh he..he..he.,.,

  20. amalia berkata:

    orang kira itulah modern..
    orang kira modern itu hebat..
    orang kira hebat itu adalah benar…
    Moga aja kita terhindar dari itu semua..

    Amien bunda

  21. indra1082 berkata:

    Manusia dizaman akhir sudah makin keliru, salah kaprah, dan merajalela… semoga Allah selalau melindungi HambaNya yang mau sadar dan bertaubat. Amin..
    Artikel bagus bro..
    semoga selalu cerah…

    Amin semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa mau bertaubat

  22. Tabriz berkata:

    Dunia Sementara Akherat Selama2nya….
    Hanya Iman yg mantabs agama bisa diamalkan…

    Buya I love U

  23. Agus Taufiq Hidayat berkata:

    Subhannalah… banyak umat Islam yang lemah imannya (seperti ana) yang membutuhkan nasehat seperti ini… Jazakumullah Khoir… keep rockin’ bro… 🙂

    Sama aku juga lemah 😦

  24. okebebeh berkata:

    Loh, kok ada ranjang yang bergoyang yaa?? apa lagi kena angin ribut apa??

    Bukan angin ribut pak Eko tapi Tsunami he..he..he..

  25. serdadu95 berkata:

    klo di dunia “per-serdadu-an” ada ungkapan sbb : “apa yg kamu lihat dan kamu dengar hanya untukmu sendiri” … mungkin (berkaitan dgn masalah yg “begituan”) ada baiknya juga klo ungkapan diatas ditambahkan kata2 sbb (sehingga menjadi) : “Apa yg kamu lihat, kamu rasa, kamu raba, kamu cium, kamu terawang dan kamu dengar hanya untuk kamu sendiri” (*khusus bagi yg sudah beristri/suami*):mrgreen:

    Kaya apa aja pak di terawang he..he..he..

  26. manis berkata:

    Hmm, jadi ingat teman yang cerita soal kejelekan pasangannya sendiri 😦

    Temen siapa tuh KO he..he..he.., gw kenal gak ya wakakakakak

  27. varendy berkata:

    anak muda jaman sekarang nganggep cinta sederajat dengan seks, padahal kan jauh banget derajatnya. mungkin pengaruh globalisasi juga makanya anak2 muda sekarang jadi lebih open soal hubungan seks. entah itu bagus atau enggak.

    a comment from varendy.wordpress.com

    Ya Allah lindungi lah anak keturunan kami dari hal-hal tersebut

  28. Frida berkata:

    Pengaruh media massa & media elektronik sangat besar, sekarang yang terpenting bagaimana kita memagari diri kita & orang2 yang kita cintai agar terhindar dari hal2 yg tdk sesuai dg ajaran agama.

    harus extra ya mbak untuk membentengi dirinya

  29. taqiku berkata:

    tulisannya bagus sekali, menyadarkan kita akan banyak hal, salam kenal ya mas…

    Salam kenal kembali

  30. olangbiaca berkata:

    Asl…Moga kita termasuk orang yg tahu rasa malu.

    tulisan yg menarik, tp kok nggak nyambung ya dgn judulnya……ehe..(canda lan)

    disambung-sambungin aja he..he..he..,

  31. bebi berkata:

    mungkin mereka merasa bangga setelah menceritakan itu semua
    haduh…haduh… haduh… ini orangnya apa jamanya siy yg edan ?????!!!! *tanya kenapaaaaa*

    he..he..he.., yang jelas kita-kita jangan ikutan edan.

  32. anakrimba berkata:

    bahkan yang pacaran pun tak segan-segan menceritakan apa yang telah mereka lakukan terhadap pacar-nya semalam. Sedih, miris, yang jelas saya mau muntah mana kala seseorang dengan tanpa beban menceritakan betapa hebatnya dia bisa menembus keperawanan pacarnya bakan saling berbangga-bangga dengan jumlah wanita / pria yang berhasil ditaklukannya. ( maksiat kok dibanggain).

    he he he, pacarannya aja dah gk bener, wajar dong klo tuh yang pacaran bisa gembar-gemborin. Abis seru kali klo ngobrolin hal yang “satu itu”

    Tapi, rasanya gk ada deh klo sudah berkeluarga pake ngomongin masalah pribadinya dia, (gk tau c, lum berkeluarga soalnya, 🙂 ). Apa rasanya gk aneh?

    Eh, tapi klo buat konsultasi boleh kan?

    kalau konsultasi ke ahlinya mas bukan kepada orang yang gak ngeti , itu sama saja gosipin pasangan, oh iya untuk pertanyaan yg ini “Tapi, rasanya gk ada deh klo sudah berkeluarga pake ngomongin masalah pribadinya dia” kayanya dah banyak di jawab tuh ma komen2 diatas he..he..he..

  33. sulton berkata:

    bermain di ranjang yang reot, gdubrakkk!

    Dede, hari gini main di ranjang yang reot kenapa gak di tiker yang warna pink aja, yang waktu itu elo beli di markaz wakakakakaka dasar pinky boy

  34. okebebeh berkata:

    wow..mas dd suka warna pink nih..jangan2 tiap hari pakai underwear double 5 pink semua kayak mas landy nih..he..hee

    Aduh jadi malu pak Oke pake buka kartu 😦

  35. Abeeayang™ berkata:

    pakek sprinbet khan? 🙄
    *ditimpuks*

    gak di timpuk tapi di sambit ma golok ( sama aja ya he..he..he.. )

  36. cewektulen berkata:

    hahahaha, itulah beda pijakan beda perbuatan…

    Bener sekali mbak, sekarang tinggal kembali ke diri kita mau berpijak kepada yang mana he..he..he..

  37. Jika salah satu pasangan itu merusak dengan menceritakannya , berarti ia telah berkhianat atas kepercayaan yang telah diberikan. Ia telah merobek tabir yang paling dirahasiakan. Sama artinya ia relakan bagian yang paling ditutupi diketahui orang lain.

    Ini tergantung budaya, Pak.

    Dalam budaya beberapa suku di dunia yang menganut agama tertentu, keperawanan adalah keagungan abadi. Maka itu, ketika sepasang pengantin menikah, mereka wajib ‘memamerkan’ kain sprei yang terpercik darah pada publik di kemudian pagi harinya setelah ‘malam pertama’.

    Saking bangganya, kadang kain sprei itu harus dibentangkan di jendela kamar pengantin baru. Agar publik dapat melihat.

    Tradisi ini masih berlaku di beberapa suku tradisional nusantara yang memegang teguh kepercayaan agama mayoritas.
    (walaupun tidak hanya di nusantara, di afganistan dan di beberapa negara padang pasir juga punya pola budaya yang mirip)

    Pada intinya, menguak tabir rahasia yang terkoyak itu di beberapa tempat di Indonesia, adalah budaya.

    Yang menarik adalah, semua itu dilakukan atas identifikasi keimanan agama. Dimana keperawanan identik dengan keimanan.

    Mungkin kalau di lihat dari segi budaya akan ada pembenaran-pembenaran dari setiap tindakan, tergantung dari mana dan dimana budaya itu berasal, dan setiap daerah tentu berbeda dalam penerapannya, oleh karenanya saya mengambil pendekatan berdasarkan agama,sehingga dimanapun juga akan merujuk kepada satu sumber, dan karena agama yang saya anut Islam , maka saya hanya merujuk kepada Alqur’an dan sunah, seperti yang dapat di lihat di awal tulisan, dan Judul tag pada postingan ini ” AGAMA ” tapi saya sangat berterima kasih atas masukannya. jadi menambah wawasan saya. sekali lagi terima kasih pak dosen he..he..he..

  38. kirain……
    ahhhh….
    heheheheh….

    Hayo kirain apa he..he..he..

  39. meitymutiara berkata:

    dan diluar sana, ada yang penasaran lalu melontarkan pertanyaan penuh selidik, “apa aja sih yang sudah kamu/aku lakukan dengan si anu … ?”

    diluar sana mana neh Meit he..he..he.

  40. Laks berkata:

    judulnya mengoda pak ustadz…

    bagus tulisannya. makasih pencerahannya pak

    Makasih kembali pak , gimana kabar anaknya ?? Aduh aku bukan ustadz, kalau mendol sampe baca bisa ngakak guling-guling dia he..he..he..

  41. anak baru berkata:

    wow postingannya berbobot nih, kelas berat. manteb bener nih blognya landy

  42. darsini berkata:

    memang ,sudah sepantasnya hub suami istri itu harus dirahasiakan ,mas bagus juga tulisan nya ,walaupun ada sedikin yg tidak jelas bacanya ….heheheheehh

    Duh Darsini yang dah merasakan ranjang bergoyang, he..he..he..

  43. Oghi berkata:

    NICE POST… SALAM KENAL

    Salam kenal kembali

  44. nexlaip berkata:

    numpang mashyur aah lan 🙂

  45. diana berkata:

    thanks for sharing…meski ente blom pengalaman, patut diacungkan jempol nih artikel.. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: