” Akhir Sebuah Perjalanan “

Maret 31, 2008

sb10062053h-001.jpg

Setiap manusia tidak ada yang pernah tahu kapan dan dengan cara apa hidup-nya akan berakhir, sama seperti janin yang tidak pernah tahu akan keluar dari perut mana dia nantinya. Akhir dari sebuah perjalanan di dunia merupakan kunci sukses tidaknya kita di perjalanan selanjutnya.

Kadang kita melihat begitu alimnya seseorang memulai hidupnya, tetapi perjalanan dunia telah membuat dia terperdaya sehingga diakhir hidupnya ia menjadi orang yang dilaknat Allah Swt ( kisah seorang Abid yang menghamili putri raja ), begitu juga, kadang kita melihat betapa jahat dan buruknya seseorang memulai hidupnya tetapi perjalanan hidup telah mengajarkanya dan membuat dia bertaubat sehingga Allah memberikan keridhaan kepadanya dan memasukan mereka kedalam surga ( kisah para sahabat Nabi saw ).

Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani rah.a dalam bukunya menulis,

“Jangan kamu tertipu dengan amal, sesungguhnya amal itu ditentukan pada akhir hayatnya. Kamu harus memohon kepada Allah Swt agar diberi kebaikan pada akhir hayatmu”.

Jangan benci kepada ahli maksiat tapi bencilah pada perbuatannya bukan orangnya , karena boleh jadi suatu saat Allah Swt memberikan kesempatan dia bertaubat atas dosa-dosanya, sehingga dia memperoleh kemulian yang tinggi di sisi Allah Swt, bukankah banyak kisah para wali Allah Swt yang mempunya latar belakang Ahli maksiat tetapi karena hidayah Allah Swt mereka mempunyai kedudukan Khusus di sisi Allah Swt.

Baca entri selengkapnya »


” Kesederhanaan Cinta ( Camer :) ) “

Maret 28, 2008

748500851.jpg

Cinta mereka cinta yang sederhana, teramat sederhana untuk ukuran kebanyakan orang zaman sekarang, tapi mempunyai nilai tersendiri dalam diri saya, kisah yang dialami sahabat saya ini memberikan motivasi dan dorongan yang besar terhadap hidup saya, bahwa cinta yang dilandasi ketaatan kepada sang khalik akan membuahkan kesetian dan kebahagian yang abadi.

Suatu kehormatan bagi diri saya untuk menulis kisahnya dalam blog ini, walau tentu tanpa seijinnya, dan saya memerlukan berhari-hari untuk meyakini diri saya untuk menulis kisahnya, karena sudah pasti dia akan menolak kisahnya ditulis.

Setelah saya berbicara dan meminta pendapat mas hanafi dan rasanya saya tidak akan menulis sesuatu yang buruk bahkan Insya Allah apa yang akan saya tulis adalah kebaikan sebagai wujud kekaguman saya terhadap perjalanan hidup beliau dan mudah-mudahan Allah swt menerima setiap perngorbanan dia dan istrinya sebagai amal ibadah dan asbab hidayah untuk seluruh ummat , Amien.

Wanita ini tidak lah sehebat Khansa r.ha seorang sahabiyah yang merupakan penyair terbaik yang telah memberikan nasihat kepada ke-empat anaknya untuk bertempur dan menjadi syahid dan dengan ikhlas berkata “ Alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah. Mudah-mudahan dengan syahidnya mereka, dosa-dosaku diampuni oleh-Nya. Aku berharap kepada Allah swt, semoga dengan rahmat-Nya. Aku nanti dapat dikumpulkan kembali bersama-sama ke-empat orang anakku di dalam surga.”

Wanita inipun bukanlah Fatimah r.ha putri Rasulullah saw yang turut menanggung penderitaan bersama Rasulullah saw pada saat fajar dakwah Islam menyingsing. Ia sabar atas segala musibah dan menahan diri atas segala cobaan dan godaan sehingga mendapat gelar ibu bagi seluruh wanita mukmin selain Maryam binti ‘Imran, Khadijah binti Khuwailid, dan Asiyah istri Fir’aun disurga kelak.

Baca entri selengkapnya »


” Satu Menit “

Maret 27, 2008

74103701.jpg

Begitu rapuhnya lelaki itu, gambaran keperkasaan-nya hilang , sudut itu menjadi saksi akan kelemahannya, berulang kali Dia menyesali apa yang menimpa putri tercintanya.., sia – sia semua yang telah Dia rintis, matanya tertuju kepada selembar kertas yang ditulis buah hatinya sebelum maut menjemputnya…..

Untuk orang tuaku tercinta….,

Mungkin ketika kalian menemukan tulisan ini , semuanya sudah terlambat…

Ayah…..,

Terima kasih telah mengangkat kami dari kubangan lumpur ke istana yang hanya ada dalam dongeng dimasa kecil…, hasil jerih payahmu telah merubah sepedah butut yang biasa aku pakai ke sekolah menjadi mobil mewah yang tak pernah terbayang oleh kebanyakan orang.

Tapi bukan itu yang kami minta …, dosa kah Aku bila meminta waktumu 1 menit saja untuk mendengarkan betapa sukarnya Aku melalui semua ini… 1 menit bukan waktu yang lama …kau masih punya waktu 23 Jam 59 menit setelah di kurang 1 menit yang aku minta.

Ayah……….tamparanmu ketika aku membuat ulah dengan memakai benda haram itu terasa sejuk di hatiku berarti kau masih sayang pada ku. Tapi kebanggaan ku menjadi sirna mana kala kau kembali sibuk dengan semua bisnismu dan membuatku semakin terpuruk dengan benda haram ini.

Tahukah engkau dalam ketidak sadaranku ketika memakai benda itu, aku menemukan masa kecil yang indah saat bersamamu. Ingatkah engkau ketika siang itu kau menjahit sepatuku yang sudah tidak bisa dipakai untuk sekolah, seakan aku menemukan sosok pria idaman yang bisa melindungiku.

Baca entri selengkapnya »


“ Seorang Ibu dan Tuhan “

Maret 26, 2008

74424566.jpg

Tahukah Anda bagaimana seekor burung membuat sangkar dan mengerami telur – telurnya…?? diperlukan kesabaran dan kerja keras untuk mengumpulkan ranting kering satu demi satu. Dan setelah terkumpul dia buatkan sarang untuk menetaskan telur – telur yang di kemudian hari akan menjadi anaknya, dia erami dengan penuh kesabaran dan cinta kasih.

Setelah menetas dia terbang mencari makan dan dia suapi anaknya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Tapi apa yang anak burung lakukan ketika dewasa…?? sang anak burung pergi seakan lupa dengan jasa ibunya.

Mungkin anda lebih tahu tentang jasa – jasa seorang Ibu di banding saya. 9 bulan bukan waktu yang sebentar untuk membawa janin kemanapun Dia pergi, segala gerak gerik nya menjadi terbatas diakibatkan dengan beban janin yang dibawa. Ketika akan melahirkan sang Ibu harus berjuang diantara hidup dan mati, diantara batas kepasrahan menahan sakit dan semagat untuk melihat senyum si jabang bayi. Setelah lahir ibu masih juga di repotkan dengan memberikan ASI dan terganggu tidurnya karena rengekan si kecil diwaktu malam.

200542413-001.jpg

Si ibu masih juga di sibukan dengan kenakalan dan ulah sianak ketika beranjak dewasa, sering kali si anak merasa segala ucapa ibunya tak layak didengar sebagaimana tak layangnya sampah yang terbawa banjir, bahkan ketika sianak sudah mapan dan menikah dia menjauh dari ibunya, dia sibuk dengan keluarga barunya seakan lupa dari mana asal susu yang dia minum ketika kecil.

Apakah sang ibu marah…???, Allah berikan kesabaran kepada seorang wanita melebihi kesabaran seorang Ibu burung tadi, ketika sang anak mengalami kegagalan dalam mengarungi biduk rumah tangganya, sang Ibu dengan hati lapang mendengarkan kelu kesah anaknya, rela kembali menjadi penjaga anaknya.

Baca entri selengkapnya »


” Belajar Dari Ibrahim “

Maret 25, 2008

sb10066313ac-001.jpg

Siang itu seakan menjadi saksi tentang ketaatan seorang hamba atas perintah Rabb-nya, di tengah padang pasir yang tandus dan terik matahari yang membakar, Ibrahim sang Kahlilullah yang namannya tercantum dalam jajaran Ulul Azmi minar Rusul, sedang di uji ke imannya, seakan-akan Allah ingin berkata kepada seluruh makhluknya, “Saksikanlah ketaatan hamba-hamba Ku ”.

Tiada satu pun yang menyangsikan kecintaan Ibrahim as terhadap Siti hajar, tapi perintah Allah tetap suatu perintah yang tidak boleh dibantah yang harus diletakan diatas segala keinginan. Karena di balik setiap perintah Allah pasti dan pasti ada kejayaan.

Siti Hajar dalam kebingungannya berkata kepada Ibrahim a.s yang sedang duduk diatas untanya, “Tuanku, akan kemanakah Tuan pergi? Kepada siapakah Tuan meninggalkan kami dilembah tandus ini?” tanyanya dengan mengiba.

Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari lelaki itu. Kemudian Hajar merengkuh bayi yang ada disampingnya. Seolah mengiba terhadap Ismail kecil kepada Ibrahim as agar jangan ditinggal begitu saja. Tetapi kebisuan yang tercipta seakan menjawab kesedian Ibrahim as. Wanita itu kembali bertanya untuk ke-dua kalinya “Tuanku, akan kemanakah Tuan pergi?” , dan sekali lagi tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut lelaki itu.

Dalam kepasrahan wanita itu bertanya untuk yang ketiga kalinya, “Apakah Allah memerintahkan kamu untuk pergi?” lelaki itu berkata, “Ya.” Kemudian wanita itu dengan Ikhlas berkata, “Jika demikian, Allah tidak akan menyia-nyiakan kami.” Kemudian dengan air mata yang berlinangan dan tangis yang memilukan sang penunggang unta perlahan-lahan meniggalkan kedua insan tak berdaya itu, di lembah tandus yang tidak ada air dan makanan.

Ya itu lah mereka orang-orang yang terpilih dari seluruh mahluknya, Ibrahim as, Siti Hajar, dan Ismail kecil, manusia yang terbaik yang tercipta dari sebagian maha karya Sang Pencipta, manusia-manusia terbaik yang asbab pengorbanan mereka dalam agama Allah Swt sehingga namanya dianggung-anggung kan penduduk dilangit dan dibumi.

Baca entri selengkapnya »


” Sebuah Pelajaran “

Maret 24, 2008

78698631.jpg

“ Hai perang Uhud, kamu adalah potret wajah seluruh manusia. Pada dirimu ada segenap arti dan perasaan. Pada dirimu ada kesetiaan dan penghianatan, pada dirimu ada kejujuran dan kebohongan, pada dirimu ada ketegaran dan kebimbangan, pada dirimu ada iman dan munafik, pada dirimu ada kebajikan dan kejahatan, dan pada dirimu ada segala sesuatu. Hai perang Uhud, kamu menyimpan satu pelajaran yang bisa dijabarkan secara luas oleh kaum muslimin.

Dimanakah para perindu surga itu, dimanakah kalian , dimana orang-orang yang dengan setianya berjanji akan melindungi Rasulullah saw seperti melindungi anak-anak dan isteri mereka, dimanakah kalian..?? mengapa kalian meninggalkan Rasulullah saw di bukit Uhud seorang diri ?, Wahai para munafikun kembalilah…, kembalilah…, apakah surga sudah tidak menarik bagi kalian…? Apakah dunia begitu mempesona sehingga kalian membiarkan Rasulullah dan agama yang dibawanya menderita..??

Sekali lagi bukit Uhud menjadi saksi betapa lemah iman manusia bila melihat dunia, , beberapa orang sahabat , termasuk yang saat itu berada di depan Rasulullah saw, tergoda oleh kenikmatan dunia yang fana. Mereka tergesa-gesa dan lengah ingin segera mendapatkannya.

Dan kelengahan mereka inilah yang dimanfaatkan oleh pasukan musuh untuk menyerang mereka dari semua arah. Dalam waktu sekejap kemenangan sirna. Banyak pasukan kaum muslimin yang lari tunggang langgang.

Baca entri selengkapnya »


” Mudik ” ( Postingan Lama )

Maret 23, 2008

sb10066722e-001.jpg

Syawal tinggal hitungan hari, ramadhan yang penuh rahmat dan ampunan akan segera berakhir, ribuan bahkan jutaan orang bersiap-siap menyambut syawal dengan pulang kekampung halaman, bertemu dengan sanak famili, bertemu dengan orang-orang yang dicintai, bertemu dengan kekasih yang telah lama dinanti.

Bebagi hasil jerih payah setahun yang didapat di negeri orang agar bisa dinikmati kaum kerabat. Berpuluh-puluh tumpukan kardus tersusun rapi sebagai bekal dikampung halaman tanda suatu keberhasilan mencari rezeki di kampung orang.

Bagi yang berkemampuan maka transfortasi bukan halangan, karena akan ada banyak alternative untuk sampai ditempat tujuan , bagi yang berkeadaan pas-pasan kiranya kereta ekonomi dan bis ekonomi tidak lah mengapa asal bisa sampai juga kesana.

Kegembiraan menyambut syawal seakan melupakan kita bahwa ada juga diantara kita yang pulang “mudik” dan tidak kembali, mudik kekampung akhirat, kampung yang pasti dan pasti kita semua akan berpulang kepadanya, kampung yang seakan terlupakan dan sengaja dilupakan oleh setiap kita.

Padahal kesanalah mudik kita yang sesungguhnya, mudik untuk bertemu Sang Pencipta, bertemu untuk berjumpa dengan kekasih yang dinanti,.kekasih yang didamba oleh setiap hamba yang mengerti arti kata menghamba. Lebih didamba dari pada mudik yang kebanyakan dari kita lakukan disetiap syawal.

Kembali mudik kekampung akhirat, kampung tempat dimana hanya ada dua pilihan, bahagia selama-lamanya atau menderita selama-lamanya, sehat yang tiada sakit , hidup yang tiada kematian sesudahnya.

Baca entri selengkapnya »