” Saatnya Wanita Berkata Tidak Untuk Kekerasan “

April 29, 2008

Ketaatan merupakan satu hal yang Allah swt tuntut dari seorang istri terhadap suaminya. Allah letakan surga seorang istri pada keridhaan suaminya. Selama suami mengajak untuk taat kepada Allah swt dan Rasul-Nya maka wanita tidak mempunyai hak untuk menolak apalagi melawan apa yang suami perintahkan, tapi mana kala seorang suami sudah melenceng dari apa yang Allah swt dan Rasul-Nya inginkan maka TIDAK ada lagi ketaatan seorang istri terhadap suaminya, karena tidak ada ketaatan terhadap makhluk dalam mendurhakai sang Khalik.

Asiyah merupakah contoh nyata bagaimana seorang istri yang teguh terhadap keyakinannya dan menolak tegas, mana kala suaminya ( Fir’aun ) mengajak murtad dari Allah swt dan Rasul-Nya. Maka tak ayal lagi Fir’aun menyiksanya dengan cara menancapkan pasak ke bumi untuk mengikat setiap anggota badan Asiyah dengan cara di bentangkan kebumi, terlentang agar mukanya menghadap matahari. Namun dengan kekuasaan Allah swt Asiyah tidak merasakan itu semua, lantas beliau berdoa ( surat Al-Tahrim – 11 ) dan dalam sekejap itu tiba-tiba Asiyah melihat rumah yang Allah swt berikan untuk beliau di surga dan bebarengan dengan itu malaikat Izra’il mencabut nyawanya sebelum bala tentara Fir’aun melemparkan batu kearahnya sehingga Asiyah tidak merasakan sedikit pun penyiksaan itu.

Begitu juga yang terjadi dengan Ummu Hukaim Binti Harits bin Hisyam, ketika beliau selesai meminta perlindungan kepada Rasulullah saw atas suaminya ( Ikrimah ) yang saat itu masih kafir, maka pada malam harinya Ikrimah bermasud menggaulinya, namun Ummu Hukaim menolak seraya berkata, “Kau orang kafir sedangkan aku seorang muslimah. Islam menjadi penghalang antara diriku denganmu.” Akhirnya keesokan harinya bersama Ummu Hukaim, Ikrimah menuju Madina dan mengucapkan syahadat di hadapan Rasulullah saw, bahkan beliaupun telah mem-bai’at-nya.

Saya rasa masih banyak lagi contoh kisah para sahabiyah yang “berani” mengatakan tidak mana kala sang suami mengajaknya melenceng dari apa yang Allah swt dan rasul-Nya perintahkan. Para sahabiyah adalah wanita biasa, wanita yang tidak mengenal apa yang di sebut bangku sekolah , apalagi mengenyam bangku kuliah, oleh karenanya saya tak habis pikir mana kala hari ini ada wanita yang tetap melakukan aksi tutup mulut ketika sang suami mulai “melukis” tanda-tanda kekerasan pada tubuh istrinya.

Baca entri selengkapnya »


” Keluasan Hati “

April 28, 2008

Fitrah seorang ibu adalah mengasihi anaknya, seburuk dan sehina apapun anaknya, memeluk dan memberi kehangatan tanpa diminta, memberikan bagian dari dirinya demi melindungi buah hatinya.

Hatinya terlalu luas untuk sekedar menyimpan dendam dan rasa benci atas perbuatan anak-anaknya, Rasa cintanya mencairkan suatu kebekuan, senyumnya dapat meluluhkan gunung kebencian dan dendam.

Sehingga Allah Swt memberikan kemulian dengan meletakkan surga di bawah telapak kakinya, keridhaan-Nya bersama keridhaan seorang ibu, kasih sayang-Nya bersama kasih sayang seorang ibu.

Tepat dua hari sebelum idul fitri tahun ini, saya bertemu dengan seorang teman, setelah hampir 25 menit saya menunggu, akhirnya orang yang saya nanti datang juga.

Tidak begitu banyak berubah dari dirinya, masih sama seperti tahun kemarin ketika terakhir saya bertemu, walau sekarang terlihat lebih hitam, “Gw kan sekarang buka toko jadi sering keluar siang untuk belanja “ jawabnya tentang warna kulitnya yang terlihat aga gelap.

Sudah 23 tahun usianya, berarti sudah lebaran tahun ke delapan dia meninggalkan rumah. Jiwa muda yang mengiginkan kebebasan seakan tak terima dengan aturan yang di terapkan keluarga besarnya, sehingga menghadirkan konflik-konflik yang menghantarkannya pada satu keputusan, lari dari rumah dan hidup bebas di jalan.

Baca entri selengkapnya »


” Rumah Masa Depan “

April 26, 2008

Zhahir kubur memang hanya seonggok tanah dan batu. Diam seribu bahasa. Tidak bergerak dan tidak berkata-kata. Ukurannya tidak terlalu besar. Penampilannya tidak terlalu menyolok. Apalagi mentereng dan mewah, kecuali kuburan-kuburan orang jahil yang suka menyalahi sunnah.

Dewasa ini, peranan kubur dalam kehidupan manusia yang hidup, justru bukan sebagai tempat yang seharusnya untuk diingat dan diambil pelajarannya, tetapi kubur dan hakekat kehidupan didalamnya, malah dilupakan dan diabaikan begitu saja. Kubur hanya tempat yang digunakan untuk cerita-ceirta horror, mistik, khurafat, dan tahayyul. Juga sebagai tempat untuk pemujaan kearah kemusyrikan , malah diagung-agungkan jika kubur itu memiliki nilai sejarah dan ketokohan. Bahkan kubur sudah bisa menjadi tempat orang-orang bejat untuk bercumbu.

Demikian fenomena kuburan pada masa sekarang ini. Padahal Rasulullah saw, tidak jarang memerintahkan kita sebagai umatnya agar senantiasa mengingat kubur, bukan untuk dijadikan cerita horror atau untuk media kemusyrikan apalagi untuk mengumbar SYAHWAT !!! Rasulullah saw, memerintahkan umatnya agar sesering mungkin mengingat kubur, agar kita dapat menyadari hakekat didalamnya, dan segera bersiap-siap dengan mencari bekal untuk menghadapinya.

Semua orang pasti menyakini, bahwa kehidupan didunia ini adalah fana. Tidak kekal dan abadi. Setelah kehidupan dunia ini perjalanan manusia masih terus berlanjut. yaitu menuju kepada kehidupan yang sesungguhnya di akherat.

Baca entri selengkapnya »


” Lelaki Tua Bersuara Sumbang “

April 25, 2008

Suara lelaki tua itu membahana di setiap penjuru kampung , masuk dari cela-cela jendela. Menembus setiap sudut rumah, menghantarkan sebuah rasa kecintaan.

Dengan suara yang terbata-bata dan penuh cinta, dia mengalunkan senandung kerinduan terhadap Rabbnya, kerinduan seorang hamba yang ingin bermesraan dengan Sang Pencipta.

Dari musholah tua yang sudah tak berpagar suara itu berasal, tidak lebih bagus dari suara si macan festival Harvey Malaholo, bahkan nada-nada tinggi tidak bisa ia dapat begitu Trie Utami berucap. Tapi suaranya seperti magis, membius setiap jiwa yang haus akan kata cinta sejati, merontokkan setiap kalbu yang rindu terhadap sentuhan Ilahi.

Satu persatu sang perindu itu datang, datang memenuhi undangan Sang Pencipta yang dilantunkan lelaki tua untuk berdiri dalam sholat, satu orang, dua orang, tiga orang, empat orang, lima orang mulai memasukin musholah tua yang sudah tak berpagar. Bergabung dengan lelaki tua bersuara sumbang.

Lima belas menit berlalu, kenapa hanya lima orang yang datang?? Kemana yang lainnya?? Apa karena terlalu sumbang suara lelaki itu sehingga mereka enggan untuk datang?, apa karena musholah itu sudah tidak begitu menarik seperti panggung dalam konser musik semalam ?? Atau karena udara pagi yang begitu dingin menyengat tulang-tulang ahli maksiat, sehingga membuat enggan untuk beranjak??

Rasanya terlalu banyak jiwa yang sudah tak butuh terhadap Tuhannya, sudah merasa nyaman dengan kemaksiatan yang dibuat sehingga lupa terhadap cinta sejati yang seharusnya mereka dapat.

Baca entri selengkapnya »


” Persahabatan “

April 24, 2008

Membaca kisah persahabatan Amr bin Al Jamuh ra dengan Abdullah bin Amr bin Hiram ra ada rasa iri di hati saya , begitu setianya mereka antara satu dengan yang lainnya, baik sebelum mereka mengenal Islam, maupun setelah mereka mengenal Islam. Satu sama lain saling membantu dan menguatkan, sampai-sampai mereka sama-sama pergi memperjuangkan agama ke medan Uhud.

Dan dua sahabat sejati ini sama-sama gugur sebagai syahid di tempat yang sama dengan posisi yang saling berdekatan, bahkan darah bekas luka mereka saling bersatu, dan tidak sampai disitu saja, Rasulullah saw pun menguburkan mereka dalam satu liang yang sama.

Rasulullah saw bersabda mengenai kematian Amr bin Al Jamuh ra : “ Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, aku melihat kaki pincang Amr bin Al Jamuh melangkah ke surga ”.

Dan mengenai kematian Abdullah bin Amr bin Hiram ra beliau saw bersabda : “ Ia masih dinaungi sayap-sayap malaikat sebelum kalian mengangkatnya.”

Sepasang Sahabat sehidup semati yang telah gugur di tanah Uhud dalam satu ruang kubur yang nyaman , di hadapan seluruh pasukan kaum muslimin. Dibawah lindungan sayap-sayang malaikat. Betul-betul kisah yang sangat menarik dan meninggalkan kesan mendalam bagi saya.

Baca entri selengkapnya »


” Wanita Yang Hebat “

April 23, 2008

Menjadi seorang ibu bukanlah perkerjaan yang mudah untuk dilakukan, tapi sayangnya tidak ada sekolah atau pendidikan yang secara khusus mengajarkan bagaimana seharusnya seorang wanita menjadi seorang ibu atau bagaimana seharusnya menjadi orang tua. Sehingga memaksa para wanita belajar dari pengalaman dirinya maupun orang lain untuk menjadi seorang ibu.

Dibutuhkan kesabaran ,tenaga dan air mata yang tidak sedikit, bangun tengah malam ketika sang buah hati menanggis, berusaha menenangkan tangisannya , menyiapkan dan memastikan keadaan rumah agar selalu baik dan masih banyak hal-hal lainnya yang membuat saya terkagum-kagum melihatnya.

Dengan melihat apa yang adik saya lakukan terhadap kedua putrinya ( 2 tahun dan 5 bulan ) saya harus mengakui betapa hebatnya Allah Swt, menciptakan seorang wanita, pantas saja Allah letakan surga dibawah telapak kaki seorang ibu.

Roda dunia memang berputar , yang perputarannya tidak ada yang tahu kapan dan berapa lama roda itu berputar, saya di lahirkan sebagai anak keenam dari delapan bersaudara, lahir dari rahim seorang ibu yang hanya berpendidikan seadanya.

Walaupun berpendidikan seadanya, tapi rasanya pengalaman cukup sebagai bekal bunda saya mengantar ke delapan putra-putrinya dan ketujuh ponakan suaminya untuk mengarungi dunia.

Dengan luas rumah yang hanya 60 meter dan diisi oleh 17 orang ( kedua orang tua saya, 8 orang anak, 7 keponakan bapak saya ) dapat dibayangkan seperti apa masa kecil saya, belum lagi ruangan yang 60 meter itu harus tersekat karena bunda saya harus membuka warung sebagai mata pencaharian kami sehari-hari.

Sudah hampir 10 tahun saya berkerja sebagai tenaga keuangan , tapi sampai sekarang saya masih tidak mengerti bagaimana bunda saya mengatur keuangannya pada saat itu, sehingga keadaan keluarga saya tetap stabil, tanpa ada guncangan yang sangat berarti.

Kadang saya berpikir apakah orang sekelas Safir Senduk akan bisa menerapkan semua teorinya apabila berada di posisi bunda saya, dimana dia yang menjadi tulang punggung satu-satunya di keluarga kami. Dan di sisi yang lain, bunda saya dituntut harus tetap menjadi wanita dengan menekan egonya dihadapan bapak saya.

Bayangkan saja sejak jam 2 pagi bunda saya sudah bangun untuk melakukan “Dialoq khusus” dengan Allah ( baca : Sholat Tahajud ), setelah itu menyiapkan gorengan untuk di jual, yang biasanya para pedagang keliling berkumpul dirumah saya untuk mengambil gorengan yang di buat bunda saya, dan biasanya pula rutinitas itu memaksa kami-kami harus bangun pagi karena mendengar suara bising ibu-ibu tersebut ketika mengambil dagangan dari bunda saya.

Setelah sholat subuh bunda saya ke pasar untuk membeli sayur-mayur dan barang dagangan untuk di jual dirumah kami. Terkadang ada kebanggaan tersendiri kalau mengenang saat-saat itu, walau dulu tentu saja saya sering merasa malu, mana kala saya harus ikut kepasar membantu bunda saya membawa barang dagangnya.

Nilai-nilai agama telah ditanamkan oleh orang tua kami sedari kami kecil, sholat merupakan hal yang wajib dilakukan oleh kami, sesibuk apapun saya ketika kecil , maka apabila adzan sudah berkumandang maka saya harus segera meninggalkan semua permainan dan segera pulang kerumah dan membawa sarung untuk melakukan sholat berjamaah di masjid, karena kalau tidak, pasti makian yang akan saya dapat.

Selepas sholat magrib saya dan Sha adik saya harus sudah berada di kamar bunda untuk belajar mengaji. Dan tentu saja rotan menjadi sarapan saya sehari-harinya, karena ketidak seriusan saya ketika mengaji. Saya sering tertawa, tanpa mengerti apa hal lucu yang membuat saya melakukan hal tersebut waktu itu.

Memang bunda saya bukan almarhumah La-Rose yang lembut ketika memberi nasehat kepada anak-anaknya, karena bunda saya hanya wanita biasa yang bependidikan seadanya. Bunda tidak memiliki teori yang banyak ketika mendidik kami, karena internet tidak ada pada saat itu, pelajaran yang kami terima dari orang tua kami adalah praktek langsung terhadap kehidupan.

Bunda saya mengajarkan kepada kami apa itu sabar walau kalau ditanya pasti bunda tidak bisa menjelaskan apa definisi dari sabar itu sendiri, yang dia tahu dan selalu ada di kepalanya adalah “Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk kita , dan kita sebagai hamba-Nya hanya bisa menerima apapun ketentuan Allah, tanpa harus membantah-Nya, bisa kualat katanya“.

Tahun 1998-1999 adalah cobaan terbesar dalam hidup saya, dimana segala bentuk kemaksiatan terbuka lebar di depan saya, pada saat itu saya teramat bersyukur karena Allah Swt lahirkan saya dari rahim wanita sehebat bunda saya. Saya baru menyadari manfaat dari didikan orang tua saya ketika kecil.

Kelaparan ketika kecil mengajarkan saya untuk tidak menyentuh apa yang di sebut narkoba , ketika 98 % teman saya mengunakan narkoba sebagai pelarian dari masalah, bahkan sampai sekarang saya tidak tahu bentuk real dari daun ganja.

Bentakan dan pukulan ketika kecil mana kala saya tidak mau sholat atau mengaji dapat mencegah saya tetap berada di kamar kostan, ketika seluruh teman menjadikan tempat hiburan malam untuk melewati hari-harinya.

Rasa kebersamaan dan cinta kasih yang diajarkan sedari kecil mendorong saya untuk tidak melakukan hal-hal yang membuat malu keluarga saya dengan menghamili anak orang atau mengantarkan kekasih ke tempat aborsi.

Dan tentunya masih banyak peristiwa-peristiwa lainnya yang menyadarkan saya betapa beruntungnya memiliki keluarga dan orang tua seperti mereka.

Tahun ini genap 42 tahun bunda saya membina rumah tangganya , ketika mengetik postingan ini sesali saya menatap bunda yang sedang asik memasak di dapur, masih tetap sama seperti saya kecil, wanita ini tetap semangat untuk memberikan yang terbaik bagi kami. Masih tetap tidak bisa tidur sebelum kami semua anaknya pulang kerumah.

Tiada kata yang terindah selain ucapan terimakasih kepada Allah Swt yang telah melahirkan saya dari rahim wanita sehebat bunda saya. Selamat ulang tahun perkawinan bunda , terimakasih atas cintanya yang begitu besar kepada kami.

Sudah dulu ya tulisannya , saya mau mengucapkan selamat dan mencium bunda saya.

Wassalam,

Ucapan Terimakasih atas coment dan kunjungannya:

adikhresna , Menik , hanggadamai , antown , Rozy , olangbiaca , norie , daeng limpo , achoey sang khilaf , arifrahmanlubis , diana , realylife , rachmawan , TuanSUFI


” Sebuah Perenungan “

April 22, 2008

Wahai sahabat, jangan tertipu dengan kenikmatan dunia, Sesungguhnya umur itu akan berakhir, dan kenikmatan itu akan menghilang, Dan jika engkau mengusung jenazah ke kubur, Maka ketahuilah bahwasanya, engkau yang akan diusung sesudahnya


Seorang ulama besar yang sangat saya kagumi berkata :

Sibukkanlah dirimu dalam Agama, jika tidak kaupun akan sibuk tapi bukan dalam perkara Agama.

Gunakan waktumu untuk Agama, jika tidak waktupun akan habis tapi bukan dalam Agama.

Gunakan hartamu dalam Agama, jika tidak hartapun akan habis tapi bukan buat Agama.

Matilah Engkau dalam Agama, jika tidak Engkaupun akan mati tapi bukan dalam Agama.


Saudaraku kebanyakan manusia binasa disebabkan oleh dosa, kebanyakan ahli zuhud binasa disebabkan oleh syawat, dan kebanyakan wali binasa disebabkan oleh pikiran mereka pada waktu khalwat. Sedang para shiddiqin terkadang binasa karena kelengahan sekejap.

Tafakur adalah perbuatan hati. Jika engkau melihat kebaikan pada dirimu , bersyukurlah kepada Allah Swt. Jika engkau melihat keburukan pada dirimu, bertaubatlah dari keburukan itu. Dengan tafakkur, agamamu akan hidup dan syaitanmu akan mati.

Baca entri selengkapnya »