” Sebuah Kebahagiaan “

Apa pun dan siapa pun kita, pasti dan pasti setiap diri kita mengharapkan datangnya suatu kebahagiaan , baik kita seorang Presiden maupun Rakyat biasa, baik dia pengusaha sukses maupun seorang petani miskin. Sayangnya setiap diri kita merasa kebahagian itu sejauh mana keduniaan ada pada diri kita.

Seorang pengusaha berfikir akan bahagia kalau dia memiliki lebih banyak toko atau perusahaan , seorang petani berfikir dia akan bahagia apabila memiliki hasil panen yang banyak, seorang pekerja berfikir kalau dia mendapat gaji besar akan bahagia, seorang pelajar berfikir dia akan bahagia kalau saja memiliki nilai yang baik.

Sesungguhnya fikiran-fikiran semacam ini sama dengan fikiran-fikiran orang-orang terdahulu yang telah Allah Swt binasakan.


Fir’aun berfikir dan berjuang untuk mencari kebahagian dalam kerajaannya.
Qorun berfikir dan berjuang untuk mencari kebahagian dalam kekayaan.
Hamman berfikir dan berjuang untuk mencari kebahagian dengan jabatan yang disandangnya.
Kaum Madyan berfikir dan berjuang untuk mencari kebahagian dalam perdagangannya.
Kaum Tsamud berfikir dan berjuang untuk mencari kebahagian dalam teknologi sehingga mereka merubah gunung menjadi istana yang nyaman.
Kaum ‘Ad berfikir dan berjuang untuk mencari kebahagian dalam tubuh yang kuat.
Kaum Nabi Nuh berfikir dan berjuang untuk mencari kebahagian dalam jumlah yang banyak yang akan mendatangkan kejayaan.
Kaum Nabi Luth berfikir dan berjuang untuk mencari kebahagian dalam kepuasan yang maksimal dalam hubungan seksual.
Abu Lahab dan Abu Jahal berfikir dan berjuang untuk mencari kebahagian dalam rasa nasionalis.

Tapi apa yang terjadi dengan mereka semua…??? Perjuangan Orang-orang yang disebutkan diatas menuju pada satu titik yaitu kegagalan, karena sesungguhnya kebahagian sempurna akan bisa didapat sejauh mana kita mau amal agama secara sempurna, apabila kita mengamalkan sedikit agama maka sedikit pula kebahagian yang akan kita dapatkan.

Sekali mengucapkan Subhanallah lebih mulai disisi Allah dari pada tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi, karena tujuh lapis langit dan bumi suatu saat akan Allah Swt hancurkan , tetapi ucapan Subahanallah akan menolong kita di kubur , di masyar , di mizan sampai nanti masuk surga-Nya Allah Swt.

Untuk perkara dunia kita menyakini bahwasanya kita akan sukses apabila kita ada usaha , sehingga kita siang malam sibuk berusaha pontang-panting untuk mengejar dunia, begitu juga seharusnya untuk perkara agama, harus juga ada usaha dan keingian yang kuat. Sayangnya kita hari ini kalau untuk dunia kita akan berfikir semaksimal mungkin tapi kalau untuk akhirat kita hanya sisanya saja , sholat kalau sudah kerjaan selesai bahkan kalau kerjaan tidak selesai-selesai kita tidak sholat, Nauzubillah , baca qur’an hanya kalau acara kematian dan sebagainya dan sebagainya.

Sesungguhnya Allah Swt berjanji barang siapa yang bermujahadah ( sungguh-sungguh ) untuk perkara agama maka Allah Swt akan berikan jalan-jalan hidayah, sejauh mana kita mau usaha atas agama sejauh itu pula hidayah yang akan kita dapat, tapi sebaliknya untuk perkara dunia Allah Swt tidak pernah menjanjikan, apakah kalau kita usaha sunguh-sungguh maka akan dapat banyak dunia atau pun kalau kita usaha sedikit maka akan mendapat sedikit dunia.

Kalau kita gunakan fikir yang banyak ini untuk satu fikir saja yaitu untuk perkara agama, bagaimana seorang pekerja membawa agama dalam setiap perkerjaannya, seorang pejabat membawa agama dalam setiap jabatannya, seorang suami membina keluarga sesuai agama, dan lain sebagainya maka dengan fikir yang satu ini Allah Swt akan bereskan urusan dunia dan akhirat kita , tapi sebaliknya kalau kita gunakan fikir dan risau kita hanya untuk perkara dunia maka Allah Swt tidak akan pernah memperdulikan dimana atau dengan cara apa kita akan binasa.

Mari kita sama-sama mulai detik ini membereskan urusan-urusan akhirat kita sehingga Allah swt akan membereskan urusan-urusan dunia kita, karena hanya Allah lah yang sanggup untuk menyelesaikan segala permasalahan dunia dan akhirat kita.

Wallahu a’lam

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

JB’lOg , ashardi , hanggadamai , myviolet , Tabriz , Agus Taufiq Hidayat , diana , okebebeh , Rozy , Al Faruq , wong-cilik , My breakfast , cewektulen , Ram-Ram Muhammad Emanuel Setio Dewo , kadobunayya , erander , skywalker , arifrahmanlubis , norie , Yoga , achoey sang khilaf , syahbal , aaqq

Iklan

29 Responses to ” Sebuah Kebahagiaan “

  1. hanggadamai berkata:

    Man jadda wa jadda
    barang siapa yg bersunguh2 atas usahanya, maka Allah akan mengabulkannya..
    Yang kita cari iutu kebahagiaan dunia dan akhirat
    tapi akhirat lebih penting drpd dunia karena di akhirat nanti itu kekal..

    Barang siapa yang selamat di dunia maka ia akan selamat di akhiratnya.

  2. JB'lOg berkata:

    benar
    kebahagiaan tidak terletak diwujud harta, tahta, fisik atau wanita.
    kebahagiaan akan bergelantungan diroh kita akan suatu wujud keikhlasan dan tawakal kepada-Nya..
    walau tidak mengerdilkan arti sebuah usaha..
    tiada yang abadi didunia….
    semoga kebahagiaan kita tertampung dalam kebahagiaan abadi di alam baqa nun disana…

    Salam pencerahan jiwa
    JB’l09

    Terima kasih atas pencerahannya 🙂

  3. Zulmasri berkata:

    bahagia adalah hampir bahagia.
    hampir bahagia adalah menunggu/menanti
    (pernyataan yang saya lupa sumber bacaannya).

    1. Barangsiapa di akhir kalam ketika malaikat maut mejemputnya dapat mengucapkan kalimah La Ilahaillallah, maka itulah kebahagian baginya.
    2. Barang siapa yang terbebaskan dari azab kubur, maka itulah kebahagian baginya.
    3. Menerima buku catatan amalan dengan tangan kanan di Masyar, maka itulah Kebahagian baginya.
    4. Jika nanti dapat melewati jembatan shirotol mustaqim secepat kilat, itulah kebahagiaan baginya.
    5. Memasuki surga serta melihat wajah Allah Swt, itulah Kebahagiaan yang paling besar bagi orang Mukmin.

  4. Eucalyptus berkata:

    Benar, seringkali manusia lupa untuk menyeimbangkan kebahagiaan dunia dan akhirat, malah cenderung kebahagiaan duniawi yang dikejar terus, padahal kebahagiaan yang hakiki adalah kebahagiaan akhirat, krn akan kekal & abadi untuk selama-lamanya.

    Fitrah sejati adalah meng-Akbarkan Allah.Dan Syariat-Nya di alam jiwa.Di dunia nyata, dalam segala gerak.Di sepanjang nafas dan langkah.Semoga seperti itulah diri kita di setiap harinya.

  5. RawkchitecT berkata:

    hmmm.. mereka yang bahagia itu adalah mereka yang bisa membunuh hawa nafsu jelek.. mereka yang bisa lepas dari batasan tubuh.. mereka yang tau untuk apa mereka hidup..

    Yup 🙂 makasih atas pencerahannya

  6. Agus Taufiq Hidayat berkata:

    harta, pangkat, jabatan, isteri yang cantik… juga kebahagiaan … tapi ada kebahagiaan yang lebih dari pada yang itu… yaitu agama… bagaimana dalam harta kita ada agama… dalam pangkat kita ada agama…. dalam jabatan kita ada agama… dalam isteri kita ada agama… ehm… Isteri…… 🙂

    Istri……Mau naskil ya hayooooooooooo he..he..he..

  7. olangbiaca berkata:

    Aslkm…….ya Berbahagialah…..berbahagialah semuanya, karena kita lahir dari ibu yg Islam, karena kita beriman, ya berbahagialah semuanya..Allah sudah menjanjikan Surga seluas langit dan bumi, bagi orang2 beriman dan beramal sholeh ketika didunia ini, jadikanlah semua aktifitas kita sebuah ibadah kepada Allah, apapun ia. Karena semua aktifitas kita akan di hitung di akhirat kelak. dan satu lagi berbahagialah kita…..

    Waalaikumsalam, Amiennnnnnnnnnnn semoga Allah matikan kita dengan membawa iman yang sempurna 🙂

  8. edratna berkata:

    Bahagia harus dibuat, bukan dicari.
    Karena kebahagiaan itu terletak pada diri kita sendiri.

  9. diana berkata:

    mungkin kedengerannya gila, tapi aku paling bahagia jika Allah bersedia mengujiku hingga aku menangis dan ‘berdarah2’… Itu membuatku merasa dekat denganNya, merasa diperhatikan.. Merasa menjadi makhlukNya yang paling Ia cintai… (doh, egoisnya muncul…) 🙂 😉

    setelah itu, aku bahagia untuk semua yang Ia berikan padaku di dunia ini dan keputusanNya di akhirat nanti…

  10. tasmerah berkata:

    bahagia itu berawal dari bersyukur lho *sok tau*

  11. Tabriz berkata:

    Bahagia itu ketika merasakan Puncak Kelezatan dalam Ketaatan pada Alloh…sebagaimana Bilal Ra yg mengucapkan Ahad Ahad ketika ditindih dgn batu….
    Bahagia itu ketika harta diri digunakan Alloh dalam menegakkan agamaNya…
    Bahagia itu ketika Mati bisa ucapkan Kalimah Laa ilaaha illallah…
    Bahagia itu ketika bisa berkumpul bersama Rasululloh saw dan para sahabatnya di SurgaNya…
    Puncak Kebahagiaan ketika bisa memandang wajah Alloh Ta’ala….

  12. Ibn Abd Muis berkata:

    Tidak ada kebahagiaan mutlak selain ketenangan karena tidak bermaksiat dan terus melakukan ketaatan kepada Allah. Sederhana tapi pelaksanaannya sangat berat dan sulit. Tapi kalau itu bisa dilakukan secara istiqamah, insyaAllah kita akan merasa manusia paling disayang Rabbul’alamin.

  13. daeng limpo berkata:

    “jika anda menanam rumput maka padinya tidak akan tumbuh, namun jika anda menanam padi maka rumputnya akan tumbuh”
    ibarat diatas sama dengan “jika anda mengejar dunia berarti anda cuman dapat dunia ; jika anda mengejar akhirat maka anda akan mendapat keduanya”

  14. Yoga berkata:

    Kita berusaha mencari kebahagiaan, ketika sampai pada masa logikanya kebahagiaan dalam genggaman tapi ternyata yang terjadi adalah sebaliknya, mungkin hati kita baru tergerak bahwa kebahagiaan kita ada di dalam genggamanNya.

  15. antown berkata:

    senengnya, dapet ilmu lagi.
    maturnuwun…

  16. norie berkata:

    Semoga aku mendapat kebahagian itu. Kebahagian yang hakiki. amiin.

  17. realylife berkata:

    Ya Allah , berikanlah hamba dan kami semua , kebahagiaan dunia dan akhirat
    amin

  18. ven berkata:

    fffuih..
    bener…bener…bgt
    betapa terkadang urusan akhirat suka ditunda-tunda untuk sesuatu yg sebenarnya hanya dimiliki sementara. dunia yg cuma t4 persinggahan tp terkadang diperjuangkan mati2an.
    makasih dah diingatkan.

  19. RhyzQ berkata:

    kebahagiaan adalah ketika kita terlatih untuk ridho dan ikhlas.

  20. rhainy berkata:

    bahagia….siapa yang gak mau?
    apalagi bahagia dunia akhirat…semoga kita semua masuk ke golongan orang2 yg bahagia dunia akhirat ya…amin!

  21. mutiatun berkata:

    sungguh….
    saat ini teh muti belum bisa merasa bahagia.
    apakah karena bahagia itu relatif???
    kita bisa memberi kita bahagia, kita ikhlas kita bahagia, kita ridho kita bahagia, kita bisa berucap subhanallah kita bahagia.
    bahagia yang mana…????

  22. paragraf terakhir mantap
    jika kita mengejar dunia maka kita amatlah hina
    biarkan dunia yang mengejar kita!

  23. bahagia = bersyukur kpd Allah dan berpikiran positif terhadap hal2 yg terjadi di dlm.hidup kita.
    bahagia = pilihan hidup

    itu persepsi bahagia yg skrg hinggap di otak saya 😉

  24. esem berkata:

    iyaaaaaach ….. nDung setuju dach cama kalian semua a … huehehehhehe
    tapi untuk menjadi bahagia kok sulit yaaaach ^_^
    Makasih friends ….aku jadi kerasan mbaca ndek blOg mu ….huehheehehheeh

  25. Gyl berkata:

    Bener… benda gak bisa membahagiakan secara nyata.

  26. myviolet berkata:

    YUPZ…
    mari berlomba – lomba dalam kebaikan agar kebahagiaan bisa dirasakan bersama

  27. adikhresna berkata:

    Assalamu’alaikum

    Kebahagiaan adalah manakala harapan, doa dan kerinduanku mengejawantah.

    Inilah kerinduanku:

    Wahai seorang kekasih
    Telah lama kau dirindui
    Pilu sedih dalam kerinduan
    Menangispun tak berair mata
    Tapi terus tetap bersabar
    Karena ikatan janji

    Menunggu dengan rindunya
    Siksanya sebuah penantian
    Mujur janji Allah tetap benar
    Pasti nanti tetap kau kan tiba

    Hadir segera wahai kekasih
    Datang bersama cahaya
    Gembira dihati tidak terkira
    Bukan ku sorang, malah seluruh alam

    Penantian hampir kan berakhir
    Kerana kini sudah masanya
    Bila saja kita berjumpa
    Pasti Islam agung semula

    Wassalamu’alaikum

  28. adikhresna berkata:

    Sedari dulu… hati ini pun merindu akan ketenangan jiwa, ketentraman hidup
    Di mana lagi aku temukan arti sebuah hidup, kemana lagi kudapati cinta yang hakiki

    Ternyata datangnya sinaran seiring kesungguhan mencari jalan kebenaran, jalan keredhoan

    Akan selalu ku syukuri nikmat yang telah diberi, petunjuk hidayah suci Ilahi Rabbi
    Akan selalu ku syukuri nikmat yang tlah diberi, petunjuk hidayah suci. Ilahi…hamba kan mengabdi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: