“ MERASA LEBIH BAIK “

78573879.jpg

 

Ketika membaca salah satu buku yang memuat pengakuan seorang agen MOSSAD ( Badan Intelijen Isarel ) yang tertangkap oleh badan Intelijen Palestina yang dikutip dari majalah Suara Hidayatullah Nomor: 03/XVI/Mei 2003, saya hanya bisa terdiam dan sedih, tidak tahu harus berbuat apa selain bertanya kepada diri sendiri tentang keimanan yang ada didiri saya dan berharap hal tersebut tidak akan pernah menimpa saya, keluarga saya dan anak keturunan saya. Hanya karena urusan perut dan dibawah perut, Ia rela menjual informasi negaranya ( Palestina ) yang menyebabkan ratusan bahkan ribuan orang yang tak berdosa terbunuh.

 

Tetapi kalau dicermati lebih seksama mengapa hal ini bisa terjadi, lebih dikarenakan rapuhnya persatuan diantara umat Islam itu sendiri, masing-masing kita sibuk dan merasa diri dan kelompoknya paling benar dan mengkafirkan kelompok lain, merasa diri dan kelompoknya ahli surga sehingga dengan bebasnya melontarkan hujatan terhadap kelompok lain, seakan lupa bahwa perasaan paling baik dan paling benarlah yang membuat Iblis terlempar dari surga dan masuk kedalam neraka sehingga menjadi mahluk Allah yang paling terkutuk.

Pada hal Abu Hurairah berkata Rasulullah saw bersabda :

“Apabila ummatku sudah mengangungkan dunia, maka akan tercabut dari mereka kehebatan Islam, dan apabila mereka meninggalkan amar ma’ruf nahi mungkar, maka diharamkan atas mereka keberkahan wahyu. Dan apabila ummatku saling menghina, maka jatuhlah mereka dari pandangan Allah.” ( Hakim, Tirmidzi – Durrul-Mantsur ).

Sesuatu yang sudah jatuh dari pandangan Allah maka tidak akan ada nilainya lagi, menjadi hina dan sampah bahkan lebih rendah dari itu. Tiga hari sebelum meninggalnya Hadhraji Maulana Muhammad Yusuf rah.a setelah sholat shubuh ia memberikan ceramah yang sangat penting dan ini merupakan taqrir yang terakhir dan terpenting dalam kehidupan beliau. Yang intinya begitu risaunya beliau dengan keadaan ummat yang berpecah belah dan merasa diri dan kelompoknya lebih baik dari yang lain.

Padahal ummat ini telah dibentuk dengan susah payah, bahkan untuk menjadikan ummat ini, Rasulullah saw, dan para sahabatnya radhiyallahu anhum telah banyak berusaha dan menahan penderitaan.

Pada hari ini kaum muslimin sudah kehilangan sifat ummat. Dahulu ketika mereka hidup sebagai satu ummat , tidak seorangpun dikalangan ummat ini yang menjadikan pembantu bagi keluarganya, bangsanya, saudaranya, partainya, kaumnya, tanahnya, dan tidak ada seorangpun yang mengawasi harta benda sebagai TUJUAN.

Ummat akan menjadi ummat yang sebenarnya hanya apabila setiap orang dikalangan mereka sanggup memutuskan semua bentuk hubungan yang berlawanan dengan perintah Allah dan Rasul-Nya. Pada zaman orang-orang Islam hidup sebagai satu ummat, jika ada orang Islam dibunuh dimanapun juga, maka seluruh ummat Islam telah terpengaruh, bersimpati, dan merasakan kepedihan. Kini, beribu-ribu, bahkan berjuta-juta orang Islam telah disembeli, akan tetapi kita tidak merasakan sesuatu apapun.

Ummat bukanlah nama suatu kaum atau suatu golongan manusia yang bermukim di suatu kawasan tertentu, tapi beratus-ratus dan beribu-ribu kaum dan kawasan yang terpisah kemudian bersatu padu menjadi suatu ummat.

Barangsiapa yang menganggap bahwa ia berasal dari suatu kaum atau suatu daerah, dan orang lain bersal dari kaum dan daerah lain, maka seolah-olah ia telah menyembeli ummat, menghancur leburkan, serta merusak hasil usaha Rasulullah saw dan para sahabat ra.

Dengan sifat individualisme dan terpecah belah, sebenarnya KITA SENDIRILAH YANG TELAH MENYEMBELI UMMAT INI TERLEBIH DAHULU, sedangkan ummat yang lain hanya ‘mengerat ’ ummat ini yang sebelumnya telah kita sembelih.

Seandainya orang-orang Islam pada hari ini menjadi satu ummat seperti dahulu, maka kekuatan di seluruh dunia sekalipun tidak akan dapat menggoyangkan ummat ini, walaupun hanya sehelai bulu roma. Bom atom atau roket tidak akan dapat membinasakan kita . akan tetapi, seandainya kalian dengan semangat kekauman dan kedaerahan terus menghancurleburkan ummat, maka Demi Allah, senjata-senjata dan tentara yang kalian miliki tidak akan dapat menyelamatkan mereka dari kehancuran.

Seorang ulama memberikan tamsil sebagiamana tertulis dibawah ini tentang tiga ekor sapi dan harimau :

Tamsil 3 ekor sapi coklat, putih, dan hitam selalu bersama-sama tak terpisahkan. Seekor harimau hendak memakan mereka tetapi tidak mempunyai keberanian karena sapi-sapi tersebut selalu kompak dan selalu bersama-sama.

Lalu harimau tersebut mempunyai rencana untuk memisahkan ketiga sapi tersebut, pertama-tama ia katakana kepada yang putih dan hitam, “Kalian berdua serasi sekali menghiasi hutan, tetapi sayang ada yang coklat yang membuat tidak pantas, warnanya jelek menggangu warna kalian berdua.”

Setelah dipuji demikian maka keduanya senang dan meminta nasehat : “Lalu kami harus bagaimana ?”, Harimau berkata : “Mudah saja, biarkan saya yang makan si coklat, ini untuk kepentingan kalian, kalau saya sih gak butuh karena makanan banyak di hutan. “ keduanya setuju maka binasalah yang coklat.

Lain waktu ketika si putih sendiri, harimau mendekati dia dan berkata : “ Kamu begitu Indah , benar-benar kamu yang tercantik di hutan ini, warnamu bagus tetapi sayang ada yang hitam yang mengotori kamu.

Setelah dipuji maka kebiasaannya langsung meminta nasehat dari harimau : “Lalu, saya harus bagaimana?” , Harimau berkata: “Mudah saja akan saya habisi si hitam yang penting kamu diam saja, ini untuk kepentingan kamu, kalau saya sih makanan banyak di hutan.”.

Setelah hitam binasa maka harimau tersebut hendak memakan si putih, Si putih berkata : “Kenapa kamu hendak memakan saya ?” maka harimau berkata : “Sebenarnya target saya memakan kamu bertiga tetapi kamu selalu bersatu sehingga saya tak berani , saya pecahkan kamu dengan memberi pujian kepada kalian, sehingga kalian terlena dan membiarkan teman kalian terbunuh.”

Saudaraku hal seperti ini pun terjadi pada kehidupan kita sekarang , sifat ke sukuan , merasa paling baik dan benar sudah mendarah daging didiri kita, sesungguhnya ini suatu penyakit yang berbahaya yang harus dengan segera dibuang jauh-jauh dari diri kita , hanya dengan kembali menghidupkan agama dan usaha atas agama maka Allah akan tolong kita untuk menyingkirkan sifat-sifat tersebut.

Ummat akan menjadi bersatu padu, hanya apabila setiap orang menyakini bahwa dirinya tidak layak untuk dihormati, sehingga ia akan membuat keputusan , “Saya tidak akan menerima penghormatan dari orang lain, bahkan saya akan menghormati orang lain. Semua orang lebih pantas untuk dihoramati oleh saya.”

Seandainya diri sendiri dan nafsu pribadi dikorbankan, maka barulah ummat akan terbentuk dan bersatu padu. Apabila ummat telah terbentuk, maka kehormatan dan kemuliaan akan diperoleh.

Saudaraku sibukanlah diri kita dengan usaha agama untuk mengajak diri kita dan orang lain kembali kepada agama, sehingga Allah tanamkan perasaan ummat kepada diri kita dan kekuatan iman dan yakin kita akan terbentuk. Sehingga ummat ini mejadi ummat yang berdzikir dan tunduk patuh kepada semua peraturan Allah Swt.

Semoga Allah Swt memberikan kepahaman terhadap kita tentang perkara ini.

Terimakasih atas komen dan kunjungannya :

theloebizz , Cabe Rawit , abimanyu , adhini , okebebeh , aRya , RoSa , bebi , Frida , nurussadad , Yoga , rnazahra , diana , olangbiaca , Abror , norie , achoey sang khilaf , Muhammad Rachmat , sarah , Um Ibrahim , ven , tikabanget™ , okebebeh , Fakhrurrozy , nurussadad , erander , apiqquantum , tuansufi ,

Iklan

25 Responses to “ MERASA LEBIH BAIK “

  1. tikabanget™ berkata:

    kadang sayah ngerasa.
    muslim itu cuma label.
    islam ndak cuma ada di diri yang sudah mengucapkan kalimat syahadat sajah.

    Islam itu adalah segala perintah Allah yang di bawa oleh Rasulullah saw. terkadang kesalahan terbesar kita hari ini adalah kita mengamalkan Islam hanya setengah-setengah ( termasuk saya ) sehingga Islam hanya tampak seperti hanya label, pada hal banyak aspek dalam Islam yang merupakan hal terpenting yang seharusnya ada pada diri umat islam itu sendiri. Agama dikatakan wujud sempurna dalam diri manusia apabila memiliki enam asas, yaitu, 1. Imaniah, 2. Ubudiyah ( ibadah ), 3. Mu’amalah, 4. Mua’syarah , 5. Munakahah, 6. Akhlak. Sepertinya kalau di bahas satu persatu akan amat panjang, untuk lebih jelasnya bisa tanya ke ustadz masing-masing. atau mungkin ustadz cabe rawit mau menjelaskan atau menambah he..he..he..

  2. amicol berkata:

    perang melawan nafsu pribadi memang sangat berat.
    perjuangan tanpa akhir….

    Yup, setuju, Pada hal ada ulama yang bilang masuk surga itu mudah cuma dua langkah, langkah pertama injak hawa nafsu kita, langkah kedua masuk surga , tapi saya pun belum bisa untuk menginjak hawa nafsu makanya doakan saya ya semoga Allah swt memberikan kemudahan agar saya bisa mengalahkan hawa nafsu saya.

  3. sayur asem berkata:

    iya tuh Om, bahkan saya ga habis pikir dengan ego masing2 kelompok yang demikian over, taklid buta..

    Salah satu tujuan utama agama adalah menghilangkan sikap saling menjauhkan, saling berprasangka buruk, kemunafikan, perpecahan, dan tidak adanya kasih sayang dikalangan ummat.

  4. Fakhrurrozy berkata:

    Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzhaliminya dan tidak mengecewakannya (membiarkan menderita) dan tidak merusaknya (kehormatan dan nama baiknya).[HR. Muslim]

    Mari sama-sama kita memulainya dengan mengintrospeksi diri pribadi…
    Semoga petunjuk dan kasih sayang Allah SWT senantiasa menaungi kita..

    amien ( sambil gelendotan di badannya abang wakakakaka biar Hasan iri he..he..he.. )

  5. edratna berkata:

    Bangsa apapun, agama apapun, kejadian seperti di atas tetap masih ada, sepanjang manusia masih mudah tergoda imannya untuk hal-hal yang bersifat kebendaan…

    Benar bu 🙂 makasih sharingnya.

  6. apiqquantum berkata:

    Bersatulah ummat…
    demi kemajuan bersama.

    Amien semoga Allah kabulkan

  7. amiin

    Amien, kemana aja dirimu dah hampir seminggu tidak OL , apa sibuk dengan 9:1 he..he..he..

  8. julfan berkata:

    Islam itu indah kalau ukhuwah kita kuat.

    Bener pak , karena harimau hanya akan memakan kambing yang terpisah dari kelompoknya.

  9. Tabriz berkata:

    Ummat akan kembali jaya bila kembali mengikuti jejak para sahabat ra yg telah sukses dahulu….
    gak ada cara lain lagi, hanya dgn buat kerja sebagaimana kerja orang2 terdahulu….
    Buat KERJA DAKWAH CARA NABI

    Buya kangennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn, dah lama banget gak di marahin ma buya

  10. nexlaip berkata:

    mari kita jalin silaturahmi, agar Allah turunkan rahmat dan hidayahNya dari langit ke seluruh alam…..

    mari he..he..he.. Adiet ane kangen neh hiks

  11. selamat ya ! selamat menempuh hidup baru
    ko ngga ngundang-ngundang sih???

    Dede jangan nurunin pasaran donk hiks

  12. Ibnu Abdul Muis berkata:

    Renungan yang bagus, mudah-mudahan semuanya bisa bisa melihat esensi dari article ini. Tapi harus agak berhati-hati kalau mau menggunakan sumber-sumber rujukan yang berdasar dari agama. Khawatir di ‘chengin’ kalau nggak shahih oleh orang-orang yang sok berilmu agama. Barakallahu fiikum. Semoga bisa tetap istiqamah dengan article yang penuh hikmah.

    Terima kasih, atas peringatannya, karena saya ini bodoh dan tidak hafal ribuan hadis dan hafiz Qur’an jadi saya tidak pernah menyentuh ranah fiqh, dan menurut pemahaman saya hadist doif sekalipun tidak masalah bila di gunakan untuk Fadilah bukan untuk hukum-hukum dalam agama.

  13. lady berkata:

    ..menurut pemahaman saya hadist doif sekalipun tidak masalah bila di gunakan untuk Fadilah bukan untuk hukum-hukum dalam agama.

    namun demikian, alangkah baiknya tetap berhati2 terhadap hadist. saya pernah baca, pembukuan hadist melalui perjalanan panjang sang perawi.

    hhmm.. ttg postingan, very good 🙂

    Itu sudah pasti harus hati-hati karena agama itu tempatnya di hati ( dengan kehati-hatian ) bukan di otak ( di otak-atik ), makasih ya atas masukannya.

  14. al abdillah berkata:

    Aslkm….., Silaturrahim, Tabayun (saling klarifikasi), Bertoleransi dlm masalah khilafiah, berlapang dada dlm perbedaan, saling mencintai, saling menghormati, saling menjaga aib sesama muslim. itu adalah sebagian yg dicontohkan oleh para salafushshaleh (orang2 sholeh dahulu).

    lihatlah persahabatan Ibnu Umar dan Ibnu Abbas, walau mereka berbeda dlm masalah khilafiah namun mereka adlh mentari2 yg menerangi umat ini.

    Lihat juga persahabtan imam Malik dan Imam Hanafi, walau mereka berbeda dlm masalah khilafiah mereka tetap saja saling mencintai dan menjadi imam umat ini.

    Lihat juga ulama kontemporer hari ini persahabatan Syaikh DR.Yusuf Al-Qardawi dgn Syaikh Bin Baz, walau mereka berbeda harakah mereka tetap saling mencintai. Subhanallah..semestinya seperti itulah kita, dan sesungguhnya Muslim itu bersaudara.

    #postingan blom update, lagi banyak kerjaan masalahnya. hehe..

    salam cinta slalu.

    Subhanallah

  15. Frida berkata:

    Subhanalloh postingan yang sangat bagus dan smoga menyadarkan kita agar menjaga persatuan/ukhuwah Islamiyah semakin kuat lagi. Smoga peristiwa Andalusia(zaman keemasan Islam)menjadi pelajaran berharga bagi kita untuk slalu bersatu.

  16. la mendol berkata:

    hati..hati serangan srigala berbulu domba.

  17. norie berkata:

    Artikel ini melempar saya ke beberapa tahun silam. Saat bulu kuduk saya merinding mendengar nasyid-nasyid perjuangan dinyanyikan sobat-sobat terbaik.
    Tapi entah kenapa saya menjadi demikian cemen dan cengeng. Saya terkalahkan zaman. 😦

  18. realylife berkata:

    tidak ada yang lebih baik , saya merasa begitu
    terimalah manusia apa adanya dia , jangan pernah menilai sekilas dan keegoan diri sendiri
    terima kasih kopdar nya kemarin
    semoga silaturahmi tetap terjaga

  19. diana berkata:

    nice article. syukron 4 sharing ya bro!

  20. Abeeayang™ berkata:

    saatnyah umat bersatu kalik yaks…. 😛

  21. Subhanallah
    Seringkali kita meras sudah baik dan lebih baik
    Lantas keraslah hati kita
    Angkuhlah kita
    Dan kita mengatakan “akulah kebenaran”
    Astaghfirullah

  22. halaqahpekayon berkata:

    Assalamualaykum,
    Iya nih, koq gak ngundang-ngundang, tau-tau ntar muncul artikel tentang me-ngandung lagi.
    (boss, kurang pedes dikit nih,,,he,he,he kayanya hampir nyrempet-myerempet nih,,, mo ngundang antek mossad ya,,?? )

  23. halaqahpekayon berkata:

    kayaknya, antek mosadnya belom dateng,,

    Dodol, jangan sampe dateng emangnya elo mau mas bantuin jawabnya 😦

  24. abu zulfa berkata:

    assalamu’alaykum……..
    bismillah,
    ya akhi, Imam Malik rah. berkata : tidak akan baik suatu kaum, kecuali dengan cara para salaf (memperbaikai kaum)
    Jazzakallah atas kunjungannya.

    http://serviceprinter.wordpress.com

  25. agoes berkata:

    assalamualaikum wr wb

    mas artikelnya bagus, boleh dong..copy paste???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: