” Sebuah Pelajaran “

78698631.jpg

“ Hai perang Uhud, kamu adalah potret wajah seluruh manusia. Pada dirimu ada segenap arti dan perasaan. Pada dirimu ada kesetiaan dan penghianatan, pada dirimu ada kejujuran dan kebohongan, pada dirimu ada ketegaran dan kebimbangan, pada dirimu ada iman dan munafik, pada dirimu ada kebajikan dan kejahatan, dan pada dirimu ada segala sesuatu. Hai perang Uhud, kamu menyimpan satu pelajaran yang bisa dijabarkan secara luas oleh kaum muslimin.

Dimanakah para perindu surga itu, dimanakah kalian , dimana orang-orang yang dengan setianya berjanji akan melindungi Rasulullah saw seperti melindungi anak-anak dan isteri mereka, dimanakah kalian..?? mengapa kalian meninggalkan Rasulullah saw di bukit Uhud seorang diri ?, Wahai para munafikun kembalilah…, kembalilah…, apakah surga sudah tidak menarik bagi kalian…? Apakah dunia begitu mempesona sehingga kalian membiarkan Rasulullah dan agama yang dibawanya menderita..??

Sekali lagi bukit Uhud menjadi saksi betapa lemah iman manusia bila melihat dunia, , beberapa orang sahabat , termasuk yang saat itu berada di depan Rasulullah saw, tergoda oleh kenikmatan dunia yang fana. Mereka tergesa-gesa dan lengah ingin segera mendapatkannya.

Dan kelengahan mereka inilah yang dimanfaatkan oleh pasukan musuh untuk menyerang mereka dari semua arah. Dalam waktu sekejap kemenangan sirna. Banyak pasukan kaum muslimin yang lari tunggang langgang.

Pada saat itulah orang-orang musyrik sudah mengepung Rasulullah saw dari segenap penjuru. Mereka semua adalah musuh yang ingin mencelakakan beliau, karena ingin melampiaskan dendam atas kekalahan mereka pada perang Badar. Masing-masing mereka memegang senjata tajam yang siap di gerakan.

Pada saat-saat mencekam yang tak pernah akan dilupakan oleh sejarah itulah, tiba-tiba berkibar bendera Rasulullah saw untuk mencari orang-orang yang benar-benar beriman. Berkibarlah bendera Rasulullah saw yang mengigatkan orang-orang pada janji terhadap Allah dan Rasul-Nya.

Tetapi……….! Mana janji mereka, setelah kematian datang bertubi-tubi ? sesungguhnya telah gugur Hamzah bin Abdul Muthalib, Mush’ab bin Umair, Abdullah bin Jahasy dan telah gugur sejumlah sahabat pilihan lainnya. Sementara yang lain menyelamatkan diri., lari meninggalkan peperangan. Meninggalkan Rasulullah seorang diri.

Lantas apakah kebenaran Ilahi akan berakhir dan musnah ? Apakah dakwah Allah akan hancur dan bercerai berai ? Tidak ! Selamanya tidak ! Demi Allah selamanya itu tidak akan pernah terjadi.

Masih ada orang yang setia pada Rasulullah saw, masih ada beberapa orang mukmin yang jumlahnya tidak lebih dari sepuluh orang di tengah-tengah ribuan orang-orang kafir.

Mereka beriman, dan kadar iman mereka sebanding dengan iman seluruh umat. Mereka tengah di kepung oleh orang-orang musyrik dari semua arah.

Teriakan kalimat tauhid mereka bergema nyaring. Allah mendengar disaksikan oleh para malaikat. Mereka adalah orang – orang yang setia menjaga dakwah Allah pada saat nyaris hilang.. satu persatu mereka beguguran. Tetapi, hal itulah yang justru menambah ketabahan, kesabaran, dan keyakinan mereka.

Dinding ruang dan waktu runtuh di depan mata para Sahabat. Yang mereka lihat hanyalah Rasulullah sebagai sosok kebenaran luhur yang turun dari Tuhan penguasa langit.

Madina bersedih , begitu juga dengan Rasulullah saw, beberapa sahabat pilihan gugur di medan perang sebagai syahid.

Jiwa-jiwa yang tenang itu harus berpulang ke haribaan Tuhannya dengan tenang. Mereka tidur di surga yang abadi. Mereka naik dari tempat yang tinggi di muka bumi ke atas tempat yang lebih tinggi di negeri keabadian . Dengan setia mereka berperang di atas bumi di bawah bendera kebenaran, dan mereka berharap di akhirat mereka tetap berada di bawah bendera iman.

Mereka adalah orang-orang yang gugur sebagai pahlawan syahid. mereka tinggal selamanya di surga Firdaus.

Wahai anak-anak manusia, sementara kalian dengan rakusnya memburu harta dan kedudukan , mereka para pahlawan Uhud justru memiliki tujuan yang lebih mulia dari pada sekedar harta dan kedudukan. Mereka sama sekali tidak mengejar-ngejar hal itu, karena yang mereka inginkan ialah kehidupan yang abadi di negeri surga.

Selimutilah mereka dengan luka-luka mereka. Aku menjadi saksi atas kalian, wahai para pahlawan Uhud. Setiap muslim yang berjuang di jalan Allah , pada hari kiamat ia akan datang dengan membawa darah yang mengalir, darah yang warnanya seindah minyak za’faran dan aromanya seharum minyak kasturi.

Hari kebangkitan dan hari penghitungan amal , adalah hari agung yang dihiasi kesempurnaan manusia, hari yang mencekam, dan hari yang memperlihatkan wajah-wajah tulus memancarkan cahaya. Mereka selalu setia pada kebenaran. Kedalaman iman mereka mampu menggerakan gunung-gunung berjiwa luhur.

Dengan tubuh yang masih bermandikan darah para sahabat itu dimasukan ke dalam surga. Mereka bersenang-senang disana sebagai balasan atas perjuangan yang mereka lakukan dengan penuh kesabaran.

Pengorbanan yang sejati ialah pengorbanan orang yang berani maju menghadapi kehidupan dan berhasil menguasainya, bukan mundur daripadanya.

Kita hari ini hanya memikirkan dua macam kesenangan, kesenangan perut dan kesenangan kemaluan. Kita telah jauh menyimpang dari jalan yang dahulu Rasulullah dan para Sahabat lalui.

Pengorbanan kita tidak akan dapat sebanding dengan para Sahabat, Puasa kita sama dengan hari-hari dimana mereka tidak berpuasa, sholat khusuk kita tidak sebanding dengan sholat-sholat sunah mereka, maka sudah selayaknya kita menjadikan mereka, orang-orang yang Allah pilih mendampingi Rasulullah saw menjadi acuhan dan barometer kita dalam menjalankan Agama ini.

Semoga Allah memudahkan semuanya untuk kita, dan membangkitkan kita kelak bersama rombongan para sahabat nabi, orang-orang yang sepanjang hidupnya selalu mencari kebenaran dan berjuang atas kebenaran tersebut.

Ya Allah bukalah dan mudahkanlah jalan itu. Agar kelak kami bisa berjumpa dengan Rasulullah saw dan para sahabatnya.

 


Terimakasih atas komen dan kunjungannya :

Amalia hazen , achoey sang khilaf , daeng limpo , hanggadamai , hasanah translation , la mendol

16 Balasan ke ” Sebuah Pelajaran “

  1. ridu mengatakan:

    Semoga kita juga merupakan umat yang mendapatkan syafaat darinya.. Amin..

    Amien, gimana ridu masih sering kajian ya kalau malam minggu🙂

  2. abdulsomad mengatakan:

    Assalamualaikum
    semoga
    amien

    Waduh ada calon mertua🙂 jadi gak enak🙂

  3. RawkchitecT mengatakan:

    semoga saya bisa mati syahid!!!

    Amien , doakan saya juga🙂

  4. Tabriz mengatakan:

    Dunia Sementara Akherat Selama2nya….
    Buat Amal Maqomi Intiqoli dan Nusroh Jamaah dgn sempurna maka Ummat akan kembali Berjaya……….

    Buya kangennnnnnnnnnnnnnnn, oh iya semalem keputusan markaz yang hadir ke musyawarah indonesia max 3 orang dari setiap halaqoh, itu juga yang di pilih pikir man aja karena ini musyawarah bukan jord, yang menyampaikan waktu itu syuro dan sudah putus🙂

  5. hanggadamai mengatakan:

    kita hidup hanya untuk ALLAH.

    Subhanallah , andai saya bisa seperti itu alangkah bahagiannya🙂

  6. okebebeh mengatakan:

    he..he..kok mertuanye wak dul shomad?? kemarin katanya si A, ehh kemarin laginya si B, eh kemarin lagi katanya mertuanye si C..jadi yang bener yang mane nih?? gue kok bingung…

    Tadinya ma anaknya wakdul yang hafiz 30 juz cuma persyaratannya berat banget, gw jadi mundur deh, pak oke aja tuh kalau mau kan kitabnya dah 3 lemari😉

  7. anggun pribadi mengatakan:

    ooo itu toh calon mertua ente Landi.. heheheheh

    Hus diem-diem aja bro🙂😉

  8. daeng limpo mengatakan:

    betapa berlikunya jalan menuju mardhatillah…sampai-sampai hampir saja aku putus asa untuk terus menggapainya. Namun aku hanya manusia biasa diantara milyaran manusia yang sering tergoda kehidupan dunia.

    Semangat pak untuk mencapai cinta-Nya, dan jangan lupa doain saya ya🙂

  9. Rozy mengatakan:

    😥

    Senyum donk abang, semangat😉;););)

  10. abror mengatakan:

    Sahabat mempunyai iman seperti emas 24 karat, tapi qt mempunya iman seperti emas sekarat….alias imannya sekarat…:(

    Aduh endutttttt, baca komenmu jadi sedih hiks. Gimana jadi gak loe mau beli cadarnya ???

  11. cewektulen mengatakan:

    artikelnya bikin mewek..huwaaaaaaaaa

    Senja dirimu kan wanita tegar kok mewekkkkkkkkkkkkkk aku jadi gak enak neh😦

  12. hasanah translation mengatakan:

    didalam perang uhud, umat islam menang… tapi karena sunnah ditinggalkan maka kekalahan datang, tapi umat islam menanglagi karena sunnah ditegakan.

    Ya Allah berikanlah kekuatan pada kami untuk mengamalkan sunah 24 jam setiap harinya secara istiqomah

  13. kakanda mengatakan:

    Semoga syumuliyah Islam, bisa ditegakkan, mulai dari diri kita, keluarga,…

    amien

  14. Frida mengatakan:

    Sebuah pelajaran yang sangat berharga, smoga kita dapat memperjuangkan hal-hal baik yang terdapat didalamnya, mari kita saling mengingatkan untuk istiqomah mengibarkan panji-panji Islam dan berjalan menuju keridhoan Alloh SWT.

    Semangat bu guru🙂

  15. Abeeayang™ mengatakan:

    antum yang berdoa sahaja, akuh tinggal mengamini…. 😛

    walah bukannya terbalik🙂

  16. norie mengatakan:

    Bingung…😦
    Bila harus angkat senjata, aku tak tahu apa yang harus ku angkat.
    Siapkah diriku ini atas segala kemungkinan terburuk yang dapat terjadi. Bukankah jalan itu penuh onak dan duri?

    Belum waktunya untuk angkat senjata pak he..he..he.., Ayo kita berusaha menghidupkan sunah baginda rasulullah saw 24 jam setiap hari nya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: