” Sebuah Kecintaan “

foto020.jpg

 

Atas kebaikan Mas Totok, beberapa tulisan saya di blog almarhum dapat di selamatkan salah satunya tulisan di bawah ini :

Sabtu tanggal 14 Juli ’07 bertempat di Aula Masjid Al’Bina Kompleks Gelora Bung Karno Jakarta. Seorang teman sekolah melepas masa lajangnya sekaligus merupakan undangan pernikahan terakhir dalam bulan ini yang saya hadiri, terlalu lelah rasanya, dalam tiga minggu sudah 12 ( dua belas ) undang yang saya terima, mulai dari acara Pernikahan sampai Khitanan anak teman, walau tidak semua acara bisa saya hadiri karena waktu yang tidak memungkinkan. Tidak terbayang berapa biaya tak terduga yang harus saya keluarkan dalam bulan ini.

Acara akad nikah teman saya tersebut dimulai pukul 08.00 WIB bertempat ditempat yang sama, mungkin karena “ketidak gaulan” saya dengan perkembangan yang terjadi, saya sampai terkejut ketika tiba dilokasi acara , ternyata masih dilingkungan yang sama yakni Gelora Bung Karno di adakan pertandingan akbar yang dinanti-nanti jutaan masyarakat Indonesia, pertandingan sepak bola antara Arab Saudi dan Indonesia.

Beberapa orang dengan setianya sejak pagi menanti pertandingan tersebut yang sejatinya akan diadakan sore hari. Saya sampai terkagum-kagum dengan sikaf kebangsaan yang masyarakat kita tunjukan demi mendukung Tim Nasional yang berlaga, sampai-sampai mereka rela menanti seharian, bukan lagi jam-jaman demi menyaksikan dari dekat para pahlawan rumput hijau kebanggaannya.

Saya rasa itu masih dalam batasan yang wajar, tanda kecintaan seorang manusia pada sesuatu yang disukainya, tetapi menjadi tidak wajar mana kala karena rasa kecintaan tersebut membuat kita lupa pada yang menciptakan rasa cinta itu sendiri ( baca : Allah Swt ), saya sangat sedih mana kala melihat kenyataan yang terjadi, ketika saya dan beberapa teman naik kelantai dua aula Masjid Al’Bina ( Baca : Masjid ) untuk menunaikan sholat dzuhur, saya jumpai banyak orang yang beratribut seragam kaos merah putih dan sejenisnya duduk-duduk dipelataran masjid bahkan istirahat ( tidur dan ngobrol ) didalam majid menunggu pertandingan tersebut tanpa tergerak hatinya untuk melaksanakan Sholat Dzuhur, yang merupakan perkara yang Wajib tidak boleh tidak dilakukan oleh Ummat Islam.

foto021.jpg

Saya menganggap semua yang berada di dalam masjid tersebut Muslim, karena dengan akal sehat tidak mungkin orang non muslim memasuki masjid , jadi saya rasa saya mempunyai kewajiban mengajak mereka untuk menunaikan shalat berjamaah, karena sesama muslim diharuskan saling ingat mengingatkan dalam perkara ketaatan kepada Allah Swt, oleh karenanya saya bertanya kepada beberapa orang yang saya jumpai di sekitar masjid dan di dalam masjid ( yang sedang ngobrol dan tidur ) apakah mereka sudah shalat ! tentunya bukan untuk menggurui mereka, apalagi ada perasaan lebih baik dari mereka, tetapi lebih pada kecintaan saya kepada sesama saudara muslim yang sama-sama mengimani Allah Swt sebagai Tuhannya dan Nabi Muhammad sebagai Nabinya, alangkah kagetnya saya mendengar jawaban mereka yang beragam .

“ Maaf pak saya cuma menunggu sampai pertandingan dimulai ”

“ Saya cape dari pagi jadi numpang tidur aja “

“ Saya cuma numpang duduk doang, kalau diluar panas ”

Dan ketika saya ajak mereka untuk sholat sebagian besar dari mereka malah nyelonong keluar masjid berpindah tempat dibawah pohon, Ya Allah begitu jahilnya ummat ini sampai-sampai sudah Engkau hantar “didalam rumah-Mu” meraka masih lupa dengan Engkau.

Kesedihan yang saya rasakan tidak dapat digambarkan walaupun oleh seorang pelukis terhebat sekalipun, sampai-sampai saya berpikir beberapa kali akankah cerita ini saya tulis dalam blog saya.

Mungkin ini yang disebut bermata tapi tak melihat , bertelingga tapi tak mendengar. Alangkah bahagianya Allah apabila melihat hamba-Nya melakukan pengorbanan yang sama , mau bersusah-susah demi agamanya sebagai mana manusia hari ini mau bersusah-susah untuk perkara dunianya.

Untuk perkara dunia mereka rela berpanas-panas, menunggu dari pagi sampai sore, hanya untuk menyaksikan sesuatu yang belum tentu mendatangkan kecintaan Allah.

Andaikan mereka mau melakukan hal yang sama dalam perkara agama pasti dan pasti Allah turunkan keberkahan di dunia ini.

Bayangkan saja berapa banyak pahala yang akan Allah berikan ketika kita duduk menunggu diantara 2 waktu sholat dengan membaca alqur’an atau berdzikir, Sholat adalah perintah Allah yang langsung diperintahkan oleh Allah dengan memanggil Rasulullah saw ke Sidratul Muntaha dimana tak akan ada satu makhluq pun baik sebelumnya ataupun sesudahnya yang menginjakan kaki kesana, hatta Jibril sekalipun. Bahkan saat Isra’ Mi’raj untuk menghormati perjalanan itu Allah memberhentikan semua sistim gerakan diseluruh alam. Gerakan matahari, bumi , bulan semua berhenti sehingga bister tempat Nabi saw tidur masih terasa hangat ketika beliau kembali.

Tidak diragukan lagi shalat adalah kekayaan yang sangat berharga. Karena begitu besarnya kenikmatan ini, maka Rasulullah saw sendiri telah bepesan, “Penyejuk mataku adalah shalat.” Sedemikian nikmatnya shalat , sehingga Rasulullah telah menghabiskan sebagian besar malamnya dengan bershalat, dan karena asbab ini jugalah Rasulullah saw pada akhir hayatnya telah berwasiat agar shalat betul-betul diperhatikan.

Shalat adalah satu tanda keislaman. Seseorang yang shalat dengan sepenuh hati tepat pada waktunya, dan memperhatikan segala rukun dan sunah-sunahnya, pastilah dia seorang Mukmin, jika seseorang dilemparkan kedalam ke neraka karena dosa-dosa besarnya, maka api neraka tidak akan membakar anggota badannya yang telah bersujud dalam sholat.

Seseorang yang shalat ibarat sedang mengetuk pintu Rumah Allah, dan sebagaimana umumnya pintu yang diketuk, maka pintu tersebut akan dibuka. Kedudukan shalat dalam agama seperti kedudukan kepala pada badan, orang yang tidak memiliki tangan atau kaki maka masih disebut manusia tapi kalau orang tidak memiliki kepala???? Begitu penting kedudukan shalat dalam agama, sehinga jika seseorang berwudhu dengan sempurna, kemudian ia mendirikan shalat dengan khusyu dan khudu, baik shalat fardhu ataupun shalat sunnat, kemudian ia ingin dosa-dosanya diampuni oleh Allah, maka Allah akan mengampuninya.

Hafidz Ibnu Qayyim dalam kitab Zadul-Ma’ad telah menulis bahwa shalat adalah kunci rezeki, penjaga kesehatan, menyinarkan wajah, menggembirakan hati, menyegarkan anggota badan, membuang rasa malas, melapangkan dada, memberi makanan ruhani, mencerahkan hati, menjaga tetapnya nikmat Allah kepada kita, menjadikan perlindungan dari adzab Allah, menjauhkan syetan, mendekatkan diri pada Ar-Rahman. Ringkasnya, shalat menjaga kesehatan jasmani dan ruhani. Terhadap jasmani dan ruhani ini, shalat memberikan pengaruh yang sangat ajaib. Di samping itu, shalat menjadikan kita terjauh dari bencana di dunia dan diakhirat, dan benar-benar bermanfaat di dunia dan akhirat.

Sholat adalah amalan yang tidak boleh tidak harus dilaksanakan dalam kondisi apapun, bahkan ketika anggota badan kita sudah tidak berfungsi sehingga hanya menggunakan bahasa isyarat , dan dalam keadaan perang sekalipun shalat tetap harus dilaksanakan.

Semoga Allah memberikan kepahaman dan kekuatan untuk selalu melaksanakan sholat dan mengajak orang lain untuk melakukan perkara yang sama.

“Ya Allah !! Saya tak bisa mengerjakan shalat sebagaimana Rasul-Mu dan para sahabatnya, dan saya tidak bisa tunaikan hak-hak shalat dengan baik maka maafkanlah saya.”

“Ya Allah !! Sebagaimana Engkau memberi taufiq kepada saya untuk shalat, maka beri pula lah taufiq kepada seluruh manusia untuk melaksanakan shalat.”

Ya Allah !! Engkau telah memberi taufik kepada saya untuk berdoa kepada-Mu maka beri pula lah taufiq kepada seluruh manusia untuk berdoa kepada-Mu..”

 

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

langitjiwa , ven , brajadenta , nexlaip , dimasu , Harjo , nurussadad , Adi Sucipto , Fiz , aRuL , erander , RawkchitecT , Cabe Rawit

8 Balasan ke ” Sebuah Kecintaan “

  1. halaqahpekayon mengatakan:

    Assalamualaykum, Selamat menempuh hidup baru landy, mo tinggal dimana ntar, jangan lupa sertakan istri dalam usaha agama

    Mas anton jengottttttttttttttttttt, gak sopan ya nurunin pasaran gw aja gak terimaaaaaaaaaaaaaaaaaa😦🙂

  2. la mendol mengatakan:

    jadi ustadz udah nikah yaaaaaa…Selamat..selamat !!! kok nggak ngundang trio macan

    Kamu patah hati ya mendol🙂 jangan sampe bunuh diri ya si kang pur……… juga rasanya masih menantimu wakakakak ( di lempar golok ma mendol )

  3. achoey sang khilaf mengatakan:

    Selalu indah apa yang kau tulis
    Tulisan yng bermuatan hikmah
    Tanpa terkesan menggurui

    tulisan-tulisanmu jauh lebih indaH🙂 dan Allah swt lebih indah dari segala yang Indah.

  4. erander mengatakan:

    Itulah salah satu arti sebuah persahabatan untuk memberi dukungan kepada teman yang mengakhiri masa lajangnya. Terasa cape’ .. tapi tak ada artinya buat sebuah persahabatan sejati.

  5. aRuL mengatakan:

    terima kasih link backnya🙂
    postingannya menyejukkan🙂

  6. amicol mengatakan:

    lho, kapan nikahnya?
    eh pak uztaz, bagi dong jurusnya.
    biar aku cepetz nyuzull….😀

  7. dimasu mengatakan:

    saya juga mauuu nyusul ^o^
    ……
    stadz, ada tips2 supaya sholat khusyuk dengan cara paling efektif?

  8. muhammad Ridwan mengatakan:

    سُبْحَانَ اللّهُ وَاَلْحَمْدُلِلّهِ وَلاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ.

    ‎​أَمِِيْن يَا رَبَّ العَالَمِين

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: