“ Para Perindu Surga “

“ Islam tegak atas dasar sebuah toleransi yang tinggi, yaitu setia hanya kepada risalah Muhammad saw , karena risalah-risalah lain hanyalah fatamorgana. Toleransi yang tinggi berarti melepaskan kepentingan kehidupan duniawi demi kehidupan lain yang lebih baik, dan itulah yang mendorong seseorang tidak takut siksaan dan penderitaan. Jiwanya jauh lebih tinggi dari hal-hal yang nista, dan dimatanya dunia ini hanyalah sebuah lingkaran kecil yang bergerak menuju alam yang abadi. Itulah sikap para Sahabat Rasul dahulu.”

Hai orang-orang, apakah tidak baik surga itu, Dan surga sudah dekat, betapa indahnya ia, dan betapa sejuknya air surga itu,

Syair yang berkali-kali dikumandangkan Ja’far bin Abi Thalib ra. ketika perang Mut’ah. Dengan gagah berani ia maju ke medan pertempuran mengambil bendera yang sebelumnya dipegang oleh Zaid bin Haritsah ra yang terlebih dahulu syahid, Ja’far maju menerobos pasukan musuh.

Sebuah pedang musuh menebas tangan kanannya sehingga darah segar menyembur ke udara menyebabkan bendera kaum muslimin terjatuh. Tanpa menghiraukan rasa sakit maka bendera tersebut diambil dengan tangan kirinya. Tetapi, musuh kembali memotong tangan kirinya. Maka ia segera mendekap bendera itu di dadanya dengan kedua lengan yang masih tersisa dan digigitnya bendera itu dengan sekuat tenaga.

“Wahai penghuni langit, turunlah kalian kebumi. Lihatlah bendera itu, bendera Rasulullah, masih berkibar, dengan potongan tangan yang tersisa, dengan segenap jiwa dan raga, dia menggenggam amanat yang diberikan oleh Rasulullah saw, sampai titik darah penghabisan. Sampai ruh terlepas dari jasad.”

Kemudian, secara tiba-tiba seorang musuh dari arah belakang menebasnya dengan pedang sehingga tubuhnya terpotong menjadi 2 bagian . ia pun roboh ke tanah, dan mati dalam keadaan syahid. Ketika itu ia masih berumur 33 tahun.

Lelaki dengan keberanian yang luar biasa. Lelaki yang memimpin hijrah ke Habsyi. Lelaki yang syahid dengan sembilan puluh luka di tubuh dan wajahnya. Lelaki yang berdiri di samping kiri Rasulullah ketika sedikit orang yang menerima seruan Islam. Lelaki yang menyongsong Islam saat dunia berpaling darinya. Dialah Ja’far bin Abi Thalib.ra, Lelaki yang Allah berikan 2 buah sayap untuk menuju syurga sebagai pengganti lengannya yang putus akibat tebasan pedang.

Kesyahidan merupakan cita-cita para Sahabat, tubuh tercacah pedang merupakan dambaan mereka, agar mereka kelak akan berkata dihadapan Allah Swt, “ Wahai Allah aku korbankan lenganku , kakiku, jiwa, raga dan persaanku untuk agama-Mu.”

Di alam lain yang tiada batas, berkumpullah orang-orang tercinta yang mengartikan cinta sejati sebagai pengorbanan kepada Allah dan Rasul-Nya, bukan sebagai nafsu. Di dunia mereka adalah para pejuang yang setia pada kebenaran, dan di akhirat mereka adalah pahlawan syahid yang abadi.

Mungkin ku tak mampu usir gelap ini, Tapi dengan nyala nan redup ini, kuingin tunjukan beda gelap dan terang, kebenaran dan kebatilan, Orang yang menatap cahaya, meski temaram kan menyala terang di hatinya yang dalam.

Selamat jalan para Syuhada, para Ksatria Surga, Para perindu perjumpaan dengan Sang Pencipta, semoga kelak Allah memberikan kemuliaan yang sama kepada kami sebagai mana Dia berikan kepada kalian.

Terimakasih atas komen dan kunjungannya :

Adi Sucipto , theloebizz , Yus , Cah Angon , Adi Sucipto , wanoja, Fiz , Agus Taufiq Hidayat , bebi , norie , Amalia hazen , Ahmad Kunto , nurussadad , TonKin , Rozy , arifrahmanlubis , Ojat , ashardi , realylife , nenyok , Muhammad Rachmat , nexlaip , dwi Yanto , Ibn Abd Muis , uwiuw , endang , kopitozie , Eucalyptus , Deddy , Um Ibrahim , tuansuf , · Komentar oleh chitink , mutiatun , hafidzi

Iklan

18 Responses to “ Para Perindu Surga “

  1. halaqahpekayon berkata:

    Ooh Allah, Perjalankanlah hidup saya, landi, dan orang2 beriman lainnya, sebagaimana perjalanan hidup orang2 yg telah engkau ridhoi ( para nabi,rasul,anbiya, wal mursalin, sahabat rosulillahi ajma’in,) Aamiin.

    Amien , makasih doanya mas Anton, semoga Allah jadikan dakwah masuk hidup, hidup untuk dakwah , dakwah sampe mati dan mati dalam dakwah, siap kapan saja , kemana saja , dengan siapa saja , dan biaya berapa saja.

  2. adikhresna berkata:

    Assalamu’alaikum
    Salah satu cara menghidupkan hati, adalah membaca sejarah para sahabat Rasulullah SAW, menelusuri dan meneladaninya. Siapkan, bersihkan hati dan selami…. Apakah tidak tersentuh dan menangis karenanya?
    Wassalamu’alaikum

    Ya ALLAH, bangkitkan kami kelak bersama rombongan para sahabat Rasulullah saw.

  3. presty larasati berkata:

    semoga Allah menurunkan keberkahanNya pada kita, dan kita termasuk hamba2 yang tetap istiqamah di jalanNya..
    🙂

    Amiennnnnnnnn , Kabul ya Allah.

  4. presty larasati berkata:

    jadi rindu bertemu denganNya dalam keadaan syahid, ya…

    *berdoa*

    Sama , aku juga rindu bangun malam untuk bercengrama dengan-Nya

  5. raddtuww tebbu berkata:

    *jadi rindu padaNYA,,
    duuhhh.. inget waktu ikutan ESQ,,

    Ya Allah ajari kami untuk mencintai-Mu

  6. Menik berkata:

    Ya Allah, kami rindu padamu, ijinkan kami tetap memegang teguh Agamamu dan selalu berada di jalan yg benar … Amiin..

  7. adikhresna berkata:

    Assalamu’alaikum
    Semoga aja ghirahnya sang penulis, nular nih ke ane.

    Wassalam

  8. uwiuw berkata:

    waduh…makin lama makin berat baca posting2 kamu…mengiatkan akan seusatu yg hilang dari kehidupan sehari-hari

    betapa sebagai muslim, sy telah kehilangan sosok yg bisa dijadikan figur teladan….. 😦

  9. selfpage berkata:

    Indahnya..

    Sewaktu baca ini di buku pun saya menitikkan air mata haru dan malu. Malu karena cintaku pada Nya rasanya tak sampai seujung kuku para syuhada. Ya Allah, berilah kami hidayah Mu.. 😦

  10. Rindu berkata:

    Irhamna ya ALLAH … itu kalimat wajib untuk saya. Sayangi saya ya ALLAH, cukup untuk saya, itu saja cukup.

  11. Ibn Abd Muis berkata:

    Subhanallah, wallahi, ana merinding membaca article antum ini akhi. 😥 😥 😥 😥

    Betapa ana sadari, ana begitu kerdil dan mungkin hanya sebesar tahi lalat yang tidak ada harganya dibandingkan mereka.

    Jazakallahu khair atas pencerahannya. Barakallahu fiikum.

  12. kadang kita berpikir surga itu teramat dekat
    padahal yang kita lakukan justru memutar arah dan menjauhinya
    beruntunglah bagi orang-orang yang sibuk mencari kelemahan dan kesalahannya lantas berusaha memperbaiki dirinya
    maka, insyaallah au termasuk di dalamnya sahabatku.

  13. realylife berkata:

    saya , merindukan surga
    dan mungkin kita semua

  14. hanggadamai berkata:

    Surga Allah hanya untuk makhluk yang menginginkannya dan berusaha tuk selalu ingat bahwa hidup ini hanya untukNya

  15. nexlaip berkata:

    saya juga rindu

  16. mutiatun berkata:

    Tak hanya syurga yang kita rindukan
    Tapi Dia, Rasul, para syuhada dan para pencinta_Nya

  17. nenyok berkata:

    Salam
    Semua pasti merindukannya juga merindukan-Nya semoga Alloh memberi rahmat agar kita semua bisa bersama di dalamnya kelak. Amin

  18. RhyzQ berkata:

    surga merupakan gambaran nikmat yg manusiawi, tp jgn sampai…, jangan sampai surga mengikis nilai2 tauhid dan aqidah. karena kebahagiaan sesungguhnya adalah ketika kita dekat dengan-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: