” Bertemu Nabi “

78606392.jpg

Betapa bahagianya bertemu Nabi
Bahagia didunia tiada berarti
Kumerindukan selalu , saat bertemu
Dengan mu ya Rasulullah

Itulah sepenggal lagu yang dinyanyikan Sulis dalam Album Sulis With Ochestra Cinta Rasul, syair yang menggambarkan betapa begitu ingin dan rindunya bertemu dengan manusia mulia , manusia yang dengan relanya menyerahkan diri dan waktunya untuk memikirkan bagaimana seluruh manusia sampai akhir zaman taat pada Allah swt, dan mengikuti sunnah-nya, memikirkan bagaimana seluruh manusia diseluruh permukaan bumi, mati dengan mengucapkan kalimah Laa ilaaha illallah, bagaimana setiap manusia yang dilahirkan dipermukaan bumi akan terselamat dari azab Allah baik didunia maupun diakhirat, bagaimana memikirkan setiap manusia sampai akhir zaman menjadi da’i-Nya Allah swt.

Manusia yang mulia yang dikelilingi orang-orang yang mulia pula yaitu para Sahabat Radhiyallahu Anhum dengan segala pengorbanan jiwa dan raga mereka mendampingi Rasulullah saw pada saat suka dan duka,saat lapar dan kenyang,saat sulit dan lapang, saat perang dan damai,saat menetap dan berpergian, dalam kehidupan individual maupun sosial , dalam kehidupan keluarga maupun kemasyarakatan.

Mereka meletakan tangan diatas tangan Rasulullah saw, rela mengorbankan jiwa, harta,dan keluarga, berlapang dada menghadapi kepahitan, kesulitan dan tekanan dalam menitih jalan da’wah kepada Allah. Mereka lebih mementingkan akhirat dari pada dunia, lebih mementingkan yang kekal dari pada yang fana, yang gaib dari pada yang nyata, petunjuk dari pada tradisi, mereka memiliki semangat yang tinggi dalam menyeru manusia , mengeluarkan mereka dari penyembahan berhala kepada penyembahan Allah semata,dari kelaliman berbagai agama kepada keadilan Islam, dari kesempitan dunia keluasannya.

Ali. ra pernah ditanya oleh seseorang, “Benarkah engkau mencintai Rasulullah saw, dan sejauh manakah cintamu kepada beliau?” Ali ra menjawab, “Demi Allah. Dimata kami, Rasulullah saw lebih kami cintai dari pada harta,anak,dan ibu kami, serta lebih kami cintai daripada air yang dingin ketika kami dalam kehausan.”

Sekarang bagaimana dengan kita? sejauh mana cinta kita kepada Rasulullah? sejauh mana kita menjadikan Rasulullah sebagai wali disetiap aspek kehidupan kita?, berapah banyak sunnah-nya yang sudah kita amalkan.?

Setiap ummat Islam pasti menantikan saat-saat bertemu dengan Rasulullah, tapi apa yang sudah kita persiapkan untuk pertemuan itu?

Andai Rasulullah didepan pintu rumah kita detik ini, apa yang kita perbuat?

Berapa lama waktu yang diperlukan untuk menahan Rasulullah dipintu rumah kita sebelum kita menurunkan semua gambar yang terpampang dirumah kita dan mengantikannya dengan kaligrafi alqur’an? berapa lama kita menahan Rasulullah didepan pintu kita demi untuk menyiapkan anak-anak kita dengan balutan busana yang menutup setiap auratnya ? berapa lama kita akan menahan Rasulullah agar tidak segera masuk kerumah kita karena kita harus mengajarkan terlebih dahulu semua anak kita membaca Alqur’an,? Dan berapa lama lagi kita menahan Rasulullah supayah tidak masuk kerumah kita agar bola matanya yang mulia tidak melihat setiap sudut ruangan dirumah kita yang sudah seperti tempat hiburan?

Berapa lama lagi??? Berapa lama lagi?? Berapa lama lagi waktu yang kita perlukan untuk menyiapakan semuanya dan memperkenankan baginda Rasulullah saw untuk masuk kerumah kita ?

Apakah kita rela kakinya yang suci menyentuh semua lantai rumah kita yang kita bangun dari hasil yang haram?, apakah kita rela Rasulullah memakan makanan yang kita hasilkan dari korupsi? Apakah kita tidak merasa malu ketika putra-putri kita tidak mengenal sedikitpun sosok yang agung itu? Dan apakah kita rela telingga Rasulullah yang mulia mendengar makian dan cacian yang keluar dari mulut-mulut putra-putri kita yang disebabkan keburukan akhlaq mereka? Apakah kita rela melakukan itu semua pada jiwa yang suci itu??? Apakah kita rela melakukannya??.

Ternyata kita belum siap untuk menerima Rasulullah dirumah kita bahkan di-diri kita sekalipun!

Tahukah anda betapa sakitnya hati Rasulullah dikubur sana melihat kita ummat yang diperjuangkan dengan segenap jiwa raga mencampakan Agama yang dijunjungnya sebagaimana mereka membuang kotoran dari dalam perutnya.

Betapa menangisnya Rasulullah disana ketika dengan susah payah beliau mengangkat derajat para wanita kepada kedudukan yang mulia, tetapi wanita pada saat ini malah menghinakan dirinya lebih hina dari pada wanita jahiliyah pada zamannya? kalau wanita jahiliyah berbuat seperti itu karena mereka tidak tahu, belum ada seorangpun yang memberi tahu sampai datangnya Rasulullah , tapi kita sekarang ? jawab pertanyaan ini dengan hati anda bukan dengan akal anda.

Betapa menangisnya Rasulullah ketika mengetahui keadaan rumah-rumah ummat Islam yang tak ubahnya seperti rumah para penyembah berhala.

Betapa menangisnya Rasulullah andai dia menyaksikan bahwa ummat ini tanpa kecuali termasuk saya didalamnya dengan sempurnanya melepaskan keyakinan terhadap ajaran yang dia bawa setiap detik , setiap menit ,setiap jam, setiap hari , setiap minggu, setiap bulan ,setiap tahun, setiap hebusan nafas bertuhankan kepada hawa nafsunya dan mati dalam kekufuran.

Betapa menangisnya Rasulullah dan para sahabatnya dikubur sana melihat kehidupan kita yang jauh dari apa yang mereka harapkan.

Mampukah kita membasuh air mata junjungan kita Rasulullah saw dan mengatakan kepadanya bahwa keadaan akan berubah seperti yang dia harapkan ?.

Mampukah setiap masing-masing kita berjanji mulai detik ini akan berjalan sesuai dengan apa yang Rasulullah dan para Sahabat ra perjuangkan?.

Mampukah kita….???, inginkah kita….???, maukah kita….??? membuat Rasulullah dan para Sahabat tersenyum disana?

Ibarat kereta , sudah tidak akan ada gerbong tambahan, kereta sudah akan berangkat, kalau tidak detik ini kita berniat dalam hati dan mengwujudkannya dalam bentuk perbuatan, kapan lagi??? Apakah kita menunggu sampai malaikat maut menjemput???.

“Ya Allah, jadikanlah fikir Nabi dan para Sahabat menjadi fikir kami , jadikanlah kerisauan Nabi dan para Sahabat menjadi kerisauan kami, jadikanlah cara hidup Nabi dan para Sahabat menjadi cara hidup kami, Ya Allah kami tidak pandai berdoa, apa yang Nabi dan para Sahabat minta itu yang kami minta , apa yang Nabi dan para Sahabat tolak itu juga yang kami tolak, kabulkanlah permohonan kami, Amien… , Amien…, Amien…”

Terimakasih atas komen dan kunjungannya :

Rozy, Gyl , Eucalyptus , theloebizz , abimanyu , ven , endangpurwanib , rnazahra , diana , Yoga , al abdillah , amicol , cewektulen , hasanah translation , Yari NK , Cabe Rawit , nexlaip , okebebeh , Santi , kakanda , nrl , siska , deteksi , Um Ibrahim , sayur asem , Rezki , anggun pribadi , Menik

Iklan

40 Responses to ” Bertemu Nabi “

  1. maskun berkata:

    lemas saya membaca ini…

    Kok lemes, tarik nafas pak bacanya, jangan sekali nafas he..he..he..

  2. Santi berkata:

    Astaghfirullah. Tamparan yang keras buat saya. Semoga istiqomah, semoga maut belum menjemput sebelum menyelesaikan tugas mulia di dunia, semoga pintu taubat masih terbuka untuk saya yang dhoif ini, semoga bisa menginjakkan kaki di Jannah, semoga bisa mencium aroma Rasulullah dan bertemu beliau di surga, semoga proses mas Landy dilancarkan agar dapat menciptakan pejuang-pejuang Allah yang tangguh. Amin Ya Rabb Al Alamin.

    Amien dan semoga engkau juga jadi menikah bulan ini amien 😉

  3. daeng limpo berkata:

    saya yang penuh dosa ini, malu untuk bertemu Beliau

    Tiada manusia yang lepas dari dosa pak, tapi bukan manusia namanya kalau dia gak mau bertobat. Ayo pak sama-sama saling mengigatkan , ingatkan saya kalau saya salah karena hidup akan terasa indah kalau kita saling mengisi 🙂

  4. theloebizz berkata:

    semoga kita semua termasuk golongan yg siap menyambut Rasul yah…serta mendapat keberkahan selalu amiiiin 😉

    Amien, ayo tetap semangat untuk memperbaiki diri 🙂

  5. Cabe Rawit berkata:

    Dalem… dalem…
    Jero… jero…
    *merenung* 😥

    Pak ustdaz aku gak sedang gali sumur 🙂 mana neh postingan yang barunya ?

  6. nexlaip berkata:

    apa Rasulullah mengenali diri saya , kalau saya ini adalah yang selama ini mengaku mencintai dan mengikutinya?????? : (

    Gw juga gak tahu diet apa Rasulullah saw mengakui gw sebagai umatnya, secara gw ini ahli maksiat dan mempunyai masa lalu yang kelam banget hiks 😦 Ampun ya Allah 😦

  7. Subhanallah
    aku makin terpuruk
    lagi2 kau mengenai hatiku
    lagi2

    Mengenai hati yang mana sakit kah 🙂

  8. Um Ibrahim berkata:

    Amiiin…Aah… mungkin aku cuma bisa ngegombal, bilangnya paling cinta sama lelaki, nomor satu Rasulullah SAW, tapi kenyataannya Ahlak ku kepadanya …jauh…jauh dari maksimum, moga Insya’Allah dengan ingatkannya oleh tulisan ini aku bisa lebih “mencintainya” tidak hanya dimulut tapi dalam perbuatan juga…sehingga cintaku bukan cinta gombal lagi 🙂

    Amien , Ya Allah kabulkanlah

  9. jokne berkata:

    kasian y Rasulullah..
    aq blm bisa membiarkan Rasulullah masuki rumahku bahkan untuk bertemu denganku..
    belum pantas ku..

    Sama mas, Mari sama-sama memperbaiki diri aga kelak kita pantas untuk bertemu Rasulullah saw

  10. Rozy berkata:

    Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad wa alihi wa shohbihi wa sallim…

    Ya Rasulullah… 😥

    Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad wa alihi wa shohbihi wa sallim…

  11. norie berkata:

    wogh…
    sampe hari ini masih ngarep ketemu baginda Rasul SAW , tapi dalam mimpi.
    Kalau bertemu di dunia nyata, wah sungguh saya tak tahu harus bicara apa.
    Sebenarnya… ada bagian saling kontradiksi dalam pikiran saya. 1 sisi ingin bertemu dengan rasul SAW. sedang sisi lain merasa belum siap, sebab setelah bertemu dengan Rasullah SAW, Insya Allah kehidupan saya berubah (lebih baik)untuk selamanya. Nah, untuk berubah itulah saya belum siap. hati masih lekat dengan keduniaan. mungkin penyakit cinta dunia binti takut mati.

    Mungkin perasaan yang mas alami perasaan yang wajar , saya pun sering kali mengalaminya, ada masa di mana iman kita naik begitu cepatnya dan ada masanya turun tanpa terkira. Mungkin disini lah pentingnya saling ingat mengingatkan, Oleh karenanya saya mohon sering-sering ingatkan saya, karena saya teramat lalai dalam perkara ini . Makasih sebelumnya ya mas.

  12. kakanda berkata:

    Semoga ketika RasuluLlah SAW datang,
    aku bisa mengenalinya
    dan siap “menjamunya”
    Semoga ia tidak “marah”

    (lagi siap-siap terus nih,
    sudah 40an tahun diberi kesempatan hidup
    belum juga merasa siap 😦 )

    Doain saya ya pak, semoga semakin hari menjadi manusia yang semakin baik, Tolong sertakan saya di setiap doa bapak. Makasih sebelumnya.

  13. Adi Sucipto berkata:

    Assalamu’alaikum Mas
    Bertemu nabi? mau mau mau dong….
    Wassalam

    Sama mas , aku juga mau 🙂

  14. erander berkata:

    Sebagai tuan rumah yang baik, saya pasti mempersilakan Rasulullah untuk masuk. Saya akan perlihatkan isi rumah saya. Tak perlu saya sembunyikan. Jika ada yang kurang pas, saya menunggu beliau untuk mengoreksinya.

    Karena saya sering bingung, ada yang mengatakan ini boleh ini tidak. Mudah2an, dengan mendengar langsung dari Rasulullah, semua masalah menjadi jelas dan terang.

    Saya akan biarkan beliau untuk mengoreksi saya. Karena saya tahu, saya jauh dari yang diinginkan beliau. Karena apa yang saya dapati adalah dari perkataan-perkataan yang turun temurun dan sering kali membuat saya bingung.

    Semoga Rasulullah mau mampir ke rumah saya, dan tidak akan saya biarkan beliau diam diluar. Saya tak perlu malu. Karena saya yakin beliau akan memperbaiki dan menunjukkan kepada saya apa yang seharusnya saya lakukan.

    Tapi sebagai tamu yang baik rasanya tidak pantas kalau mengoreksi secara langsung keadaan tempat yang di kunjunginya apalagi Rasulullah saw yang memiliki aklaq yang agung, bukankah sudah merupakan adab bagi tuan rumah yang baik untuk menyajikan dan membuat nyaman tamunya, contoh kecil kalau kita mau kedatangan kepala negara pasti banyak persiapan yang di buat agar kepala negara itu berkenan dan merasa nyaman ( ingat waktu kehadiran presiden amerika ) , kita akan berusaha mencari tahu apa kesukaan dan ketidak sukaannya tanpa harus menunggu yang bersangkutan tiba dulu, apalagi ini “menyambut” junjungan kita Rasulullah saw, sudah seharusnya kita lebih berkerja keras mempersiapkan kedatangannya tanpa menunggu koreksi darinya , karena ini sudah merupakah keharusan bagi tuan rumah 🙂

  15. aaqq berkata:

    nice post.. ndy
    erander.. i like your comment, walaupun kadang sulit untuk membandingkan Beliau dengan tamu “manusia” biasa..:)

    Tidak usah di bandingkan mas, saya menulis ini hanya untuk bagaimana kita semua berpikir, sudah kan kita menjadi apa yang Rasulullah saw harapkan, sudah kah kita membawa risalah Rasulullah saw kedalam diri kita , keluarga kita dan lingkungan kita.:)

  16. zal berkata:

    ::adakah yang pernah mendengar sebuah kisah tentang Muhammad Bin Abdullah mensosialisasikan diri Beliau sebagai seorang Rasulullah, bahasa bebasnya seperti ini “sewaktu Beliau berada diantara kawan-kawan, Beliau berkata, jika kukatakan dari balik bukit ini akan datang sekawanan domba kemari, lalu teman-teman tersebut menjawab, kami percaya…(sebab dari kecil Beliau sdh bergelar Al-Amiin)…, sekarang kukatakan kepadamu sekalian kalau aku adalah Rasulullah…” apa dampak yang diterima Beliau, cemo’ohan “Muhammad sudah gila” inilah yang disebut teman-tamannya yang notabene memberi gelar Al-Amiin, kepada Beliau…berarti sudah mengenal bahkan sangat mengenal….apakah kita memang jauh lebih hebat mengenal Beliau ketimbang teman-temannya tersebut sehingga begitu siapnya kita menerima Beliau dipintu rumah kita…, “bagaimana sih rupa Beliau…”…camkan..jangan manis di mulut…, pernah juga ada orang yang mengatakan “Aku cinta kepadamu Rasulullah, lalu Rasul menjawab hati-hati dengan ucapanmu…demikian hingga 3 kali..
    “seandainya aku datang kepadamu dan mengatakan Aku Rasulullah percayakah kamu…??? bukankah Beliau mengatakan wajahnya tak dapat ditiru oleh syaitan…????”

    Ada ratusan bahkan ribuan kisah tentunya bagaimana Rasulullah saw mensosialisaikan dirinya sebagai Rasul bahkan pada setiap orang yang mau masuk Islam pasti diwajibkan meng-ikrar-kan hal tersebut ( membaca dua kalimat syahadat Laa ilahaa illahllaah Muhammadurrasulullah, itu tandanya rasulullah saw sendiri yang mensosialisasikan dirinya sebagai rasul karena kalau tidak beliau sendiri yang mensosialisaikan bagaimana kita tahu dia seorang Rasul ). Sebagai catatan saya menulis postingan ini bukan berarti beranggapan rasulullah saw secara fisik hadir di hadapan kita karena itu suatu yang mustahil, tapi saya menulis postingan ini lebih kepada bagaimana kita yang mengaku sebagai pengikutnya berpikir dan merenungi sudahkah menerapkan setiap ajarannya ke dalam kehidupan sehari-hari, sudahkah setiap sunahnya hidup 24 jam didiri kita. Sudahkah setiap kita mentaati seluruh perintah Allah dengan beramal shalih sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw tanpa terkesan suasana dan keadaan! Karena tanda kita cinta kepada Allah adalah sejauhmana kita mengikuti sunnah Rasulullah saw. Meskipun kita melakukan niat baik, tapi sistem dan syariatnya tidak sesuai yang dicontohkan oleh Rasulullah saw, maka seluruh amalan jelas batil dan tertolak. Dan mencintai Rasulullah saw adalah bukti Iman seorang hamba sempurna ” Tidak beriman dengan sempurna seorang hamba sehingga ia mencintai Rasulullah saw dari pada keluarga dan harta bendanya”

    Dan masalah orang-orang yang hidup dijamannya menolak Rasulullah dan risalahnya itu lebih kepada gensi dan ego ke-suku-an. Pada dasarnya mereka percaya dan yakin bahwa Rasulullah itu nabi dan Rasul tapi ego mereka lebih besar sehingga membutakan mata dan hati mereka. teramat banyak kisah -kisah semacam ini kalau mau di tulis.

  17. DensS cessario berkata:

    “Andai Rasulullah didepan pintu rumah kita detik ini, apa yang kita perbuat?”

    Wah, selain kaget setengah mati, akan saya ajak ke Pangandaran ^^

    Betapa Bahagianya haha.. 😀

    🙂

  18. lady berkata:

    ….

    *membaca sambil berkaca2*

    Jadi ikut berkaca-kaca membaca komennya

  19. amicol berkata:

    kalaupun Beliau tidak bertemu saya, saya akan berusaha menjemputnya.
    kalapun Rasulullah, tidak hadir ditempat saya , saya akan berusaha merasa beliau hadir.
    Kalaupun ternyata saya terlalu hina untuk bertemu Beliau, saya tidak akan berhenti berusaha dan berharap agar beliau bertemu saya.

    TerhaRU baca komennya, andai setiap orang mempunyai semangat dan kecintaan seperti anda betapa bahagia Rasulullah, doa kan saya ya 😦

  20. Cabe Rawit berkata:

    Setuju dengan semua!!! :mrgreen:
    *kembali ke draft fostingan baru*

    sibuk siaran ya pak ustadz jadi lama update nya 🙂

  21. ariss berkata:

    Ini postingan (buatan) Anda, pak? Maaf kalau saya terkesan su’udzhan, sebab saya pernah melihat postingan/artikel seperti ini (kalau saya tidak lupa) di dudungDOTnet.
    .

    Wassalam,

    Iya ini asli buatan saya, dulu saya tulis di blog saya yg lama ,.” harapandiri.blogspot.com”. kalau memang ada di dudung.net , berarti pihak dudung yang copas tanpa komfirmasi dan itu sangat di sayangkan kalau sampai pihak dudung melakukan itu apalagi sampai tidak mencantumkan link. beberapa tulisan saya mengalami hal yang sama, pernah di copas disalah satu situs dan di ambil sebagian untuk menjatuhkan agama saya dan itu pernah saya bahas juga di blog saya yang lama.

  22. BLOGIE berkata:

    Saya kangen banget sama Nabi SAW… 😦

    Saya pun sama, tetapi rasa kangen saJA TIDAK cukup tanpa di buktikan dengan perbuatan.

  23. irvan syaiban berkata:

    artikel terapi yg bagus. mo nangis nih. hix…

    Makasih ya mas dah berkunjung

  24. PancaSila berkata:

    Amiiiinnnnn … nice article

    http://keadilansosial.wordpress.com/

    Amien juga

  25. qanaahsholihah berkata:

    koq ..aku akhir2 ini lagi sedih, ..eh, bukan sedih dink, yah mungkin kangen gitu ya. Yuuk, kita banyak-banyak baca Shalawat untuk beliau, dan jangan lupa untuk menjalankan perintah Allah mengikut sunnah beliau. semoga kita berada dekat rasulullah di hari Akhir nanti, AMiiiin …

    Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad wa alihi wa shohbihi wa sallim…

  26. qanaahsholihah berkata:

    “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. (Al Qur’an S. Al-Ahzab ayat 56)

    Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad wa alihi wa shohbihi wa sallim…

  27. cewektulen berkata:

    jadi sedih…terimaksih artikelnya, landy….

    Jangan sedih donk,kok semua sedih hayoooooooooo semangat untuk membuat Rasulullah saw tersenyum

  28. aRuL berkata:

    subhanallah semoga kita selalu tercerahkan 🙂

    Amien ya Allah, semoga bukan hanya mencerahkan tapi berusaha kita wujudkan dalam bentuk amalan.

  29. realylife berkata:

    Insya Allah , akan memberikan yang terbaik , karena semua butuh proses. Tak semudah membalikkan telapak tangan.
    Allahumma Solli Ala sayidina Muhammad

    Yup, semua butuh proses dan semoga Allah swt mudahkan sehingga kita lakukan secara istiqomah

  30. erander berkata:

    Saya setuju pak .. memang kita harus mempersiapkan diri. Masalahnya, banyak faktor yang menentukan. Apakah yang kita persiapkan sudah benar atau belum. Seperti yang bapak contoh kan. Ketika presiden Amerika datang ke Indonesia, kita sudah persiapan sesuai dengan protokoler kita. Tapi protokoler Amerika juga datang membantu untuk memastikan apakah semuanya sudah sesuai atau belum.

    Justru saya ceritakan seperti diatas adalah .. jangan pernah membiarkan tamu menunggu diluar. Kalau memang kita sudah persiapkan sesuai dengan pemahaman kita. Mengapa harus takut?? .. saya pikir nabi adalah orang bijak. Mungkin dia tidak akan mengoreksi secara langsung. Bisa dengan perumpamaan.

    Saya hanya ingin memahami apa yang ingin baginda rasullah sampaikan tanpa bias dari para penyampai-penyampai sebelumnya. Karena setiap orang memiliki persepsi berbeda-beda. Sehingga muncullah banyak mahsab-mahsab atau aliran-aliran. Mana yang pas .. ketika nabi mampir ke rumah saya. Apakah saya yakin .. ketika dirumah saya sudah sesuai dengan mahsab ini .. tapi ternyata malah keliru??

    Jadi .. saya tetap menyuruh baginda masuk. Apalagi sekarang musim hujan. Saya tidak perlu takut dan berkecil hati, karena saya sudah persiapkan semuanya. Kalau pun salah, itulah saya manusia. Saya bukan malaikat atau nabi. Saya paham betul saya bukan orang suci. Tapi saya tetap menyiapkan diri saya sesuai dengan pemahaman saya.

    Yup saya setuju, mungkin yang lebih tepat yang di sebut dengan pemahaman dalam agama seperti ini

    Rasulullah saw bersabda : “ sungguh beruntung orang yang beriman kepadaku dan pernah melihatku ( Nabi saw, sabdakan demikian satu kali ). Dan sungguh beruntung ( Nabi sabdakan hingga tujuh kali) orang yang beriman kepadaku padahal ia tidak pernah melihatku!” ( Hr. Ahmad).

    Abdullah bin Mas’ud ra berkata : “Barang siapa ingin mengambil cara hidup maka hendaklah dia mengambil cara hidup orang yang telah meninggal dunia. Sebab orang yang masih hidup tidak aman dari cobaan. Mereka itulah para sahabat Rasulullah saw, Mereka adalah manusia yang paling utama dalam ummat ini, hatinya paling taqwa, ilmunya paling dalam, hisabnya paling sedikit, yang dipilih Allah sebagai pendamping nabi-Nya untuk menegakkan agama-Nya. Maka kenalilah keutamaan mereka, ikutilah jejak mereka, peganglah akhlak dalam perilaku hidup mereka menurut kesanggupan kalian, sesungguhnya mereka berada pada petunjuk yang lurus” ( Hayatush Shahabah I )

  31. pecintalangit berkata:

    hhmm… begitulah.

    Ya begitulah 🙂

  32. Hmmm … Allahu akbar … Kapan ya saat itu datang ? Sampei sekarang, mimpi aja belum pernah. Ngebayangin aja udah nggak kuat. Malu karena masih banyak dosanya … Astaghfirullah. Siiip !!!

  33. regsa berkata:

    malu saya 😦

  34. rajarental berkata:

    Marhaban Ya Rosululloh

  35. Rozy berkata:

    Alangkah indahnya hidup ini
    andai dapat kutatap wajahmu
    kan pasti mengalir air mataku
    karna pancaran ketenanganmu…

    Ya Rasulullah Ya Habiballah
    tak pernah ku tatap wajahmu…

    Ya Rasulullah Ya Habiballah
    Kami rindu padamu… 😥

    Semoga kelak kiranya beliau SAW akui kita sebagai umatnya..

  36. abdurrosyid berkata:

    Shallallahu ‘ala Muhammmad wa ‘ala aalihi wa ashhabihi wa man tabi’ahum bi ihsan ila Yaumid Din.

  37. zal berkata:

    :: “bahkan pada setiap orang yang mau masuk Islam pasti diwajibkan meng-ikrar-kan hal tersebut ( membaca dua kalimat syahadat Laa ilahaa illahllaah Muhammadurrasulullah, itu tandanya rasulullah saw sendiri yang mensosialisasikan dirinya sebagai rasul”

    lalu nagaimana syahadatnya untuk Beliau sendiri..???

  38. djunaedird berkata:

    Memang maunya kita ini, sesuai dengan ikrarnya, Rukun Islam yang Pertama, mengikuti apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang. 😛
    Sayanya kita melakukan hal yang sebaliknya……..

  39. artikelislami berkata:

    Rasulullah itu raufur rahim. Beliau itu lembut lagi penyayang. Beliau itu penyabar. Itu semua adalah pancaran dari sifat Allah yang dipantulkan oleh Muhammad Rasulullah SAW. Maka fahamlah kita, bahwa sejelek apa pun tingkah-laku kita, kita masih punya harapan atas ampunan dan kasih-sayang Allah. Kita masih punya harapan atas senyuman Rasulullah SAAW.

  40. rnazahra berkata:

    Hiks…
    Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad wa alihi wa shohbihi wa sallim…
    Hiks…Hiks…Hiks…
    Aq tau… bersolawat saja tidak cukup… Harus mengamalkan sunah-sunah beliau… Semoga aq bisa melaksanakannya dengan tetap Istiqomah…
    Amin…Allahumma Amin…
    Makasih postingannya akh landy… Makasih dah jadi pengingat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: