” Akhir Sebuah Perjalanan “

sb10062053h-001.jpg

Setiap manusia tidak ada yang pernah tahu kapan dan dengan cara apa hidup-nya akan berakhir, sama seperti janin yang tidak pernah tahu akan keluar dari perut mana dia nantinya. Akhir dari sebuah perjalanan di dunia merupakan kunci sukses tidaknya kita di perjalanan selanjutnya.

Kadang kita melihat begitu alimnya seseorang memulai hidupnya, tetapi perjalanan dunia telah membuat dia terperdaya sehingga diakhir hidupnya ia menjadi orang yang dilaknat Allah Swt ( kisah seorang Abid yang menghamili putri raja ), begitu juga, kadang kita melihat betapa jahat dan buruknya seseorang memulai hidupnya tetapi perjalanan hidup telah mengajarkanya dan membuat dia bertaubat sehingga Allah memberikan keridhaan kepadanya dan memasukan mereka kedalam surga ( kisah para sahabat Nabi saw ).

Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani rah.a dalam bukunya menulis,

“Jangan kamu tertipu dengan amal, sesungguhnya amal itu ditentukan pada akhir hayatnya. Kamu harus memohon kepada Allah Swt agar diberi kebaikan pada akhir hayatmu”.

Jangan benci kepada ahli maksiat tapi bencilah pada perbuatannya bukan orangnya , karena boleh jadi suatu saat Allah Swt memberikan kesempatan dia bertaubat atas dosa-dosanya, sehingga dia memperoleh kemulian yang tinggi di sisi Allah Swt, bukankah banyak kisah para wali Allah Swt yang mempunya latar belakang Ahli maksiat tetapi karena hidayah Allah Swt mereka mempunyai kedudukan Khusus di sisi Allah Swt.

Kita pun bisa melihat bagaimana Nabi saw selalu mendoakan dan memohonkan hidayah untuk Ummatnya yang ahli maksiat, beliau tidak membenci para pelakunya tetapi membenci pada perbuatannya. Dan sudah seharusnya kitapun berbuat seperti apa yang Baginda saw lakukan.

Dalam buku “kisah Teladan Kehidupan para Wali Allah” karya Faridudin Al Attar, kita bisa menjumpai berapa banyak orang-orang besar yang mempunya kedudukan dekat dengan Allah Swt , yang apabila berdoa akan langsung di kabulkan oleh Allah Swt memiliki masa lalu yang begitu kelam.

Roda jaman terus berputar, kita tidak pernah akan tahu pada saat dimana ajal akan menjemput, apakah saat putaran roda itu ada diatas atau pada saat tepat berada di bawah.

Setiap detik adalah perjuangan untuk mencari ridha Allah Swt. setiap manusia sudah mendapatkan perannya masing-masing, tinggal bagaimana setiap diri menjalani peran itu dengan sebaik-baiknya.

Berusahalah hari demi hari untuk menjadi lebih baik, karena pada hakikatnya manusia dilahirkan kedunia dengan tidak ada pengetahuan pada dirinya.

Jangan malu untuk belajar karena Musa as seorang Nabi yang Allah turunkan Taurat kepadanya masih juga Allah Swt perintahkan untuk belajar kepada Khidir as.

Jangan pernah lupa untuk mengamalkan ilmu yang telah kita dapat, karena ilmu tanpa amal adalah suatu kesia-siaan. Kita harus beramal hitam diatas putih.

Ilmu akan menuntut kita jika kita tidak mengamalkannya, tetapi ilmu akan membela jika kita mengamalkannya.

Dalam kitab Al-Fathur Rabbani Wal Faidlur Rahmani Syeakh Abdul Qadir al-jailani menulis ; Hilangnya Agama karena empat hal : Pertama tidak mengamalkan apa yang kita ketahui, Kedua melakukan apa yang tidak kita ketahui, Ketiga tidak mau mempelajari apa yang kita tidak ketahui sehingga kita tetap bodoh, Dan ke empat mencegah orang dari mempelajari apa yang tidak mereka ketahui.

Jangan kamu tertipu dengan ketaatanmu sehingga kamu menjadi sombong. Mohonlah kepada Allah Swt supaya amalanmu diterima. Takutlah jika amalanmu itu mengubahmu menjadi manusia durhaka.

Amal adalah pelayanmu. Amal tanpa di barengi oleh sifat hati adalah perbuatan sia-sia, orang Riya’ beramal dengan badannya, dan orang yang ikhlas beramal dengan hati dan badannya. Ia beramal dengan hati sebelum beramal dengan anggota badannya.

Amalan seorang mukmin di lahir dan dibatinnya, pada waktu sepi dan ramai, pada waktu senang dan susah,. Sedangkan amal seorang munafik hanya pada waktu ramai dan senang. Jika datang suatu kesulitan ia tidak beramal.

Takutlah jika Allah Swt melihat hatimu ada sesuatu selain Dia, maka Dia akan membinasakanmu. Takutlah jika Dia melihat hatimu ada perasaan takut dan harap kepada selain Dia.

“ Ya Allah, tolonglah kami untuk menaati-Mu, jangan hinakan kami dengan mendurhakai-Mu, Berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

Bahan Bacaan:
Menjadi Kekasih Allah Swt. Karya Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani. Rah.a.
Jaulah dalam Surat Yasin Karya Abu Ilyasa

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

ghofur, Adi Sucipto , hasanah translation , achoey sang khilaf , nexlaip , siska , hanggadamai , olangbiaca realylife, QanaahSholihah , Muhammad Momon , Santi , Eucalyptus , rocco90 , chatoer , daeng limpo , Yari NK , yanti , g0bdol , Um Ibrahim , Adi Sucipto , Fauzan , nico , okebebeh , nurussadad , kopitozie , Ahmad Kunto , raddtuww tebbu , zizah , mutiatun , TonKin , F@tM@ , Tauhid Arif , lainsiji , la mendol , tamrin , antown , ventin

Iklan

18 Responses to ” Akhir Sebuah Perjalanan “

  1. Adi Sucipto berkata:

    Pertamax uey…

    Assalamu’alaikum. Benar kata sebuah puisi Toto Tasmara…berhentilah mencaci kegelapan; lebih baik kau nyalakan secercah cahaya, bagi mereka yang kegelapan….

    Lain-lain, no comment ah. Semoga aja kita dikaruniai khotimah yang khusnul. Amin.

    Wassalamu’alaikum

    ya Allah biha ya Allah biha
    ya Allah bi khusnul khotimah
    ya Allah biha ya Allah biha
    ya Allah bi khusnul khotimah

  2. chitink berkata:

    semoga akhir perjalanan kita happy ending dan kita termasuk dalam golongan orang yang khusnul khotimah…amien

    Amien ya Allah, semoga kami bisa melewati sakaratul maut dengan sempurna, karena itu mereupakn ujian iman yang terakhir, kegagalan dan keberhasilan terletak disana.

  3. nexlaip berkata:

    “ Ya Allah, tolonglah kami untuk menaati-Mu, jangan hinakan kami dengan mendurhakai-Mu, Berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

    Amien

  4. olangbiaca berkata:

    Aslkm…Benar sekali ya kawan, kita hrs slalu memohon kpd Allah, agar ditetapkan hati ini dalam ketaatan kepada Allah, dan Istiqomah di jalan ini sampai kita menjumpai-NYA dengan TERSENYUM, oh…….indah nian, pertemuan yang dengan KEKASIH….

    Amien ya Allah

  5. hanggadamai berkata:

    sombong itu selendang Allah
    maka kita tidak boleh memakainya

    Setuju 🙂

  6. Rozy berkata:

    Allahumma inna nas aluka husnul khotimah, wa naudzubika min su’il khotimah..

    amien

  7. Um Ibrahim berkata:

    Ya Rabb…

    Amal tanpa dibarengi riya itu susah karena kebanyakan melakukan amal yg tidak ikhlas, hanya berharap dapat “pengAKUan”…hmm trima kasih udah diinggatkan 🙂

    Susah bukan berarti gak bisa kan 🙂 seorang ulama beritahu untuk mendapatkan hakikat iklas 1. kita dakwahkan pentingnya iklas, 2. kita latihan dengan cara mengoreksi niat kita di awal beramal , di pertengahan , dan di akhir . 3. kita berdoa kepada Allah supaya di berikan hakikat iklas sebagaimana Rasulullah dan para sahabat Allah beri hakekat itu.

  8. nurussadad berkata:

    amin aja dehh

    Aminin apa neh he..he..he..

  9. danalingga berkata:

    Akhir perjalanan yang aku cita-citakan adalah melebur dalam cahaya.

    he..he..he..

  10. daeng limpo berkata:

    thanks atas pencerahannya

    Sama-sama pak , makasih dah mampir.

  11. selfpage berkata:

    Saya juga mau belajar banyak dari blog ini, jadi penulis blog nya saya tuntut (gak pake demo) utk terus menulis artikel2 pencerahan hati dan iman (hehe). Jazakallah

    Aku gak terima kalau di tuntut, terimanya kalau di kirim undangan dari mu SANTI WIDYARINI 🙂

  12. tuh kan lagi2 aku terpuruk
    tetap berkaya untuk kemaslahatan umat ya Kang!

  13. Menik berkata:

    Makin adem aja baca postingan2 di blog ini…
    makasih ya 🙂

  14. antown berkata:

    bagus tulisannya, ayo diupdate lagi…
    samangat!!

  15. chatoer berkata:

    Subhanallah…. orang yang cerdas adalah orang yang selalu mengingatkan kematian

  16. gempur berkata:

    Mudahn-mudahan ada kebaikan yang tersisa dari saya untuk mampu menghadap-Nya. Jika tidak, alangkah ruginya saya… hiks.. saya jadi malu.

  17. F@tM@ berkata:

    Semoga akhir hidup kita di tutup dengan kebaikan

  18. bahja berkata:

    izin yaaa ingin di share . nama , situs blog dan penulis insyaAllah akan tetap dicantumkan . jazakumullah 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: