“ Lagi dan lagi mengenai Iman “

200573534-001.jpg

Sifat yakin terhadap ke maha kuasaan Allah harus dimiliki oleh setiap diri kita tanpa kecuali. Kapan pun dan dimanapun kita harus meyakini apa yang datang dan terjadi terhadap diri kita semata-mata datang dari Allah, sifat-sifat seperti ini harus dan wajib dimiliki oleh setiap kita, bahkan para malaikat sekalipun.

Seluruh penduduk langit mempunyai sifat yakin yang betul karena mereka melihat secara langsung hal-hal yang ghaib, melihat syurga dan neraka, bahkan ada malaikat yang bertugas memikul Arsy Allah Swt.

Tak ada satu jengkal pun diantara langit dan bumi melainkan ada malaikat dan malaikat seluruhnya ada dalam perintah Allah Swt. Ada malaikat yang bersujud terus sampai hari kiamat, ada yang bertakbir sampai kiamat, bahkan ada riwayat menyebutkan Israfil dalam keadaan posisi siap meniup terompet sampai perintah Allah Swt untuk meniupkannya.

Tidak hanya para malaikat bahkan seluruh Nabi dan Rasul mempunyai sifat yakin terhadap kalimat Laailahaillalah karena seluruh Nabi mempunyai tugas untuk menyampaikan kalimat ini kepada seluruh manusia “ Wahai manusia !!! katakanlah Laailaha illalah niscaya kamu akan berjaya”.

Ketika ada seorang Nabi yang sedikit saja melenceng keyakinannya kepada Allah Swt maka Allah Swt akan langsung menegur dia, sebagai mana beberapa contoh dibawah ini :

Ketika Nabi saw di datangi seorang Yahudi dan orang itu bertanya tentang jumlah Ashabul Kahfi maka Rasulullah saw langsung menjawab : Besok saya akan berikan jawabannya !!

Nabi lupa untuk mengatakan Insya Allah !! karena beliau begitu yakin Jibril akan datang besok seperti kebiasaannya selama ini. Beliau lupa bahwa Jibril datang bukan karena kehendaknya tetapi semata-mata karena ijin dari Allah swt, Allah Swt yang mendatangkan Jibril bukan Rasulullah saw.

Maka setelah ditunggu 14 hari Jibril tak juga datang dan Rasulullah saw merasa malu dilecehkan Yahudi tadi , tetapi inilah tarbiyat dari Allah Swt kepada Rasulullah saw dan ketika hari yang ke 15 barulah Jibril turun dengan membawa ayat bukan tentang Ashabul Kahfi melainkan yang berbunyi : “Janganlah kamu berkata bahwa kamu akan berbuat ini dan itu esok hari melainkan ucapkan Insya Allah.”

Nabi Musa as pun di tarbiyat oleh Allah Swt, ketika Allah Swt bertanya kepada Nabi Musa as : “ Apa yang ada ditanganmu wahai Musa?”, Maka Musa as katakan : “ Inilah tongkatku, Aku bertelekan diatasnya dan untuk mengambil daun bagi kambingku, bagiku juga tongkat ini memiliki kemanfaatan yang banyak”.

Jadi Musa as yakin bahwa tongkatnya akan beri manfaat kepada dirinya, ia lupa bahwa manfaat dan mudhorot datang dari Allah Swt. Akhirnya Allah Swt tarbiyat dan memerintahkan Nabi Musa as untuk melemparkan tongkatnya “Lemparkan Wahai Musa”!!

Maka ketika tongkatnya itu dilemparkan tongkat itu berubah menjadi ular yang bergerak cepat. Ular itu langsung mengejar Musa as sehingga Musa as takut dan melarikan diri, bayangkan barang yang tadinya memberi manfaat berubah menjadi mudhorot atas seijin Allah Swt.

Begitu juga dengan Nabi Yusuf as ketika dipenjara yang seharusnya hanya 2 tahun, Tetapi ketika Nabi Yusuf tawajjuh kepada sahabatnya yang akan keluar penjara dengan mengatakan : “Sebutlah nama ku kepada Raja kamu “ Nabi Yusuf menginginkan temannya yang keluar penjara memberitahukan bahwa ada Yusuf di penjara yang dapat mengungkapkan tabir mimpi. Tetapi karena ketawajjuhan kepada mahluk dan berpaling dari ketawajjuhan kepada Allah Swt, maka Allah Swt tarbiyat dengan menjadikan sahabatnya lupa untuk melaporkan kepada Raja. Dan tidak tanggung-tanggung Allah Swt menambah hukumannya menjadi 9 tahun.

Sesungguhnya dari kisah-kisah diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa keyakinan yang sempurna kepada Allah Swt haruslah selalu diusahan lagi dan lagi, seperti halnya para sahabat Nabi saw mengusahakan iman mereka. Seorang Ulama mengatakan “ Kalaulah hati para sahabat nabi ini diambil dari dadanya kemudian dicacah cacah maka tak ada satu celah pun yang berisi selain Allah Swt.”

Iman para sahabat nabi mencapai titik sempurna karena mereka belajar langsung dari Rasulullah saw selama 13 tahun, dibawah arahan dan bimbingan langsung dari beliau saw, layaknya karang yang tak bergeser begitu juga Iman para sahabat . ketika seorang sahabat ditangkap oleh orang Romawi dan disuruh murtad dari Islam dengan menawarkan akan memberikan seluruh kerajaan kepadanya tetapi sahabat tetap menolaknya dengan mengatakan : “ Walaupun seluruh dunia diberikan kepada ku maka sekejap pun saya tak akan bergeser dari agama Islam “.

Bayangkan dengan keimanan kita hari ini , hanya karena di janjikan indomie 1 kardus sudah mau menganti keyakinan kita dan menjadi murtad. Sesungguhnya keiman kita masih teramat jauh dari apa yang Allah Dan Rasul-Nya harapakan , bahkan standar Iman yang Allah inginkan yaitu Iman para sahabat Nabi kita belum bisa menyamainya.

Tetapi anehnya kita merasa sudah teramat paham dan merasa cukup dengan agama yang ada dengan kita sekarang ini tanpa bermaksud untuk meningkatkan kwalitas ke beragamaan kita. Entah neraka bagian mana yang kelak akan kita diami dengan kwalitas iman yang kita miliki sekarang ini.

“Sesungguhnya hanya kepada Allah lah saya mengadukan semua ini “

Wallauhu a’lam

 

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

realylife , nurussadad , Adi Sucipto , Adi Sucipto , uwiuw , selfpage , antown , Rozy , daeng limpo , ashardi , norie , achoey sang khilaf , Um Ibrahim

Iklan

11 Responses to “ Lagi dan lagi mengenai Iman “

  1. Agus Taufiq Hidayat berkata:

    Ada posting terbaru….?

    Tunggu 3 hari lagi 😉

  2. nurussadad berkata:

    kepada siapa lagi koo bukan kepada Allah…?

  3. uwiuw berkata:

    hmm…pointnya dimengerti 🙂 kalau bukan karena dan kepada allah, maka segala sesuatu tidak akan berguna

  4. realylife berkata:

    semoga iman selalu ada di hati kita semua
    Amin

  5. Adi Sucipto berkata:

    Assalamu’alaikum wr wbr.

    Lagi-lagi ana diingatkan nih. Teringat pada hakekat dari sebuah pertanyaan Malaikat kepada Rasulullah dalam penyamarannya. Maa huwa…; ya, maa huwal iman? ma huwal islam? dan maa huwal ikhsan? Satu paket pertanyaan, yang kemudian dijawab sendiri oleh Malaikat. Ana yakin, bahwa saya dan antum paham maknanya. Tapi yang jelas, ana belum melakukan hakekatnya; hakekat iman, islam dan ikhsan. Allah…, lagi-lagi aku malu pada-Mu. Maafkan aku, Allah….

    Wassalamu’alaikum wr wbr.

  6. Adi Sucipto berkata:

    Assalamu’alaikum wr wbr.

    Lagi-lagi ana diingatkan nih. Teringat pada hakekat dari sebuah pertanyaan Malaikat (dalam penyamarannya) kepada Rasulullah. Maa huwa…; ya, maa huwal Iman? maa huwal Islam? dan maa huwal Ikhsan? Satu paket pertanyaan, yang kemudian dijawab sendiri oleh Malaikat. Ana yakin, bahwa saya dan antum paham maknanya. Tapi yang jelas, ana belum melakukan hakekatnya; hakekat iman, islam dan ikhsan. Allah…, lagi-lagi aku malu pada-Mu. Maafkan aku, Allah….

    Wassalamu’alaikum wr wbr.

  7. chitink berkata:

    Ada posting terbaru….?

    Tunggu 3 hari lagi 😉

    ko ga pake insya Allah???
    😕

  8. mutiatun berkata:

    Ane jadi inget ada seorang teman yang sedang saum. Trus ane kasi jajan, dia bilang insya Allah. Dalam ati ane ga abis pikir…. kenapa bilang insya Allah padahal dia bener-bener shoum..? Ane pikir-pikir emang betul harus bilang insya Allah….. cos belum tentu Allah akan menjamin sampai waktu buka tiba. Apalagi sebagai kaum hawa, kemungkinan batal ditengah perjalanan itu pasti ada…….

  9. hafidzi berkata:

    Iman Vs Nafsu nih ceritanya…
    kalo menang iman = jaya lah
    klo sebaliknya = bakal berkurang tuh jatah sholat kita (alias lupa waktu sholat) hehe..IMHO aja.
    lm knl **

  10. hanggadamai berkata:

    semua yg terjadi di dunia yg fana ini, atas izin ALLAH sang Pencipta

  11. daeng limpo berkata:

    ketika saya membaca postingan ini, saya merasa menjadi manusia yang begitu jauuuuuuuuuuuuuh dari Allah. Semoga saja Allah belum meninggalkan saya.
    Thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: