” Mengungkap Dosa adalah Dosa “

Biarlah masa lalu pada tempatnya , tutup ia rapat-rapat karena mengingat masa lalu, berkutat dengannya, menghadirkannya dalam pikiran, dan sedih karena berbagai tragedi adalah tindakan yang teramat bodoh, dan menyia-nyiakan hidup yang indah. Rekaman masa lalu bagi orang yang berakal sehat telah terlipat dan tidak diceritakan . Ia ditutup selamanya didalam sel ‘kelupaan’.

Jangan hidup di dalam mimpi buruk masa lalu dan dibawah bayang-bayang sesuatu yang telah lewat. Entaskan diri Anda dari hantu masa lalu. Apakah Anda ingin mengembalikan siang keliangnya, matahari ke tempat terbitnya, anak ke dalam perut ibunya, air susu ke payudara, air mata ke dalam mata? Interaksi Anda dengan masa lalu , sedih karenanya, terbakar oleh apinya, dan tercebur ke dalam kesalahan-kesalahannya, berarti kita menghadapi kondisi tragis yang mengerikan.

Saat pagi tiba, janganlah tunggu sore hari. Hanya hari ini anda hidup, Bukan kemarin yang telah membawa baik-buruknya hari ini, dan tidak ada esok hari itu, yang memang belum datang. Yang ada hanya hari ini . hari yang mataharinya menaungimu dan yang siangnya menjumpaimu adalah hari ini saja. Umurmu hanya satu hari maka abadikanlah hidupmu hari ini.

Kepada hari ini sajalah arahkan konsentrasimu, perhatianmu, kreatifitasmu, dan kerja kerasmu. Hari ini anda harus mengerjakan sholat yang khusyu, membaca al-Qur’an dengan tadabbur, dan belajar dengan perenungan, dzikir dengan penuh kesadaran, seimbang dalam beberapa perkara, berakhlak baik, ridha terhadap bagian anda, memperhatikan penampilan dan tubuh, dan bermanfaat bagi orang lain.

Setiap manusia pasti punya masa lalu yang kelam, karena pada dasarnya setiap manusia itu pendosa dan sebaik-baiknya pendosa adalah yang bertaubat dan menyesali dosa-dosanya. Keinginan untuk tidak kembali kepada dosa-dosanya merupakan keharusan dalam bertaubat, Apabila keinginan seperti ini ada, maka pasti akan terhindar dari dosa berikutnya.

Dan yang terpenting dan harus diingat oleh kita semua adalah “ MENGUNGKAPKAN DOSA ADALAH DOSA “. Terkadang dengan sadar kita megungkapkan dosa-dosa masa lalu kita kepada orang lain dengan maksud untuk suatu kebanggaan atau entah apa namanya. Pada hal perbuatan semacam itu merupakan suatu kebodohan. Dan itu merupakan dosa diatas dosa.

Dari Abu Hurairah ra, berkata, Rasulullah saw bersabda , “ Seluruh ummatku dimaafkan ( layak untuk diampuni dan bisa selamat dari siksa yang terjadi akibat dosa-dosanya ), kecuali orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa, dan diantara kegilaan manusia adalah seseorang berbuat dosa dimalam hari lalu tiba pada pagi hari dalam keadaan dosanya tadi malam telah disembunyikan / ditutupi oleh Allah Swt, tetapi ia berkata, “Wahai fulan, tadi malam aku telah bebuat dosa ini dan itu.” Padahal Allah Swt telah menutupi dosanya itu, dan dia menyingkap rahasia Allah Swt darinya ( mengungkapakan dosa-dosanya yang telah ditutupi oleh Allah Swt )”. ( Hr. Bukhari dan Muslim, Misykat )

Hadist ini memberi pelajaran betapa pentingnya merahasiakan dosa, dan hal itu merupakan suatu keharusan bagi setiap orang beriman, sebagai langkah awal untuk menjauhi dan menghindarkan diri dari dosa-dosa besar maupun kecil.

Seandainya ia telah berbuat dosa, tetapi tidak diungkapkan dosanya, dan merahasiakannya dengan diam dan dengan penuh penyesalan menangis serta bertaubat tanpa diketahui oleh siapa pun, maka apa yang terjadi antara hamba dan Khaliqnya itu akan selesai.

Sebagian manusia ada yang melakukan dosa dalam kesendiriannya, lalu memberitahukan teman-temannya bahwa “saya telah berbuat ini dan itu”, dan perbuatan mengungkapakan dosa itu dianggapnya sebagai kesempurnaan dan kebanggaan. Padahal ini adalah keberaniaan kepada Allah, kehinaan dan kegilaan, dan merupakan pemberontakan diatas pemberontakan.

Berkaitan dengan masalah taubat, ada satu hal yang sangat penting yang harus diperhatikan, yaitu, bahwa dosa yang dilakukan sembunyi-sembunyi, maka taubatnya adalah dengan duduk sendirian secara sembunyi-sembunyi sambil bertaubat dan menangis dihadapan Allah , dan tidak menceritakan kepada siapa pun bahwasanya, “Saya telah berbuat dosa anu, pada waktu anu, di tempat anu,”

Sedangkan dosa yang dilakukan secara terang-terangan di hadapan manusia , maka taubatnya pun harus di lakukan didepan orang banyak. Sebagai contoh apabila dia menghina seorang muslim terutama seorang ‘alim ( ulama ) dihadapan manusia. Maka taubatnya adalah dengan meminta maaf kepada orang muslim itu, terutama orang alim tersebut di hadapan manusia, sehingga kehormatan ( kebaikan ) dirinya kembali pulih, dan orang Islam atau orang ‘alim itu pun dihormati dan dimuliakan kembali di hadapan manusia.

Wallahu ‘alam.

Semoga Allah selalu menutupi dosa-dosa kita di pandangan manusia di dunia ini maupun diakhirat kelak , dan semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu bertaubat akan dosa-dosa kita.

Bahan Bacaan : 30 Tips Hidup bahagia karya A’idh bin Abdullah al-Qarni. Fadhilah Taubat & Istighfar karya Syaikh Muhammad ‘asyiq Ilahy.

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

achoey sang khilaf , Amalia hazen , Muhammad Rachmat , rhainy , ashardi , Agus Taufiq Hidayat , syahbal , diana , Frida , adikhresna , arifrahmanlubis , Rindu, Yoga , afin , olangbiaca , Ibnu Abdul Muis , daeng limpo, Hasan Seru , Abeeayang™

Iklan

25 Responses to ” Mengungkap Dosa adalah Dosa “

  1. RhyzQ berkata:

    mumpung kosong…
    bisa pertamax 😀

    😦 Jangan tulis kata-kata ini 😦

  2. RhyzQ berkata:

    aku mau komen nih mas landy, tapi kubaca dulu yah…

    Ya kalau mau komen harus di baca dulu lah biar tahu duduk permasalahannya dan yang terpenting ambil yang baik lupakan yang buruk dan yang lebih penting lagi mengamalkannya

  3. RhyzQ berkata:

    tunggu…
    dikit lagi…

    Dikit lagi apaannya neh , inget loh maut tidak bisa menunggu dia siap datang kapan saja , dimana saja dengan cara apa saja 🙂

  4. RhyzQ berkata:

    o…
    mengungkap dosa sendiri ternyata dosa juga yah.
    aku kira cuma nyebar aib orang saja yg dosa.

    Memangnya dirimu bukan orang toh mas he..he..he..

  5. syahbal berkata:

    assalamualaikum,wr,wb..
    waduh.. mangkaning guw suka curhat tentang dosa yg dilakuin.. maksutnya mah buat bahan muhasabah.. tp dosa yah..
    segera hentikan..
    *tobat*

    Kalau mau curhat dengan Allah saja ambil wudhu sholat, nangis aduhin semuanya pasti selain lega masalahnya juga akan selesai dan yang terpenting akan mendatangkan ridha-Nya 🙂

  6. hanggadamai berkata:

    @rhyzq: wah dirimu mulai ngacak2 blog ini :mrgreen:

    🙂 gak papa hitung-hitung ngurangin dosa yang punya blog he..he..he..

  7. hanggadamai berkata:

    *jadi lupa mw komen*

    Gpp , lupa komen bukan suatu dosa jadi di maafkan , yang dosa itu kalau gak taat ma Allah dan rasul-Nya 🙂

  8. hanggadamai berkata:

    dosa itu ibarat luka yang harus segera diobati

    Yup , dan sebagaimana layaknya luka harus di obati dengan obat yang benar bukan malah didiamkan tar malah busuk he..he..he..

  9. adikhresna berkata:

    Kak Landy, ane mau komentar apa ya? Yang ada malah, malu…. Serasa ane dijewer nih. Makasih Kak ya, atas nasehatnya.

    Siapa yang menjewer a’a Adi bilang aja tar aku jewer lagi orangnya he..he..he.., makasih ya kiriman emailnya sampe 6 buah 🙂

  10. Agus Taufiq Hidayat berkata:

    Ya… komen ane posisinya jauh neh… ini kayanya para Blogger pada bergadang……

    Mereka habis pada sholat tahajud pak sambil nunggu subuh katanya jadi komen dulu di blog ini 🙂

  11. chitink berkata:

    pak Ustadz…makasih atas pencerahannya…

    Tusuk neh mas Suryo manggil aku ustadz , dirimu yang jebolan pesantren dan haifzh 30 juzz yang seharusnya di panggil ustadz hiks 😦 😦 😦

  12. halaqahpekayon berkata:

    semoga ini bisa jadi targhib buat diri ente sendiri, inget ya curhatnya jgn di ulang lagi, pura2 ga pernah ada aja.

    Yeeeeeeeeeeeeeeeee, cubit mas Anton, kapan gw curhat ma elo, ada juga elo yang selalu ganggu gw di YM, dan marah-marah kalau gw lama jawabnya kaya semalem dodol neh jadi gemez pengen tarik jengotnya wakakakakakakakak

  13. Ibnu Abdul Muis berkata:

    Tiada kebodohan di atas kebodohan selain menceritakan dosa yang telah ditutupi oleh Allah Azza wajalla dan semoga hal itu tidak pernah aku lakukan seumur hidupku.

    Tapi… bagaimanakah dengan menceritakan dosa yang telah dilakukan oleh orang lain yang secara terang-terang diungkapkan kepada publik berupa fitnah, caci maki, hujatan kepada orang-orang alim, syuhada, mujahid, mujadid dan saudara muslimnya???…

    Aku tidak tahu bila ada cara lain yang lebih ahsan jika kita mau bersabar dan mendo’akan kebaikan kepada mereka tetapi mereka belum juga tersadar dari kekeliruannya. Wallahu musta’an.

    Jazahullah khairan jaza akhi, antum telah merefresh ingatan ana tentang harusnya takut dari murka Allah karena menceritakan dosa sendiri kepada orang lain. Barakallahu fiikum.

    Ane paham bener dengan apa yang antum rasakan, bahkan ane pernah ngalamin sendiri ( ane di kafirkan dan disuruh tutup blog karena blog ane di bilang meyesatkan umat ). Tapi ane ingat lagi ane ini siapa toh memang ane pada dasarnya hina , berasal dari sesuatu yang hina ( air mani ) ane bukan apa-apa, awalnya ane sampe shock kepikiran sampe gak bisa makan, apa betul blog ane sudah menyesatkan umat, dan ane ceritakan hal itu ke bunda ane di rumah. tapi seorang temen bilang, Rasulullah yang merupakan manusia sempurna yang tidak akan ada manusia lagi sepertinya baik sesudah atau sebelum beliau di lahirkan mengalami lebih dari sekedar kata-kata hinaan, tapi rasulullah gak pernah marah bahkan mendoakan kebaikan, apa yang saudara-saudara kita lakukan tentunya memang sangat kita sayangkan, tapi yang harus diingat hal ini terjadi karena sudah begitu jauhhhhhhhhhhhhhhhhh kita dengan masa kenabian sudah ribuan tahun, dimana cahaya itu sudah semakin menghilang jadi pantas saja kalau sebagian umat lupa akan penghormatan dan rasa hormatnya kepada orang-orang alim, syuhada, mujahid, mujadid dan saudara muslimnya, yang harus diingat oleh kita yang alhamdulillah Allah swt beri “kesadaran”, takkala Allah swt utus Musa as kepada firaun yang note bene sangat AHLI MAKSIAT bahkan beliau bukan hanya menganggap dirinya nabi seperti kebanyakan kita hari ini , tapi dia sudah menganggap dirinya TUHAN, Tapi Allah swt perintahkan Musa as untuk berdakwah dengan penuh kelembutan, masalah Fir’aun mau taat atau tidak itu bukan lagi urusan Musa as itu urusan dirinya dan Allah swt. Tugas Musa hanya memberikan peringatan denga hikmah, mengajak Fir’aun kepada Allah. sedangkan tugas menghancurkan dan menghinakan itu tugas Allah swt. Maaf akhi ane pahammmmmmmmmmmmmmm banget yang akhi alami bahkan ane secara pribadi dan kelompok secara langsung pernah di permalukan di hadapan masyarakat, ane sampe nangis tapi ane inget ketika kita di dzalimi maka gak ada hijab antara kita dengan Allah , jadi pada saat itu ane cuma adukan masalah ini ma Allah, biar Allah yang selesaikan dan ane merasa hal seperti itu merupakan bagian dari dakwah ,menandakan dakwah kita sama seperti dakwah kenabian yang selalu mendapatkan
    rintangan, malah seharusnya kita mempertanyakan kalau dakwah kita lancar2 aja tanpa rintangan jangan-jangan apa yang kita lakukan gak sesuai dengan apa yang Para Nabi dan Rasul lakukan, karena tidak ada satu pun Nabi dan rasul yang berdakwah selain mereka di hinakan. Sekali lagi maaffffffffffffffff akhi ini hanya pendapat ane yang hina ini yang pernah di “kafirkan”, maaffffffffff akhi demi Allah ane gak bermasud menggurui. kebenaran hanya milik Allah swt , kesalahan dan kealfaan milik ane sepenuhnya, minta doannya akhi agar ane bisa istiqomah dan mendapatkan cinta-Nya.

  14. halaqahpekayon berkata:

    itulah kalo anak sd nganggap anak sma mengada ngada, dan semestinya yg lebih dewasa memaklumi adik kecìlnya

    Iya mas Anton maaf 🙂 ( sambil belai-belai jenggotnya yang panjangnya satu meter he..he..he..)

  15. halaqahpekayon berkata:

    cerita pengalaman yg “serem” juga bisa terhitung dosa loh, jangan di ulang yaa.

    Ampun mas Anton , ini kan cuma kargozari aja ( he..he..he.. pembelaan mode on )

  16. lady berkata:

    kl mengungkap dosa ato kejahatan untuk tujuan menegakkan hukum boleh ya?

    Ya bolehlah untuk apa donk adanya pengadilan kalau bukan untuk menegakkan keadilan.

  17. Ikhwan sejati berkata:

    Aduuuhh… akhi landy, jangan ghitu dooong.

    Wallahi, article-article antum itu nggak ada yang bikin ana tersindir sama sekali. Justru article-article antum ini sangat bermanfaat buat ana. Kali-kali aja komentar ana ada yang baca kan lumayan buat renungan 😳

    Loch… 🙄 Ngomong-ngomong ngalamin hal yang sama juga ya..?? 🙄 Jadi senasib nich… cacian dech loch eh kita deng…. 😆

    Iya ngalamin waktu blog yg lama 🙂 setidaknya saya sadar gak semua orang itu suka ma kita 🙂

  18. Ibn Abd Muis berkata:

    Note untuk ikhwan sejati di atas: Afwan akhi Landy, gara-gara WP dashboardnya baru dan nggak tau cara ngedit komentar selain bikin komentar ulang dengan nama yang sama malah nggak diganti. Maklum ada kata yang nggak pantas untuk dipublish di blog ana jadi perlu dihilangkan. Jaji mayu nyiii… 😳 Barakallahu fiikum.

    Namanya juga manusia pak ustadz tempatnya salah 🙂

  19. daeng limpo berkata:

    Pelajaran baru dari blog ini : “mengungkap dosa adalah dosa”. Thanks.

    Makasih kembali

  20. diana berkata:

    mengungkap dosa adalah dosa… EMANG!!!!! bukankah itu aib???

    yawdah, forgive and forget..

    Waduh elo nulisnnya sampe keluar api he..he..he.. sabarrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

  21. JB'lOg berkata:

    waduh makasih Mas/pak ustdaz Landy

    sure, aku orangnya sentimentil bangeet dan sering ingat masa masa lalu terutama yang sedih dan yg pahit pahit….
    oke deehh.. kucoba menata diri dari detik ini dengan lebih baik (tapi nggak janji yaa ?)
    Tapi bagimana dengan ungkapan yang mengatakan bahwa “berpikir kemasa depan tetapi tidak melupakan masa lampau” MAs Landy ??
    tolong beri pencerahan lagi yaa ??

    merci
    JB’l0ç

    waduh kalau butuh pencerahan ma PLN kali ya :), Aku pernah denger kisah tentang Umar bin khatab dimana ada 2 kebiasaan yang sering dilakukan Umar yaitu menangis dan tertawa, Ia akan menangis manakala ingat waktu jaman jahiliah dulu ia mengubur hidup2 anak perempuannya, dan dia akan tertawa mana kala ingat dulu ia menyembah patung yg terbuat dari roti, dan mana kala dia lapar patung tersebut beliau makan, jadi menurut saya ( ingat ini menurut saya ya ) mengigat masa lalu di bolehkan mana kala untuk menambah rasa cinta dan semangat untuk selalu memperbaiki diri agar tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama , bukan malah meratap dan meyesali tanpa mengambil ikhmah, dan kita juga perlu mengigat masa depan ( akhirat ) karena biar bagaimanapun juga kita hidup didunia ini hanya sementara, dengan mengingat akhirat ( kehidupan kita di masa depan ) diharapakan ada fikir yang kuat untuk bersegera melakukan kebaikan dan meninggalkan kemaksiatan. wallahu’alam

  22. okebebeh berkata:

    aku mau nyritain apa yahh…takut dosa ahh

    Ceritain mengapa pak Eko gak jadi beliin aku mie 2 mangkok waktu itu 🙂

  23. Gyl berkata:

    ow… gitu ya. Baru tahu 😦

    Thanx infonya. Tapi kalo menceritakan dosa agar orang lain bisa mengambil pelajaran dari cerita kita gimana ?

    kalau saya lebih suka menceritakan kebaikan dan mengangkat kebaikan-kebaikan itu , kalau pun harus menceritakan keburukan saya akan lebih suka menceritakan keburukan orang-orang yang telah jelas-jelas di laknat Allah swt seperti Fir’aun dll.

  24. alisyah berkata:

    wah, baru tau ni.
    makasih banyak ya

    Sama-sama

  25. presty larasati berkata:

    weiz… tertohok bgt, akh!!
    😦
    *ngerasa.com 😀 *

    alhamdulillah dah tau.. 🙂
    syukron ya, akh….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: