” Bertaubat “

Sudah seharusnya jika Allah Swt, ditakuti dan diharapkan , meskipun seandainya Dia tidak menciptakan surga dan neraka. Bertaubatlah kepada-Nya, menangislah dihadapan-Nya, merendahlah kepada-Nya dengan air mata kedua mata kita dan hati kita. Menangis adalah ibadah dan sebagai bukti puncak kerendahan hati.

Sesudah melakukan dosa terkutuk itu, Daud as menangis 40 hari 40 malam. Ia bersujud dengan pasrahnya merendahkan diri dihadapan sang pencipta tanpa sedikitpun mengangkat kepalanya.

Keningnya bagaikan menyatu dan bersatu dengan tanah tempat dia bersujud, air mata meresap membasahi tanah tandus tempat dia bersujud, sehingga menumbuhkan rerumputan disekitarnya, rumput tersebut tumbuh dan seiring waktu meninggi sehingga menutupi kepalanya.

Tetapi tangisnya tak juga mereda. Allah Swt dengan kerahiman-Nya menyapa lembut melihat hambanya yang datang bertaubat kepada-Nya. Sapaan tersebut membuat Nabi Daud as semakin mengeraskan tangisnya, meraung-raung dan terguncang-guncang, sehingga menyebabkan tumbuhan yang menutupi kepalanya bergayut berdesakan satu dengan yang lainnya. Menyebabkan daun-daunya rontok karena tangisan Daud as, kayu-kayunya pun mengering, oleh duka cita dan penyesalan Daud as yang diresapinya..

Dan Allah masih juga “ menggoda “-nya : “Daud, Engkau lupa akan dosamu. Engkau hanya ingat tangismu.”

Dan sang Nabi terus berjuang dengan air matanya, Air mata kehidupan yang keluar dari bola mata sang Nabi, bagaikan sebuah samudra kehidupan, air mata keikhlasan, dimana terpancar sebuah kesungguhan dari hati sang Nabi untuk menyesali setiap dosa yang pernah dibuatnya, pertaubatan yang hakiki menembus nilai-nilai keTuhanan.

Taubat yang datang dari dalam hati sebagai bentuk kesadaran tentang sebuah kedudukan sebagai seorang hamba,

Jika tauhid berada di pintu rumah sedangkan syirik berada didalam rumah, itu kemunafikan namanya. Celaka kita, lidah kita takut tetapi hati kita kufur. Celaka, kita mengaku menjadi hamba-Nya, tetapi mentaati selain Dia. Jika kita benar-benar hamba-Nya, tetapi mengapa mentaati selain Dia. Jika kita benar-benar menjadi hamba-Nya, tentu kita akan setia kepada-Nya.

Cepatlah memasuki pintu taubat selagi pintu itu terbuka bagi kita, bangunlah apa yang telah engkau rusak, cucilah apa yang telah engkau kotori dengan najis, perbaikilah sesuatu yang telah engkau robohkan, Bersihkanlah apa saja yang telah engkau kotori, kembalikan apa yang telah engkau ambil , kembalilah kepada Tuhanmu dari pergi dan larimu.

Pasanglah jaring-jaring doa, kembalilah kepada ridha-Nya, Berjalanlah di bawah naungan kitab Allah Swt, dan sunah Rasul-Nya, carilah yang memberi nikmat, jangan hanya mencari nikmat, carilah tetangga sebelum mencari rumah. Menangislah selagi engkau bisa, bertobat akan masa lalu yang begitu kelam.

Bertaubatlah dan tetaplah dalam taubatmu. Yang penting bukan taubatmu, tetapi keteguhanmu dalam bertaubat. Yang lebih penting bukanlah menanam melainkan merawat tanamam itu hingga berbuah.

Terakhir saya ingin menuliskan sebuah hadist nabi yang selalu membuat saya bersemangat untuk selalu lagi dan lagi bertaubat

Malaikat Jibril datang pada Nabi Muhammad Wahai Muhammad! Allah menyampaikan salam dan berpesan. Barang siapa dari umatmu bertaubat satu tahun sebelum waktu matinya, maka diterimalah taubatnya.”Rasul menjawab: “Tempo satu tahun untuk umatku adalah panjang, karena belenggu lupa, kemalasan dan harapan panjang yang menguasai mereka.”

Jibril pergi menghadap ilahi lalu kembali lagi “Hai Muhammad! Sekiranya seseorang bertaubat, sebelum satu bulan matinya, diterimalah taubatnya.” “Satu bulan pun masih panjang bagi umatku.”

Pergilah Jibril membawa pesan Muhammad kepada Tuhan dan datang kembali dengan perubahan pesan,” Allah menerima taubat umatmu satu hari sebelum ia mati.” “Hai Jibril, satu haripun masih panjang bagi umatku.”

Jibril pergi lagi, lalu datang lagi. “Allah menambah kelonggaran bagi umatmu yang bertubat satu jam sebelum matinya, akan diterima taubatnya.” “Satu jam pun Jibril, kau perlu tahu, masih panjang bagi ummatku.”

Berangkat lagi Jibril menghadap Tuhan dan kembali membawa pesan; “Wahai Muhammad! Allah menyampaikan salam dan berfirman, Barang siapa menghabiskan semua umurnya dalam maksiat, dan tidak kembali kepada-Ku setahun, sebulan, sehari atau sejam sebelum matinya sampai detik ia bersekarat, dimana rohnya sudah berada di tenggorokan di mana ia tidak mengucapkan taubat dan permintaan ampun dengan lidahnya tetapi merasa menyesal dengan hatinya maka Aku mengampuni dia.”

Tetaplah mencintai Al-Haq Azza Wa Jalla dalam keadan susah maupun senang , kaya atau miskin, sehat atau sakit. Menangislah selagi air mata ini masih menemukan air matanya,

Bahan Bacaan :
Secangkir Kopi jon Parkir kaya Emha Ainun Nadjib.
Menjadi kekasih Allah karya Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani Rah.a

Ucapan terima kasih atas comment dan kunjungannya :

Rindu , mutiatun , realylife , achoey sang khilaf , aRuL , sluman slumun slamet hanggadamai

15 Balasan ke ” Bertaubat “

  1. Muhammad Momon mengatakan:

    Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bertaubat dan menyucikan diri

  2. hanggadamai mengatakan:

    semoga kita meninggal dalam keadaan khusnul khotimah…amien

  3. aRuL mengatakan:

    saya mengamini komentnya hanggadamai🙂

  4. Agus Taufiq Hidayat mengatakan:

    Ya… Allah janganlah sesatkan kami, setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami…. Amiin.

  5. chuanwei mengatakan:

    KALO MAU BIKIN BLOG, JANGAN LUPA MASUK SINI: http://www.leoxa.com/
    (Themenya Keren Abiss & Bisa Pake Adsense)

    ========
    ========
    rame yang udah berpindah daripada blog-blog lainnya ke blog Leoxa.com karena theme yang keren

  6. dewi praz mengatakan:

    “Wahai Muhammad! Allah menyampaikan salam dan berfirman, Barang siapa menghabiskan semua umurnya dalam maksiat, dan tidak kembali kepada-Ku setahun, sebulan, sehari atau sejam sebelum matinya sampai detik ia bersekarat, dimana rohnya sudah berada di tenggorokan di mana ia tidak mengucapkan taubat dan permintaan ampun dengan lidahnya tetapi merasa menyesal dengan hatinya maka Aku mengampuni dia.”

    Hanya Allah yang bisa berbuat demikian.. Memaafkan tanpa melihat kesalahannya…

  7. Alex mengatakan:

    asl.

    yuk………

  8. Umat Rasul mengatakan:

    Ya allah ampunilah dosa-dosa hamba-Mu nie yang telah lalai dari pada kerja Dakwah…
    Ya Allah Istiqomahkan Hamba-Mu yang dalam Ketaatan pada Engkau… Serta memgikuti Orang-orang yang telah Sukses Hidup mereka Yaitu Para Sahabat R.hum…

  9. ashardi mengatakan:

    Nabi Muhammad SAW memang kakasih Allah SWT…segala pintanya selalu dikabulkan…🙂

  10. meitymutiara mengatakan:

    saat-saat mengaku salah dihadapan-Nya, saat-saat bertaubat itu … ingeeet semua salah, ingeeet semua dosa …

  11. Eucalyptus mengatakan:

    Makasih Lan, nice posting…. moga2 bisa mengingatkan semua yg baca untuk senantiasa bertaubat sebelum ajal menjemput

  12. adikhresna mengatakan:

    Assalamu’alaikum
    Nice posting…, salut. Ane aminin cemua doa di komentar di atas.
    Wassalam

  13. yanti mengatakan:

    Muslimat selalu takut akan dosa-dosanya… berusaha menghitung dan memperbaiki hari kehari dengan taubatnya…
    Kafir…menganggap dosa… seperti lalat yang hinggap diujung hidung… lalu… cepat terbang (ketikka dikibaskan) dan tidak pernah kembali lagi…

  14. realylife mengatakan:

    Ya , Allah , ijinkan saya bertaubat
    amin

  15. Dono. mengatakan:

    Ass.wr.wb,
    Sudah jelaslah bahwa Allah S.W.T maha pengasih dan maha penyayang dari segala penyayang.

    Wassalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: