” Persahabatan “

Membaca kisah persahabatan Amr bin Al Jamuh ra dengan Abdullah bin Amr bin Hiram ra ada rasa iri di hati saya , begitu setianya mereka antara satu dengan yang lainnya, baik sebelum mereka mengenal Islam, maupun setelah mereka mengenal Islam. Satu sama lain saling membantu dan menguatkan, sampai-sampai mereka sama-sama pergi memperjuangkan agama ke medan Uhud.

Dan dua sahabat sejati ini sama-sama gugur sebagai syahid di tempat yang sama dengan posisi yang saling berdekatan, bahkan darah bekas luka mereka saling bersatu, dan tidak sampai disitu saja, Rasulullah saw pun menguburkan mereka dalam satu liang yang sama.

Rasulullah saw bersabda mengenai kematian Amr bin Al Jamuh ra : “ Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, aku melihat kaki pincang Amr bin Al Jamuh melangkah ke surga ”.

Dan mengenai kematian Abdullah bin Amr bin Hiram ra beliau saw bersabda : “ Ia masih dinaungi sayap-sayap malaikat sebelum kalian mengangkatnya.”

Sepasang Sahabat sehidup semati yang telah gugur di tanah Uhud dalam satu ruang kubur yang nyaman , di hadapan seluruh pasukan kaum muslimin. Dibawah lindungan sayap-sayang malaikat. Betul-betul kisah yang sangat menarik dan meninggalkan kesan mendalam bagi saya.

Andai persahabatan saya dan ketiga rekan saya ( Eric, Riko , Aris ) sama seperti persahabatan Amr bin Al Jamuh ra dengan Abdullah bin Amr bin Hiram ra, tapi sayangnya persahabatan kami hanya persahabatan mengenai hal dunia belaka, sangat berbeda dengan kedua sahabat Nabi saw.

Andai saya bisa mengulang waktu sudah tentu saya mengiginkan pertemuan kami seperti pertemuan kedua sahabat nabi tersebut, sayangnya sekuat apapun saya berusaha, waktu tetap tidak dapat berhenti apalagi berputar ke belakang,

Kami ( saya dan ketiga sahabat saya ) bertemu di kala usia kami masih terlalu muda , dengan latar belakang yang berbeda, ketika sebuah idealis masih bergayut di kepala, dengan banyak ketidak samaan sifat , tapi yang anehnya kita seperti lem dan kertas, paku dengan kayu, yang ketika sudah merekat , satu dengan yang lainnya saling menguatkan dan sulit sekali berpisah.

Perjalanan waktu dan keadaan telah menunjukan bagaimana kita saling setia satu dengan yang lainnya, kita menangis bersama , kelaparan bersama, senang bersama dan masih banyak peristiwa yang tidak pernah terlintas di benak anda sekalian. Bahkan saya sendiri tidak pernah membayangkan hal-hal tersebut pernah terjadi dengan saya.

Jakarta, Bandung , Yogya, Surabaya , Bali bahkan sampai ingin ke Jepang demi suatu kemaksiatan yang di balut dengan nama “misi kebudayaan” pernah kami coba jelajahi, ketika sebuah jati diri menjadi suatu yang mesti dicari saat itu, banyak cerita yang telah kita lewati bersama, yang rasanya kurang pantas kalau di tulis karena merupakan pejalanan yang tidak perlu ditiru.

Ibarat baju pengantin yang setiap orang berharap hanya sekali mengenakannya, begitu juga dengan kisah perjalanan kami, hanya sebuah goresan pada sebuah lukisan yang harus di tutup dengan goresan lain sehingga tampak menjadi indah.

Tapi setidaknya perjalanan kami mengajarkan bahwa mengejar kesenangan dunia seperti mengejar bayangan sendiri dibawah panasnya terik matahari, sampai kapanpun bayangan itu tidak akan pernah bisa kita lewati.

Sekeras apapun kita berusaha untuk perkara dunia, kita tidak akan pernah mendapatkan sesuatu melebihi apa yang sudah di takdirkan menjadi bagian untuk kita.

Peristiwa-peristiwa yang terjadi menjadikan kami lebih dewasa , seperti angin yang meniup rindangnya pohon sehingga membuat cengraman akar pohon menjadi kuat menghujam ke bumi.

Begitu juga dengan kami, Aris yang kehilangan anak dan istrinya karena deman berdarah sudah terlihat lebih kuat, rico sedang kembali merintis masa depannya dengan bersekolah kembali, Erik walau masih seperti dulu dan bergelut pada kubang yang sama tapi setidaknya ada keinginan yang kuat untuk berubah , dan saya sendiri masih tetap belum bisa menentukan arah pijakan antara dua dunia tapi setidaknya saya sudah melakukan banyak perubahan yang berarti.

Semoga Allah menuntun kami dan kita semua kearah yang lebih baik setiap harinya, dan mengampuni segala kekhilafan yang pernah terjadi di masa lalu.

Tagisan pendosa yang bertobat atas dosa-dosanya dapat mengetarkan arsy Allah sehingga tetesan air matanya dapat memadamkan api neraka.

Ucapan Terimakasih atas coment dan kunjungannya:

julfan , Rozy , endang , Frida, ardhi nugraha , Rindu , adikhresna , tc , diana , Eucalyptus , kabarihari , Zulmasri , Adhini Amaliafitri

Iklan

14 Responses to ” Persahabatan “

  1. RhyzQ berkata:

    salam persahabatan…

  2. adikhresna berkata:

    Assalamu’alaikum
    Indahnya persahabatan…; saat bisa saling mengingatkan untuk beramal sholeh, saling berwasiat dalam kebenaran dan saling berwasiat dalam kesabaran.

    Akh Landy, syukron wa afwan. Wassalamu’alaikum wr wbr

  3. hanggadamai berkata:

    kalau kita mengejar akhirat maka dunia pun akan kita dapatkan 🙂

  4. Kalimat terakhir mantap
    Itulah kenapa rindu sekali diri ini untuk menangisi dosa dan kesalahan.

  5. Menik berkata:

    Hidup saya terasa hambar tanpa sahabat…
    apalagi kalau sahabat yg paling setia yaitu Sang Illahi menjauhi kita…

    nelangsaaaaaa 😥

  6. diana berkata:

    Persahabatan….Persahabatan… Seandainya memang persahabatan mereka denganku tulus karena Allah, bukan karena nafsu syaithan yang membuat kami berpisah seperti ini…

    Tapi persahabatanku dengan yagn lainnya, wah, sungguh indah!!! 🙂

  7. alex berkata:

    Aslkm..

    yuk..sama-sama kita perbaiki masa lalu kita…sungguh Allah akan sangat BERGEMBIRA akan halnya seorang hamba kembali pada-NYA….

    selamat memperbaiki kembali hubungan dgn Allah.

  8. realylife berkata:

    mari kita rekatkan tali persahabatan dalam jalinan silaturahmi yang indah

  9. indra1082 berkata:

    HIDUP Persahabatan
    HIDUP Silaturahmi…
    Mampir y sahabat….

  10. triplet's mom berkata:

    Insya Allah jalinan persahabatan membawa barokah buat kita semua. didasari oleh niatan baik dan tulus ikhlas dalam jalinan tanpa ada pamrih bahkan paksaan untuk “memberikan” arti dalam persahabatan itu.

  11. antown berkata:

    amien…. semoga dikabulkan

  12. bakoelbatik berkata:

    kemana sahabat akan melangkah?
    kesana kaki dilangkahkan
    teguhkan hati menghadapi ujian dan cobaan
    bersama menuju tujuan yang hakiki

  13. dian agustin berkata:

    salam persahatan dan hadapi semua dengan senyuman … 🙂

  14. Rindu berkata:

    Jaga silaturahmi yah… gak boleh putus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: