“Sudahkah kita mengenal diri kita sesungguhnya”

76503847.jpg

Akhirnya novel setebal 545 halaman ini kembali harus saya baca untuk yang ke 4 kalinya, tapi kali ini saya harus membacanya lebih ekstra dari sebelumnya. Dikarenakan , novel ini yang akan saya ajukan untuk mata kuliah Seminar, setelah sebelumnya beberapa judul berguguran ditangan bapak dosen yang terhormat.

Membaca lembar demi lembar novel Namaku Donna karya Donna Williams yang sempat saya posting 2 kali menimbulkan keasikan tersendiri, kita seakan dibawa pada suatu pertanyaan besar , “Sudahkah kita mengenal diri kita sesungguhnya”.

Terkadang tanpa disadari kebanyakan manusia hari ini mungkin termasuk saya, tidak mengenal dirinya sendiri dan tidak pula mengerti arah dan tujuan hidup yang sesungguhnya.

Pada hal dalam sebuah hadist Qudsi dikatakan bahwa :

“Barang siapa yang mengenal dirinya , pasti akan mengenal Tuhannya.”

Ada cerita menarik tentang Charly Chaplin, seorang actor kelahiran Inggris seperti yang ditulis dalam buku Motivate Your Self , dimana suatu ketika Charly Chaplin diam-diam mengikuti kontes mirip Charly Chaplin ( kalau di Indonesia semisal acara ASAL yang pernah di bawakan Alm. Taufik Savalas ) yang anehnya Charly Chaplin yang asli justru mendapatkan predikat ke 3.

Ini menandakan sering kali kita tidak begitu baik mengenal diri kita sendiri, malahan orang lain terkadang yang lebih mengenal diri kita ketimbang diri kita sendiri. Sunggu ironis, Aneh tetapi nyata.

Mungkin dikarenakan terlalu tebal dan banyaknya topeng yang kita kenakan untuk sekedar “diterima” dalam masyarakat, membuat kita rela kehilangan sebuah jati diri.

Seperti yang ditulis Koentjoro,Ph.D dalam buku “Tutur dari Sarang Pelacur” ,” ketika seseorang disebut-sebut memiliki kepribadian, itu berarti orang tersebut memiliki kemampuan dalam menopengi atau menyembunyikan dirinya yang asli agar, disatu sisi pas dengan konteks tempat ,waktu ,situasi dan kondisi dimana dia berada, dan disisi lain, segala sesuatu yang diniatkannya tercapai.”

Topeng-topeng inilah yang kerap kali sengaja digunakan oleh seseorang ( dan juga oleh kita ) untuk mengelabui orang lain. Walau tanpa sadar sebenarnya juga mengelabui diri sendiri.

Untuk sekedar dianggap gaul dan diterima maka seorang remaja rela melakukan apa saja walaupun ia harus menjual kehormatannya. Bahkan para wanita rela mengabiskan jutaan rupiah agar terlihat 5 atau 10 tahun lebih muda, walaupun untuk itu mereka harus rela kehilangan jati diri dengan bergaya dan mengatakan kepada orang lain bahwa usianya 5-10 lebih muda dari yang tertulis di KTP.

Gwyneth Platrow dalam buku “Seleb Bicara Soal Kamu” karya Carol Westan mengatakan , “kecantikan menurutku adalah merasa nyaman dengan tubuhmu sendiri” karena begitu kita merasa nyaman dengan diri kita maka orang lainpun akan merasakan hal yang sama terhadap kita.

Mulailah menyukai bayangan kita di cermin, walaupun untuk itu kita memerlukan waktu yang lama. Karena Tuhan tidak akan pernah salah dalam menciptakan bentuk kita.

Tidak ada orang yang memiliki wajah atau tubuh sempurna. Kalaupun ada bekas luka diwajahmu atau celah di gigi, atau bentuk jari kaki yang aneh, atau alismu yang berantakan , itu semua adalah hal-hal yang membentuk diri kita bukan malah menjadikan penghalang dan semakin menambah banyak deretan topeng yang kita gunakan untuk hanya sekedar diterima orang lain. Bisa jadi orang yang mencintai kita mungkin malah terpikat oleh celah gigi atau alis itu.

Mulailah berdamai dengan kekurangan diri, sehingga kita tersadar akan kekurangan tersebut dan memperbaikinya ketimbang menafikan kekurangan tersebut dan berusaha menjad pribadi yang lain.

“Sudahkah kita mengenal diri kita sesungguhnya”,

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

halaqahpekayon , la mendol , achoey sang khilaf

Iklan

9 Responses to “Sudahkah kita mengenal diri kita sesungguhnya”

  1. RawkchitecT berkata:

    “…Mulailah menyukai bayangan kita di cermin, walaupun untuk itu kita memerlukan waktu yang lama. Karena Tuhan tidak akan pernah salah dalam menciptakan bentuk kita…”
    hahaha!!! tidak usah diragukan lagi.. klo saya ini super narsis!!! hmmm.. sebenernya gak narsis si.. tapi sadar akan ke-guantengan diri sendiri!!! *bletaaaaght!!!! “sama aja dodol!!!” dan sebuah sandalpun mendarat dikepala saya!!!

  2. endangpurwani berkata:

    kalau mau mengenal diri sendiri, mestinya mau meluangkan banyak waktu untuk menelisik tanpa niat untuk defensive….benar2 jujur pada suara hati kita……

  3. Adi Sucipto berkata:

    Assalamu’alaikum Ikhwah
    Benar kata Allah; Man arofa nafsahu, faqot arofa robbahu. Tapi pertanyaan berikutnya biasanya begini; bagaimana dengan mengenal diri, dapat mengantarkan kita untuk dapat mengenal Tuhan? Semoga uraian singkat di (http://naksara.net/index.php?option=com_content&view=article&id=78:tuhan-dalam-gen-kita&catid=44:spirit&Itemid=27) dapat memberikan sedikit sumbangan.
    Wassalamu’alaikum

  4. olangbiaca berkata:

    Aslkm……

    siapa yg mengenal dirinya berarti mengenal Tuhannya (Al-Gazali)

  5. Rozy berkata:

    Allahumma arifni nafsi…

  6. gazalba berkata:

    Iblis: Saya lebih mengenal musuh saya (baca:manusia) ketimbang diri saya. 🙂

  7. Ibn Abd Muis berkata:

    Salah satu materi tarbiyah yang harus dikuasai oleh setiap da’i adalah ma’rifatul insan, setelah ma’rifatullah dan ma’rifatur rasul. Setelah memahami siapa Allah, kemudian menjalankannya dengan cara-cara Rasulullah, maka selanjutnya adalah mengenal diri sendiri agar terhindar dari sikap arogan yang berlebihan. Barakallahu fiikum.

  8. amicol berkata:

    kepada diri saya sendiri :
    “kenalan dunk!”
    😀

  9. diana berkata:

    aku sangat mengenal diriku…. itu pun baru aku lakukan akhir2 ini…. ketika Allah menegurku sedemikian kerasnya hingga aku harus rela kehilangan yang aku sayang…demi lebih mengenal diriku….

    thanks for sharing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: