” SETIA “

76944393.jpg

Siang itu di pelataran salah satu masjid seorang lelaki datang memperkenalkan bocah kecil kepada saya, dengan sopannya bocah itu mengulurkan tanggannya kearah saya, “ Sudah berapa Juz hapalannya?” kata pertama yang keluar dari bibir saya, “mau 9 juz” jawabnya malu. Tidak lama berselang bocah tersebut berpamitan dan kembali menuju bagian lain dari masjid untuk melanjutkan hapalan al-qur’annya, saya hanya bisa tertegun menyaksikannya, usianya belum genap 8 tahun tetapi sudah menghapal hampir sembilan juz dari al-qur’an.

Saya mengarahkan pandangan kepada lelaki disebelah saya, tak terasa sudah 10 tahun persahabatan yang terjalin diantara kami, “ Elo gak cari pendamping lagi mas?” tanya saya, sahabat saya hanya terdiam sambil mengarahkan pandangannya kelangit, seakan ingin mengatakan “Aku masih tetap mencintaimu sama ketika pertama kali Allah hadir kan rasa itu “, saya mengerti apa arti dibalik tatapannya, sangat beruntung sahabat saya ini karena pernah Allah hadirkan dalam hidupnya sesosok wanita yang menemaninya di sebagian kehidupannya, walau pada akhirnya Allah mengambil sesuatu yang pernah dicintainya, mungkin Allah Swt ingin menjaga hati sahabat saya agar tidak ada kecintaan melebihi cinta kepada-Nya.

Saya kembali teringat ketika sahabat saya ini bersimpuh di depan makam sang istri tercinta saat kembali dari belajar agama di IPB ( India, Pakistan, Bangladesh ). Wanita perkasa yang Allah ambil ketika sedang berusaha menghadirkan Abu Bakar ( bocak kecil yang saya ceritakan awal ) dari rahimnya. Wanita yang menghadap Ilahi Robbi ketika sang suami sangat jauh di negeri seberang , berbeda jarak, berbeda waktu , berbeda tempat tapi dekat di hati karena sedang sama-sama menunaikan perintah Allah, sang suami belajar dakwah memperbaiki diri sampai ke negeri orang, sedangkan sang istri belajar untuk menjadi wanita sempurna dengan melahirkan sang buah hati.

Memang segala keputusan akhir ada di tanggan Allah, mungkin Allah ingin menggantikan kebahagian sesaat yang di rengkuh sahabat saya dan istrinya dengan kebahagiaan yang selama-lamanya di syurga-Nya.

Sahabat saya mencoba menghapus butiran air mata yang mengalir lembut dari kedua matanya. “Allah pasti jaga dia mas” ucap saya seakan mencoba mengerti apa yang menjadi kegusarannya.

“Dia terlalu sempurna untuk gw yang hina ini !” ucapnya, dan saya hanya terdiam “Gw belum bisa memberikan yang terbaik untuk menyenangkannya, bahkan dia memberikan sebagian tabungannya dan menjual mas kawin yang pernah gw kasih agar gw bisa berangkat memperbaiki diri di Nizamudin.”.

Sesaat kemudian sahabat saya mengeluarkan secarik kertas dari dompet kulit yang selalu dibawanya dan menyerahkan kertas itu kepada saya, seakan mengiginkan saya untuk membaca surat tersebut.

Assalamualaikum wr.wb,

Untuk suamiku yang sedang mengukir istana di surga.

Mungkin selama ini pelayanan saya sebagai istri ada yang tidak berkenan dihati Mas, oleh karenanya saya sangat menginginkan keridhoan mas untuk hal tersebut. Saya tidak mengerti perasaan yang saya rasa akhir-akhir ini, seakan-akan maut begitu dekat di depan saya, apa ini hanya rasa ketakutan seorang hamba agar lebih berhati-hati dalam menjalani hidup ini atau ini perasaan yang Allah hadir kan kepada diri saya bahwa masa saya hidup untuk berkhitmad melayani mas tidak akan lama lagi, tetapi apapun yang terjadi saya berharap mas tidak kembali sebelum masa Khuruj mas berakhir.

Saya sangat berbahagia kepada Allah karena sudah menghadirkan mas dalam hidup saya, mengajarkan pada saya rasa kecintaan kepada Sang Pencipta, mengenalkan pada saya kehidupan yang para sahabiyah jalani dimasa awal-awal Islam. Saya bahagia mas, walau Allah akan mengganti dengan dunia serta isinya saya akan memilih mas diatas itu semua.

Sebentar lagi insya Allah anak kita akan lahir, saya sangat berharap anak kita ini menjadi anak yang sholeh menjadi hafiz al-qur’an, agar kelak Allah akan pakaikan mahkota dan pakaian kebesaran kepada kita kelak diakhirat. Saya ingin mendengar Allah bicara kepada anak kita untuk terus membaca al-qur’an dan menaikkan lebih tinggi derajat kita.

Mas, tiada kebahagian bagi seorang wanita selain memberikan keturunan dari rahimnya kepada sang suami, dan Alhamdulilah sebentar lagi Allah akan wujudkan itu pada diri saya, memberi keturunan untuk mas, didik dia sebagai mana para Sahabat Nabi mendidik anak-anak mereka, didik dia dalam suasana Agama, karena sejak dalam kandungan, saya selalu menjaga makanan yang masuk kedalam mulut saya, saya tidak pernah berhenti berdzikir, dan mengamalkan apa yang mas ajarkan., maka saya pun menginginkan hal yang sama sebagai mana para sahabiyah inginkan dari suami-suami mereka.

Saya malu untuk menulis ini, karena mas tahu saya tidak pandai berkata-kata, kalau Allah memberikan umur yang panjang kepada saya sehingga saya berjumpa mas lagi kemungkinan surat ini tidak akan pernah saya serahkan, karena Cinta tidak butuh kata-kata yang dibutuhkan pembuktian dari cinta tersebut, dengan menjadi istri mas merupakan kebahagian yang terbesar setelah Islam yang Allah beri kepada saya yang hina ini.

Hanya satu yang saya minta dari mas, sebuah keridhoan, agar memudahkah langkah saya berjumpa dengan Allah sebagai istri yang berbakti kepada suami, dan suatu kebanggaan bagi saya jika diakhirat berdiri bersama para istri sahabat Nabi menanti kedatangan mas 500 tahun disurga.

Ya Allah saya titip suami dan anak saya, jaga mereka, kasihi dan sayangi mereka, jadi kan mereka asbab hidayah untuk seluruh ummat manusia, Ya Allah saya ridho dan ikhlas dengan jodoh yang engkau berikan, semoga engkau tanamkan rasa yang sama di dalam diri suami saya.

Waalaikumsalam wr.wb

seorang wanita yang dhoif yang belum bisa membahagiakan suaminya.

 

Bahagianya sahabat saya , andai saya juga mendapatkan wanita sepaham almarhumah,

Ya Allah kabulkanlah doanya, berikan kami jodoh yang memudahkan kami mendapatkan kecintaan-Mu bukan mendapatkan murka-Mu.

 

NB : Tulisan ini sudah pernah ada sebelumnya di blog saya yang telah meninggal, tapi tidak ada salahnya kalau saya posting ulang , dan kemungkinan beberapa tulisan akan saya tampilkan lagi di blog ini, sebagai bentuk penghargaan kepada beberapa orang teman.

Terimakasih atas komen dan kunjungannya :

Cabe Rawit , sarah , Um Ibrahim

33 Balasan ke ” SETIA “

  1. theloebizz mengatakan:

    nangis bacanya….😦 di satu sisi aku jadi ketakutan menghadapi peristiwa melahirkan kelak, di satu sisi menyadarkan betapa mulianya seorang ibu berjihad demi melahirkan jundi2 Allah…. semoga semua muslimah diberikan kekuatan iman dan takwa seperti almarhumah amiiiiin..😉

    Amien, kenapa harus takut melahirkan bukankah surga sudah menunggu

  2. Cabe Rawit mengatakan:

    Hmmm… indah nian kisah “setia” ini🙂
    Ane ikut mengamini doanya bang…
    BTW… subhanallah, hafal 9 juz ya bang? Ane malah masih belajar baca quran…😥

    sama ane juga pak ustadz baru belajar😥

  3. abimanyu mengatakan:

    huuaaaaaAAAAa….
    daleeeem bgt Mas!!!
    sampe merinding saya dibuat..
    ck3.. fyuuuhh… moga istri saya nanti jg kek gitu.. weww.. klo punya istri kek gitu, pastilah g ada istilah selingkuh.. klo punya istri kek gitu, pastilah betah dirumah terus.. klo punya istri kek gitu, pastilah jadi sering manjain dia.. ciee..🙂 klo punya istri kek gitu, serasa ngerasain hidup disurga aja.. dimana kedamaian tidak penah hilang dari hati ini..
    mohon do’anya y Mas!!! biar dapet istri kek gitu..

    Sama-sama doa , lah dengan yg itu emang gak jadi, hayooooooo cepetan tar di duluin den bagus nico loh he..he..he..

  4. adhini mengatakan:

    Ahhhh…indahnya dunia, andaikata ketika kita mencintai dan dicintai seseorang, Sang Pencinta juga tersenyum dan mencintai kita. Subhanallah….dan cerita ini adalah bukti nyata, dimana sepasang insan manusia yang saling mencintai, dicintai berkali-kali lipat oleh Ilahi.

    Setiap komen elo selalu membuat gw tersenyum sendiri, jadi kapan dirimu he..he..he..?

  5. okebebeh mengatakan:

    hiks..hiks..jadi sedih mbacanya..meskipun kisah ini dah gue baca di web yang meninggal itu, namun masih saja membawa suasana lain bagi pembaca..apa ini karena keberkahan surat dari almarhumah itu yaa???

    Ya ampun pak oke, kapan neh kemarkaz tar aku kenal deh ma orangnya, biar sama-sama bisa mengambil pelajaran🙂

  6. aRya mengatakan:

    setia
    selingkuh tiada akhir kah ????????
    mikir

    kok bisa selingkuh , masih mikir aku !, dan yang membuat aku kadang tertawa, orang-orang yang selingkuh itu sering kali masih memakai “alat bantu” kalau dah berani selingkuh ya jantan lah gak usaha pake viagra atau ke ma erot hiks

  7. RoSa mengatakan:

    Subhanallah…ridho Allah terletak pada ridho suami, ketika seorang perempuan berusaha mempersembahkan segala yang terbaik untuk suaminya, semoga Allah ridho pula untuk memberikan tempat terbaik untuk di surga…

    Duh pengaten baru . gimana lancar🙂 dah isi lom🙂

  8. bebi mengatakan:

    huaaaaaa….😦 tersentuh hati saya membacanya. Itu bener2 tulisan almarhumah kan??? gk di tambahin atou di kurangi sedikit pu kaaannnn….???

    Cuma di atur aja, titik koma dan spasi nya , dan ada yang di hilangin karena bukan untuk konsumsi umum he..he..he..

  9. Frida mengatakan:

    Cerita yang sangat maniz sekaligus mengharukan, smoga jodoh yang Kak Landy impikan dikabulkan Alloh SWT, Kakak harus yakin dan ikhlas, pasti semua akan terwujud apa yang kakak inginkan.

    Amien, Makasih bu Guru doanya🙂

  10. nurussadad mengatakan:

    so sweet, *mikir2*,
    masih lama, 8 tahun lagih, bagaiman ntar, atau ntar bagaimana ya,.,./

    Aapanya neh yang 8 tahun lagi he..he..he..

  11. Yoga mengatakan:

    Assalamulaikum…
    Ini kisah nyata ya Mas? Subhanallah cerita ini sudah menyentuh saya, terutama paragraf awal isi surat itu. Moga-moga Mas Landy beroleh hidayah karena saya yakin banyak orang yang tergugah kalbunya seperti saya setelah membaca tulisan di atas.

    Oh ya, salam kenal, saya sudah sering melihat-lihat blog ini tanpa ijin yang punya.

    Sebenarnya kisah-kisah seperti ini teramat banyak di kehidupan sehari-hari, apalagi kalau kita membaca kisah-kisah sahabat nabi lebih takjub lagi kita. Semoga kita termasuk orang-orang yang tidak hanya terharu tapi berusaha untuk mengwujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.

  12. rnazahra mengatakan:

    Subhanallah…

    Hiks… bikin nangis membacanya…😥
    Semoga kelak aq bisa menjadi istri yang seperti itu dan mendapatkan suami yang setia. Di jodohkan di dunia dan di surgaNya…
    Amin…Allahumma Amin….

    Amien

  13. diana mengatakan:

    aku mungkin bukan istri yang hebat di mata suamiku, tapi membaca postingan ini… aku jadi mikir… apakah keputusanku itu benar????????
    Afwan, rasanya aku bener2 tertampar dengan tulisan ini. Ada rasa yang hilang ketika aku selesai membaca ini…

    benar dalam ??? Ya udah bu aduhin aja ma Allah, pasti Dia akan memberi jawaban.

  14. penunggangkuda mengatakan:

    Aslkm..

    haru,….jadi ingat istriku yang tercinta.

    bagus donk Mas inget istri , dari pada ingat saya kan berabe he..he..he..

  15. olangbiaca mengatakan:

    Aslkm..

    haru,….jadi ingat istriku yang tercinta.

    Waduh pake 2 kali mas😉

  16. Abror mengatakan:

    :((……huaaaaa…..huaaa…huaaa

    jd ikut sedih, itu alm. istrinya, menulisnya daleeeem banget….masya allah, bikin bulu kuduk merinding…

    Istri ente juga bisa kaya gitu, apa lagi minggu ini mau keluar masturah mantabbbbbbbbbbbbbbbbb, eh hari ini ke markaz gak inget jamaah masturah gak bisa keluar tanpa ijin dari markaz, inget Full hijab , siapin sarung kaki ma tangan trus Purdah nya inget bro bukan cadar, and yang penting doain ane yang banyak nanti, gini-gini ane kan dah anterin ente beli jubah yang ukuran XXXLLL wakakakakakaka

  17. norie mengatakan:

    haru biru aku membacanya. 💡 itu kisah ini kalau diangkat jadi novel atau film dengan sedikit polesan nampaknya bisa sesukses ayat-ayat cinta. (maaf mungkin saya terlalu berpikir kapitalis)

    he..he..he..🙂

  18. achoey sang khilaf mengatakan:

    Sebuah cerita yang mencerahkan
    Dan jadilah manusia yang setia
    Pada-Nya

    Yup, setia pada setiap ajaran-nya

  19. Muhammad Rachmat mengatakan:

    bagus jika dibuat film atau sinetron
    dan jika demikian, saya mau daftar jadi pemerannya he…
    salam..
    http://www.bancakan.wordpresss.com

    He..he..he..

  20. rhainy mengatakan:

    amin…..
    mudah2an saya bisa jadi isteri seperti itu ya…..

    Amien, Ya Allah kabul ya Allah, jadi kanlah seluruh wanita muslim sebagaimana wanita di jaman sahabat Nabi saw.

  21. sarahtidaksendiri mengatakan:

    Ouch….sedih bwgt y…Qjd ingat bbrp hal…hmmm…🙂

    Hayoo , jangan sedih semangat🙂

  22. amicol mengatakan:

    hik, istriku nanti gmn yaa…

    moga2 aja kayak yang nulis surat d atas

    Waduh yang di tanya dan yang bertanya sama-sama gak tahu neh , Yuk kita sama-sama tanya ma Allah swt, kita sholat malam , nangis dan doa semoga Allah memberikan kita jodoh yang terbaik. amien

  23. lady mengatakan:

    … jadi takut, segitu besarnya pengorbanan seorang istri yang melahirkan…

  24. la mendol mengatakan:

    bener ini postingan yang dulu…gpp tetep aja buat hatiku tersentuh

  25. rahmamujahidah mengatakan:

    Robbi, semoga perjalanan mengantarkan diri seperti jiwa suci wanita syurga itu, uhf, cinta Allah memang luas…..sekali….amiin

  26. halaqahpekayon mengatakan:

    wah, jadi inget setiap pulang “opname” (3 hari), pandang wajah istri dan anak selalu ada perubahan yg Allah hadirkan , makin bertambah kecintaan.

    gak jadi deh ogut mo nambah lagi, mo nambah anak aja😀 hehehe

  27. halaqahpekayon mengatakan:

    Landy, curang nih, koq gak undang-undang sih,

  28. Adi Sucipto mengatakan:

    Subhanallah. Tak terasa air itupun mengalir dari kedua mataku. Wanita sholehah…. Semoga Allah menempatkan Beliau dalam syurga-Nya. Amin

  29. Adi Sucipto mengatakan:

    ‘Afwan lupa, ana copy ya? Please…. untuk ana baca2 ulang. Syukron

  30. chitink mengatakan:

    Subhanallah…hiks hiks…terbawa suasana jd susah ksh commennya..hiks hiks…

  31. istri suami_q mengatakan:

    Asslamu’alaikum..
    Saya terhatu membacanya…. Saya masih belajar menjadi istri seperti almarhumah.. Semoga Allh berkenn membimbingku ke jalannya melalui tangan dan cinta kasih suamiku tercint.. amin…

  32. JoEy D`JuVe mengatakan:

    Bismillahirahmanirahim… 2 bulan lagi istri mo melahirkan… smoga Allah memberikan keselamatan bagi sang ibu dan si kecil… *sedih terharu*

  33. meitymutiara mengatakan:

    Ya Allah kabulkanlah doanya, berikan kami jodoh yang memudahkan kami mendapatkan kecintaan-Mu bukan mendapatkan murka-Mu.

    amiiieeen … amiiieeen … amiiieeen …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: