” Membawa Agama Ke Dalam Rumah “

Mei 27, 2008

Salah satu alasan mengapa saya memutuskan untuk menikah adalah keinginan yang kuat yang ada didiri untuk membawa “masuk agama” kedalam rumah saya. Ini berarti saya memerlukan patner untuk melakukan hal ini , sebagaimana dulu hal tersebut saya dan Sha ( adik saya ) lakukan sebelum ia menikah dan ikut suaminya.

Bukan karena rumah saya tak beragama , tapi lebih kepada rasa memiliki dan tanggung jawab beragama yang saya rasa kurang ada di keluarga saya. Mungkin keluarga saya sama halnya dengan keluarga muslim lainnya, yang memandang agama hanya sebuah rutinitas belaka, asal sudah Sholat , puasa dan baca alqur’an sudah merasa cukup tanpa mau berpikir bagaimana untuk meningkatkan ibadah kita dan anggota keluarga kita yang lain, apa lagi berpikir agar agama tetap diamalkan oleh anak keturunan kita.

Memang diperlukan sebuah perjuangan yang tidak sebentar, diperlukan kesabaran lagi dan lagi untuk melakukan hal tersebut. Ketika awal tahun 2000 tepatnya bulan April menjadi sebuah titik kembalinya kesadaran seorang anak manusia ( baca : saya ) tentang arti keberagamaan yang ada pada dirinya.

Sedikitnya saya mulai paham bahwa agama tidak hanya sekedar untuk kita amalkan , tapi ada pekerjaan yang lebih penting dari pada itu , yaitu bagaimana agar agama tetap ada di diri kita , keluarga kita , lingkungan kita , dan seluruh alam. Itu berarti harus ada usaha untuk kearah itu, sebagaimana halnya dengan uang. Kita semua tahu uang itu sesuatu hal yang penting, tapi bagaimana usaha agar uang itu tetap ada jauh lebih penting dari uang itu sendiri. Karena uang lama kelamaan akan habis sebagaimana beras di lumbung tapi mana kala ada usaha atas uang sebagaimana petani mengusahakan atas beras ( bertani ) maka uang/beras itu akan tetap ada. Tapi mana kala usaha untuk kearah itu tidak pernah di buat maka lama kelamaan uang/beras pun akan habis. Sebagaimana amal agama yang ada di diri kita.

Agama yang ada di diri kita hari ini hanyalah agama turunan, dahulu buyut kita masih Sholat, puasa, baca alqur’an dan mengerjakan amalan sunah lainnya trus menurun pada kakek kita yang hanya sholat , puasa dan baca alqur’an trus menurun lagi pada ayah kita yang hanya puasa dan sholat dan sekarang menurun lagi pada kita yang hanya sholat sekali-kali dan puasa pun hanya di bulan ramadhan. Dan turun keanak kita yang sholatnya sekali seminggu dan tidak puasa, lantas bagaimana nanti dengan cucu kita??? Jangan-jangan dia sudah tidak mengerti apa itu sholat dan puasa.

Baca entri selengkapnya »


” Sebelah Sayap “

Mei 26, 2008

Bila asmaraku tlah tiba
Merenggut nafas dijiwa
Itu dia..
Yang datang hadirkan cinta ,
Menyebar kedalam rasa

( ST12, Rasa Yang Tertinggal )

Tubuhnya tak seindah Luna Maya, Bahkan wajahnya teramat samar di pandangan saya, karena tidak lebih dari 10 menit dia ada diantara saya dan pamannya, Tidak lebih dari 3 kali saya berani mengarahkan tatapan saya ke wajahnya , selebihnya saya hanya tertunduk atau menatap pamannya yang saat itu ada di tengah kami sebagai mediator.

Saya tidak mengerti apakah dia yang nantinya menjadi jodoh saya, tapi setidaknya saya sudah menyatakan kesediaan untuk melangkah lebih jauh.

“Jodoh” memang aneh bahkan sebuah misteri kalau boleh di bilang seperti itu. 6 tahun yang lalu, tepatnya ketika ia berusia 17 tahun, kala itu dirinya masih mondok di salah satu pesantren di Bogor, Bibinya pernah menelpon Sha ( Adik saya ) untuk menanyakan apakah saya sudah mempunyai calon, kalau belum apakah saya bersedia ta’aruf dengan ponakannya. Waktu itu saya jawab saya belum siap untuk ke arah itu, dan saya tidak bersedia untuk ta’aruf dengan siapapun.

Sampai sabtu kemarin ( 24 May ‘ 08 ) , ketika saya sedang asik berchating dengan Buya tiba-tiba sang paman gadis itu menghubungi saya dan menanyakan hal yang 6 tahun lalu sempat ditanyakan kepada saya, “Apakah saya sudah memiliki seorang calon pendamping ?” , tentu saja saya jawab belum, dan pamannya kembali berniat memperkenalkan ponakannya kepada saya. kali ini saya tidak menolak, Saya mengajukan beberapa pertanyaan, dan dijawaban dengan memuaskan oleh pamannya, sehingga saya memiliki keinginan untuk lebih mengenalnya.

Baca entri selengkapnya »


” Dakwah “

Mei 24, 2008

Sadarkah kita bahwa alam semesta Allah swt ciptakan untuk manusia sebagai ujian, sedangkan manusia Allah swt ciptakan untuk negeri akhirat , barang siapa tahu maksud dia di ciptakan maka akan sukses begitu pun sebaliknya mana kala kita tidak mengerti maksud Allah ciptakan kita maka kegagalan dari sejuta kegagalan yang akan kita terima , baik di dunia yang sementara ini maupun di akhirat yang selama-lamanya.

Allah swt ciptakan kita untuk meneruskan kerja Nabi saw, mengajak umat untuk takluk dan taat kepada Allah swt.

Sebagaimana firman-Nya : “ Kalian adalah sebaik-baiknya umat yang di lahirkan untuk manusia, kalian menyeru ( berbuat ) kebaikan dan mencegah dari kemungkaran dan kalian beriman kepada Allah swt.”

Artinya kita adalah umat terbaik dan akan tetap menjadi umat terbaik mana kala ada ada 3 hal dari diri kita : menyeru ( berbuat ) kebaikan, mencegah dari kemungkaran dan beriman kepada Allah swt. Tapi mana kala 3 hal ini tidak ada dalam diri kita maka kehancuran dan kehinaan yang akan terjadi.

Kalau kita lihat di dalam alqur’an hanya beberapa ayat saja yang berkenaan dengan ibadah ( shalat, zakat , puasa dst ) tapi ayat-ayat yang membahas tentang dakwah ( menyeru berbuat kebaikan dan mencegah kemungkaran ) begitu banyaknya.

Banyak ayat yang menceritakan dakwah para nabi terhadap kaumnya dan bagaimana para nabi mendapatkan kesulitan dalam berdakwah, bahkan di dalam alqur’an juga di ceritakan dakwah para binatang ( burung hud-hud dan semut pada jaman Nabi Sulaiman as ) intinya hampir keseluruhan isi alqur’an berisikan tentang dakwah dan bagaimana dakwah itu di buat.

Dakwah adalah mutiara di awal zaman dan akan tetap menjadi mutiara di akhir zaman. Allah swt utus 124.000 Anbiya sejak Nabi Adam as sampai Nabi Muhammad saw hanya untuk dakwah, mereka menghabiskan waktu dan fikirnya agar bagaimana setiap hati manusia kenal dan taat kepada Allah swt.

Baca entri selengkapnya »


” Apa Dosa Kami ??? “

Mei 22, 2008

Kemaksiatan adalah sebuah kemaksiatan lepas dari besar kecilnya hal tersebut. Kemaksiatan adalah bentuk sebuah ketidak patuhan, pembangkangan bahkan sampai bentuk per”selingkuhan” kepada-Nya.

Hari ini manusia berlomba-lomba menentang-Nya, membuat sebuah makar untuk saling berkerja sama dalam bermaksiat kepada-Nya, seakan mereka lupa, Tuhan teramat pintar untuk sekedar kita bohongi, untuk sekedar kita kelabuhi, apalagi untuk sekedar kita permainkan.

Hari ini tidak ada satu pun manusia dimuka bumi ini yang tidak bermaksiat kepada-Nya, seluruh panca indra hari demi hari kita gunakan untuk bermaksiat kepada-Nya, seakan bukan suatu aib, Ketika rahim dibuahi sebelum waktunya, tubuh dipertontonkan sedemikian rupa dengan balutan seni dan kebebasan berekpresi, minuman keras sebagai lambang sebuah pengakuan keberadaan dan status, Dan sifat amanah semakin langka dimuka bumi, tak ada lagi beda antara harta haram dan halal, seakan lupa bahwa semua itu akan di mintai pertanggung jawabannya kelak.

Sekarang, masih pantaskan kita bertanya, ketika Allah swt menggunakan bala tentaranya untuk mengazab kita, Allah gunakan laut, angin, lahar, lumpur, air untuk menghukum kita?? Masih pantaskah kita bertanya “DOSA APAKAH YA ALLAH YANG KAMI LAKUKAN SEHINGGA KAU TURUNKAN AZABMU??” .

Apakah kau tak bercermin wahai manusia, pernahkah kau taat pada-Nya, pernahkah kau memperdulikan panggilan-Nya, pernahkah kau mengamalkan segala ajaran-Nya, pernahkah kau datang pada-Nya untuk bertobat atas kekhilafan yang pernah kau lakukan selama ini??

Baca entri selengkapnya »


” Pemimpin yang Lalai “

Mei 21, 2008

Kemarin sore, seorang teman menghubungi saya via HP dan bertanya suatu pertanyaan yang membuat saya menjerit histeris. “Ajarin gw cara mandi wajib donk , trus apa aja sih yang gak boleh di lakukan oleh wanita ketika dia datang bulan ( baca : haidh ) ?? “.

Astaghfirullah… terang saja saya menjerit, wong dia sudah punya anak 2 kok bertanya hal yang seharusnya dia pelajari puluhan tahun yang lalu. Itu sama saja seorang mahasiswa yang tidak mengerti penambahan 1+1. Dan yang parahnya selama ini dia sama sekali tidak mengerti bagaimana caranya mandi wajib. Padahal mandi wajib dan berwudhu ( Thaharah ) merupakan perkara yang dasar dalam agama dan merupakan sesuatu yang pokok, karena kalau mandi wajib dan wudhunya tidak benar maka tentu saja secara otomatis ibadah ( sholat ) yang di lakukannya tidak akan sah di mata Allah swt, karena tidak mengikuti kaidah yang berlaku di dalam agama. Karena tidak ada sholat tanpa berwudhu dan tidak ada wudhu tanpa bebersih ( mandi wajib ).

Sungguh teramat jahil umat ini, sesuatu yang pokok sudah begitu tidak penting dimata mereka. Padahal hal-hal mendasar seperti ini sudah seharusnya menjadi tanggung jawab kepala keluarga ( ayah atau suami atau saudara laki-laki ) untuk memberikan pelajaran kepada istri dan anak-anak mereka.

Seorang suami sudah seharusnya memberikan pelajaran kepada istrinya tentang ilmu-ilmu agama dari masalah thaharah yaitu bersuci dari segala segi, baik berwudhu atau mandi jinabah , masalah haidh sampai kepada shalat yang wajib di gadha akibat haidh atau istihadhah dan lain sebagainya.

Baca entri selengkapnya »


” Wanita dan Peranannya dalam Agama “

Mei 20, 2008

Seorang Ulama berkata : “ Jikalau Allah menghendaki wujudnya agama didalam kehidupan suatu kaum , maka Allah swt hantarkan nabi-nabi kepada mereka dan jikalau Allah swt ingin sebarkan hidayah maka Allah swt hantar istri-istri dari nabi-nabi tersebut untuk ambil bagian dalam usaha agama.”

Kita bisa lihat sejarah dimana Nabi-nabi yang istri-istri mereka tidak ikut ambil bagian dalam kerja suami-suami mereka maka pengikutnya hanya sedikit, seperti Nabi Nuh as dan Nabi Luth as , tapi nabi-nabi yang istri-istri mereka ikut ambil bagian dalam kerja dakwah suami mereka maka hidayah turun bercurah-curah seperti Nabi Ibrahim as, Musa as, dan Rasulullah saw.

Agama bukan saja tanggung jawab kaum lelaki, tetapi kaum wanita juga mempunyai tanggung jawab yang sama terhadapi agama ini. Karena Allah swt telah membuat keputusan yang tidak berubah sejak Adam as sampai bayi yang lahir menjelang kiamat bahwa “ Kejayaan dan kebahagian manusia di dalam kehidupan dunia yang sementara maupun di akherat yang selama-lamanya ada di dalam kesempurnaan agama yaitu Iman dan Amal Sholeh. “

Oleh karena itu maka pentingnya bagi para wanita ikut juga ambil kerja atas agama, kalau wanita tidak di aktifkan dalam kerja-kerja atas agama , maka setan akan gunakan wanita untuk menghancurkan dunia. Karena tipu daya setan itu teramat lemah sebagai mana yang Allah swt firmankan “ Sesungguhnya tipu daya setan amatlah lemah “, sedangkan untuk para wanita Allah swt firmankan : “ Sesungguhnya tipu daya wanita amatlah besar “ .

Baca entri selengkapnya »


“PIRING PINJAMAN “

Mei 18, 2008

Ruh manusia ibarat piring pinjaman, Bila kita meminjam piring maka setelah digunakan ada 3 keadaan. Jika piring itu dicuci dahulu sebelum dikembalikan dan kembali bersih berkilau maka oleh orang yang meminjamkan akan langsung dimasukan ke dalam rak piring. Keadaan kedua, jika piring pinjaman itu dikembalikan kepada pemilikinya dalam keadaan kotor dan belum dicuci maka oleh pemiliknya akan dicuci terlebih dahulu sebelum di simpan di rak . Keadaan yang ke tiga jika piring pinjaman itu rusak ( pecah ) dan kotor maka si pemilik piring akan marah dan langsung membuang piring itu.

Piring itu ibarat ruh kita, sedangkan pemiliknya adalah Allah Swt, Jika ruh seseorang saat menghadap Allah Swt. dalam keadaan bersih dari kotoran syirik, dosa dan maksiat, maka Allah Swt, akan langsung meletakan ruh tersebut didalam syurga. Jika ruh seseorang saat menghadaP Allah Swt. itu kotor maka Allah Swt., akan mencucinya terlebih dahulu di neraka dan setelah bersih dari kotoran dosa dan Maksiat maka ruh itu pun akan diletakkan di dalam syurga. Tapi seandainya ruh seseorang itu penuh dengan kecacatan seperti , kafir, munafiq, murtad serta bergelimang dosa dan maksiat maka Allah Swt, akan langsung melemparkannya ke dalam neraka Jahanam.

Sekarang kita tanya pada diri kita masing-masing kira–kira seperti apa perlakuan Allah Swt kelak, apa seperti piring yang ketiga yang langsung di buang tanpa harus dicuci dulu? Seberapa banyak persiapan yang kita bawa ketika menghadap Allah Swt, sehingga kita tidak harus lagi dicuci di dalam neraka.

Baca entri selengkapnya »