” Sebuah Perenungan “

Wahai sahabat, jangan tertipu dengan kenikmatan dunia, Sesungguhnya umur itu akan berakhir, dan kenikmatan itu akan menghilang, Dan jika engkau mengusung jenazah ke kubur, Maka ketahuilah bahwasanya, engkau yang akan diusung sesudahnya


Seorang ulama besar yang sangat saya kagumi berkata :

Sibukkanlah dirimu dalam Agama, jika tidak kaupun akan sibuk tapi bukan dalam perkara Agama.

Gunakan waktumu untuk Agama, jika tidak waktupun akan habis tapi bukan dalam Agama.

Gunakan hartamu dalam Agama, jika tidak hartapun akan habis tapi bukan buat Agama.

Matilah Engkau dalam Agama, jika tidak Engkaupun akan mati tapi bukan dalam Agama.


Saudaraku kebanyakan manusia binasa disebabkan oleh dosa, kebanyakan ahli zuhud binasa disebabkan oleh syawat, dan kebanyakan wali binasa disebabkan oleh pikiran mereka pada waktu khalwat. Sedang para shiddiqin terkadang binasa karena kelengahan sekejap.

Tafakur adalah perbuatan hati. Jika engkau melihat kebaikan pada dirimu , bersyukurlah kepada Allah Swt. Jika engkau melihat keburukan pada dirimu, bertaubatlah dari keburukan itu. Dengan tafakkur, agamamu akan hidup dan syaitanmu akan mati.

Jauhilah teman-teman yang buruk. Putuskan keakraban dengan mereka. Bergaullah dengan orang-orang shalih. Jauhilah kawan buruk meskipun ia dekat darimu dan dekatilah orang baik meskipun ia jauh darimu. Setiap pergaulan akan menumbuhkan pengaruh , jadi perhatikanlah dengan siapa engkau bergaul. Jika ditanya tentang arti dekat, maka jawabannya adalah keakraban dan kasih sayang.

Jadikanlah ciptaan-ciptaan Allah Swt sebagai dalil, dan renungkanlah ia, maka engkau akan sampai pada pencipta-Nya. Seorang mukmin yang yakin dan arif memiliki dua mata, yakni mata zhahir dan batin. Mata zhahir memandang ciptaan Allah di bumi sedangkan mata batin memandang ciptaan Allah Swt di langit.

Orang yang berakal adalah orang yang selalu berada di pintu-Nya dan berpaling dari selain pintu-Nya. Bersegeralah mengambil keuntungan dari pintu kehidupan selagi belum ditutup untukmu. Perbanyaklah melakukan amal-amal baik selagi masih ada kesempatan. Cepatlah memasuki pintu taubat selagi pintu itu terbuka bagimu. Gunakan pintu do’a selagi ia terbuka untukmu. Gunakan kesempatan bergaul dengan orang-orang shalih selagi kesempatan itu terbuka untukmu.

Janganlah engkau lalai, jangan engkau menyia-nyiakan waktumu dengan menyibukan diri mengumpulkan apa yang tidak engkau makan. Jangan engkau mengangan-angankan sesuatu yang tidak dapat engkau temukan dan membangun sesuatu yang tidak akan engkau tempati.

Jadilah engkau orang yang berakal, jangan engkau mencela. Jika engkau buta, carilah orang yang membimbingmu. Jika engkau bodoh, carilah orang yang mengajarimu

Bertaubatlah dan tetaplah dalam taubatmu. Yang terpenting bukan taubatmu, tetapi keteguhanmu dalam bertaubat. Yang lebih penting bukan menanamnya tetapi merawat tanaman hingga berbuah

Kafasihan lisan tanpa amalan hati tidak akan mengantarkan kepada Allah swt. Perjalanan ini adalah perjalanan hati. Amalan ini juga amalan hati dengan batas syari’at dan tawadhu’ kepada-Nya dengan menjalankan ibadah.

Hendaklah diam menjadi perangaimu, tidak ingin dikenal menjadi pakaianmu, dan lari dari makhluk itu menjadi tujuanmu.

Carilah dan terus mencari teman-teman yang shalih, karena Nabi Ibrahim mendapatkan teman sebelum berjalan , memiliki tetangga sebelum memiliki rumah, ketenteraman sebelum kegundahan, perlindungan sebelum sakit , ujian dan ridha sebelum ketentuan

Kenalilah Allah Swt jangan engkau tidak mengenal-Nya. Ta’atilah Dia, jangan mendurhakai-Nya. Ridhalah engkau pada taqdir-nya, jangan membantah-Nya, kenali Allah swt dengan segala sifat-Nya. Dialah yang Maha Pencipta, Pemberi rezeki , Yang awal, Yang akhir, Yang zhahir , Yang batin, Yang qadim, Yang abadi,

Dia Yang membuat kaya dan miskin, yang memberi manfaat, yang menghidupkan, Yang mematikan, Yang membalas, dan Yang diharapkan.Takutlah kepada-Nya , jangan takut kepada selain Dia, Berharaplah kepada-Nya, jangan berharap kepada selain Dia

“Ya Allah , berilah kami kebaikan dunia dan akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”


Bahan Bacaan :
Menjadi Kekasih Allah karya Syaikh Abdul Qadair Al-Jailani Rah.a

Mudzakarah Maut karya Syekhul Hadist Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandhalawi Rah.a

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

Agus Taufiq Hidayat , hanggadamai , ashardi , diana , Rozy , julfan , achoey sang khilaf , hasanah translation , JoEy D`JuVe , Eucalyptus , ressay , olangbiaca

Iklan

18 Responses to ” Sebuah Perenungan “

  1. adikhresna berkata:

    Assalamu’laikum
    Terima kasih saudaraku, atas bahan renungan ini. Semoga Allah, berikan nilai amal sholeh atas engkau dan kami yang membaca, merenungkan dan mengamalkannya. Amin.
    Wassalamu’alaikum wr wbr

    Wassalamu’alaikum wr wbr . Amien semoga Allah swt membarikan hal yang sama kepada a’a Adi 🙂

  2. Menik berkata:

    “Setiap pergaulan akan menumbuhkan pengaruh , jadi perhatikanlah dengan siapa engkau bergaul. Jika ditanya tentang arti dekat, maka jawabannya adalah keakraban dan kasih sayang…”

    >> betul itu Mas… saya merasakannya 🙂
    Kasih sayang tidak akan lekang dimakan waktu

    Walah kalau sudah ibu piskolog yang satu ini yang ngomong aku ikut aja deh he..he..he..

  3. hanggadamai berkata:

    Taubat itu hukumnya wajib!!
    Karena kita hidup hanya untukNya..

    Ya Allah jadikan kami orang-orang yang bersegera dalam bertaubat.

  4. antown berkata:

    Saya kemarin tidak berani mengusung tandu jenazah teman saya. Tapi saya sungguh teringat akan mati saat melihat mayat di depan mata kita

    Subhanallah, mengigat mati dan mempersiapkan diri untuk hal tersebut merupakan keharusan bagi setiap diri, dan Alhamdulillah dirimu bisa merasakan itu karena berapa banyak hari ini orang yang menghantar saudaranya ke kubur tapi dengan canda tawa seolah kematian begitu jauh dari dirinya.

  5. Rozy berkata:

    Berfikirlah tentang ciptaan-ciptaan Allah, dan jangan memikirkan dzat Allah SWT, niscaya akan tampak kebesaran-Nya dan kita pun akan menyadari bahwa kita ini bukan apa-apa..

  6. olangbiaca berkata:

    Aslkm.

    duhai…..diri…ingatlah slalu kematian, cukuplah ia menjadi pengingatmu………

  7. norie berkata:

    ikutan merenung soal kematian ya. sedih. merasa bekal belum cukup. 😦

  8. daeng limpo berkata:

    Menyedihkan memang…….Kematian itu Pasti

  9. ya Allah
    sadarkan aku
    sdarkan hamba-Mu yang rapuh ini
    sadarkan!

  10. arifrahmanlubis berkata:

    subhanallah.

    untuk nasihat dan renungan yang padat dan dalam, saya hanya bisa mengucap jazakallah kahiran katsir

  11. diana berkata:

    subhanallah, bacaannya bersumber dari Syaikh Abdul Qadair Al-Jailani rah.

    ente mo jadi sufi ya? 🙂

    thanks for sharing 😉

  12. realylife berkata:

    mari merenung , untuk menjadi lebih baik
    amin

  13. rachmawan berkata:

    bagus banget tausiyahnya bro, trims
    rachmawan.wordpress.com

  14. TuanSUFI berkata:

    Inspirasi dari Abdul Qodir Jailani amat puitis ya.. semoga rahmat tercurah bagi beliau, dan tentunya bagi yang menyampaikannya di blog ini.

    Keadaan kita yang dikepung material (addun-ya) ini, terkadang membuat kita terpukau, bahkan jadi serakah dan fanatik terhadapnya sehingga menyebabkan kita rela bertempur mati-matian dengan lisan, bahkan sampai menumpahkan darah saudara kita. Seperti tragedi kemanusiaan Qabil yang membunuh Habil, yg berulang terus sampai kini dan nanti.

    Semoga nasehat ini bisa jadi pegangan untuk menahan diri kita semua ya..

  15. qizinklaziva berkata:

    aH….. Jadi pengen pulang kampung, kangen sama ibu dan masakannya….!

  16. Bertaubatlah dan tetaplah dalam taubatmu. Yang terpenting bukan taubatmu, tetapi keteguhanmu dalam bertaubat. Yang lebih penting bukan menanamnya tetapi merawat tanaman hingga berbuah.

    Nice words!!
    Love it… 🙂
    Thx, postingan kali ini benar2 menampar saya. Membuat otak ini berpikir perlahan-lahan atas setiap makna dari kalimatnya. Begitu dalam dan bermakna, subhanallah..

  17. Eh, itu cake atau tiramisu sih??
    Klo tiramisu delivery dunk Land!! 😉
    Lg ngidam tiramisu nih…hahahaha 🙂

  18. Umat Rasul berkata:

    Ya Allah Pergunakan Harta, Diri dan waktu yang Engkau amanahkan untuk hamba nie. Untuk membantu Agama Engkau tersebar di seluruh alam…. Sebagaimana Engkau mengunakan diri, harta dan waktu para kekasih Engkau dalam Agama…
    Dan IStiqomahkan Hamba-Mu yang dhoib nie dalam Usaha Agama….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: