“ Marah…! Haruskah ?

77532351.jpg

Setiap orang tentu pernah marah, entah sudah keberapa ratus dalam hidup kita melakukan hal itu, bahkan mungkin sejam atau semenit yang lalu kita melakukannya, yang pasti banyak sekali keburukan yang diakibatkan oleh rasa marah, diantaranya orang yang sedang marah, sering ringan tangan dan mulutnya. Tangannya gampang sekali digerakkan untuk menyakiti orang lain. Demikian juga mulutnya. Mereka tak segan-segan mengeluarkan kata-kata kasar, yang menyinggung bahkan menyakitkan hati banyak orang. Menempeleng, memukul, menendang, bahkan sampai membunuh menjadi suatu hal yang sangat ringan pada saat kepala dikuasai nafsu amarah“.

Memang tidak mudah untuk menahan marah, di perlukan kerja keras untuk mencapai hal itu, tapi yang harus di ingat menahan marah itu bukan sesuatu yang mustahil untuk bisa dilakukan. Ada kisah yang menarik tentang Umar bin Abdul Aziz yang sering disebut juga Umar ke-2, Di suatu malam yang gelap Umar bin Abdul Aziz masuk masjid. Dia melewati seseorang yang sedang tidur. Umar tersandung oleh tubuhnya. Orang itu mengangkat kepala sambil berkata “Apakah kamu gila?” maka Umar menjawab “Tidak”. Akan tetapi pengawal Umar tidak terima. Mereka hendak menangkap orang tersebut, tapi Umar mencegah dan berkata, “Tidak perlu, dia hanya bertanya ‘Apakah aku gila?’ “ Dan aku sudah menjawab Tidak.

Kisah yang sama pernah dialami Sha (adik saya tercinta ) bahkan sampai detik ini. Kesadaran yang tumbuh dalam dirinya untuk mengenakan penutup wajah dalam kesehariannya ( memakai cadar ) menimbulkan konsekwensi tersendiri. Sangat tidak mudah tentunya, di jaman yang serba “terbuka” ini untuk menutup rapat tubuh dan wajah, seakan dipaksa berjalan dalam timbunan bara api, dimana cobaan tak pernah selesai untuk dilalui.

Suatu hari, saya dan Sha berniat bersilaturahmi kerumah teman yang kebetulan sedang ditinggal sang suami untuk “memperdalam agama” , ketika kami hampir sampai di kediaman beliau, yang kurang lebih hanya beberapa ratus meter lagi, kami melewati segerombolan ibu-ibu yang sedang “berdiskusi”, ketika jarak kami hanya beberapa meter dari mereka tiba-tiba seorang ibu bangkit dan mendekati kami ( saya dan Sha ) sambil MELUDAH, yang alhamdulillah ludah itu tidak mengenai Sha adik saya , “kaya di arab aja mukanya pake di tutupin” ucap ibu itu sambil berlalu, kejadian itu membuat saya terkejut bahkan tidak hanya saya beberapa ibu-ibu yang berada di tempat kejadian juga tidak kala terkejutnya, karena tak menyangka dengan apa yang dilakukan teman mereka. Saya memandang wajah Sha yang tertutup oleh cadarnya dan bertanya “Elo gak kenapa-napa?”, Sha hanya mengangguk pelan. Setelah melewati ibu-ibu tersebut saya kembali bertanya kepada Sha tentang perkara yang sama “Elu bener gak kenapa-kenapa ?”, karena saya yakin Sha pasti shock dengan kejadian yang barusan ia alami, tapi nyatanya kekawatiran saya tak beralasan, “Itu mah dah biasa, elo tahu kan gw pernah ngalamin hal yang lebih parah” jawab Sha singkat. Ya, adik saya yang satu ini banyak sekali mengalami tekanan baik dari dalam keluarga maupun orang di luar mengenai pilihan hidupnya. Bahkan saya dan Sha selalu disindir mana kala berkumpul dengan keluarga besar saat hari raya idul fitri di tempat kediaman nenek kami, “ Kok makannya masih di piring gak di nampan “. Dan biasa nya saya dan Sha hanya memberikan senyum termanis yang kami miliki.

Sangat sedih kalau harus menceritakan satu persatu kejadian yang kami alami terutama apa yang menimpa Sha, dari mulai di tertawakan diangkot sampai peristiwa besar yang hampir saja membatalkan proses pernikahannya.

Memang, kesabaran untuk mengalahkan nafsu itu tak mudah, terlebih lagi nafsu amarah, rasanya hal tersebut lagi dan lagi harus terus dilatih, karena Sabar untuk menahan amarah tidak akan pernah datang dengan sendirinya kalau kita tidak mencoba untuk menghadirkannya dengan cara seperti yang Rasulullah saw ajarkan kepada kita.

Diam merupakan langkah efektif yang bisa dilakukan. Jangan banyak bicara, sebab bicara itulah yang biasanya memanaskan suasana. Akan lebih baik lagi apabila orang yang sedang marah itu mengambil air wudhu’. Insya Allah dengan cara seperti ini kemarahan yang sudah memuncak itu bisa didinginkan lagi. Air, kata Rasulullah bisa mendinginkan perasaan. Untuk itu bila sedang marah, cepat-cepatlah ke kamar mandi. Ambil air wudhu’, bahkan jika mungkin mandi sekaligus.

Ibnu Hajar al-Asqalani menulis dalam kitab al Munabbihat salah satu perkata Ali bin Abi Thalib ra. “Sesungguhnya yang paling sulit itu ada empat , yaitu 1. memberi maaf ketika marah, 2. memberi sedekah ketika paceklik, 3. berbuat baik ketika menyendiri, dan 4. berkata benar kepada orang yang zhalim.

Tapi tentunya di balik sesuatu yang sulit pasti sudah menunggu pahala yang besar dari Allah swt, seberapa besar pahala tersebut?? Hanya Allah sajalah yang mengetahuinya. Dan semoga Allah swt jadikan kita termasuk orang-orang yang bisa mengendalikan amarah. Amien..amine..amien..

 

Terimakasih atas komen dan kunjungannya :

Eucalyptus , cewektulen , realylife , aaqq , Amalia hazen , sayurs , luckgelly , angexxx roxx , HTC, Fakhrurrozy , antonseno , Agus Taufiq Hidayat , endangpurwani , olangbiaca , atapsenja , la mendol , afin , wieda , manis , okebebeh , raddtuww tebbu , Yari NK , hanggadamai , abror , Santi , Frida , sarahtidaksendiri , critaq , norie , Um Ibrahim , indo , bangzenk , Tabriz , ichal , hasanah translation , nurussadad , arifrahmanlubis

Iklan

48 Responses to “ Marah…! Haruskah ?

  1. olangbiaca berkata:

    Aslkm………

    PERTAMAX……………

    Kabare apik-apik lan…..landy gimana?

    Walikumsalam, Keduaaaaaaaaaaaa ( gak mau kalah he..he..he.. ), aku juga baik-baik saja

  2. okebebeh berkata:

    mangstabsss sekali artikelnya mas..makasih para thankyu yaa atas artikelnyee…

    Pak Eko daku kangen dikau masih punya hutang 3 buah mangkok mie ayam he..he..he..

  3. jangan marah ya ?

    Kalau marah karena ada orang yang bilang mau ketemuan di markaz trus gak jadi dan sampe sekarang masih pura2 misterius boleh donk he..he..he..

  4. isnuansa berkata:

    memang apa yang bisa kita perbuat ketika dilecehkan? lebih baik sabar. sama halnya ketika partai saya selalu dianggap partai abangan oleh lawan politik.

    Waduh aku gak ikutan deh kalau untuk urusan partai, habis aku ga ngerti mbak, tapi aku pikir sabar merupakan solusi yang ampuh untuk di terapkan di berbagai bidang kehidupan.

  5. Deddy berkata:

    Cobaan adalah guru kita didalam melatih kesabaran. Semoga ga cepet marah ya mas…

    Amien, makasih pak dokter, gimana rencana buka praktek di blognya ?? jadi ??

  6. aaqq berkata:

    kalo sudah menyangkut ‘believe’, cobaan apapun akan menjadi ringan. 🙂 salut buat sha..

    he..he..he.., setuju kalau Iman kita kuat Insya Allah cobaan seberat apapun terasa ringan.

  7. nico berkata:

    saya pernah merasakannya bang.

    Merasakan apa nic, marah atau merasa di lecehkan???

  8. chitink berkata:

    saluuut buat sha…jaman skrg msh ada wanita yg spt sha…buat mas landy juga dech… 🙂

    daku juga salut sama dikau, hayooooo pertahankan cintamu, sabar ya mas mungkin bentar lagi aku posting tentang itu he..he..he.. semangatttttttttttt

  9. Um Ibrahim berkata:

    Jadi sedih lagi…:( , jangankan yang pake Niqab, aku yg pake jilbab aja sering dilecehkan, “kita kan bukan orang Arab gak perlu berpakaian seperti orang Arab…” aargh,kalo gitu gak usah beragama Islam, kan agamanya orang Arab 😦
    Tapi aku juga kalo lago kesel sama orang Arab, suamiku suka bilang “… jangan ngomel2 gitu, anakmu juga orang Arab, yang paling penting Nabi mu juga orang Arab” ;),
    Marah itu kadang perlu juga mas, biar yg bikin salah itu tau…
    Bilanglah sama adenya mas, saya turut mendoakan…

    Marah itu di perboleh kan tapi tentunya dalam batasan tertentu, tapai pada prakteknya susah banget, apalagi saya yang super sensitif hiks 😦

  10. Ist berkata:

    Sabar dan banyak istikharah

    Makasih sarannya

  11. Amalia hazen berkata:

    kayaknya kalo perkara gituan sih pk ustad ama adindanya… udah mempersiapkan diri deh…
    Dan yakin banget hakikat ujian udah melekat dlm hati
    saudara2ku ini…
    Salurkan marah agar kita tidak menjadi pemarah…
    pokoknya .. siiiiiiip untuk berdua..

    Bunda jangan panggil aku ustadz donk hiks orang baca qur’am aja lom lancar hiks

  12. devari berkata:

    waaaa teganya si ibu yg ngeludah itu, bukannya ngedukung ato paling ga ya diam aja, toh itu pilihan seseorang untuk pakai penutup muka
    peace!

    Itu karena dia belum tahu, kalau sudah tahu mungkin dia gak akan melakukan itu he..he..he..

  13. hanggadamai berkata:

    klo gitu saya juga gak boleh sering marah2!
    gud postings

    Bukan situ aja sini juga gak boleh marah-marah, tapi aga susah bro secara gw ini super sensitif hiks

  14. anggavantyo berkata:

    wah.. blognya menarik!
    salam kenal

    Salam kenal kembali. Terima kasih sudah berkunjung, sering-sering ya, maaf gak bisa menyediakan makanan dan minuman he..he..he..

  15. ayahnya ghifar berkata:

    sabar aja mas landy, nanti juga dateng sendiri jodohnya, perbaiki diri terus,
    eeeh bukan di menikah yuuk yaa,
    gpp lah, supaya ada fikir terus untuk menikah.
    ati-ati keburu lapuk,, eiiits, inget jangan marah, sabar, haruskah marah ????

    salam roti cane belakang mesjid

    Roti cane bukannya di depan masjid, hayoo ketahuan ya bukannya dengerin bayan pikirannya ke roti cane aja he..he..he.. sama aku juga pikirannya ke siomay, kapan neh mau traktir aku siomay dan roti cane wakakakakaka

  16. Santi berkata:

    Wah.. semoga mas landy sama adiknya bisa terus istiqomah, amin!
    Alhamdulillah, saya juga mengalami itu. sama temen2 almamater, terutama. disyukuri aja cobaan2 tsb.. hehe.. emang ada konsekuensinya untuk mencintai Nya dan Rasul-Nya.

    Betul sekali jeng , eh jadikan tahun ini menikah 😉

  17. abimanyu berkata:

    wah.. ngeri juga y, perlakuan orang2 kepada mereka yang bener2 berjalan dijalan yang benar..
    saya si gampang tersinggung.. tapi g mudah mrah.. tapi sekali marah bisa jadi sangat berbahaya.. hiekeke666..

    Sama, aku paling diem dan merengut he..he..he..

  18. rnazahra berkata:

    Marah???
    Biasanya kalo marah selalu ndiemin orang yg bikin aq marah… hehe… buruk banget kebiasaannya 😦
    Trus ngurung diri di kamar…Instrospeksi diri… gak pengen ngomong ma sapa sampai marahku reda…
    BerWudhu tuk ngilangin marah?? yup… agree banget deh…

    Jadi pengen kenalan ma adiknya mas landy… Ukhti Sha punya blog juga gak mas?
    Tapi biasanya esklusif ya… hanya mau berteman ma orang2 tertentu… bener gak sih seperti itu…
    Soalnya temenku ada yg bercadar juga, sebelum bercadar dia masih mau ngomong ma aq, abis itu gak pernah lagi 😦
    *malu, dan langsung kabur….*

    Sha gak punya blog, alhamdulillah Sha tetep bergaul seperti biasa tentunya dengan yg wanita, dia akrab dengan ibu2 di kompleknya, malah sering mengadakan pengajian, tetep kepasar, bersosialisasi , datang kalau ada yg melahirkan atau undangan pernikahan , bahkan waktu melahirkan anak pertama ibu-ibu di kompleknya pada ikut bantuin, dia tetep jalan-jalan kalau sore bawa main kedua putrinya, gak ada yang berubah , malah alhamdulillah banyak ibu-ibu di kompleknya yang menutup aurat sekarang. Sha juga masih main dengan temen-teman semasa sekolah. intinya secara hubungan antar manusia Sha tidak berbeda hanya memang ada beberapa hal yang tidak sebebas dulu, dia mengikuti beberapa aturan yang telah diterapkan agama terutama dengan lawan jenis.

  19. Agus Taufiq Hidayat berkata:

    Waduh sampe gitu ya di Jakarta…. ck ck ck…. ah mungkin amal maqominya blom diperhatikan dengan baik…. Sabar ya…. yang meludah juga mahluk Allah, dia meludah juga kehendak Allah, pasti Allah berkehendak sesuatu yang baik buat Sha… salam buat sha #’_’# …. yang dipasang foto sha bukan?

    Yup, Diam dan bergeraknya mahluk di muka bumi ini atas kehendak Allah swt. Karena kurang pikir dan geraknya kami di halaqoh menjadikan masih banyak warga yang jauh dari agama termasuk keluarga kami, maka nya kami sangat berterima kasih dan berharap Pak Agus mau keluar di halaqoh kami, biar kami yang ada di sini menjadi tercerahkan dengan hadirnya ustadz Agus dan rekan-rekan dari Bandung, gimana bersedia catatkan nama?? kami tunggu segera kabarnya agar kami bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin menyambut rombongan bapak 🙂

  20. manis berkata:

    Sabar,.. banya-banyak bersabar…

    Terkadang, seseorang ingin berbuat baik suka dinilai buruk. Yang terpenting terus melangkah menuju kebaikan.

    Ceilah Iko bijak kali kata-katamu hari ini, ada apakah gerangan he..he..he..

  21. bebi berkata:

    sabaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrr… biar pantatnya lebaaaaaaaaaaarrrrr !!!!!!!
    hihihihihih.. gk nyambung yak
    *kabuuuuurrrr…*

    kaya pantat siapa ya lebar he..he..he.. ( gw gak sebut nama loe beb wakakakakakaak )

  22. Yari NK berkata:

    Menurut saya marah adalah sifat emosional yang juga diberikan Allah swt, setiap sifat seburuk apapun yang diberikan Allah swt ada gunanya, walaupun terkadang kita tidak menyadarinya. Namun tentu setiap tindakan harus tidak berlebihan dan harus dapat terkendalikan, karena Allah juga tidak suka semua yang berlebihan bukan??

    setuju bapak , karena Rasulullah saw pun marah tetapi marah yang sesuai dengan tempatnya, dan itu yang sering kali sulit untuk kita, makanya lagi dan lagi kita harus terus belajar, doain saya ya biar bisa mengontrol emosi secara saya ini emosinya terkadang tidak stabil makanya saya buat tulisan ini sebagai penyemangat untuk diri saya.

  23. Agus Taufiq Hidayat berkata:

    Waduh kalo ana berkunjung ke halaqah antum, ana takut mati kompor neh…. 🙂

    Mati kompor mah dah seharusnya syech, apalagi menyambut ustadz kaya antum, asal jangan mati hidayah aja he..he..he..

  24. afin berkata:

    setiap keputusan pasti ada konsekwensi di belakang hari
    jangankan begitu hal yang lucu terjadi ketika afin yang tomboy tiba-tiba mengenakan jilbab suatu pagi
    mereka tanya ,” apa yang bikin kamu pake jilbab? apa ada yang bilang kamu lebih cantik pake jilbab atau ada pria yang menginginkan calonnya pake jilbab?

    Hehehehehe…aku ngakak

    Trus sekarang gimana??? sekarang calonnya suka gak he..he..he..

  25. nurussadad berkata:

    kecantikan dan keindahan wanita hanya untuk suaminya… iya kan?
    klo marah sih ane jarang, tapi klo sekali marah, bisa …… yah…

    Yup kecantikan dan keindahan wanita untuk suaminya, eh bu kalau marah bisa apa tuh kok cuma titik titik he..he..he..

  26. aRya berkata:

    wah wah
    smart ney
    huhuh

    wah..wah… smart apanya ??? he..he..he..

  27. semoga sukses ya Ta’arufnya, amiin

    OOh ane tahu neh pake ngebohong neh mas lintang he..he..he.. benerkan tebakan ane wakakakakak

  28. wieda berkata:

    “hidup itu pilihan”…hehehehe…dan konsekwensinya emang gitu..jadi minoritas ya harus sabar….

    YUp betul sekali, setuju

  29. Fakhrurrozy berkata:

    Marah. Satu sikap yg sering menghampiri sebagian besar manusia. Tidak gampang mmg utk menguasai diri ketika ada hal2 yg membuat emosi kita terpancing. Namun, utk mengendalikan marah dan bersabar adalah hal yg mesti dilakukan dgn latihan terus menerus tanpa kenal lelah dan henti :D. Dalam sebuah hadits disebutkan yg maksudnya,

    “Bukanlah orang yg kuat itu adalah orang yg ahli bergulat. Orang yg kuat itu adalah orang yg mampu mengendalikan [menguasai] dirinya tatkala ia marah”

    Semoga kita dipilih Allah menjadi bagian dr orang2 yg senantiasa mendahulukan kesabaran dan keridhoan juga balasan terbaik dari Allah ketika dihampiri hal2 yg tidak mengenakkan hati 🙂

    Wallahu a’lam

    waduh abang, gimana kabarnya? umi Hasan gimana lancar semuanya???

  30. realylife berkata:

    Insya Allah . sedang belajar ngga marah – marah lagi doain ya ,
    itu saja

    Sama-sama doa ya

  31. dobelden berkata:

    orang indonesia emang gak siap menerima perbedaan dan sukanya usil 😀

    Mudah-mudahan kita tidak termasuk seperti mereka ya pak he..he..he..

  32. azhar berkata:

    mungkin lo bisa nahan marah lan…..yakin ga lo bisa nahan dendam???

    mudah2an bisa ya lan…insya Allah

    Kalau Allah swt berkehendak tidak ada yang tak mungkin bang, kalau Allah swt bisa gerakan matahari dari barat ke timur bukan suatu hal yang mustahil bagi Allah untuk merubah gw yg super sensitif dan ambekan menjadi orang yang sabar dan pemaaf. Umar bin Khatab aja yang begitu garangnya bisa menjadi lembut, mudah-mudahan gw pun juga di rubah Allah menjadi lebih baik bang he..he..he..

  33. carra berkata:

    “You will not be punished for your anger… you will be punished by your anger…”

    🙂 sumpe aku lupa dimana quote itu berasal… tapi yg pasti ada di agendaku dengan tulisan tanganku… 😀
    salam…

    waduh bagus baget he..he..he..

  34. abror berkata:

    Benarlah apa yg dikatakan sabda Rasulullah SAW, bahwa di akhir zaman itu, memegang sunnah spt memegang bara api, Allah SWT ingin mengangkat derajat seseorang dgn diuji, mungkin melewati sakit, atau di dzalimi seseorang, asal yg di uji ini tetap sabar dan istiqomah, salut buat adik ente, btw…sama tmn2nya adik ente bicaranya loe, gue ya ?

    pertanyaannya dah gw jawab ya di YM he..he..he..

  35. cewektulen berkata:

    tidak harus…tergantung situasi…

    🙂

  36. raddtuww tebbu berkata:

    saiia juga masih belajar menahan amarah,, ayo,, sama2,, semoga brazil,, :mrgreen:

    Oke..oke..oke.. he..he..he..

  37. icHaaWe berkata:

    jd inget temanku dulu… setelah menikah, akhirnya dia bawa istrinya ke jerman..kebetulan istrinya bercadar … cobaan berat baanget buat dia..secara orang2 semua pada melihat aneh dan sinis …
    memang hanya orang2 yg sabar dan berjiwa luar biasa yg siap menjalankan sperti itu …
    aku sampai sekarang masih belum sanggup bercadar…walau kakak iparku bercadar …

    sesungguhnya Allah swt memberikan cobaan kepada setiap hambanya bukan untuk menyusahkan melainkan untuk meninggikan derajat hamba tersebut, kesuksesan atau kegagalan seorang hamba dapat di lihat sejauh mana ada ketaatan kepada Allah baik ketika ia menghadapi musibah atau mendapatkan kesenangan, dan semoga kita semua termasuk hamba-hambanya yang berhasil melewati setiap cobaan dengan sebaik-baiknya amien..amien..amein..

  38. indo berkata:

    maaf..Mas/Mbak Landy..memangnya tinggal dimana ?? *masih belum jelas
    seandainya tinggal di Indonesia, sebuah negara yang terbanyak kaum muslimnya di dunia..analisa saya kejadian itu (seorang ibu meludah) ga mungkin sepertinya terjadi…sedangkan pengalaman saya aja yg sudah cukup lama tinggal di NL, belum pernah mendengar kejadian seperti itu disini…

    Saya Tinggal di Jakarta, tepatnya di Jakarta-Selatan, apa perlu saya kasih alamat lengkapnya dan tempat Kejadiannya he..he..he.. Setiap orang mungkin berbeda dalam menanggapi suatu perbedaan, dan saya tidak mengerti ada trauma apa si Ibu sampai melakukan itu , karena tidak hanya saya saja yang terkejut melainkan ibu-ibu yang lainnya pun terkejut. satu contoh kecil yang terjadi bahwa sikaf kekawatiran kita terkadang berlebihan. ketika saya dan adik saya, yang saat itu mengenakan cadar berwarna hitam pergi ke toko ( mall ) di bilangan jakarta-selatan karena ingin membeli suatu keperluan yang kebetulan saat itu saya dan adik saya membawa tas berisikan perlengkapan kami ( baca : perlengkapan bukan BOM he..he..he.. ),mungkin karena kehati-hatian dari petugas sekuriti ( karena takut kami di sangka teroris dan membawa bom ) , memaksa saya dan adik saya harus menepi kesudut dan membuka isi tas saya satu persatu, sedangkan pengunjung yang lainnya hanya membuka resleting tas mereka, pada hal alat pendeteksi “BOM” yang mereka pegang tidak menunjukan sama sekali tanda-tanda yang mencurigakan. dan saat itu saya dan adik saya merasa maklum dan kami tidak marah, mungkin para petugas masih sedikit trauma melihat gaya busana kami. Walau sesungguhnya kami bisa saja marah karena kami merasa di perlakukan berbeda dengan pengunjung yang lain. Ini hanya sebagian contoh kecil saja. rasanya tidak layak menjadi konsumsi publik kalau saya menceritakan secara detail beberapa peristiwa yang lainnya. Dan maksud saya menceritakan peristiwa di blog adalah sebagai bahan renungan dan pelajaran bahwa tidak sepantasnya kita melakukan hal yang sangat berlebihan hanya karena ada orang yang berbeda baik keyakinan maupun pemahaman dengan kita.

  39. la mendol berkata:

    Banyak yang bilang “SABAR ITU SUBUR”,jadi elo ama gw terhitung orang sabar tuh Land, soalnya kita sama-sama subur..hihihiihi.

    Subur apanya neh 😉 gw kan lom nikah dan belum ngecek ke Dokter jadi gak tahu subur apa gaknya he..he…he..

  40. Frida berkata:

    Aku salut dg adik Kak Landy, memang jika batu diadu dg batu maka hasilnya akan ada yg belah, tapi jika batu diadu dg tanah liat niscaya menjadi lengket, artinya kita sebaiknya membalas/ menanggapi hal2 yg tidak menyenangkan/tdk baik dg perbuatan yg baik,seperti bersikap lemah lembut, bertutur kata yg baik, ramah tamah, memberikan perhatian yang tulus dan penuh kasih sayang, Insya Alloh semua akan menjadi baik pada akhirnya. maju terus dan semangaaaaaaaaaat.

    Walah kalau bu Guru yang satu ini sudah ngomong, saya mah ikut aja deh he…he…he… hayoo semangat

  41. nexlaip berkata:

    pantes ente bersinar lan…..

    Bersinar kaya apa aja he..he..he..

  42. landep berkata:

    aku pernah dibilangin:
    ‘salah orang yang berkata sabar itu ada batasnya,
    yang benar itu sabar tidak ada batasnya’
    anda yang sudah melakukan sabar, gimana?
    bener ga? 😉

    Saya lom melakukan sabar pak, saya hanya latihan sabar, lagian aku tulis postingan ini bukan berati aku sabar melainkan untuk mengigatkan diri aku bahwa sabar itu merupakan hal yg penting dalam hidup dan sabar itu tak berbatas. he…he..he..

  43. Fiz berkata:

    Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.
    Oh ya, request apdetnya sda terlaksana tuh. MOnggo dinikmati…!!

  44. abimanyu berkata:

    btw kok foto ku yg guanteng kok g muncul ya klo di wordpress… sedangken punya denmas Nico yang sama2 blogspot kok bisa muncul?? ada saran/solusi Mas?? thanx..

  45. meitymutiara berkata:

    emosi & marah itu adalah hal yang manusiawi menurut aku. hanya aja, akan lebih baik kalo kita bisa menguasai emosi dan amarah itu.

  46. rhainy berkata:

    Ass,Mas Landy… salam ya buat sha…kagum ama sabarnya…

  47. imgar berkata:

    saya pernah marah dan kemudian marah-marah. abis itu koq jadi malu rasanya..

    skrg kalau lagi marah, diusahain diem dl. dibanyakin mikir dulu. biar kalau pun marah-marah, gak malu lagi.
    😀

  48. nenyok berkata:

    Subhanalloh, pencerahan yang sangat menyentuh, terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: