” Usaha Atas Iman “

200558940-001.jpg

Apa yang terjadi ketika air di letakan di dalam freezer yang bersuhu 0 derajat celcius, tentu saja air akan membeku, begitu juga mana kala air yang sudah membeku tadi di keluarkan dari dalam freezer dan di taruh di ruangan yang bersuhu mencapai 38 derajat celcius pastinya dalam hitungan menit air yang beku itu akan mencair dan kembali menjadi air seperti semula ketika sebelum di masukan ke dalam freezer. Mengapa hal tersebut bisa terjadi ? karena air sangat tergantung dengan suasana dan keadaan. Begitu pun iman kita hari ini yang masih sangat di pengaruhi oleh suasana dan keadaan layaknya sebuah air.

Penampakan seperti ini akan semakin jelas mana kalau menjelang Ramadhan , dimana kita berbondong-bondong menjadi orang yang mendadak alim. Namun sayangnya ketika cahaya syawal mulai menjelang kita kembali seperti semula sebagaimana air yang membeku di keluarkan dari dalam freezer, lambat laun, perlahan tapi pasti iman kita makin lama semakin menipis baik disadari atau tidak ( tapi sebagian besar dari kita menyadari akan keterkikisan iman kita ).

Iman merupakan perkara yang sangat penting , lebih penting hanya dari sekedar makan dan minum, karena iman lah yang membuat para sahabat ra mulia dan membuat Fir’aun, Qorun, Nambrut menjadi hina, Iman juga dapat membuat hamba menjadi tuan dan tuan menjadi seorang hamba ( kisah nabi Yusuf dan Zulaikah ) .

Iman bukan perkara yang begitu saja turun dari langit seperti hujan, melainkan iman hanya akan datang mana kala kita ada usaha atas perkara itu, sebagaimana hari ini kita paham , uang hanya bisa datang kalau kita ada kerja untuk mendapatkannya, maka begitu juga hal nya dengan iman. Dahulu para sahabat nabi berjuang mati-matian untuk perkara ini, Bilal ra rela disiksa dan di tindih batu yang besar di atas terik padang pasir yang panas demi mendapatkan iman, Sumayah Ummu Amar r.ha telah menjadi syahid setelah sebelumnya ditombak kemaluannya olah Abu Jahal demi mempertahankan imannya.

Para sahabat nabi sangat paham atas hal itu , bahwa tiada yang lebih berharga di dunia dan akhirat selain iman. Dunia adalah darul asbab, semua perlu sebab, ingin menghilangkan lapar perlu makan, ingin menghilangkan haus perlu minum, ingin mempunyai anak harus kawin. Begitu juga untuk mendapatkan iman, maka kita perlu usaha atas iman.

Allah swt menghendaki kita untuk bahagia, dan untuk bahagia kita harus mengamalkan agama. Allah swt, menjadikan agama untuk kebahagiaan, bukan untuk menjadikan manusia menderita.

Kalau ada orang yang mengamalkan agama hidupnya menderita berarti mereka mengamalkan agama yang salah yang tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw. Semua orang ( baik awam maupun ulama ) sepakat bahwa untuk menjayakan kembali umat Islam hanya dengan satu cara back to Islam ( kembali ke Islam ).

Hanya yang menjadi masalah adalah bagaimana mengembalikan ummat kepada Islam?

Ada yang berpendapat untuk mendatangkan agama kepada ummat Islam harus memiliki kekuasaan, ada juga yang mengatakan harus memiliki harta benda yang banyak.

Kekuasaan tidak mendatangkan manusia kepada agama, mengapa?

Kita lihat Shirah Nabawi :

Kepada Rasulullah saw, ditawarkan kekuasaan oleh orang Quraisy, akan diangkat menjadi raja di Makkah bahkan tidak hanya orang Quraisy, tetapi Allah swt, juga menawarkan dengan menurunkan malaikat-Nya dan bertanya kepada Rasulullah saw, “Ya Muhammad apakah engkau ingin menjadi Mulkan Nabiyan ( Nabi yang raja seperti Sulaiman as, Daud as ) atau menjadi Abdan Rasullan ( Nabi yang hamba ).”

Untuk menjawab pertanyaan ini Rasulullah saw memandang ke arah Jibril.

Jibril mengatakan , “Tawadu’ya Muhammad di hadapan Allah.”

Maka Nabi memilih menjadi Abdan Rasullan. Bahkan gelar tertinggi nabi adalah Abdullah.

Nabi mengatakan ,”Aku duduk seperti duduknya hamba dan makan seperti makannya hamba.” Bahkan menurut beberapa riwayat di rumah nabi berbulan-bulan tidak ada makanan selain air dan kurma.

Bayangkan kalau kita ada di posisi nabi sekarang , maka pasti kita akan memilih kekuasaan, lantas kita akan berkata kepada semua orang dengan gaya seperti Abu Jahal dan Abu Lahab, “ Kemarilah kalian, masuk Islamlah, jika tidak , aku penggal kepalamu.” Astaghfirullah.

Harta benda tidak memajukan orang dalam agama. Ada seorang ulama menyampaikan bayan ( ceramah kalau bahasa kitanya 🙂 ), “Wahai saudara! Uang kamu tidak bisa memajukan kamu dalam agama.”.

Orang kaya protes, mereka berkata , “Wahai syaikh, kami akan buktikan bahwa uang bisa memajukan kami dalam agama!”

Maka orang kaya itu pergi ke masjid dan mereka melihat orang miskin duduk di shaf pertama sedangkan orang kaya di shaf ke dua. Orang kaya itu berkata kepada orang miskin itu, “Wahai saudara! Saya beri kamu uang asalkan tempat kamu saya gantikan.” Orang miskin itu setuju dan uang berpindah tangan, orang kaya di shaf pertama, dan kini orang miskin di shaf kedua.

Orang kaya beranggapan bahwa uangnya mampu memajukan dia dalam agama, “Syaikh! Tuan salah, Tuan mengatakan bahwa harta tak memajukan kami dalam agama, tetapi nyatanya kami maju karena uang yang ada pada kami.”

Syaikh bertanya, “Bagaimana bisa terjadi?”

Orang kaya itu berkata,”Di masjid ada seorang miskin yang duduk pada shaf pertama dan kami ada di shaf kedua, lalu kami beri dia uang agar ia mau mundur dan kami maju. Karena uang kami maka kami maju, itu tanda uang kami bisa memajukan kami dalam agama!”.

Syaikh bertanya, “Wahai Saudaraku, ketika uang ada di kantongmu, kamu berada di shaf ke berapa?”.

Jawabnya, “Di shaf ke dua.”

Syaikh bertanya, “Ketika uang lepas dari kantong kamu maka kamu berada di shaf keberapa?”.

Jawabnya, “Di shaf pertama”.

Syaikh berkata, “Ketahuilah wahai saudara! Ketika uang ada padamu justru kamu berada di shaf kedua ( kamu mundur ), dan ketika kamu ubah menjadi sedekah maka kamu ada di shaf pertama. Jadi bukan uang yang memajukan kamu, tetapi sedekah kamu. Dan orang miskin yang menerima uang kamu jadi mundur, uang menjadikan dia di shaf kedua.”

Kepada Rasulullah ditawarkan kekayaan oleh orang Quraisy, bahkan Allah swt. menawarkan melalui malaikat Jibril, “Ya Muhammad, Jika engkau mau maka akan kujadikan semua gunung di Hama menjadi emas”.

Rasulullah saw menjawab,”Aku lebih suka sehari lapar sehari kenyang, pada saat aku lapar aku bisa bersabar dan pada saat aku kenyang aku bisa bersyukur”.

Coba kalau kita yang ada di posisi nabi sekarang , maka pasti kita akan memilih kekayaan, lantas kita akan berkata kepada semua orang dengan gaya seperti Abu Jahal dan Abu Lahab, “ Nih, satu gunung emas buat kamu, asal kamu masuk Islam.” Astaghfirullah.

Dakwah Nabi tidak mengenal kekuasaan atau benda-benda/kekayaan. Mengapa? Agar manusia murni mengenal Allah, mengenal kehebatan-Nya, kekuasaan-Nya tanpa tercampur dengan apa pun. Karena iman yakin yang demikian akan menjamin keamanan dan hidayah bagi manusia.

Lantas apa yang mesti kita lakukan agar iman kita tetap stabil?.

Sebagaimana layaknya air yang tetap mengeras bila di dalam freezer , maka begitu juga kita, tapi bukan berarti iman kita di masukan ke dalam freezer, melainkan kita mencari komunitas yang bisa membuat iman kita tetap stabil malahan kalau bisa semakin meningkat, seumpama freezer yang membentuh air menjadi es.

Dimulai dengan memilih teman-teman yang mendukung ke arah perbaikan tersebut.dengan tak lupa mendakwahkan dan mempraktekan kebaikan kepada orang lain, Dan dengan sekuat tenaga mengajak diri dan keluarga kita kearah perbaikan.

Abu Hurairah r.a mengatakan bahwa rumah yang di dalamnya dibacakan alqur’an yang mulia, maka berkah dan kebaikan akan memenuhi ahli rumah tersebut. Malaikat akan turun memenuhi rumah tersebut, dan syaitan akan keluar darinya. Sebaliknya bagi rumah yang di dalamnya tidak dibacakan alqur’an, maka kehidupannya akan penuh dengan kesempitan dan ketidak berkahan, malaikat akan keluar dari rumah tersebut, dan syaitan akan masuk memenuhi rumah tersebut. Sekarang pertanyaannya, Sudah kah hari ini kita membaca aqlur’an di rumah kita, atau malah kita sibuk membaca surat kabar.

Ayo lakukan gerakan perubahan dimulai dari diri kita dan keluarga kita, jadi kan rumah-rumah kita seperti freezer yang dapat membentuk generasi yang mencintai Allah swt dan Rasul-Nya diatas segalanya.

 

Terimakasih atas komen dan kunjungannya :

Fiz , rhainy , abimanyu , wieda , indra1082 , Deddy , Edratna , Agus Taufiq Hidayat , hasanah translation, Fakhrurrozy , zahra , nuuii , chitink , okebebeh , kecebon9 , Cabe Rawit , cewektulen , diana , nurussadad , dewi , oalngbiaca , tuansufi , darsini , abiehakim , devari , la mendol , yudhistira31 , achoey sang khilaf , nenyok , apiq , chyntiablue , wety , yossyrahadian , vergilisdead , akbarindonesia , dobelden , stenlymandagi , julfan , langitjiwa , sujonofitri , Santi , deprant , Yari NK , nexlaip , Ghatel , Fakhrurrozy, ummaymochil , Amalia hazen , taqiku , Eucalyptus , icozya , siska , realylife , ashardi , theloebizz , lady , Frida

Iklan

52 Responses to ” Usaha Atas Iman “

  1. okebebeh berkata:

    fertamax bersobsidi…

    Tidak terima komen pertamaxxxxxxxxxxxxxxxxxxx, terimanya mie ayam, awas ya kalau tulis pertamax lagi aku tusuk perutnya biar kempes neh , he..he..he..

  2. okebebeh berkata:

    Ya udah klo gak boleh bilang fertamax bersoebsidi..Kalo gitu KEDUAXXXSSSSSSS

    Gak mauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu, komen yang model gitu2an 😦

  3. Cah Angon berkata:

    Salut buat tulisannya, carannya supaya es awet ya, bermukim di antartika atau artik, gitu …kaleeee. he.3x!!!!!!!

    He..he..he.., Gitu juga kalau iman kita mau awet pak, buat suasana iman di keluarga kita, lingkungan kita, kantor kita dan disemua tempat.

  4. ashardi berkata:

    artikelnya mengena banget mas…
    apalagi yang bagian segala aktifitas kita yang berubah 180 derajat setelah terlepas dari bulan Ramadhan…
    Dan mengenai kalo kita berada di posisi nabi, sepertinya gak mungkin kita bisa menyamai beliau, tapi setidaknya kita harus berusaha untuk melakukannya…

    bai de wei, eni mei, bus wei…
    KEMPATXXSSSS…

    Tidak akan ada yg bisa seperti nabi hatta itu Abu Bakar ra sekalipun, tapi setidaknya kita mencoba mencontoh setiap apa yang beliau lakukan karena itu yang Allah swt perintahkan kepada kita semua.

  5. abror berkata:

    Usaha atas iman adalah sesuatu yang harus diusahakan dan wajib ‘ain bagi setiap orang islam, agar dalam diri umat islam mampu mengamalkan agama secara sempurna, sebagaimana qt ingin mendapatkan sesuatu juga harus usaha, baik itu uang, pekerjaan dll…

    keep posting trus tentang usaha atas iman atau tentang pentingnya perkara iman dan amal soleh..

    KELIMAXXXXXXXXX

    Abror gw bawa bukunya, sebagai bayarannya traktir gw siomay ya he..he..he..

  6. endangpurwani berkata:

    Dimulai dengan memilih teman-teman yang mendukung ke arah perbaikan tersebut.dengan tak lupa mendakwahkan dan mempraktekan kebaikan kepada orang lain, Dan dengan sekuat tenaga mengajak diri dan keluarga kita kearah perbaikan.

    kalo hanya beteman dgn yg sama….kita tidak punya tantangan atas iman kita….berdakwah, mungkin tidak perlu dgn kata2, tp lbh baik dgn berbuat baik apapun yg kita terima……dan jgn merasa diri sempurna dalam soal iman, karena penilaian bukan pada diri kita tapi pada Tuhan….

    Mencari teman yang baik yang mendukung kearah perbaikan merupakan suatu keharusan dan tidak bisa di tawar-tawar lagi bagi orang yang ingin memperbaiki dirinya. bahkan ini menjadi suatu hal yang paling penting , dalam kehidupan sehari-haripun kita akan selalu mengawasi anak-anak kita agar tidak salah memilih teman karena kita sama-sama tahu teman yang buruk seringkali memberikan dampak yang tidak baik, Dalam Islam memilih teman yang baik sudah menjadi suatu keharusan, bahkan banyak hadist nabi dan ayat aq-qur’an memberitahukan akan hal itu.
    1. Barangsiapa salah dalam memilih sahabat, akan menyesal di akherat ( Al-Furqan:28)
    2. Sahabat dapat menjadi teman atau musuh pada hari kiamat. ( Az-Zuhkruf: 67 )
    3. Hendaklah berhati-hati dalam memilih sahabat karena tidak semua orang bisa di jadikan sahabat.
    4. Orang-orang yang berhak di jadikan sahabat adalah yang bersifat sebagai berikut :
    a. Memiliki akal yang sehat ( Iman Ghazali )
    b. Memiliki akhlaq yang mulia ( Imam Ghazali )
    c. Bukan ahli maksiat ( Al-Khafi:28 )
    d. Tidak pengikut hawa nafsu ( ( Al-Khafi:28)
    e. Tidak lalai berdzikir ( An-namj:29)
    f. Ahli taubat ( Lukman : 15 )
    g. bersedia berkorban untuk mu meski dia sendiri dalam kesulitan ( Al- hasyr:9 )
    h. memeberikan manfaat bagi kehidupan akhirat ( abu dawud, Daromi )
    i. Tidak tamak terhadap dunia ( An-Nissa : 69 )
    j. Orang yang selalu takut terhadap allah ( Umar bin khathab. ra )
    Bahkan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani rah.a menulis dalam bukunya yang berjudul menjadi kekaksih Allah ” Jauhilah teman-teman yang buruk. putuskan kearaban dengan mereka. bergaullah dengan orang-orang yang shalih. jauhilah kawan yang buruk meskipun ia dekat darimu dan dekatilah orang yang baik meski ia jauh darimu. setiap pergaulan akan membawa pengaruh, jadi perhatikanlah dengan siapaengkau bergaul.”

    Berdakwah harus sesuai dengan cara nabi yaitu dengan perkataan dan perbuatan. Rasulullah saw melakukan kedua-duanya. yang terpenting yang harus kita ingat Orang yang mengerjakan dakwah akan di berikan kekuatan untuk mengamalkan agama. Orang yang mengerjakan dakwah tapi tidak meningkat dalam mengamalkan agama bukan dakwah namanya sebagaimana di tamsilkan, Garam Allah ciptakan memiliki sifat asin, kalau tidak asin bukan garam namanya.

  7. doveyid berkata:

    Dunia adalah darul asbab, semua perlu sebab, ingin menghilangkan lapar perlu makan, ingin menghilangkan haus perlu minum, ingin mempunyai anak harus kawin…..

    kayanya ada yang kelewat dech, seharusnya…

    Dunia adalah darul asbab, semua perlu sebab, ingin menghilangkan lapar perlu makan, ingin menghilangkan haus perlu minum, ingin kawin harus … -baru- ingin mempunyai anak harus kawin… 🙂

    btw, akhirnya telah kembali kepangkuan ibu pertiwi Saudara kita Landy…… 🙂

    Ente ceritanya naskil ane neh he..he..he.. , kembali ke pangkuan ibu pertiwi siapa neh, seakan-akan ane dah meninggal he..he..he..

  8. chitink berkata:

    semakin tinggi iman kita, cobaan n ujian akan semakin berat…benul ga pak ustadz???

    Semoga Allah swt selalu memberi kekuatan kepada bapak dalam menghadapi setiap masalah dalam hidup ini. tetep semangat pak. Oh iya mungkin aku nulisnya aga lama kali pak karena menulis tentang hal itu harus tenang, tapi aku ada kok bukunya, kalau bapak mau aku pinjemin, kemarin aku baru beli atau bapak mau buku yang lain? yang terpenting bapak harus banyak-banyak mendekatkan diri kepada Allah agar dibimbing dalam mengambil keputusan itu, biar bukan nafsu nanti yg bicara.

  9. raddtuww tebbu berkata:

    nice post!! keren pak ustadz,,

    Aku buka ustadz, jangan panggil aku ustadz hiks

  10. yossyrahadian berkata:

    membaca tulisan ini saya sangat bersyukur menjadi seorang muslim…

    trims buat tulisan yang menggetok ulang hati saya

    🙂

    Kita harus bersyukur menjadi orang muslim terlebih lagi kita harus bisa menampakan kemusliman kita dalam bentuk akhlaq yang baik sebagaimana Rasulullah saw dan para sahabat melakukannya.

  11. popok berkata:

    hwmm.. nice post mas.. menggugah selera.. hehehe

    Menggugah selera??? kaya makanan aja he..he..he..

  12. Santi berkata:

    “Ayo lakukan gerakan perubahan dimulai dari diri kita dan keluarga kita, jadi kan rumah-rumah kita seperti freezer yang dapat membentuk generasi yang mencintai Allah swt dan Rasul-Nya diatas segalanya.”

    Setujuuu! Wahhh! jadi semangat gini baca postingan yg ini!

    Hayoooooooo semangat jeng , ingat ya tahun ini harus jadi loh , aku tunggu undangannya he..he..he..

  13. julfan berkata:

    Jadi rindu dengan Ramadhan

    Sama, semoga Allah sampaikan kita pada Ramadhan berikutnya dan berharap amal kita semakin baik pada ramadhan itu.

  14. hanggadamai berkata:

    kita harus selalu dekat kepadaNya setiap saat krena hidup ini hanya untukNya

    Setujuuuuu, Gimana kabar “si penggetar hatinya” he..he..he..

  15. wieda berkata:

    mungkin di daerah saya (yakin deh), hanya saya yg memeluk agama islam….. ndak ada yg lain…tapiiii ga masalah tuh.

    setuju dengan kata2 jeng endang, jangan merasa diri sempurna dalam soal iman, hanya Allah yg menilai…….(klo sudah merasa sempurna, kayanya jadi radikal deh).

    Yup kita jangan pernah merasa sempurna dalam hal keimanan, tapi sebagai acuan bagaimana iman yang sempurna kita bisa lihat para sahabat nabi saw, karena kesempurnaan iman mereka lah, Allah swt ridha kepada mereka. dan hal ini tertulis jelas di dalam alqur’an. Jadi untuk mendapatkan iman yang sempurna kita bisa mencontoh para sahabat nabi saw.

  16. Fakhrurrozy berkata:

    Apa kabar iman kita hari demi hari? 😦

    Diantara harap dan cemas hiks

  17. Um Ibrahim berkata:

    gak komen dulu, nanti komennya buat next posting :)*dgn catatan kalo dah ada waktu

    gak papa gak komen bunda yang penting anak-anak dan suami keurus kan he..he..he..

  18. rhainy berkata:

    Alhamdulillah, baca postingannya…jadi serasa diingetin…tengkiu!!!!!

    Diingetin apa neh 🙂

  19. fauzansigma berkata:

    kalau melihat profil nabi dan segala perjuanganya utk menegakkan islam tentu saja semua akan takjub mlongo dan nunduk2 kepalanya, tapi skarang masalahnya implementasinya.. sy pikir kita tdk bs tidak mengatakan bahwa jaman sudah berubah, dan hal itu jg yg menyebabkan teladan dari nabi jg sering hanya menjadi bahan khotbah jumat saja.. ideal memang, tapi untuk menjadikanya sesuatu yg kontemporer.. bagaiaman a nih pak ustadz usahanya?

    Yang harus di cam kan dalam benak kita karena ini merupakan bagian dari keimanan dan sudah merupakan suatu keharusan adalah meyakini bahwa kebahagian dan kesuksesan kita sejauh mana sunah-sunah nabi ada di dalam kehidupan kita. kita tidak usah membicarakan dulu perkara yang besar-besar seperti bagaimana nabi berpolitik dsb karena itu memerlukan pembahasan yang teramat panjang. kita ambil contoh kecil saja, Adab-adab dalam kehidupan sehari-hari yang rasulullah saw peraktekan dalam hidupnya seperti adab makan , tidur, ke toilet, dan lain sebagainya sudah kah kita amalkan? , saya rasa adab-adab itu tidak akan pernah ketinggalan jaman dan menjadi kontemporer, karena di kaji dari sudut kesehatan sekali pun akan selalu menjadi sesuatu yang baru karena Rasulullah saw di utus sebagai nabi akhir jaman dimana risalahnya akan terus berlaku sampai hari kiamat, sekarang tinggal diri kita saja mau tidaknya membawa nafsu kita untuk di atur oleh agama.

  20. Totok Sugianto berkata:

    semoga iman saya tetap terjaga dari hari ke hari dan selamanya 😀

    Amien, doain saya juga ya pak semoga meninggal dengan membawa iman yang sempurna sebagaimana yang di kehendaki Allah dan Rasul-nya

  21. abimanyu berkata:

    wuuaaa.. menusuk bgt ni…
    jadi kepikiran deh.. sama apa2 yang sedang ada dalam otak saya.. thanx atas pencerahannya Mas!!

    Kok menusuk, apanya yang di tusuk, jadi inget postingan anangku tentang tusuk menusuk he..he..he..

  22. hanggadamai berkata:

    wah mas iki, may tau aza!? :mrgreen:

    Ya tahu donk he..he..he.. dah sampe mana hubungannya , hayoo cepet-cepet di resmiin aja dari pada……. he..he..he..e

  23. edratna berkata:

    Setiap melakukan usaha harus dengan iman, karena diujung usaha ada nasib. Walau mengalami kegagalan berulang kali, tetap harus mencoba karena ini merupakan cobaan dari Allah swt yang sedang menguji iman kita, dan jika lulus ujian dari iman akan mendapatkan karunia yang tak terbayangkan.

    (yang merasa belum mampu berbuat banyak)

    Subhanallah, makasih atas sharingnya , makasih dah mau berbagi.

  24. Mampir ke blog ini
    Dapetnya banyak
    Sebuah pencerahan yang amat hebat
    Teruskan perjuanganmu saudaraku

    Sama-sama berjuang pak, masa seh gagal lagi tahun ini Hiks

  25. qanaahsholihah berkata:

    assalamu’alaikum,
    alhamdulillah, saya baik2 saja. 🙂
    short comment nih lum bisa comment banyak.
    Tetap semangat yah!
    Wassalamu’aliakum:)

  26. nurussadad berkata:

    iman kan berkurang dan bertambah, nie bisa buat alasan,, .,. he he..

  27. adhini berkata:

    meminjam istilah sahabat saya
    “hidayah will find you if you try!”

    ketika hidayah dan iman sudah menetap di hati, tinggal di pelihara, dirawat dengan sebaik mungkin.dan itulah tantangan terbesar di dunia yg semakin menggila sekarang ini, mempertahankan dan memelihara iman kepadaNya, tunduk dan patuh. bukan hanya sekedar mengimani dalam hati dan menyandang status seorang muslim.

    semoga iman kita semua dikuatkan serta dipelihara Ilahi, amien ya rabbal alamin…

  28. icozya berkata:

    bukankah qalbun tempat iman berada telah dikabarkan bersifat bolak-balik. Dan karenanya menjadi jelas betapa crucial “usaha” untuk menjaganya.

    Laku yang terus menerus

    Kita butuh untuk terus menerus diingatkan…
    terimakasih untuk mengingatkan saya

  29. Okta Sihotang berkata:

    numpng lewat…..
    usaha akan berhasil jika kita lakukan dengan iklas…

  30. Anang berkata:

    uman manusia itu fluktuatif.. tergantung sikon… kadang tangguh kaadng juga rapuh…

  31. hanggadamai berkata:

    InsyaAllah saya kabarkan lagi deh di blogku.. :mrgreen:
    *promosi*

  32. realylife berkata:

    setuju , insya Allah saya akan memulai pada diri saya sendiri
    doakan ya

  33. amicol berkata:

    ocre banget bos, make a community, dan tetap waspada.
    godaannya banyak bangetz

  34. Labyrinth berkata:

    Ya ampun,,, panjang banget postingnya…..

  35. nexlaip berkata:

    muantabs lan subhanallah…….eh ane dah comment disini apa belum ya?

  36. Eucalyptus berkata:

    Postingan yang bagus Lan…. mengenai Iman itu sendiri berasa banget klo iman suka turun naik, klo lagi semangat bisa semangat banget, trus turun… nanti naik lagi… huhu… mudah2an aja semangat ibadah kita naik terus gak turun2 lagi…

  37. […] dari ini dan ini, maka saya mencoba berbenah diri, pertama kita didalam rumah sebagai wanita ada aja yang bikin kita […]

  38. Ghatel berkata:

    saya habis baca jadi lebih tau tentang maslah keimanan ini mas 🙂

  39. zal berkata:

    ::”Iman bukan perkara yang begitu saja turun dari langit seperti hujan”, iman ya…seperti perumpaan hujan dari langit, daripaanya akan hidup bumi sesudah matinya, akan menyuburkan rumput-rumput sebagai makanan ternak, menumbuhkan pohon dan buah-buahan…itupun kalau tanahnya menyerap, tidak kelembekan dan tidak kekerasan……kalo engga salah manusia juga diciptakan dari tanah yak…

  40. sayur asem berkata:

    ga kuasa komen.. *angles thok*

  41. tikabanget™ berkata:

    ngngngn..
    masalahnya dari temen-temen yang dicap bejat sama lingkungan sekitar, sayah juga belajar banyak.. 😐

  42. nenyok berkata:

    Amin ya Rabbal alamin, semoga aku dan kita semua bisa 🙂

  43. cewektulen berkata:

    padahal katanya ramadhan kita berhasil klo kebaikan yang didapat itu bisa diteruskan pada bulan-bulan laennya ya ????

  44. apiqquantum berkata:

    Iman!
    Terimakasih telah menambah kekuatan iman.
    Salam

  45. wahyu berkata:

    mohon di halalkan artikelnya saya ambil sebar luaskan

  46. stenlymandagi berkata:

    …maaf nih, hanya sedikit melengkapi… kalo di bible menjelaskan bhw ”iman tanpa perbuatan adalah mati alias useless”.
    Pösting yg benar2 mencerahkan, bagi saya yg berada di ‘jalur berbeda’ bisa mengambil nilai2 yg positif banget darì postingan ini. tq

  47. tulus berkata:

    Insyaallah sy berusaha untuk paham, doakan saya keluar 4 bulan, 40 hari setiap tahun

  48. Ikhwani,S.Pd,M.Si berkata:

    Aslm,Semoga Allah swt mengekalkan hidayah yg ada dlm diri kita dan kita tdk tercampak ke lorong-lorong becek seperti mana sebelum mengenal usaha dakwah/usaha atas iman dan amal shalih ini ….,aaamiiin (wsl wr wb/Ikhwani,SPd,MSi/Pulau Rakyat-Asahan-Sumut)

  49. tulus berkata:

    Antum betul…Iman Itu tergantung suasana dan keadaan,” Masyallah minta doa’nya za Syaikh biar ane bisa allah gunakan bwt keluar 4 bulan…

  50. domtheoos berkata:

    perumpamaan yang bagus, iman kita yang masih labil ini seperti air. great.

    Aksesoris Sparepart Motor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: