” Ya Tuhan Aku Ingin Ayah Yang Lain “

74436894.jpg

Dengarlah Matahariku, Suara Tangisanku
Kubersedih Karna Panah Cinta Menusuk Jantungku
Ucapkan Matahariku Puisi Tentang Hidupku
Tentangku Yang Tak Mampu Menaklukkan Waktu

( Agnes Monica – Matahariku (OST Jelita) )

Entah untuk ke berapa kali pukulan itu mendarat di tubuh kecilnya, dan entah untuk keberapa kali gagang sapu itu harus patah seakan dipaksa harus mengakui kekuatan tubuh kecilnya, tak ada tangisan yang keluar dari mata sayupnya, walau sekeras apapun lelaki itu mencoba menyakiti tubuh kecilnya, tetap saja matanya tidak pernah setes pun mengeluarkan air mata, entah karena tubuhnya telah mati rasa atau ada sesuatu yang sesungguhnya lebih dari sebuah luka akibat pukulan itu.

Luka yang selalu dia bawa puluhan tahun lamanya, luka yang berubah menjadi dendam yang tak kan pernah terbayar. Seakan membuat lelaki kecil itu tumbuh tanpa memiliki cinta sedikitpun, baginya cinta begitu menyakitkan, setidaknya kenyataan yang dia alami memberikan jawaban akan hal itu.

“Tuhan aku tak ingin memiliki ayah dia, aku ingin memiliki ayah yang lain” pinta dari setiap doa dan sujudnya selama bertahun-tahun, walau pada kenyataannya Tuhan tak pernah mengabulkan pintanya. Tapi setidaknya masih ada mentari yang selalu setia menjadi saksi dimana lelaki kecil selalu menatapnya, memohon agar cahayanya yang panas mampu mengeringkan air matanya.

Telah banyak kerusakan yang dilakukan lelaki itu pada hidupnya, hidup keluarganya. Masih ingat ketika lelaki itu berulang kali membuat hidupnya malu , di sekolah, di rumah dan diantara teman-temannya.

“Iya dia bapak saya , mohon maaf ya pak atas kelakuannya” ucapnya suatu hari pada guru sekolahnya yang sehari sebelumnya harus menerima makian dari ayahnya. Apa ini untuk pertama kalinya? Tentu tidak, entah untuk keberapa kali dalam hidupnya lelaki itu membuat ulah yang sama, tapi selalu saja lelaki kecil ini memiliki cara untuk menyelesaikannya. “Tuhan aku tak ingin memiliki ayah dia, aku ingin memiliki ayah yang lain”. Pintanya lagi dan lagi seakan tak berhenti berharap. Tapi sayangnya teriakkannya seakan menembus dinding hampa, tanpa sebuah jawaban selain suaranya sendiri yang terdengar.

Lari dari rumah merupakan sebuah keputusan yang dia inginkan selama bertahun-tahun, dan hari ini dia melakukannya. Berkumpul dengan teman-teman senasib, mencoba mencari sebuah senyum dan keramahan dari sebuah dunia , berharap ada seorang yang merangkulnya dan memberikan cinta yang dia inginkan.

Berpuluh-puluh benda laknat ada di hadapannya , berpuluh-puluh wanita siap untuk dibuahinya, berbotol-botol minuman seakan berharap untuk di sentuhnya. Tetapi lelaki kecil itu tidak pernah mempunyai keberanian yang cukup untuk sekedar melakukannya. Seakan suara teriakan dan pukulan benda tumpul yang sering dia terima dari ayahnya menghantui setiap perjalanannya.

“Tuhan aku tak ingin memiliki ayah dia, aku ingin memiliki ayah yang lain”.

Lelaki kecil itu seakan di hadapkan pada sebuah titik dalam hidupnya, dia menyadari sekuat apapun kebencian yang coba dia bangun, dia tetap tak bisa merubah kenyataan bahwa dari pria itulah dia berasal , melalui percikan sperma yang tertumpah di rahim ibunyalah dia memulai keberadaannya untuk hadir di dunia ini.

Kebencian dan dendam hanya akan menimbulkan luka tanpa penyelesaian, sesempurna apapun lelaki itu menghancurkan hidupnya, tetap tak bisa di pungkiri bahwa lelaki itu adalah ayahnya.

Dibalik kekasaran dan banyak kekacauan yang ayahnya buat, pasti ada sebuah kebaikan yang coba dilahirkan, Sakit pasti sakit, buktinya harus puluhan tahun luka itu tetap ada disana, tetap basah bahkan nyaris membusuk. Tapi mendendam bukan sebuah jawaban dari ribuan luka yang ada. Sangat bodoh mana kala harus menghabiskan sisa hidup nya dengan hanya membawa dendam.

Dalam keheningan malam dan langit tanpa bintang lelaki kecil itu bersujud memohon kepada Rabbnya, “ Ya Tuhan, terima kasih telah memilih dia sebagai ayahku, dari-nya aku belajar menjadi seorang lelaki yang tak cengeng dan gampang menyerah, Tuhan, aku tak ingin mengganti dia dengan yang lain , karena dia ayah terbaik yang pernah aku punya”

 

Terimakasih atas komen dan kunjungannya :

okebebeh , Cah Angon , ashardi , abror , endangpurwani , doveyid , chitink , raddtuww tebbu , yossyrahadian , popok , Santi , julfan , hanggadamai , wieda , Fakhrurrozy , Um Ibrahim , rhainy , fauzansigma , Totok Sugianto , abimanyu , edratna , achoey sang khilaf , qanaahsholihah , nurussadad , adhini , icozya , Okta Sihotang , Anang , realylife , amicol , hasanah translation , Labyrinth , nexlaip , Eucalyptus , Cabe Rawit , Penghuni neraka kebanyakan adalah wanita…. « Me, My self & My family , Ghatel , zal , sayur asem , tikabanget™ , nenyok

 

13 Balasan ke ” Ya Tuhan Aku Ingin Ayah Yang Lain “

  1. Cabe Rawit mengatakan:

    Daam sebuah hadist, Nabi SAW menyatakan, bahwa Allah SWT akan merahmati seorang ayah yang menyayangi anak-anaknya.

    Sebuah nasihat yang sangat pendek dari Nabi, namun sarat dengan makna…

    Nabi mengajarkan kepada kita, bahwa metode dalam membesarkan, mendidik dan membesarkan anak-anak adalah kasih sayang (rahmah). Rahmah adalah “semangat untuk memberdayakan segala kekurangan yang ada pada diri orang lain yang dicintainya”. Sikap rahmah ini akan melahirkan perilaku “rifqun” atau lemah lembut, baik dalam bertutur kata, ataupun bertindak. Al-Quran sendiri telah mengisyaratkan, bahwa sikap lembah lembut adalah modal utama dan kunci keberhasilan orangtua dalam mendidik anak-anaknya. Mari ktia renungkan firman Allah dalam surat Luqman. Seorang Lukman al Hakim, memanggil anak-anaknya dengan sebutan “yaa bunayya”, yang artinya adalah wahai anak-anakku tersayang… Betapa lemah lembutnya Lukman al-Hakim saat menasihati anak-anaknya. Ia memanggil putera-puterinya dengan panggilan yang sangat baik, sebelum kemudian memberikan wasiat takwa.

    Sikap kasar dalam mendidik anak, terbukti malah membuahkan hasil yang tidak diinginkan. Anak malah akan cenderung takut, bukan hormat. Di depan orangtuanya, si anak tampak seolah-olah baik, penurut dan taat. namun, di belakang kedua orangtuanya, sikap si anak menjadi terbalik 180%.

    Orangtua yang cenderung kasar, secara tidak langsung tengah memupuk menta anak-anaknya menjadi sosok yang penakut, tidak percaya diri, salah dalam berkompensasi dan juga menjadi kasar seperti halnya orangtuanya.

    Semoga, tidak ada lagi anak yang meminta kepada Tuhan agar diberikan ayah yang lain… Amin
    *lari secefatnya…*

    Pak ustadz jangan lari donk, amplopnya lom diambil neh🙂

  2. sarah mengatakan:

    Sejauh apapun kau berlari, Tak mungkin kau bersembunyi, Sebab ia…ayahmu dan senantiasa hidup di dalam diri.😀

    Yup , sejelek apapun mereka tetap orang tua kita🙂

  3. Um Ibrahim mengatakan:

    Baca tulisan ini, saya jadi ingin langsung memeluk anak2ku…hiks…hiks

    -Dari Abu Hurairah RA. berkata: “Nabi SAW. mencium al-Hasan bin Ali. Maka berkata
    al-‘Aqra’ bin Habis: “Sesungguhnya aku memiliki sepuluh anak, tak seorang pun di
    antara mereka yang pernah aku cium”. Maka Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa yang tidak
    mengasihi, maka ia tidak akan diberi dikasihi.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Makasih bunda sharingnya

  4. ven mengatakan:

    Duh perasaanku jd campur aduk baca postingan ini, sedih bgt klo msh ada anak2 yg seperti ini.
    Duhai para ayah…lebih mulia bersikap lembut drpd kasar.

    Sepertinya hal ini berlaku juga untuk para ibu🙂

  5. tikabanget™ mengatakan:

    😐
    sing sabar yo le..

    Makasih mbah he..he..he..

  6. okebebeh mengatakan:

    weleh-weleh..ini crita siapa nih???

    Ya cerita tentang pak Eko dong sesuai yang kita bicarain kemarin he..he..he..

  7. Fakhrurrozy mengatakan:

    Selalu saja ada hal yg bisa diambil sebagai pelajaran berharga dalam setiap kejadian apapun di muka bumi…

    Memang hidup penuh perjuangan…

    Semoga diri kita [saya] bisa menjadi ayah yg baik dan mampu bersikap lemah lembut terhadap keluarganya dan siapapun, sebagimana lemah lembutnya Rasulullah terhadap anggota keluarganya…

    Ya Allah…
    Lembutkanlah hati kami
    dan janganlah Engkau biarkan mengeras
    Layaknya batu yang tak tembus oleh nasehat dan hidayah dari-Mu..

    Amien

  8. nurussadad mengatakan:

    hmm, orang tua ada g ya yg durhaka sama anaknya??

    Siapapun bisa menjadi durhaka, semoga kita semua terjauh dari hal tersebut.

  9. diana mengatakan:

    aku gak tau..mesti nangis atau cuek ajah dengan cerita ini… tapi sungguh lho, Lan… cerita ini menusuk batinku banget… Sungguh… dan aku beneran mau nangis…nyesek… karena ini….cerita ini…terlalu dekat denganku…

    Bukan hanya nyesek, lebih dari itu, Tapi kalau gw seh selalu berpikir Allah gak akan salah dalam setiap keputusannya. walau sakittttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt banget.

  10. erander mengatakan:

    Spechless ..😦

    🙂

  11. apiqquantum mengatakan:

    segala yang terjadi adalah keputusan yang terbaik. tugas kita adalah memilih masa depan yang lebih baik sesuai kemampuan masing-masing, mulai saat ini.

    seberapa baikkah pilihanmu?
    pilihanmu menjadi dirimu.

    salam.

    😉

  12. tuansufi mengatakan:

    hmm… anak yang baik. Semoga beliau diberkahi Allah, sehingga ayahnya pun dapat diselamatkan oleh doa anak ini.

    Kalau aku sih, mau jadi anak yang berbakti seperti beliau ini, sekaligus jadi ayah yang (harusnya) bisa mendidik dengan cara yang terbaik seperti yang dituntunkan Muhammad sang nabi…

    terimakasih, tulisan ini sangat inspiratif.

    Amien

  13. realylife mengatakan:

    aku hanya percaya , ayahku adalah ayah yang terbaik yang diberikan oleh Allah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: