“ Syahidnya Sang Penyair “

 

79392657.jpg

“ Bila Zaid bin Haritsah ra syahid, maka pemimpinnya adalah Ja’far bin Abi Thalib ra. Dan bila Ja’far pun syahid, pemimpinnya adalah Abdullah bin Rawaha. ra dan jika ia juga syahid , maka terserah kaum muslimin untuk memilih siapa pemimpinnya. “

Setelah berkata demikian maka Rasulullah saw memberangkatkan 3 ribu orang untuk menghadapi pasukan raja Rum. Musuh ribuan kali lipat jumlahnya membuat ciut hati kaum muslimin, maka Abdullah bin Rawaha. ra si penyair berkata dengan lantangnya “ Hai orang-orang. Apakah yang kalian takuti ? untuk apa kalian keluar meninggalkan rumah kalian ? Apakah kalian keluar ini bukan untuk mati syahid ? Kami adalah orang-orang yang tidak memperhitungkan kekuatan ataupun banyaknya orang dalam pertempuran. Kami hanya berperang agar di suatu hari nanti, Allah Swt. memuliakan kita . Majulah, setidaknya salah satu diantara dua kemenangan meski kita dapatkan. Mati syahid , atau menang dalam pertempuran ini “

Pertempuran semakin dasyat dan tidak seimbang karena banyaknya tentara lawan , tapi para sahabat terus berjuang sampai titik darah penghabisan, Zaid bin Haristah ra syahid, bendera di bawa oleh Ja’far bin Abi Tahlib ra, dan ia pun juga syahid. pertempuran telah berlangsung berhari-hari, bahkan tentara muslim sudah 3 hari tidak makan.

Ketika Ja’far bin Abi Thalib ra telah mati syahid maka orang-orang memanggil Abdullah bin Rawaha. ra ketika itu ia sedang berada di sebuah sudut dengan beberapa tentara muslimin, sedang memakan sepotong daging karena sudah tiga hari lamanya mereka tidak makan sesuatu pun. Mendengar suara yang memanggilnya, maka dilemparkannya sisa daging itu. Ia berkata memarahi dirinya sendiri, “Hai lihatlah Ja’far telah syahid, sedangkan kamu masih sibuk dengan keduniaanmu.”

Maka ia segera maju menyerang ke depan dan mengambil bendera kaum muslimin. Tetapi jari tangannya telah terluka berlumuran darah dan tekulai hampir putus. Kemudian jari itu diinjaknya dengan kakinya sendiri lalu ditariklah tangannya sehingga terpotonglah jarinya tersebut. Dalam keadan susah payah seperti ini, ia merasa sedikit ragu didalam hatinya karena hampir tidak ada semangat dan kekuatan lagi untuk berperang, Tetapi keraguan tersebut hanya terlintas sebentar saja dalam hatinya.

Ia segera membaca bait-bait syairnya yang menghantarkannya kepada ke syahidan.

“Demi Allah…! Wahai hati, kamu harus turun,
Meskipun dengan senang hati, atau dengan berat hati.
Kamu telah hidup dengan ketenangan beberapa lama.
Berpikirlah, pada hakikatnya, kamu berasal dari air mani
Lihatlah orang-orang kafir telah menyerang orang-orang Islam
Apakah kamu tidak menyukai syurga ..???
Jika kamu tidak mati sekarang,
Suatu saat nanti, akhirnya kamu akan mati juga.”

Sang penyair itu kini telah tiada , perang Mu’tah menjadi saksinya, tentang keberanian seorang anak manusia, yang setia dengan keyakinannya, Ia adalah orang yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Ia yang pada saat peristiwa Aqabah menjadi wakil dari Bani Harits bin Al khazraj untuk mengucapkan janji setia akan melindungi Rasulullah seperti melindungi isteri dan anak-anak mereka sendiri. Ia orang yang tidak pernah absen dalam setiap pertempuran dengan orang-orang kafir. Ia yang setiap keluar atau masuk rumah selalu sholat 2 rakaat, Ia orang yang pertama yang berangkat perang dan orang yang terakhir kembali.

Penyair itu kini telah pergi, membawa ribuan syair tentang kehidupan dan semangat, syair yang tidak pernah mati karena didalamnya berisikan kecintaan terhadap Allah dan Rasulnya, terhadap Agama-Nya. Syair yang mengalun lembut di telinga Rasulullah ketika beliau masuk ke mekah untuk melakukan ibadah umrah.

Abdullah bin Rawaha. ra seorang penyair yang di cintai Allah dan Rasul-Nya, yang lebih mencintai akhirat ketimbang dunia yang fana, gambaran syurga dan kenikmatannya tergambar jelas di matanya. Mata yang selalu terjaga di jalan Allah , mata yang selalu menangis karena takut akan azab Allah.

Zaid bin Haritsah ra, Ja’far bin Abi Thalib ra, Abdullah bin Rawaha. ra dan masih banyak nama sahabat yang lain , Mereka membangun agama Allah diatas pundak-pundak mereka, Mereka berlalu sebelum dunia menerima Islam. Berilah mereka upah, wahai Tuhan Pencipta langit dan bumi. Engkau menjanjikan kepada mereka dan mereka menyambutnya. Siapa yang lebih setia pada janji selain Engkau.

Ya Allah , lapangkanlah kuburnya, turun cahaya di dalamnya, dan ampunilah dosanya, angkatlah derajatnya.
Ya Allah berilah kepada kami kecintaan kepada Agama sebagaimana para Sahabat mencintai agama mereka.


Bahan bacaan :
Fadhilah Amal Karya maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi Rah.a
Para Perindu Syurga Karya DR. Ali Syamsi Al Nasy-Syar.

Terimakasih atas atas comment dan kunjungannya :

selfpage , Amalia hazen , rhainy , hanggadamai , antown , Yari NK , Agus Taufiq Hidayat , ashardi , okebebeh , tasmerah , erander , rey , daeng limpo , raddtuww tebbu , realylife

Iklan

19 Responses to “ Syahidnya Sang Penyair “

  1. realylife berkata:

    semoga surga untuk mereka para sahabat nabi , tabiin, ulama dan untuk kita semua umat Nabi Muhammad SAW
    Insya Allah

    Amien

  2. nurussadad berkata:

    manusia mati meninggalkan nama,,
    penyair meninggalkan syair-syairnya

    Siapapun kita dan apapun profesi kita semoga setiap kita yang mati membawa iman yang sempurna sebagaimana yang di kehendaki Allah dan rasul-Nya. ” Ya Allah jangan matikan kami sebelum iman kami sempurna”

  3. Adi Sucipto berkata:

    Assalamu’alaikum
    Tulisan2 antum begitu bermakna khi. Terbayang kemuliaan itu pada diri antum. Ana, tak ada tanggapan lain soal postingan kali ini. Wassalam

    Walaikumsalam warahmatullah wabarakatu.
    YA Allah kami berlindung dari ilmu tanpa amal , amal tanpa keikhlasan , semoga Rahmat dan ampunan Allah selalu bercucuran pada diri antum keluarga antum dan anak keturunan antum serta kepada kita semua, amien. “

  4. Adi Sucipto berkata:

    Assalamu’alaikum
    Tulisan2 antum begitu bermakna khi. Terbayang kemuliaan itu pada diri antum. Ana, tak ada tanggapan lain soal postingan sarat makan ini. Wassalam

    Walaikumsalam warahmatullah wabarakatu.
    YA Allah kami berlindung dari ilmu tanpa amal , amal tanpa keikhlasan , semoga Rahmat dan ampunan Allah selalu bercucuran pada diri antum keluarga antum dan anak keturunan antum serta kepada kita semua, amien. “

  5. Adi Sucipto berkata:

    Assalamu’alaikum
    Tulisan2 antum begitu bermakna khi. Terbayang kemuliaan itu pada diri antum. Ana, tak ada tanggapan lain soal postingan sarat makna ini. Wassalam

    Walaikumsalam warahmatullah wabarakatu.
    YA Allah kami berlindung dari ilmu tanpa amal , amal tanpa keikhlasan , semoga Rahmat dan ampunan Allah selalu bercucuran pada diri antum keluarga antum dan anak keturunan antum serta kepada kita semua, amien. “

  6. uwiuw berkata:

    kadang baca perjungan mereka seolah kita ini bener2 bukan apa-apa..dan mereka juga ngak terlihat seperti kebanyakan manusia yg kita kenal 🙂

    Sangat jauh apabila kita membandingkan diri kita dengan mereka para sahabat Nabi, Iman sahabat nabi mencapai titik sempurna sebagaimana yang di kehandaki Allah dan rasul-Nya, mereka mengusahakan iman meraka lagi dan lagi . Seorang Ulama mengatakan “ Kalaulah hati para sahabat nabi ini diambil dari dadanya kemudian dicacah cacah maka tak ada satu celah pun yang berisi selain Allah Swt.”
    Iman para sahabat nabi mencapai titik sempurna karena mereka belajar langsung dari Rasulullah saw selama 13 tahun, dibawah arahan dan bimbingan langsung dari beliau saw, layaknya karang yang tak bergeser begitu juga Iman para sahabat . ketika seorang sahabat ditangkap oleh orang Romawi dan disuruh murtad dari Islam dengan menawarkan akan memberikan seluruh kerajaan kepadanya tetapi sahabat tetap menolaknya dengan mengatakan : “ Walaupun seluruh dunia diberikan kepada ku maka sekejap pun saya tak akan bergeser dari agama Islam “.
    Bayangkan dengan keimanan kita hari ini , hanya karena di janjikan indomie 1 kardus sudah mau mengganti keyakinan kita dan menjadi murtad. Sesungguhnya keiman kita masih teramat jauh dari apa yang Allah Dan Rasul-Nya harapakan , bahkan standar Iman yang Allah inginkan yaitu Iman para sahabat Nabi kita belum bisa menyamainya.
    Tetapi anehnya kita merasa sudah teramat paham dan merasa cukup dengan agama yang ada dengan kita sekarang ini tanpa bermaksud untuk meningkatkan kwalitas ke beragamaan kita. Entah neraka bagian mana yang kelak akan kita diami dengan kwalitas iman yang kita miliki sekarang ini.
    “Sesungguhnya hanya kepada Allah lah saya mengadukan semua ini “

  7. selfpage berkata:

    Ya Allah, karuniakan keturunan-keturunan yang mujahid dan mujahidah untuk akhi saya, Landy bin fulan. Mudahkanlah prosesnya, mantapkan hatinya, luruskan niatnya, sehingga walimah segera terselenggara. Amiin.

    Ya Allah berikan juga hal yang sama kepada Santi Widyarini binti fulan dan seluruh umat nabi Muhammad saw. Amin

  8. antown berkata:

    kirain saya masuk urutan pertama yang komen 🙂 ternyata tidak hehe..

    piss

    piss juga 🙂 , gpp gak pertama komen di blog saya , yang penting nanti menjadi orang yang sama-sama masuk surga-NYa, dan menjadi orang yg paling pertama dalam ketaatan kepada-Nya

  9. Rozy berkata:

    Ya Rahman Ya Rahim…

    Ya Rasulullah… 😥

    Ayo bang semangat 😉

  10. daeng limpo berkata:

    sekarang banyak ditemukan para pemimpin umat yang mengorbankan umat demi nafsi-nafsi

    Dalam salah satu hadist yang di riwayatkan dari Abu darda ra, Rasulullah saw bersabda : ” Tetaplah kalian menyuruh manusia berbuat baik dan mencegah kemungkaran, kalau tidak, Allah swt akan membangkitkan raja yang dzalim yang akan memerintah kalian, dia tidak akan menghormati orang-orang tuamu dan tidak akan menyayangi yang muda-muda darimu. Kemudian kamu akan berdoa kepada-Nya, tetapi Dia tidak akan menerima doamu, Kamu akan meminta bantuan-Nya. Tetapi dia tidak akan membantumu. kamu akan meminta ampun dari-Nya, tetapi Dia tidak akan mengampunimu”. Jadi sekarang kita bisa jawab sendiri kenapa Allah utus kepada kita pemimpin-pemimpin yang dazlim yang tidak memikirkan rakyatnya melainkan nafsi-nafsi.

  11. olangbiaca berkata:

    Aslkm..serasa di sana…..bersama mereka yg mulia, yg sudah berbahagia di Surga…

    Amien , semoga Allah kelak kumpulkan kita bersama mereka , para sahabat nabi dan para kekasih Allah.

  12. Adi Sucipto berkata:

    Assalamu’alaikum

    Suqronlaka ya akhi Akbar. Semoga keselamatan, rahmat, barokah dan ampunan juga terlimpah pada diri antum, keluarga (calon ya?) antum, muslimin muslimat, mukminin mukminat. Amin Allahumma Amin.

    Wassalam

    Walikumsalam , wr,wb.
    Amien sama-sama akhi Adi

  13. ashardi berkata:

    nama mereka sampai skarangpun masih diceritakan… mungkin itu udah jadi salah satu bukti nyata dari hasil perjuangan mereka…

    Betul , dan semoga kita terus menceritakan kepada anak cucu kita tentang kehebatan para sahabat Nabi, dan kita berusaha keras untuk mencontoh mereka .

  14. norie berkata:

    Assalamu’alaikum
    Bukankah kita (mungkin saya belum termasuk) yang hidup di masa kini juga merupakan orang-orang hebat. Bisa bertakwa dan teguh menjaga iman, tanpa pernah melihat mukjizat (kecuali Quran).

    Kita pada kurun terakhir ini akan menjadi hebat mana kala mempunyai iman dan ketakwaan sebagaimana para sahabat nabi, Karena sahabat nabi merupakan orang-orang yang telah sukses dan berhasil menurut Allah dan rasul-Nya sehingga keridhaan terhadap mereka Allah swt abadikan dalam alqur’an. kalau hari ini kita telah merasa beriman dan bertakwa tetapi cara dan pengaplikasiannya tidak sesuai dengan apa yang rasulullah saw dan para sahabat lakukan maka bukan beriman dan bertakwa namanya. Iman Malik Rah.a mengatakan : ” Umat pada kurun terakhir ini tidak akan menjadi baik kecuali menempuh cara sebagaimana yang di tempuh pada kurun terdahulu “

  15. jadilah penyair untuk lukiskan penghambaan ini dan semuanya lebih indah

    Semoga Allah pilih kita menjadi kekasih-kekasih-Nya

  16. Um Ibrahim berkata:

    Salaam,

    beriman dijaman sekarang ini memang teramat susah, tapi bagi yg berhasil, Nabi SAW pun berkata bahwa saudaranya adalah manusia2 bertaqwa di akhir jaman, karena perjuangannya lebih sulit dibanding jaman Rasul SAW dahulu 🙂

    thank’s for sharing syair yang begitu indah 🙂

    Rasulullah saw , bersabda : “Seluruh umatku akan masuk surga kecuali mereka yang enggan. “Para sahabat bertanya,”Siapa yang enggan itu ya Rasulullah asw ?”. Jawab Beliau, “Siapa yang mentaatiku akan masuk surga, dan siapa yang mengingkariku maka sesungguhnya dialah yang enggan.”

    Dalam hadist yang lain rasulullah saw bersabda :”Tidak sempurna iman seseorang diantara kalian sehingga segala keinginannya mengikuti apa yang aku bawa.’ ( Misykaat )

  17. neozam berkata:

    benar-benar pencerahan!!!
    apa paun yang kita lakukan, niat jihat di jalan Allah selalu terbuka lebar. Agar tercapai satu titik “Ridho Allah swt” atas segala yang telah kita lakukan. Mudah2an kita selalu diberi kekuatan agar selalu berada di jalan-Nya. Kadang halangan melintang, kadang ada duri di tapak jalan. Hanya perlindungan-Nya lah yang dapat menolong dari semua godaan dunia.

  18. neozam berkata:

    benar-benar pencerahan!!!
    apa pun yang kita lakukan, niat jihat di jalan Allah selalu terbuka lebar. Agar tercapai satu titik “Ridho Allah swt” atas segala yang telah kita lakukan. Mudah2an kita selalu diberi kekuatan agar selalu berada di jalan-Nya. Kadang halangan melintang, kadang ada duri di tapak jalan. Hanya perlindungan-Nya lah yang dapat menolong dari semua godaan dunia.

  19. hanggadamai berkata:

    syair yang menguatkan iman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: