” Wanita Itu Bernama Masyitha “

76478367.jpg

Iman tidak ada kaitannya dengan kepandaian, melainkan ia berbanding lurus dengan sejauh mana kita mau berkorban dan bermujahadah untuk Agama Allah Swt. Karena berapa banyak hari ini orang yang pintar tetapi malah menjual agamanya sehingga tidak ada iman di dalam diri mereka walaupun sebesar biji sawi.

Iman bukan sesuatu yang tiba-tiba datang begitu saja, seperti hujan yang turun dari langit, tetapi iman akan datang kalau ada usaha atas pembentukan iman, Iman tidak bisa hanya dibicarakan dan diseminarkan tetapi iman butuh sesuatu untuk dipraktekan.

Iman bukan bakat bawaan, bukan sesuatu yang kita peroleh karena garis keturunan kita. Iman adalah hasil dari suatu proses pengorbanan diri dan perasaan demi tegaknya setiap perintah Allah di dalam diri kita, Dan itu berarti setiap orang ,Ya setiap orang sesungguhnya bisa memperoleh iman tersebut.

Ketika iman telah mencapai puncaknya, maka tidak ada lagi perbedaan antara emas dan tanah, kaya dan miskin, susah dan senang, pujian dan hinaan, karena semuanya telah terpuaskan dengan iman itu sendiri.

Iman adalah menafikan semua yang nampak dan hanya meyakini sesuatu yang tidak tampak, seperti malaikat , surga, neraka, kubur, masyar, mizan , syirat, dan lain sebagainya, karena sesuatu yang sekarang nampak suatu saat Allah akan musnahkan. Dunia yang kita diami sekarang ini, suatu saat Allah akan kiamatkan, Allah akan hancurkan dan Allah akan binasakan.

Banyak sekali cerita tentang keimanan tertulis dalam Alqur’an dan kisah-kisah lainnya yang bisa kita ambil sebuah pelajaran, sekaligus sebagai bahan renungan yang selanjutnya menyisakan sebuah pertanyaan , sejauh manakah keimanan yang kita miliki sekarang ini, apakah keimanan tersebut sudah masuk kedalam hati kita , atau baru pada permukaan bibir saja.

Salah satu kisah yang saya akan angkat kali ini adalah kisah tentang keimanan seorang wanita yang namanya sangat harum di sebut-sebut oleh penduduk langit, bahkan Ibnu Abbas ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bercerita : Ketika melakukan Isra’ aku mencium bau yang harum sekali, aku bertanya, “Bau harum apa ini?” Jibril menjawab,”Bau harum tukang sisirnya anak Fir’aun (Masyitah) bersama anak-anak dan suaminya.”

Dikisahkan suatu hari sisir yang sedang digunakan untuk menyisir anak majikannya terlepas dari genggamannya, maka tersibaklah sesuatu yang pada awalnya di sebunyikan, karena keyakinan telah masuk kedalam hatinya maka secara sepontan ia berucap,

”Bismillah ( dengan nama Allah )”.

Sebuah kalimat yang manghantarkannya kedalam siksaan yang tak berkesudahan yang dilakukan oleh Fir’aun dan para pengikutnya.

“ Apakah kamu memiliki Tuhan selain aku?” tanya Fir’aun kepadanya.

Masyitah menjawab,”Tuhanku, Tuhanmu, dan Tuhan segala sesuatu adalah Allah.”

Fir’aun langsung menghukumnya dengan mengikat kedua tangan dan kakinya dengan amat kencang, di lemparkannya ular-ular untuk menyiksanya, dan penyiksaan ini terjadi bukan hanya satu atau dua kali tapi berulang-ulang kali dan berhari-hari. Sampai Fir’aun datang dan berkata, “Apakah kamu sudah menyerah.”

Garis nasib telah mentakdirkan wanita ini tercatat sebagai penghuni surga , untuk menjadi pelajaran bagi generasi sesudahnya, tentang sebuah makna keimanan, segala siksaan teramat kecil bila dibandingakan dengan rasa cintanya kepada Allah Swt, dengan tegas wanita itu berucap ,”Tuhanku, Tuhanmu, dan Tuhan segala sesuatu adalah Allah.”

Fir’aun dengan sangat murka berkata, “Sungguh aku akan meyembeli anakmu dihadapanmu, apabila kamu tidak mau mengubah keyakinan.”.

Masyitah menjawab dengan penuh keberanian, “Lakukan apa yang kamu ingin lakukan.”

Lalu Fir’aun memerintahkan untuk disiapkan tungku besar yang terbuat dari tembaga, lalu diisi dengan minyak dan dipanaskan.

Setelah itu memerintahkan untuk melemparkan anak-anak Masyitah satu per satu. Sampai kepada anak yang masih bayi , saat itu sang anak berkata . “Wahai ibu, lompatlah jangan takut sesungguhnya kamu benar.”

Rasulullah bersabda,

“Ada empat anak yang dapat berbicara ketika masih bayi : anak ini ( anak Masyitah ), saksi Yusuf as ( Yusuf : 26-27 ) , anak kecil pada masa Juraij dan Isa bin Maryam as .

Ini merupakan keimanan yang kokoh, yang dapat mengoncangkan gunung bahkan Arsy Allah sekalipun. Keimanan yang diusahakan atas dasar cinta kepada suatu kebenaran , yang di hujudkan lewat perbuatan.

Sekarang kita dapat membandingkan keimanan seperti apa yang ada di dalam diri kita, apakah akan tetap kokoh mana kala hal yang sama menimpa kita seperti Masyitah dan keluarganya??? Atau akan bergeser hanya karena hal-hal yang berhubungan dengan urusan perut dan yang di bawah perut???

“ Ya Allah sempurnakan iman kami sebagaimana Engkau sempurnakan Iman para sahabat Nabi saw, Ya Allah lindungilah kami dari siksa api neraka “

Bahan Bacaan :
Best Women in Heaven karya DR.Musthafa Murad.

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

Adi Sucipto , chitink , nexlaip , olangbiaca , hanggadamai , Rozy , Um Ibrahim , nurussadad , danalingga , daeng limpo , selfpage , achoey sang khilaf

Iklan

21 Responses to ” Wanita Itu Bernama Masyitha “

  1. selfpage berkata:

    waaaahh pertamaxxx.. (terharu dan berbinar2)
    Subhanallah.. saya jadi merinding deh bacanya.

    “ Ya Allah sempurnakan iman kami sebagaimana Engkau sempurnakan Iman para sahabat Nabi saw, Ya Allah lindungilah kami dari siksa api neraka “

    Amin, ya Rabb

    Amiennnnnnnnn, Ya Allah berikan jodoh yang terbaik untuk saudari saya ini, Santi Widyarini binti fulan dan berikan lah keridhaan kepada dirinya dan anak keturunannya. ameinnnnnnnn

  2. selfpage berkata:

    Lha.. hehehe.. afwan.. blockquote nya ilangin aja akh.. hehe

    blockquote itu apaan sumpah gak ngarti ???

  3. Amalia hazen berkata:

    Subhanallah kekuatan cinta masyitah pada Allah.. bukan suatu hal yang mudah..
    Aku jd malu… karena iman ini blm menyatu di hati…
    InsyaAllah terus mencari hakikat-Nya.. biar tdk bisa berpaling lg.. doanya ya pak…

    Sama-sama doa bunda. Ya Allah mudahkanlah langkah-langkah kecil kami mencapai kecintaan-Mu

  4. rhainy berkata:

    Ya Allah, masukkan kami ke dalam kelompok orang2 yang Kau cintai……

    Amien ya Allah

  5. hanggadamai berkata:

    setuju
    iman bukan bawaan tapi sesungguhnya adalah kemauan dan kesungguhan

    Setuju

  6. antown berkata:

    iman itu nama almarhum teman saya. Tapi dia suka musik underground. yeaah!!

    🙂

  7. Yari NK berkata:

    Saya kok rasanya kurang setuju kalau dikatakan kepandaian tidak ada hubungannya dengan iman, memang betul orang2 yang beriman tidak perlu harus pandai, namun terkadang kepandaian atau akal sangat membantu dalam mempertebal iman kepada Allah swt.

    Saya punya pengalaman pribadi tentang hal ini lain kali kalau ada waktu dan kalau lagi mood saya ceritakan deh. Saya adalah orang yang termasuk dari kecil dididik sekular habis2an dan menempatkan agama sebagai hal yang paling bawah. Namun alhamdulillah sekarang saya sudah jauh lebih baik (menurut pandangan saya loh :mrgreen: ) daripada dulu walaupun tentunya masih jauh di bawah orang2 yg telah banyak mengetahui masalah agama, dengan berfikir dan berlogika saya justru percaya akan keberadaanNya dan kebesaranNya. Namun itu bukan berarti saya pandai lho, hanya saja alhamdulillah saya dapat memaksimalkan atau menggunakan otak saya yang minimal tersebut secara maksimal.

    Ada 2 tabir / hijab yang Allah berikan kepada orang-orang yang berilmu, pertama tabir Cahaya, dengan ilmu yang dia dapatkan akan semakin menghalagi dia dengan hidayah, dengan ilmunya dia merasa telah cukup sehingga timbul perasaan paling benar sendiri, dan menganggap orang yang diluar pemahamannya adalah sesat dan menyesatkan. Kedua tabir nafsunya dimana dia hanya mau menerima ilmu-ilmu yang sesuai dengan nafsunya.
    Tentunya disini saya sedang membahas ilmu yang tidak di sertai dengan dzikir ( ingat kepada Allah ).
    Ilmu pada hakekatnya adalah segala perintah Allah melalui baginda Rasulullah saw itu yang disebut ILMU. Karena hanya ilmu yang seperti itu lah yang bisa menyelamatkan kita di dunia yang sementara ini dan di alam-alam selanjutnya ( kubur , Masyar , Mizab, Syirat hingga surga-Nya ) sedangkan apa-apa yang diluar dari itu hanyalah pengetahuan, yang bisa berubah seiring waktu.
    oleh karenanya saya tulis iman tidak ada kaitannya dengan “ilmu” melainkan dengan sejauh mana kita mau berkorban demi menyempurnakan segala perintah Allah sesuai dengan apa yang di contohkan baginda Rasulullah saw.
    Hampir semua umat islam tahu sholat itu wajib barang siapa yang meninggalkannya akan mendapat azab dari Allah, tapi coba kita lihat berapa banyak hari ini umat Islam yang melaksanakan sholat???, itu baru satu amalan , saya rasa masih banyak amalan-amalan yang lainnya. Dan yang paling parahnya , semua orang islam tahu zina itu merupakan DOSA BESAR, bahkan bagi yang sudah menikah hukumannya di rajam hingga mati, tapi coba tanyakan kepada diri sendiri, berapa banyak orang islam yang hari ini berkutat pada dosa yang satu ini ??????? apa mereka tidak tahu ilmunya????? saya rasa mereka jauh lebih paham karena perkara zina tidak hanya mendera orang biasa bahkan ahli agama pun tak luput darinya. SATU HAL LAGI DAN INI YANG TERPENTING, hari ini semua wanita muslim tahu menutup aurat itu perkara yang WAJIB, tapi berapa banyak yang dengan kesadarannya mau menutup aurat ????.

    Ya Allah , kami berlindung dari ilmu tanpa amal , dari amal tanpa ke ikhlasan.

  8. Yari NK berkata:

    Weeekz…. udah kesubmit duluan….. hehehe…. kalau memang ada orang “pintar” telah menjual agamanya itu berarti ada dua kemungkinan:
    Pertama mungkin ia tidak begitu pintar… atau ia pintar dalam otak tapi ia dibutakan hatinya…. sehingga ego hatinya lebih kuat daripada otaknya yang cerdas sendiri…….
    Kedua Ia memang cerdas…. tetapi seperti halnya manusia lainnya…. ia tak sempurna…. hanya Allah-lah yang maha sempurna….

    Namun tentu saja itu tidak menulifikasi bahwa akal bisa memperkuat iman atau kecerdasan ada hubungannya dengan iman, untuk itu Allah memberikan kita kecerdasan tersebut…….

  9. Agus Taufiq Hidayat berkata:

    Mmmhh…. mungkin ini yang disebut dengan hakikat cinta, bagaimana mengajak diri kita, isteri kita, anak kita, keluarga kita dan umat seluruh alam kepada Allah SWT…… termasuk ce yang di metro mini… :))

    Pak Agusssssssssssssssss, Kenapa juga bahas tentang ce itu, lagian itu bukan di metro mini tapi di Kopaja hiks,

  10. ashardi berkata:

    intinya di iman ya…semakin tebel iman kita, makin kuat islam kita…

    Yup, untuk menebalkan iman kita di perlukan ilmu, tetapi banyaknya ilmu tidak lantas menjamin tebalnya iman, tebalnya iman bisa dilihat sejauh mana kita bermujahadah dalam menjalankan setiap perintah-perintah Allah swt dengan cara Rasulullah saw.

  11. okebebeh berkata:

    ooo..namanya masyithoh toh mas calonnya…

    He..he..he.. 🙂

  12. tasmerah berkata:

    Iman timbul dari pendengaran lho,…

    Iman akan lahir dan tumbuh seiring dengan seberapa besar diri kita mau bermujahadah atas nafsu kita. Mendengar, melihat dan belajar hanya sampai pada tahap “Tahu” belum pada tahap pencapaian iman. contoh kecil ketika adzan berkumandang disini dapat kita gunakan untuk mengetes kadar keimanan kita. Bagi orang yang tiada iman ( memiliki iman yang kecil ) dia mengartikan adzan sebagai tanda waktu sholat, Tapi bagi yang memiliki Iman, mengartikan sebagai panggilan dari sang Pemberi Hidup ( baca : Allah swt ). Kalau hanya mendengar, Abu Jahal pun selalu menyertai/ mendengar Nabi berdakwa, hanya bedanya , kalau sahabat Nabi mendengar dan mengamalkan karena memiliki Iman , sedangkan Abu Jahal mendengar lalu menghinakan, mereka sama-sama mendengar tapi ada perbedaan disini, ini terjadi karena faktor iman dan keinginan untuk bermujahadah atas iman.

  13. erander berkata:

    Ingat lagunya Raihan .. iman tak dapat diwarisi walaupun oleh orang tua yang sholeh, iman tak dapat diperjual beli, karena datangnya dari hati

    Bener pak Iman tak mengenal waris, kalau iman mengenal waris tentunya Ibrahim as tak beriman karena kedua orang tuanya bukan hanya penyembah bahkan pembuat berhala, begitu juga kalau iman bisa di wariskan tentunya anak nabi Nuh as akan beriman nyatanya anak nabi Nuh tak beriman.

  14. rey berkata:

    kalo jaman dulu terang2an lan, dah ketauan musuhnya sapa, tapi kalo sekarang… banyak musuh dlm selimut, banyak godaan2 terselubung, dan itu lbh menyeramkan, takutnya gak ‘ngeh’ kalo itu musuh dan harus diperangi, hiiii…

    Btw pas gue klik ‘continue reading’nya kok gak mo kebuka2 ya lan? akhirnya gue nge-klik judulnya biar bisa kebaca semuanya.

    Justru yang menakutkan bukan musuh yang datang dari luar diri kita , tapidari dalam hati kita, dan itu berati tidak mengenal jaman 😦

  15. daeng limpo berkata:

    adakah iman seperti masyithoh di jaman sekarang ini?, dizaman instan, informasi yang begitu deras,lingkungan yang serba melihat materi….wallahu a’lam bissawab.

    Tuhan yang di sembah Masitha sama dengan Tuhan yang kita sembah, masih sama-sama Allah yang satu, yang memiliki kuasa atas setiap diri, yang tak pernah pilih kasih , kalau Dia memberikan iman kepada Masitha maka hal yang sama pun pastinya akan Dia beri kepada setiap orang mana kala kita memberikan pengabdian dan kecintaan yang sama seperti kecintaan yang Masitha berikan kepada Allah swt.

  16. putirenobaiak berkata:

    jadi malu membaca ini, imanku masih tipis kali ya. mencerahkan tulisannya. maksih ya dah mampir, salam kenal

    Alhamdulillah ibu masih mempunyai iman, karena Allah berjanji sekecil-kecilnya iman , Allah swt akan ganti dengan surga yang luasnya 10 dunia, maka bersyukurlah orang-orang yang memiliki iman di dalam dirinya. Sekarang bagaimana kita yang telah di beri iman oleh Allah, mempertahankan dan meningkatkan imat tersebut sampai pada iman yang di kehedaki Allah swt dan rasul-Nya.

  17. putirenobaiak berkata:

    jadi malu membaca ini, imanku masih tipis kali ya. mencerahkan tulisannya. makasih ya dah mampir, salam kenal

    Alhamdulillah ibu masih mempunyai iman, karena Allah berjanji sekecil-kecilnya iman , Allah swt akan ganti dengan surga yang luasnya 10 dunia, maka bersyukurlah orang-orang yang memiliki iman di dalam dirinya. Sekarang bagaimana kita yang telah di beri iman oleh Allah, mempertahankan dan meningkatkan imat tersebut sampai pada iman yang di kehedaki Allah swt dan rasul-Nya.

  18. raddtuww tebbu berkata:

    subhanallah,, terimakasih atas pencerahannya,, sampe merinding bacanya,,

  19. realylife berkata:

    iya baru nyadar
    nunggu tulisan baru yang dari dalam hati ya
    ok ?
    semangattttttttt

  20. nurussadad berkata:

    komentarnya padha seriuss semua…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: